Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Pojokan

Menebak Pikiran Kasir Apotek dan Minimarket pas Ada Konsumen Beli Kondom atau Tespek

Rizky Prasetya oleh Rizky Prasetya
8 Mei 2020
A A
kondom, apotek, kasir, kontrasepsi, penyakit kelamin mojok.co

kondom, apotek, kasir, kontrasepsi, penyakit kelamin mojok.co

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Meskipun udah nikah, buat sebagian orang beli kondom atau tespek itu tetap petualangan mengerikan. Mereka overthinking si kasir apotek atau minimarketnya bakal mikir yang iya-iya padahal iya. 

Selalu ada “pertama kali” dalam hidup kita. Entah kencan pertama, patah hati pertama, mencuri uang orang tua yang pertama, daftarnya terusin sendiri. Dalam momen “pertama kali” itu, lumrah jika kita merasa gugup, nervous, mulas, dan takut. Apalagi ketika mencoba hal yang lumayan tabu pertama kali.

Tebak apa yang saya maksud dengan hal yang lumayan tabu? Yak betul, mengkritik negara.

Bercanda, maksud saya adalah beli kondom dan tespek. Akui saja, hal-hal berbau seks masih dianggap tabu di negara kita. Orang-orang memang ngucap konto*l dengan gampang, tapi kalau udah ngomongin bab seks, macam kondom, penetrasi kelamin, dan semacamnya langsung bisik-bisik kayak lagi nyontek.

Beli kondom itu bukan hal sepele buat orang yang pertama kali beli, mau dia udah nikah sekalipun. Bayangkan ketika orang yang beli kondom pertama kali menaruh kondom di kasir apotek atau minimarket. Perasaan deg-degan itu pasti ada dan waktu terasa berjalan begitu lambat dan “Ini kenapa sih tokonya tiba-tiba jadi rame!!!11!”

Lho udah menikah kok takut beli kondom ki piye to? Weh, weh, jangan salah. Nggak semua orang yang udah nikah punya pengalaman beli kondom sebelumnya.

Buat yang perempuan, beli tespek pun sama chalenging-nya. Sudahlah ini kali pertama, penampilan masih kayak anak kuliahan pula. Tatapan Mbak Kasir terasa seperti tuduhan, “Hayooo!” Harusnya nggak merasa bersalah pun jadi serasa penuh dosa.

Tapi kan itu semua pikiran kita-kita doang ya. Kan tetap ada banyak kemungkinan apa yang sebenarnya kasir-kasir itu pikirkan ketika ada orang beli kondom atau tespek. Demi menjawab pertanyaan ini, Mojok Institute melakukan riset dengan tidak mendatangi apotek dan minimarket terdekat.

Kemungkinan pertama: kepo

Anugerah terindah yang dimiliki manusia adalah rasa ingin tahu. Ketika kasir sedang cetit-cetit kondom, mungkin dalam pikiran mereka penasaran atau pengen tahu. Keponya seperti ini:

“Eh, bergerigi eh, aneh banget kayak jerawat”

“Aya-aya wae beli kondom rasa cappuccino.”

“Ini orang beli kondom terus buat balon apa ya.”

Kedua, senang karena sadar pentingnya kontrasepsi

Kalau kalian nemu kasir yang senyam-senyum saat kalian beli kondom, itu bukan karena bayangin yang iya-iya, tapi karena mereka seneng konsumennya sadar pentingnya alat kontrasepsi. Kondom kan memang alat paling efektif dalam mencegah penularan penyakit kelamin saat melakukan hubungan seks.

Pengetahuan tentang pentingnya alat kontrasepsi masih rendah, sehingga penyeberan penyakit kelamin masih lumayan tinggi. Berdasarkan data dari WHO, satu dari 25 orang di dunia memiliki setidaknya satu penyakit kelamin yang menular.

Iklan

Kalau ke orang yang beli tespek, mereka akan senyum-senyum karena bahagia, akhirnya ini orang memastikan kehamilan dengan ngecek langsung pakai alat, bukannya nanya ke forum bumil-busui, “Saya udah telat 1 minggu, hamil apa nggak ya?” Ya kali anggota lainnya anak indigo.

Ketiga, senang karena cuan, cuan, dan cuan

Selain karena sadar pentingnya kontrasepsi, bisa jadi kasir yang senyum-senyum itu seneng karena ada barang terjual. Jangan lupa, minimarket dan apotek itu cari untung. Lha dipikir kulak barang sama bayar gaji pegawai pake apa? Eksposyur?

Keempat, istigfar dan meminta hidayah

Kalau waktu beli kondom kalian menemukan kasir tiba-tiba mbesengut, ada kemungkinan mereka itu sedih. Di pikiran kasir tersebut, orang beli kondom tapi mukanya muda banget? Pasti mau seks bebas dengan orang yang belum muhrimnya. Zina ini, tidak bisa dibiarkan.

Eh tapi muka awet muda kan bisa jadi skincare-nya yahud to? “Bodo amat,” pikir si kasir, “ini tetap tidak bisa dibiarkan. Pulang kerja saya akan menulis dan mengirim artikel ke Mojok, media yang amat relijius itu.”

Kelima, bodo amat

Saat kalian beli kondom dan diserahkan ke kasir tapi kasirnya ekspresinya biasa saja, kalian jangan sedih. Pertama, mereka nggak kudu bahagia hip-hip hura-hura. Kedua, ya tugasnya mereka kan emang ngitung harga barang. Kalian jangan geer deh, beli kondom terus kita kudu heran uwaw gitu? Karena kamu beli kondom sama tespek, semua orang pasti sedang menebak-nebak kepribadianmu? Nggak lah.

Plis jangan mikir dunia berputar mengelilingimu, kamu bukan Jerinx.

BACA JUGA Meramal Hubungan Rangga dan Cinta AADC Berdasarkan Zodiak dan artikel Rizky Prasetya lainnya.

Terakhir diperbarui pada 8 Mei 2020 oleh

Tags: apotekkasirkondomkontrasepsipenyakit kelamin
Rizky Prasetya

Rizky Prasetya

Redaktur Mojok. Hobi main game dan suka nulis otomotif.

Artikel Terkait

Pembayaran Tunai di Kasir Indomaret Lebih Ringkas daripada QRIS, Nggak Usah Sok-sokan Cashless Mojok.co
Pojokan

Pembayaran Tunai di Kasir Indomaret Lebih Ringkas daripada QRIS, Nggak Usah Sok-sokan Cashless

4 Oktober 2025
Lika-Liku Dunia Apoteker: Sekolahnya Mahal, Gajinya Lumayan, tapi Sering Ketemu Pelanggan yang Ajaib apotek
Liputan

Lika-Liku Dunia Apoteker: Sekolahnya Mahal, Gajinya Lumayan, tapi Sering Ketemu Pelanggan yang Ajaib

9 Mei 2024
tukang parkir liar di jogja dan jawa tengah.MOJOK.CO
Catatan

Nekatnya Pengusaha “Kecil” di Jogja dan Jateng yang Tolak Tukang Parkir Liar, Rela Menggaji Mereka Asal Pelanggan Nyaman

26 April 2024
apotek brebes tolak tukang parkir ilegal.MOJOK.CO
Ragam

Pemilik Apotek di Jawa Tengah Nekat 8 Tahun Tolak Tawaran Tukang Parkir Liar Sampai Didatangi Ormas, Demi Pelanggan

16 April 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Rela bayar mahal kuliah jurusan Keperawatan PTS besar demi jadi perawat. Setelah lulus malah jadi kayak babu MOJOK.CO

Rela Bayar Mahal di Jurusan Keperawatan demi Prospek Karier Perawat, Cuma Berakhir Jadi “Babu” di RSUD

14 April 2026
Tabiat penumpang KA Sri Tanjung yang bikin jengkel KA Sancaka. MOJOK.CO

User Kereta Eksekutif Jengkel dengan Tingkah Random User Kereta Ekonomi, Turun di Stasiun Langsung Dibikin “Prengat-prengut”

14 April 2026
Derita perempuan di grup WA mahasiswa FH UI. Isinya kekerasan seksual. MOJOK.CO

Nasib Perempuan di Tongkrongan dan Grup WA yang Isinya Laki-laki Mesum: Jelek Dihina, Cantik Dilecehkan

15 April 2026
Nasib pekerja gen Z dicap lembek oleh milenial

Gen Z Jadi Kambing Hitam Generasi Senior, Dicap Lembek dan Tak Bisa Kerja padahal Perusahaan yang “Red Flag”

16 April 2026
Derita orang Jember kerja di Jakarta: teralienasi karena dianggap tertinggal MOJOK.CO

Orang Jember Kerja di Jakarta: Mencoba Berbaur tapi “Tersisihkan”, Dianggap Tertinggal dan Tak Tersentuh Pendidikan

16 April 2026
kuliah, wisua, sarjana di desa.MOJOK.CO

Jadi Sarjana di Desa, Bangga sekaligus Menderita: Dituntut Bisa Segalanya, tapi Juga Tak Dihargai Tetangga dan Dicap “Beban Keluarga”

15 April 2026

Video Terbaru

Kalis Mardiasih: Parenting di Negara Gagal, Nasib Anak Jadi Taruhan

Kalis Mardiasih: Parenting di Negara Gagal, Nasib Anak Jadi Taruhan

11 April 2026
Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

9 April 2026
Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

6 April 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.