Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Pojokan

Hentai: Bokep Anime dalam Imajinasi yang Nyaris Tak Masuk Akal

Kegiatan menonton bokep anime atau hentai bisa didefinisikan sebagai yang “memalukan sekaligus mengagumkan”.

Ajeng Rizka oleh Ajeng Rizka
22 Desember 2021
A A
ilustrasi bokep anime hentai (Mojok.co/Ega Fanshuri)

ilustrasi bokep anime hentai (Mojok.co/Ega Fanshuri)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Hentai atau bokep anime yang sering diejek absurd itu sebetulnya berawal dari upaya memfasilitasi imajinasi di luar batas.

Saya pernah memiliki lingkar pertemanan perempuan yang sungguh gemar baca komik. Kami kerap menyatroni kios persewaan komik di dekat kampus secara berkala sampai kami kenal betul dengan penjaganya. Di situlah saya mengenal genre hentai yang secara sederhana bisa diartikan sebagai cerita bokep visualisasi komik.

Cukup tahu saja bahwa ternyata komik dan anime Jepang, di satu titik juga punya pembeda soal penyampaian cerita dewasa. Walau JAV juga produk Jepang dan konsumennya internasional, tetap saja bokep anime itu berbeda, versi hentai punya ciri khas lain. Liar dan absurd. Beberapa hentai sebetulnya ada yang dibuat versi live action demi perputaran konten. Sayangnya, tentu saja, ada keterbatasan dalam mereproduksi hal-hal “abstrak” yang sering kelihatan di bokep versi anime.

“Aku bisa menoleransi rambut kemaluan berwarna-warni di tayangan hentai. Bahkan ketika muncratnya banyak dan nyaris nggak masuk akal, aku masih oke.” Ujar Kak Y, seorang perempuan yang di masa mudanya menjadi konsumen bokep anime.

Kak Y pernah punya image sebagai “bandar” hentai di kalangan pertemanannya saat kuliah. Tak kurang dari puluhan film hentai yang ia koleksi di kepingan CD, sering dioper dari tangan ke tangan. Konon, perempuan sering merasa lebih bersalah ketika menonton film dewasa walau mungkin usianya telah benar-benar dewasa. Melarikan diri pada visualisasi tayangan dewasa berbentuk anime, terasa layaknya eskapisme.

Tidak heran bahwa di lingkar pertemanan perempuan penyuka komik, hentai adalah hal yang biasa. Bokep anime, walau sama-sama bokep juga dianggap biasa. Katanya, “Toh itu bukan manusia yang beradegan.”

Realitasnya memang, tidak hanya perempuan yang suka. Cowok-cowok yang kerap disebut sebagai wibu dan otaku juga menggemari jenis tayangan dewasa macam ini. Bisa jadi, ini tergantung preferensi hiburan masing-masing orang. Dan, tentu saja, ini sah dipilih.

Sebagai salah satu bentuk cerita dewasa, sebetulnya bokep anime punya banyak jenis tayangan yang lebih tidak masuk akal. Seperti kata Kak Y, rambut kemaluan bisa ditampakkan warna-warni. Ukuran organ seksual juga sudah di luar batas normal. Tidak jarang penggambaran bestiality, bercinta dengan alien, sampai bercinta dengan pohon juga bisa jadi premis cerita. Fokusnya menampilkan guilty pleasure.

Dalam serial Sex Education, seorang siswa SMA bernama Lily digambarkan sebagai tokoh yang punya fetish cukup absurd. Dia gemar membuat cerita dan menggambar karakter alien yang memiliki tentakel. Imajinasinya liar, apa yang dia gambarkan sebagai kepuasan seksual adalah yang semakin absurd dan nyaris tak masuk akal.

Serial Sex Education sebetulnya ingin memberi tahu bahwa manusia memiliki ragam fetish yang bagi orang lain memang aneh. Tapi, selama hal itu hanya tumbuh dalam imajinasinya dan tak membahayakan, mengapa ini perlu dipermasalahkan?

Saya pikir, kegiatan menonton bokep anime atau hentai bisa didefinisikan sebagai yang “memalukan sekaligus mengagumkan”. Di satu sisi, menonton bokep mau tak mau memang memalukan walau sebagian besar dari kita kerap melakukan. Hentai, punya layer yang dianggap lebih bikin tengsin sebab subgenre tayangan dewasa ini cenderung aneh-aneh. Penikmatnya punya porsi rasa bersalah yang cukup konyol jika ketahuan nonton.

Tapi, pengalaman tersebut tetaplah mengagumkan dalam konteks perayaan imajinasi. Hal-hal di luar batas bisa digambarkan. Anime memfasilitasi keanehan-keanehan yang tidak bisa diadegankan manusia. Guilty pleasure maksimal.

Sayangnya, di tengah kondisi sosial di mana edukasi seks masih jadi kontroversi, hentai tak bisa begitu saja dikonsumsi. Usia kita bertambah, tapi edukasi seks kita tetap kurang. Yang semacam ini berpotensi mengaburkan batas antara dunia nyata dan khayalan. Moralitasnya jadi ambyar.

Betul, bokep anime itu memalukan sekaligus mengagumkan, tapi hanya jika kita tak membawa segala keanehannya ke kehidupan nyata. 

Iklan

BACA JUGA Squid Game Versi Bokep Jepang Lebih Sesuai Konteks Ketimbang Parodi dan Jiplakan Lain dan artikel lainnya di POJOKAN.

Terakhir diperbarui pada 22 Desember 2021 oleh

Tags: bokep animebokep jepanghentaiImajinasiJACotakutayangan dewasaWibu
Ajeng Rizka

Ajeng Rizka

Penulis, penonton, dan buruh media.

Artikel Terkait

Film Semi Jepang Bantu Mahasiswa Culun Lulus dan Kerja di LN (Unsplash)
Pojokan

Berkat Film Semi Jepang, Mahasiswa Culun nan Pemalas Bisa Lulus Kuliah dan Nggak Jadi Beban Keluarga

14 Januari 2026
wibu, jogja memanggil.MOJOK.CO
Aktual

‘Kami yang Dicap Malas dan Apatis juga Bisa Resah sama Pemerintah’ – Wibu Bergerak di Aksi Jogja Memanggil

20 Februari 2025
Menjadi Wibu Itu Tidak Selalu Anti Sosial
Video

Menjadi Wibu Itu Tidak Selalu Anti Sosial

11 Januari 2025
Membantah Stigma Buruk Tentang Penyuka Anime alias Wibu MOJOK.CO
Catatan

Membantah Stigma Buruk tentang Wibu: Dari Waifu, Nolep, hingga Nggak Intelek

25 November 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Ambisi beli mobil pribadi Toyota Avanza di usia 23 biar disegani. Berujung sumpek sendiri karena tetangga di desa cuma bisa iri-dengki dan seenaknya sendiri berekspektasi MOJOK.CO

Ambisi Beli Mobil Avanza di Usia 23 Demi Disegani di Desa, Berujung Sumpek karena Ekspektasi dan Tetangga Iri-Dengki

15 Maret 2026
Stasiun Pasar Senen Jakarta Pusat merampas senyum perantau asal Jogja MOJOK.CO

Stasiun Pasar Senen Saksi Perantau Jogja “Ampun-ampun” Dihajar dan Dirampas Jakarta, Tapi Terlalu Cemas Resign buat Balik Jogja

15 Maret 2026
Rasa Sanga (7): Membaca Ajaran Sunan Kudus dari Sebungkus Garang Asem yang Pedas, Kecut, dan Segar.MOJOK.CO

Rasa Sanga (7): Membaca Ajaran Sunan Kudus dari Sebungkus Garang Asem yang Pedas, Kecut, dan Segar

16 Maret 2026
Orang Jawa desa pertama kali coba menu aneh (gulai tunjang) di warung makan nasi padang (naspad). Lidah menjerit dan langsung merasa goblok MOJOK.CO

Orang Jawa Desa Nyoba “Menu Aneh” Warung Nasi Padang, Lidah Menjerit dan Langsung Merasa Goblok Seketika

15 Maret 2026
Selalu royal ke teman saat butuh bantuan karena kesusahan. Giliran diri sendiri hidup susah eh diacuhkan pertemanan MOJOK.CO

Kapok Terlalu Royal ke Teman: Teman Datang karena Ada Butuhnya, Giliran Diri Sendiri Kesusahan Eh Diacuhkan meski Mengiba-iba

17 Maret 2026
meminjam uang, lebaran.MOJOK.CO

Ujian Pemudik Lajang: Jadi Sasaran Pinjam Uang karena Belum Nikah dan Dianggap Tak Ada Tanggungan, Giliran Nolak Dicap Pelit

21 Maret 2026

Video Terbaru

Dr. Fahruddin Faiz: Sikap Anak Muda Menghadapi Era VUCA

Dr. Fahruddin Faiz: Sikap Anak Muda Menghadapi Era VUCA (Volatility, Uncertainty, Complexity, Ambiguity)

9 Maret 2026
Sunan Geseng: Dari Petani Nira Jadi Wali Utama

Sunan Geseng: Dari Petani Nira Jadi Wali Utama

8 Maret 2026
Merawat Harapan Kopi Robusta Desa Japan: Dari Petik Asalan ke Petik Merah

Merawat Harapan Kopi Robusta Desa Japan: Dari Petik Asalan ke Petik Merah

4 Maret 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.