Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Pojokan

Mengcapek sama Orang yang Nonton Film di TikTok. Serunya di Mana?!

Nonton film lewat FYP TikTok

Ajeng Rizka oleh Ajeng Rizka
6 Oktober 2021
A A
ilustrasi Mengcapek sama Orang yang Nonton Film di TikTok. Serunya di Mana?! mojok.co
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Kita layak heran dengan selera orang-orang yang betah nonton film di TikTok. Sudah makin absurd saja dunia ini.

Bodo amat dengan segala progres dan optimisme media sosial akan tatanan baru yang ditawarkan aplikasi TikTok. Yang saya tahu, nonton film di TikTok itu udah aneh banget. Kebiasaan ini muncul akibat betapa nyamannya netizen TikTok scrolling dan kreator konten semakin bersaing. Perubahan ini benar-benar bikin saya seolah berada di salah satu episode Black Mirror.

Meskipun begitu, saya pernah jadi salah seorang netizen yang tidak sengaja nyantol nonton film lewat FYP TikTok. Saya bahkan benar-benar nggak ingat judul film yang saya “tonton” di TikTok ketika itu. Tapi, yang jelas, film itu adalah film Bollywood dengan drama yang ruwet. Saya terpancing dengan bagaimana narator konten film tersebut mengatakan bahwa seseorang bisa dibunuh dengan kadar sianida yang terdapat pada biji apel. Dan, adegan meracuni seseorang dengan jus biji apel itu memang ada di film meskipun cukup mustahil. 

Ya, setelah saya ulik tentang fakta ini, manusia bisa benar-benar keracunan sianida sampai mokat kalau mengonsumsi sekitar 83-500 biji apel… sekaligus. Di situlah saya sadar bahwa saya sungguh korban clickbait yang polos.

Saya yakin saya bukanlah satu-satunya. Masih banyak netizen nganggur nan gabut kayak saya yang scrolling TikTok sambil rebahan. Sekali dua kali slide, eh, nemu juga film-film underrated yang diceritakan kembali. Penganut antispoiler pasti pusing betul melihat fenomena ini.

Awalnya saya nggak begitu terganggu. Sampai suatu ketika, di Twitter, seseorang telah mengaku, “Oh, aku udah pernah nonton film ini di TikTok.” Ia mengatakan hal ini seolah TikTok benar-benar menayangkan seluruh adegan dalam film dan si penonton dapat cinema experience. Aduh!

Pertama. Nonton film di TikTok jelas jauh berbeda dengan menonton film langsung selama sekitar dua jam. Kita jelas nggak bisa melihat adegan-adegan yang disajikan pembuat film. Tidak ada pengalaman sakral menghayati tiap babak demi babak yang dibangun menjadi konflik dan dirampungkan lewat ending. Meskipun kamu bukan sinefil-sinefil gila muvi, saya yakin kamu paham betul perihal ini.

Kedua. Nonton film di TikTok sebenarnya sama saja kayak ngobrol sama kawanmu yang habis nonton film bagus lalu kamu penasaran dan pengin tahu langsung kelanjutannya. Kemudian kamu meminta kawanmu menyelesaikan ceritanya sampai akhir karena telanjur ngebet sama ending-nya. Kamu nggak sabar dan merasa apa yang kamu butuhkan hanyalah cerita. Bisa jadi, kamu adalah orang yang nyaman dengan dongeng yang dulu sering diceritakan orang tuamu. Orang tuamu yang baca buku dongeng, kamu yang mendengarkan dan berimajinasi. Ini aktivitas bocah. Mirip dengan bagaimana seseorang disuapi makanan. Kalau makan sendiri nggak doyan aja pokoknya.

Ketiga. Apa yang kamu dengar saat nonton film di TikTok sebenarnya hanyalah interpretasi orang lain terhadap suatu tayangan. Jika film adalah pesan, kamu yang nonton film di TikTok mendapatkan pesan bukan dari penuturnya langsung. Banyak sekali hal yang mungkin salah dipersepsikan sehingga membuatmu salah paham dan keliru. Maka, saya berani bilang kalau kamu nonton film Inglourious Basterds di TikTok, kamu nggak bisa mengaku bahwa kamu pernah nonton Inglourious Basterds. Beda dong mendengar “pesan” dari penuturnya langsung dengan mendengar pesan dari orang lain. Bedaaa.

Sayangnya, aktivitas nonton film di TikTok ini juga lemah jika dituduhkan sebagai upaya pembajakan konten. Lha wong namanya juga menceritakan kembali. Kecuali jika si kreator konten terlalu banyak memuat visual yang memang tidak boleh ditayangkan. Ngomongin pembajakan film di Indonesia juga ujung-ujungnya akses LayarKaca21, memang susah rasanya. Lagian, apalah arti copyright di TikTok. Ingat, ini media sosial yang isinya orang-orang saling mereka ulang jokes dan konsep konten orang lain, mana saling pakai sound orang lain. TikTok Las Vegas, Bos.

Netizen zaman sekarang juga udah sibuk. Bayangkan saja mereka disodorkan dengan berbagai tayangan dan informasi yang tiada henti. Mantengin war di Twitter, ngatain selebgram blunder, menghujat orang yang menghujat Indonesia, nyimak postingan orang bijak di Facebook, bikin Instagram Story, catch up sama tren jogetan baru di TikTok, belum lagi nontonin story WhatsApp dan buka-buka marketplace. Sibuk banget pokoknya. Meskipun nggak dibayar, tapi yang jelas sibuk.

Nggak heran, netizen itu memang nggak punya waktu buat nonton film yang panjangnya berjam-jam. Makanya, nonton film di TikTok adalah solusi. Lebih cepat, lebih singkat, dan bisa ngaku-ngaku “udah nonton”. Cara ngasih makan FOMO dengan praktis.

Hadeeeh… mengcapek, Hyung.

BACA JUGA Ramenya TikTok Sekarang Menandakan Bowo Alpenliebe Datang dari Masa Depan atau artikel lainnya di POJOKAN.

Terakhir diperbarui pada 6 Oktober 2021 oleh

Tags: fomofyp tiktoknonton filmrekomendasi tontonantren Tiktok
Ajeng Rizka

Ajeng Rizka

Penulis, penonton, dan buruh media.

Artikel Terkait

FOMO Finansial: Akhir Bulan yang Cemas Karena Gaji Tak Cukup dan Rayuan Berinvestasi MOJOK.CO
Tajuk

FOMO Finansial: Akhir Bulan yang Cemas karena Gaji Tak Cukup dan Rayuan Berinvestasi

2 Februari 2026
ilustrasi Hanya Orang Lemah yang Terusik Saldo 11 Triliun dari Tren TikTok 'Ganteng Review Saldonya Dong' mojok.co
Pojokan

Hanya Orang Lemah yang Terusik Saldo 11 Triliun dari Tren TikTok ‘Ganteng Review Saldonya Dong’

10 Agustus 2021
ilustrasi Semua Komentar di Video YouTube Teletubbies Bahasa Indonesia Dimatikan dan Banyak Dislike-nya. Kenapa Sih? mojok.co
Pojokan

Komentar di Video YouTube Teletubbies Bahasa Indonesia Dimatikan dan Banyak Dislike-nya. Kenapa Sih?

10 Agustus 2021
ilustrasi Skeptis sama Tren Cara Melihat Warna Aura di TikTok dan Apa Faedahnya Narsisin Aura Sendiri? mojok.co
Pojokan

Skeptis sama Tren Cara Melihat Warna Aura di TikTok dan Apa Faedahnya Narsisin Aura Sendiri?

16 Juni 2021
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

gen z, biaya nikah, nikah di gedung, pernikahan.MOJOK.CO

Lebih Baik Nikah di Gedung daripada di Desa: Lebih Praktis dan Murah, tapi Harus Siap Dinyiyiri Tetangga

22 Februari 2026
Destinasi Baru Wisata Jogja: Dari Klitih hingga Perang Sarung, Harusnya Masuk Wonderful Indonesia MOJOK.CO

Destinasi Baru Wisata Jogja: Dari Klitih hingga Perang Sarung, Harusnya Masuk Wonderful Indonesia

23 Februari 2026
UMR Jakarta, merantau ke jakarta, kerja di jakarta.MOJOK.CO

Modal Ijazah S1, Nekat Adu Nasib ke Jakarta: Sudah Bikin Syukuran karena Keterima Kerja, Perusahaan Malah Bubar padahal Gaji Pertama Belum Turun

26 Februari 2026
Sejahtera ekonomi di Negeri Jiran ketimbang jadi WNI. Tapi berat terima tawaran lepas paspor Indonesia untuk jadi WN Malaysia MOJOK.CO

WNI Lebih Sejahtera Ekonomi dan Mental di Malaysia tapi Susah Lepas Paspor Indonesia, Sial!

21 Februari 2026
Meninggalkan Honda BeAT yang Tangguh Menaklukkan Jogja-Semarang demi Gengsi Pindah ke Vespa, Berujung Sia-sia karena Tak Sesuai Ekspektasi MOJOK.CO

Meninggalkan Honda BeAT yang Tangguh Menaklukkan Jogja-Semarang demi Gengsi Pindah ke Vespa, Berujung Sia-sia karena Tak Sesuai Ekspektasi

26 Februari 2026
orang tua.MOJOK.CO

35 Tahun Bekerja Keras demi Anak, tapi Kesepian di Masa Tua karena Dianggap Tak Pernah Hadir untuk Keluarga

24 Februari 2026

Video Terbaru

Prof. Al Makin: Filsafat sebagai Seni Bertanya dan Jalan Melawan Kemiskinan Nalar

Prof. Al Makin: Filsafat sebagai Seni Bertanya dan Jalan Melawan Kemiskinan Nalar

25 Februari 2026
Konservasi Muria: Menjaga Hutan Tanpa Memiskinkan Warga

Konservasi Muria: Menjaga Hutan Tanpa Memiskinkan Warga

23 Februari 2026
Zine Subversif: Ar Risalah dan Masjid yang Pernah Ditakuti Negara

Zine Subversif: Ar Risalah dan Masjid yang Pernah Ditakuti Negara

21 Februari 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.