Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Pojokan

Kedewasaanku Direnggut Mainan Anak-Anak

Agus Mulyadi oleh Agus Mulyadi
7 Januari 2020
A A
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Sebulan sebelum menikah, saya membayangkan bahwa nanti setelah punya istri, jiwa kekanak-kanakan saya akan hilang. Saya akan berubah menjadi lelaki yang dewasa, keren, dan bijaksana.

Perjalanan waktu akhirnya membuktikan, bahwa bayangan saya akan masa depan setelah menikah ternyata salah kaprah. Dan itu bisa langsung terlihat dari langkah-langkah awal saya setelah menikah yang ternyata justru penuh dengan kebodohan.

Salah satu kebodohan mencolok yang saya lakukan adalah membeli pistol mainan Nerf.

Bayangkan, saya, lelaki beristri yang seharusnya berevolusi menjadi manusia dewasa sebab sudah berani mengawini anak orang, kok ya kober beli mainan anak-anak usia 8+. Dan yang lebih bodoh lagi, mainan ini bukan buat keponakan saya, melainkan buat saya mainkan sendiri.

Dan bedebahnya lagi, yang mengimimg-imingi saya untuk membeli pistol mainan ini adalah bos saya sendiri, Puthut EA.

Beberapa waktu terakhir, bos saya itu memang sedang sangat hobi main bedil-bedilan Nerf. Gara-garanya dia ngiler lihat anaknya asyik main bedil-bedilan Nerf ini, maka jadilah ia ikut main.

Bayangkan, seorang cerpenis kondang, salah satu pendiri LMND, aktivis dengan masa lalu bergerigi, ternyata mainannya bedil-bedilan anak usia 8 tahun. Ini kalau Pak Harto masih hidup, beliau pastilah ngakak setengah modiar.

Nah, mungkin karena tidak mau menjadi kanak-kanak sendirian, ia pun kemudian mengajak anak-anak buahnya di Mojok untuk membeli pistol Nerf.

“Wis tho, Gus, asyik, enak, apalagi kalau dimainkan sambil seolah-olah kita sedang membebaskan sandra, jauh lebih enak. Nanti Lala yang jadi sandranya, Ega yang jadi penculiknya, Dafi jadi anak buahnya, nanti kamu boleh pilih, mau jadi pahlawannya atau mau jadi penjahatnya. Pokoknya enak.” Kata dia berapi-api.

Dasar lambe aktivis lapangan, cocotnya cocot kencono. Segala kata-katanya soal bedil-bedilan itu terdengar sangat agitatif. Pertahanan saya roboh. Begitu pula dengan Ega, Dafi, dan beberapa kawan kantor saya yang lain.

Kami kemudian satu per satu mulai membeli pistol Nerf ini.

Beberapa waktu yang lewat, sehabis nonton, saya sempatkan mampir sebentar ke Kidz Station buat beli bedil Nerf kaliber sedang ini.

Dan bajingan, ternyata memang enak betul.

Beberapa kali, bos dan kawan-kawan mengajak untuk tanding. Perang-perangan Nerf. Rasanya begitu menyenangkan. Apalagi kalau saya berlawanan tim dengan bos. Lha kapan lagi saya punya otoritatif untuk menembak jidat bos saya sendiri tanpa dia berhak untuk marah?

Iklan

Kalau di rumah, sasaran iseng saya tentu saja adalah Kalis, istri saya. Saat dia masak, saya mengendap-endap di belakangnya. Saat dia lengah, saya tembaki pantatnya.

Kalis geleng-geleng kepala. Mungkin sedih karena suaminya ternyata bayi tua.

Ini sudah sebulan saya menikah, dan keisengan menembaki Kalis menggunakan pistol berisi peluru busa itu ternyata masih tetap menyenangkan.

Semoga tidak terjadi apa-apa dengan tumah tangga saya.

Yah, saya pernah beberapa kali mengejek kawan-kawan saya yang suka memainkan mainan anak kecil, sekarang barulah saya sadar, bahwa sayalah anak kecil itu sendiri.

Terakhir diperbarui pada 18 Maret 2020 oleh

Tags: dewasamainannerf
Agus Mulyadi

Agus Mulyadi

Blogger, penulis partikelir, dan juragan di @akalbuku. Host di program #MojokMentok.

Artikel Terkait

Ibu yang sudah menua sering diabaikan anak
Catatan

Orang Tua yang Menua adalah Ketakutan Terbesar Anak, meski Kita Menolak Menyadarinya

13 Februari 2026
Kepada Siapa Aku Harus Bercerita Saat Sudah Jadi Orang Dewasa? UNEG-UNEG. MOJOK.CO
Kilas

Kepada Siapa Aku Harus Bercerita Saat Sudah Jadi Orang Dewasa?

28 Mei 2023
Keluh kesah dari remaja yang menuju dewasa
Uneg-uneg

Keluh Kesah Remaja yang Beranjak Dewasa

15 Januari 2023
jualan action figure di Indonesia menggiurkan
Liputan

Jualan Action Figure Memang Menggiurkan, Bisa untuk Investasi

23 Februari 2022
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Perantau Minang di kantin kereta api Indonesia (KAI) dalam perjalanan mudik Lebaran

Perantau Minang Gabut Mudik Bikin Tanduk Kerbau dari Selimut KAI, Tak Peduli Jadi Pusat Perhatian karena Suka “Receh”

13 Maret 2026
Bus ekonomi jalur Jogja Jambi menyiksa pemudik. MOJOK.CO

Ujian Terberat Laki-laki yang Lebih Kejam dari Menahan Rindu: Dihajar Rute Bus Ekonomi Jogja Jambi hingga Terserang “Man Flu”

13 Maret 2026
Orang Minang Merantau ke Jogja: Iman Kuliner Saya Runtuh karena Gula Jawa Membuat Rendang Asli jadi Terasa Asin Saja MOJOK.CO

Orang Minang Merantau ke Jogja: Iman Kuliner Saya Runtuh karena Gula Jawa, Rendang Asli jadi Terasa Asin Saja

13 Maret 2026
Ambisi jadi PNS di usia 25 demi hidup sejahtera. Malah menderita karena perkara gadai SK MOJOK.CO

Jadi PNS Tak Bahagia Malah Menderita, Dipaksa Keluarga Gadai SK Demi Puaskan Tetangga dan Hal-hal Tak Guna

16 Maret 2026
Selalu royal ke teman saat butuh bantuan karena kesusahan. Giliran diri sendiri hidup susah eh diacuhkan pertemanan MOJOK.CO

Kapok Terlalu Royal ke Teman: Teman Datang karena Ada Butuhnya, Giliran Diri Sendiri Kesusahan Eh Diacuhkan meski Mengiba-iba

17 Maret 2026
Sarjana (lulusan S1) susah cari kerja. Sekali kerja di Sidoarjo dapat gaji kecil bahkan dapat THR cuma Rp50 ribu MOJOK.CO

Ironi Sarjana Kerja 15 Jam Perhari Selama 3 Tahun: Gaji Kerdil dan THR Cuma 50 Ribu, Tak Cukup buat Senangkan Ibu

17 Maret 2026

Video Terbaru

Dr. Fahruddin Faiz: Sikap Anak Muda Menghadapi Era VUCA

Dr. Fahruddin Faiz: Sikap Anak Muda Menghadapi Era VUCA (Volatility, Uncertainty, Complexity, Ambiguity)

9 Maret 2026
Sunan Geseng: Dari Petani Nira Jadi Wali Utama

Sunan Geseng: Dari Petani Nira Jadi Wali Utama

8 Maret 2026
Merawat Harapan Kopi Robusta Desa Japan: Dari Petik Asalan ke Petik Merah

Merawat Harapan Kopi Robusta Desa Japan: Dari Petik Asalan ke Petik Merah

4 Maret 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.