Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
    • Bidikan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
    • Bidikan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Pojokan

Larangan Tidur di Masjid yang Tidak Ramah Musafir

Terus, bobok di jalan tol aja?

Aprilia Kumala oleh Aprilia Kumala
23 Maret 2018
A A
Larangan Tidur di Masjid yang Tidak Ramah Musafir MOJOK.CO

Larangan Tidur di Masjid yang Tidak Ramah Musafir MOJOK.CO

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Ada suatu masa ketika anak kecil dan pemuda justru nggak pernah tidur di rumah dan malah tidur di masjid. Mungkinkah larangan tidur di masjid salah satu yang bikin masjid sepi dari pemuda? Ya? Tidak? Bisa jadi?

Gerakan salat Subuh berjemaah kini tengah dilakukan banyak kelompok pemuda di beberapa tempat. Namun, ramainya masjid di kala Subuh ternyata tidak serta-merta berarti bahwa masjid menjadi tempat yang selalu sering dikunjungi. Pada beberapa kasus, masjid juga bisa menjelma sebagai tempat yang sepi dan tidak seramai sebelumnya, khususnya pada masjid-masjid yang justru memiliki lokasi strategis, misalnya di pinggir jalan atau di sekitar stasiun.

Keadaan ini pun menimbulkan tanda tanya besar: kenapa masjid-masjid ini bisa sepi??? Ke mana orang-orang??? Apakah karena sekarang belum jadwalnya salat Tarawih??? Atau…

… apakah ini semua gara-gara aturan dilarang tidur di masjid??? Haaah???

*zoom in, zoom out*

Yha benar, Saudara-Saudara, kini beberapa masjid dengan tegas memberlakukan peraturan dilarang tidur di dalamnya. Jangankan masjid, musala-musala kecil aja nga ngebolehin kita tidur di dalamnya, kok. Kalau ketahuan tidur, kamu akan disuruh keluar. Pokoknya, masjid ya cuma buat ibadah aja—nga kurang, nga lebih. Titik!

Sesungguhnya, peraturan ini merupakan peraturan yang menyenangkan. Coba, deh, bayangin kamu masuk ke masjid dan mau ngambil mukena/sarung/Alquran/sajadah di rak yang tersedia, tapi harus terhalang oleh badan bapak-bapak yang sedang asyik memejamkan mata sambil garuk-garuk kumis. Pernah nga? Enak nga?

Tapiii, meski pelarangan tidur di masjid ini punya alasan yang kuat dan bermanfaat, ada pula orang lain yang menawarkan alasannya tersendiri. Pertanyaannya, apakah benar masjid hanya digunakan untuk ibadah dan mendengarkan ceramah?

Baiklah, mari kita #throwback dulu, agar lebih berkah~

FYI aja nih, pada zaman Rasulullah saw., masjid justru banyak dipakai sebagai pusat budaya dan pengetahuan. Artinya, alih-alih hanya berfungsi sebagai tempat salat berjemaah setelah azan dikumandangkan, ada banyak pula fungsi masjid lainnya, misalnya sebagai tempat latihan perang dan pengobatan tentara (pada zaman Rasulullah saw.), tempat menerima tamu, tempat diskusi, serta…

…tempat peristirahatan musafir!!!!!!

Yaaak, inilah polemik yang kian meruncing. Sebagai seorang musafir alias pengembara, banyak orang yang mengandalkan masjid sebagai tempat bernaung, barang untuk sehari atau dua hari, sebelum mereka melanjutkan perjalanannya kembali. Namun, ketika muncul larangan tidur di masjid, mereka harus gimana? Bobok di jalan tol, gitu?

Selain musafir, orang-orang yang tengah melaksanakan iktikaf juga memilih tidur di masjid selepas menjalankan ibadah. Kalau aturan dilarang tidur di masjid ini dipukul rata dan berlaku bagi semua orang, mereka kudu pulang dulu, dong?

Intinya, perkara tidur di masjid ini bisa jadi sedikit pelik kalau tidak dibarengi dengan kesepakatan bersama. Orang yang tidur di masjid hingga mengganggu kelangsungan ibadah memang perlu ditegur, namun bukan berarti kegiatan ini dilarang. Bagaimanapun, sebagaimana yang sudah disebutkan, masjid sesungguhnya memiliki sisi budaya yang menjadikannya bernilai lebih dari sekadar rumah ibadah.

Iklan

Bukan hanya tidur saja: di Sulawesi, rapat pengurus desa selalu dilaksanakan di masjid, bukan di balai desa atau pos ronda. Pada beberapa kasus lain, masjid bahkan bisa menjadi tempat bermain anak-anak.

Yhaaa, selagi jemaah-jemaah di masjid berubah senewen ketika ada anak kecil menangis keras-keras saat orang tuanya salat, beberapa hadis justru menyebutkan bahwa Rasulullah saw. mempersingkat salatnya kala mendengar tangisan anak kecil. Alasannya, demi meringankan ke-tidak-enak-hati-an sang ibu. Masyaallah~

Selain menjadi pusat budaya, fungsi masjid yang lain adalah pusat pengetahuan. Tak hanya tempat belajar Al-Quran, dengan mempertimbangkan perkembangan zaman, rasanya tak muluk-muluk kalau kita berharap akan adanya perpustakaan, komputer, dan Wi-Fi di masjid, bukan?

Yaaah, asalkan nanti nga ada poster bertuliskan “DILARANG INTERNETAN DI MASJID” aja~

Kalau menurut saya, sih, mau tidur atau nga di masjid ya silakan. Mau cari referensi pakai internet atau nga di masjid juga silakan. Yang penting, nanti pas saya mau akad nikah udah pada minggir semua. Muehehehe~

BACA JUGA Belajar dari Masjid Aljihad dan tulisan lainnya dari Aprilia Kumala.

Terakhir diperbarui pada 18 Oktober 2021 oleh

Tags: budayalaranganmusafirsantritidur di masjid
Aprilia Kumala

Aprilia Kumala

Penulis lepas. Pemain tebak-tebakan. Tinggal di Cilegon, jiwa Banyumasan.

Artikel Terkait

Menemukan kedamaian batin dari rebahan karpet masjid MOJOK.CO
Catatan

Rebahan di Karpet Masjid: Sepele tapi Beri Kedamaian Batin dari Dunia yang Penuh Standar, Tuntutan, dan Mengasingkan

12 November 2025
Tayangan Trans7 tentang pesantren memang salah kaprah. Tapi santri juga tetap perlu berbenah MOJOK.CO
Aktual

Trans7 Memang Salah Kaprah, Tapi Polemik Ini Bisa Jadi Momentum Santri untuk “Berbenah”

17 Oktober 2025
Etika santri di pondok pesantren bukan pengkultusan pada kiai MOJOK.CO
Ragam

Dari Sungkem hingga Minum Bekas Kiai, Dasar Etika Para Santri di Pondok Pesantren yang Dituding Perbudakan

14 Oktober 2025
Sisi Gelap Sebuah Pesantren di Tasikmalaya: Kelam & Bikin Malu MOJOK.CO
Esai

Sisi Gelap Sebuah Pesantren di Tasikmalaya: Mulai dari Pelecehan Seksual Sesama Jenis, Senioritas, Kekerasan, Hingga Senior Memaksa Junior Jadi Kriminal

9 September 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Kisah Wisudawan Terbaik ITB, Berhasil Selesaikan S2 dari Ketertarikan Menyusuri Kampung Tua di Pulau Jawa. MOJOK.CO

Kisah Wisudawan Terbaik ITB, Berhasil Selesaikan Kuliah S2 dari Ketertarikan Menyusuri Kampung Tua di Pulau Jawa

12 Januari 2026
2016, Tahun Terakhir Gen Z dan Milenial Merasa Berjaya. MOJOK.CO

2016 bagi Milenial dan Gen Z adalah Tahun Kejayaan Terakhir sebelum Dihajar Realitas Hidup

17 Januari 2026
Mens Rea, Panji Pragiwaksono sebagai Anak Abah, dan Bahaya Logika Fanatisme MOJOK.CO

Mens Rea, Pandji Pragiwaksono sebagai Anak Abah, dan Bahaya Logika Fanatisme

12 Januari 2026
Momen haru saat pengukuhan Zainal Arifin Mochtar (Uceng) sebagai Guru Besar di Balai Senat UGM MOJOK.CO

Bagi Zainal Arifin Mochtar (Uceng) Guru Besar hanya Soal Administratif: Tentang Sikap, Janji pada Ayah, dan Love Language Istri

16 Januari 2026
Mie ayam di Jakarta jadi saksi para pekerja berusaha tetap waras meski penuh beban hidup MOJOK.CO

Mie Ayam di Jakarta, Saksi Pekerja Berusaha Waras setelah Berkali-kali Nyaris Gila karena Kerja dan Beban dari Orang Tua

14 Januari 2026
kekerasan kepada siswa.MOJOK.CO

Adu Jotos Guru dan Siswa di SMKN 3 Tanjung Jabung Timur Akibat Buruknya Pendekatan Pedagogis, Alarm Darurat Dunia Pendidikan 

15 Januari 2026

Video Terbaru

Bob Sadoni dan Hidup yang Terlalu Serius untuk Tidak Ditertawakan

Bob Sadoni dan Hidup yang Terlalu Serius untuk Tidak Ditertawakan

13 Januari 2026
Elang Jawa dan Cerita Panjang Kelestarian yang Dipertaruhkan

Elang Jawa dan Cerita Panjang Kelestarian yang Dipertaruhkan

11 Januari 2026
Serat Centhini: Catatan Panjang tentang Laku dan Pengetahuan

Serat Centhini: Catatan Panjang tentang Laku dan Pengetahuan

8 Januari 2026
Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.