Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Pojokan

Kemauan untuk Didominasi Terwujud dari Pengurus BEM yang Rela Fotonya Diblur

Ajeng Rizka oleh Ajeng Rizka
11 Februari 2020
A A
kemauan untuk didominasi kesadaran palsu BEM FT UNJ foto pengurus perempuan BEM FMIPA UNJ diblur diganti kartun SJW feminis konstruksi sosial teori gender

kemauan untuk didominasi kesadaran palsu BEM FT UNJ foto pengurus perempuan BEM FMIPA UNJ diblur diganti kartun SJW feminis konstruksi sosial teori gender

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Ramai polemik sejumlah foto pengurus perempuan organisasi kampus diblur dan dibikin kartun. Katanya ini semua adalah kemauan yang bersangkutan. Wah, kemauan untuk didominasi ini bisa termasuk kesadaran palsu akibat ideologi yang dikonstruk secara terus-menerus lho, FYI.

Kemarin, media sosial ramai dengan perdebatan soal pengurus perempuan BEM FT UNJ yang fotonya diblur sementara pengurus perempuan BEM FMIPA diganti kartun. Kritik deras mengalir seolah dialirkan pakai pipa R*cika. Ternyata nggak hanya BEM di UNJ, di kampus lain kasus serupa juga muncul meski nggak seterkenal apa yang dilakukan UNJ.

Masalahnya berarti, kasus ini bukan endemik UNJ. Pemusnahan citra perempuan di ruang publik jadi makin serius.

Gw sebagai sejarawan shock banget sama kualitas pendidikan perguruan tinggi negeri yang BEMnya ngeblur foto perempuan pengurus macam BEM Teknik dan MIPA UNJ atau diganti foto perempuannya dengan anime.

GILAK ITU NAMANYA PENGHAPUSAN PERAN/EKSISTENSI PEREMPUAN DARI SEJARAH! pic.twitter.com/bPA30daUaA

— Nadyazura (@Nadyazura) February 9, 2020

Lebih parah lagi katanya pengurus cewek di UNJ dikartunkan dan diblur berdasarkan permintaan mereka sendiri. Dilansir dari Kumparan, ketua BEM UNJ bilang begini, “Kalau sepemahaman saya, itu permintaan ceweknya. Ada bagian cewek itu ada yang kayak anak-anak Musala gitu. Saya juga kayak biasa aja. Biasanya bahkan nggak ada postingan kabinet, tapi ini kan kebutuhan organisasi.”

Memangnya kalau itu semuanya kemauan yang bersangkutan masalah ini jadi selesai? Justru makin gawat kalau ada sebagian orang yang punya kemauan untuk didominasi. Berarti permasalahannya sudah menyentuh ranah ideologis yang sebenarnya tertanam berdasar kesadaran palsu.

Bagaimana para cewek ini dengan sukarela fotonya tidak ditampilkan padahal cowok-cowoknya mejeng dengan asyik adalah sebuah kemauan untuk didominasi. Cowoknya terkenal, punya nama, sementara ceweknya tersembunyi di balik layar padahal mereka semua sama-sama kerja dan ngurusin organisasi. Kalau boleh disimpulkan, ini patriarkis banget. Cewek-cewek memandang dirinya sendiri lewat kacamata kelelakian.

Saya jadi ingin nyanyi soundtrack film Birds of Prey. This is the men’s world~

Begini, kesadaran palsu adalah sebuah istilah sosiologis yang awalnya dicetuskan oleh Friedrich Engels. Ketika seseorang tidak peduli terhadap motivasi kekuasaan yang mendorong pikiran dan tindakannya, dia sedang berada pada kungkungan kesadaran yang sebenarnya tidak dia sadari, termasuk kemauan untuk didominasi.

Jadi kesadaran palsu sebenarnya ciri khas lemahnya pengetahuan nyata atas perkara yang sedang memengaruhinya. Cewek-cewek ini nggak tahu bahwa dia berkali-kali mengonsumsi ideologi patriarkal yang kemudian ditautkan dengan kepercayaan. Bahwa foto diri yang diunggah dalam akun organisasi dapat menimbulkan fitnah yang nyata, sebenarnya mencakup keyakinan palsu nan ilusif.

Konsep kesadaran palsu memang sering diterapkan oleh penguasa pada kelas pekerja. Misal kesadaran palsu untuk kerja lembur sampai tipes padahal nggak ada kontraprestasinya. Budak korporat yang berevolusi sempurna. Kalau bicara soal dominasi, represi, marjinalisasi, ini juga menyangkut bagaimana posisi perempuan di ruang publik, ceunah.

Gini aja deh daripada pusing. Kalian pasti sering lihat iklan skincare di televisi yang ditampilkan dengan bintang cewek berkulit putih, langsing, rambut panjang, hidung mancung dst. dst.. Iklan ini ditampilkan terus-menerus oleh banyak produsen skincare. Bertahun-tahun kalian dicekokin cewek dengan penampilan serupa.

Akhirnya kalian menganggap definisi cantik itu ya kayak bintang iklan. Yang kulitnya putih, rambutnya panjang, hidung mancung, langsing, kayak Raisa pokoknya. Ini adalah proses konstruksi yang ditanamkan. Ideologi soal cantik dihasilkan dari kesadaran palsu yang kalian percayai dari apa yang kalian konsumsi (dalam hal ini iklan TV).

Padahal, di belahan bumi lain, cewek berkulit hitam, keriting, gendut, bahkan pesek ada yang dianggap cantik. Lha iya, mereka nggak pernah nonton iklan-iklan skincare Asia Tenggara kok. Mau dijelaskan bagaimanapun, mereka bakal nganggap Raisa biasa aja.

Iklan

Nah, kalau kasus cewek-cewek pengurus organisasi ini, mereka terkonstruk kemauan untuk didominasi. Mau sampai jelek dicekoki teori-teori dari feminis liberalis sampai radikalis pun percuma. Level ideologinya sudah beda. Perlunya memang dikasih pemahaman berdasarkan logika. Intinya kalau nggak mau tampil di ruang publik maka mengurung dirilah di pojokan kamar dengan media sosial anonim pakai avatar kocheng.

BACA JUGA Nia Ramadhani dan Citra Perempuan Nggak Bisa Ngapa-ngapain dalam Media atau artikel lainnya di POJOKAN.

Terakhir diperbarui pada 11 Februari 2020 oleh

Tags: feminiskesadaran palsumedia sosial
Ajeng Rizka

Ajeng Rizka

Penulis, penonton, dan buruh media.

Artikel Terkait

Anomali pengunjung toko buku sekarang bukan baca, malah foto
Sehari-hari

Anomali Pengunjung Toko Buku Hari Ini: Outfit Foto Elite, Beli Buku Sulit

11 Februari 2026
Gawai adalah Candu: Cerita Mereka yang Mengalami Brain Rot karena Terlalu Banyak Menonton Konten TikTok.MOJOK.CO
Mendalam

Gawai adalah Candu: Cerita Mereka yang Mengalami Pembusukan Otak karena Terlalu Banyak Menonton Konten TikTok

3 Juli 2025
Self Abuse yang Tidak Aku Sadari Setelah Melihat Media Sosial MOJOK.CO
Kilas

Self Abuse yang Tidak Aku Sadari Setelah Melihat Media Sosial

9 September 2023
Belajar dari Sejarah, Twitter Nggak Akan Mati Begitu Saja karena Threads. MOJOK.CO
Kilas

Belajar dari Sejarah, Twitter Nggak Akan Mati Begitu Saja karena Threads

7 Juli 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Curhat Jadi Ketua RT: Pekerjaan Kuli yang Dibalut Keikhlasan MOJOK.CO

Anak Muda Jadi Ketua RT: Antara Kerja Kuli, Keikhlasan, dan Dewasa Sebelum Waktunya

27 Februari 2026
Omong kosong menua dengan bahagia di desa: menjadi orang tua di desa harus memikul beban berlipat dan bertubi-tubi tanpa henti MOJOK.CO

Omong Kosong Menua Tenang di Desa: Menjadi Ortu di Desa Tak Cuma Dituntut Warisan, Harus Pikul Beban Berlipat dan Bertubi-tubi Tanpa Henti

21 Februari 2026
KIP Kuliah di Jogja.MOJOK.CO

Ironi Penerima KIP Kuliah di Jogja: Uang Beasiswa Habis Buat Bayar Utang Keluarga, Rela Makan Rp20 Ribu per Hari Demi Tak Putus Kuliah

27 Februari 2026
UMR Jakarta, merantau ke jakarta, kerja di jakarta.MOJOK.CO

Modal Ijazah S1, Nekat Adu Nasib ke Jakarta: Sudah Bikin Syukuran karena Keterima Kerja, Perusahaan Malah Bubar padahal Gaji Pertama Belum Turun

26 Februari 2026
Lagu religi "Tuhan Itu Ada" jadi ajang promosi Klaten lewat musik MOJOK.CO

Adhit & Carlo Jikustik Gandeng Klaten Project Rilis Lagu Religi “Tuhan itu Ada”

25 Februari 2026
Beasiswa LPDP selamatkan hidup seorang difabel yang kuliah S2 di Amerika Serikat (AS). MOJOK.CO

Bangkit usai “Kehilangan” Kaki dan Nyaris Gagal Jadi Sarjana, Akhirnya Lolos LPDP ke AS agar Jadi Ahli IT Pustakawan di Indonesia

22 Februari 2026

Video Terbaru

Prof. Al Makin: Filsafat sebagai Seni Bertanya dan Jalan Melawan Kemiskinan Nalar

Prof. Al Makin: Filsafat sebagai Seni Bertanya dan Jalan Melawan Kemiskinan Nalar

25 Februari 2026
Konservasi Muria: Menjaga Hutan Tanpa Memiskinkan Warga

Konservasi Muria: Menjaga Hutan Tanpa Memiskinkan Warga

23 Februari 2026
Zine Subversif: Ar Risalah dan Masjid yang Pernah Ditakuti Negara

Zine Subversif: Ar Risalah dan Masjid yang Pernah Ditakuti Negara

21 Februari 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.