Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
    • Bidikan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
    • Bidikan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Pojokan

Jan Ethes Jadi Nama Anggur, Menyusul Kaesang yang Sudah Jadi Pisang

Haris Firmansyah oleh Haris Firmansyah
17 November 2019
A A
jan ethes nama anggur pisang kaesang pangarep syahrul yasin limpo varietas baru mojok.co

jan ethes nama anggur pisang kaesang pangarep syahrul yasin limpo varietas baru mojok.co

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Penyematan nama cucu presiden Jan Ethes pada varietas anggur baru terancam menyaingi popularitas Kaesang Pangarep lagi. Ethes 1-0 Kaesang.

Menteri Pertanian yang juga politisi Partai NasDem Syahrul Yasin Limpo menyematkan nama sang cucu presiden pada anggur varietas terbaru buatan Badan Litbang Kementerian Pertanian. Anggur tersebut kini disebut Jan Ethes SP1. Alasannya Syahrul, nama Jan Ethes yang berarti ‘sangat cekatan’ sesuai dengan sifat si anggur yang rasanya manis, segar, tekstur daging buahnya krispi, dan nggak berair-air amat.

Ketika diminta merespons ide ini, Jokowi malah menjawab, “Jangan tanya saya.” Wartawan disuruh bertanya kepada Ethes langsung. Kontan Jan Ethes hanya tertawa senang. Ah, lucunya! Beruntung sekali buah anggur itu bisa dinamai Jan Ethes.

Pemilihan nama ini sangat strategis kendati tetap punya muatan politis. Mengingat Revolusi Industri 4.0 memang mengedepankan branding produk agar dikenal luas oleh masyarakat. Semakin nyentrik, semakin berpeluang dilirik. Dengan menamainya dengan nama cucu presiden, anggur ini bakal jadi bahan pemberitaan berbagai media. Lantas pamornya bakal naik dibandingkan buah lainnya.

Sepertinya pemerintah tidak mau Kaesang Pangarep senang sedikit saja. Selama ini, anak bungsu presiden ini merasa dikucilkan oleh netizen karena kepopulerannya kalah ketimbang keponakannya sendiri. Walau begitu, di jagat buah-buahan, Kaesang masih unggul. Usaha Sang Pisang terbilang sukses karena berhasil buka banyak cabang di berbagai kota. Ingat pisang, ingat Kaesang.

Kini, Kaesang yang sudah lebih dulu jadi pisang ini kedatangan saingan baru di istana buah-buahan. Pisang Kaesang bakalan berhadapan dengan anggur Jan Ethes. Walaupun kemungkinan besar keduanya tak bersinggungan langsung. Sang Pisang di gerainya, anggur Jan Ethes di lapak buah-buahan.

Dengan kepopulerannya, anggur Jan Ethes dapat diharapkan untuk menekan angka impor anggur. Syukur-syukur bisa menekan angka pengangguran karena peluang usaha sebagai pengusaha anggur terbuka lebar. Lalu bakal muncul banyak lapangan pekerjaan di kebun anggur.

Inilah bukti bahwa Jokowi tak salah pilih menteri. Mentan SYL punya kesadaran tinggi dalam mengamalkan visi-misi presiden. Sebab sejak pelantikan, Jokowi sudah mewanti-wanti bahwa menteri tidak boleh punya visi-misinya sendiri. Sampai sang menteri pun akhirnya mengikuti langkah yang sama persis seperti Jokowi.

Jokowi sendiri kerap dilanda masalah dan kebijakannya sering dikritik rakyat. Kemudian beliau meyelesaikannya dengan berfoto bersama cucu. Sehingga media sibuk meliput betapa lucunya sang cucu presiden. Sejak dulu, Ethes memang solusi segala masalah.

Sebelum Jan Ethes lahir, sorotan media kepada anggota keluarga Jokowi terfokus kepada anak sulung presiden, yaitu Gibran Rakabuming. Saat itu Gibran masih sering sebel dengan wartawan. Kalaupun diwawancarai tentang perasaannya sebagai anak presiden, jawabannya selalu sama: “Biasa aja.”

Mungkin kalau nanti ada anggur yang biasa-biasa aja, bakalan cocok dinamakan anggur Gibran Rakabuming. Lalu Gibran ditanyai awak media tentang tanggapannya kalau namanya dijadikan nama buah. Gibran pun menjawab, “Ya biasa aja.”

BACA JUGA Menghitung Penghasilan Trader Profesional Budi Setiawan dari Binomo atau komentar lainnya di rubrik POJOKAN.

Terakhir diperbarui pada 17 November 2019 oleh

Tags: anggurjan etheskaesangsyahrul yasin limpo
Haris Firmansyah

Haris Firmansyah

Pegawai Bank Ibukota. Selain suka ngitung uang juga suka ngitung kata.

Artikel Terkait

Ketua Pukat UGM Jelaskan Kasus Jet Pribadi Kaesang yang Bakal Menyandera Jokowi Usai Lengser
Video

Ketua Pukat UGM Jelaskan Kasus Jet Pribadi Kaesang yang Bakal Menyandera Jokowi Usai Lengser

7 September 2024
Lagu untuk Jokowi, Kaesang, dan Polisi Berkumandang dalam Demo di Jogja MOJOK.CO
Aktual

Nyanyian Massa Aksi di Jogja untuk Jokowi dan Kaesang, Lagu Kemuakan dengan Lirik Menghujam

27 Agustus 2024
Mitos Politik Dinasti Jokowi Si Raja Jawa MOJOK.CO
Esai

Mitos Politik Dinasti Jokowi Si Raja Jawa

22 Agustus 2024
Ringkasan PERINGATAN DARURAT Putusan MK terkait Pilkada 2024 yang Diabaikan DPR MOJOK.CO
Aktual

Runtutan di Balik Trendingnya “PERINGATAN DARURAT”: DPR Tolak Putusan MK, Upaya Muluskan Kaesang untuk “Berkuasa”?

21 Agustus 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Mens Rea, Panji Pragiwaksono sebagai Anak Abah, dan Bahaya Logika Fanatisme MOJOK.CO

Mens Rea, Pandji Pragiwaksono sebagai Anak Abah, dan Bahaya Logika Fanatisme

12 Januari 2026
Motor Honda Vario 150 2026, motor tahan banting MOJOK.CO

Honda Vario 150 2016 Motor Tahan Banting: Beli Ngasal tapi Tak Menyesal, Tetap Gahar usai 10 Tahun Lebih Saya Hajar di Jalanan sampai Tak Tega Menjual

15 Januari 2026
Kos horor di Jogja.MOJOK.CO

5 Tahun Tinggal di Kos-kosan Horor Jogja: Gajiku Lebih “Satanis” dari Tempat Tinggalku

12 Januari 2026
Olin, wisudawan terbaik Universitas Muhammadiyah Madiun (UMMAD) pada 2025. MOJOK.CO

Pengalaman Saya sebagai Katolik Kuliah di UMMAD, Canggung Saat Belajar Kemuhammadiyahan tapi Berhasil Jadi Wisudawan Terbaik

14 Januari 2026
Film Suka Duka Tawa mengangkat panggung stand-up comedy. MOJOK.CO

“Suka Duka Tawa”: Getirnya Kehidupan Orang Lucu Mengeksploitasi Cerita Personal di Panggung Komedi demi Mendulang Tawa

13 Januari 2026
Dosen Profesi Nelangsa, Gaji Kalah sama Ngajar Anak SD (Unsplash)

Gelap Masa Depan Dosen, Lulusan S2 Jogja Mending Ngajar Anak SD di Surabaya yang Lebih Menjanjikan dari sisi Gaji

12 Januari 2026

Video Terbaru

Bob Sadoni dan Hidup yang Terlalu Serius untuk Tidak Ditertawakan

Bob Sadoni dan Hidup yang Terlalu Serius untuk Tidak Ditertawakan

13 Januari 2026
Elang Jawa dan Cerita Panjang Kelestarian yang Dipertaruhkan

Elang Jawa dan Cerita Panjang Kelestarian yang Dipertaruhkan

11 Januari 2026
Serat Centhini: Catatan Panjang tentang Laku dan Pengetahuan

Serat Centhini: Catatan Panjang tentang Laku dan Pengetahuan

8 Januari 2026
Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.