Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Pojokan

Hal yang Sebaiknya Tidak Dilakukan Oleh Negara dalam Menangani Virus Corona

Rizky Prasetya oleh Rizky Prasetya
12 Maret 2020
A A
arie K. untung virus corona isu kelaparan 8000 anak eninggal kelaparan tim PR klarifikasi sobat hijrah soleh solihun desta gong show membandingkan virus corona terawan mojok.co

arie K. untung virus corona isu kelaparan 8000 anak eninggal kelaparan tim PR klarifikasi sobat hijrah soleh solihun desta gong show membandingkan virus corona terawan mojok.co

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Tidak perlu jadi jenius untuk melihat bahwa pemerintah gagap dalam menangani virus corona. Ini saat yang tepat bagi pemerintah untuk duduk dan mendengarkan saran dari rakyat.

Meningkatnya pasien positif corona di Indonesia membuat rakyat Indonesia makin waspada terhadap wabah ini. Namun kewaspadaan rakyat berbanding terbalik dengan pemerintah yang justru terlihat kurang dibanding warganya. Ketika negara-negara lain menerapkan langkah yang tegas dan teliti dalam menangani corona, Indonesia justru terlihat seperti menyepelekan. diskon tiket pesawat, misalnya.

Kondisi yang ada diperparah dengan berita simpang siur yang beredar. Informasi pemerintah yang kurang transparan membuat warga tidak tahu harus berbuat apa lagi untuk mengurangi potensi terpapar virus corona. Info yang dibutuhkan seperti pola penyebaran, daerah mana yang penyebarannya luas, teknis pencegahan, prevalensi kematian, dan info penting lain masih belum tersedia.

Nah, buat pemerintahku tercinta, karena kalian kerap offside dalam bertindak, Mojok Institute berbaik hati memberi usulan hal apa yang kalian sebaiknya jangan lakukan dalam menangani corona virus. Tidak perlu jadi jenius untuk paham apa yang harus dilakukan, tinggal meniru langkah negara lain, dan itu selesai. Tapi karena ini Indonesia, di mana hal yang mudah sebaiknya dibuat sulit, maka tentu saja kami tergerak untuk memberikan usulan sebagai bentuk ((pengabdian)) kami.

Satu, jangan jadikan virus corona sebagai bahan candaan.

Begini, saya paham kalau terlihat gagah itu menyenangkan. Tapi ketika membuat suatu tragedi yang masih berlangsung menjadi bahan lelucon itu tidak tepat. Ratusan juta orang di negaramu ketakutan, dan hal terbaik yang kau pikirkan adalah menjadikan itu lelucon? Please banget.

Kedua, jangan banyak omong kalau memang nggak tahu apa-apa.

Kalian sering lihat orang tua di suatu kumpulan yang selalu ingin ngomong dan selalu ingin didengar meski pendapatnya selalu melenceng jauh dari bahasan? Nah, itu yang sedang dilakukan banyak petinggi negara ini dalam menanggapi virus corona. Mereka menyampaikan informasi yang jelas-jelas belum terbukti kesahihannya, jika tidak mau dibilang bodoh.

Dulu sebelum dinyatakan ada kasus corona di Indonesia, ada yang bilang bahwa ras Melayu dan doa mampu menangkal masuknya corona ke Indonesia. Dalam hitungan minggu, klaim tersebut terbantahkan. Sekarang, ada yang bilang kalau merebaknya virus corona itu adalah ulah Illuminati. Baiklah bapak-bapak, kita harus segera mengumumkan bahwa nasi tiwul adalah kunci untuk memecahkan kasus penembakan John Fitzgerald Kennedy.

Ketiga, jangan diamkan orang yang sok tahu.

Indonesia adalah tempat di mana keajaiban datang kapan saja meski terkadang justru itu masalahnya. Poin kedua adalah meminta para pejabat untuk tidak sok tahu, dan poin ketiga adalah meminta orang-orang itu untuk diam. Sebenarnya poin kedua harusnya bisa dimengerti dengan mudah, tapi karena negara ini unik, maka harus diperlakukan secara khusus.

Meski terlihat lumayan memalukan, tapi harus ada imbauan khusus untuk meminta para pejabat untuk tidak mengeluarkan pernyataan tentang virus corona yang tidak punya dasar dan terbukti secara ilmiah. Kalau himbauan ini masih dilanggar, kita tahu pejabat mana yang sebaiknya tidak digubris dan dijadikan contoh kepada anak-anak, kalau udah gede jangan bego kayak orang itu.

Keempat, jangan menunda tindakan karena semua sudah terlambat.

Pemerintah harus melakukan sesuatu yang konkret untuk menghentikan penyebaran. Tidak, utas Twitter tidak termasuk tindakan konkret yang saya maksud. Beri peta penyebaran, beri informasi tentang aktivitas pasien corona sebelum dia dinyatakan positif tanpa membuka identitas, lock down the city, whatever. Do something, dude.

Iklan

Italia mengisolasi diri mereka sendiri, Korea Utara bergerak, tim sepak bola Eropa menghentikan kegiatan untuk sementara agar fans tidak terkena virus corona, banyak hal yang bisa dilakukan, apa lagi yang Indonesia tunggu?

Tentu saja menunggu momen yang tepat untuk mengumumkan pariwisata kita baik-baik saja.

Kelima, jangan sentuh wajah dan mulutmu.

Bagi para pejabat, sebaiknya ini dilakukan secepatnya untuk mencegah terpapar virus corona. Jangan sentuh wajah dan mulut kalian, agar kalian tahu bahwa selama ini wajah kalian terlihat cerah di depan investasi dan kata-kata yang keluar dari mulut kalian tidak pernah bisa dipegang.

BACA JUGA Update Virus Corona dan Rincian 19 Pasiennya di Indonesia dan artikel menarik lainnya di POJOKAN.

Terakhir diperbarui pada 12 Maret 2020 oleh

Tags: pemerintahpresidenvirus corona
Rizky Prasetya

Rizky Prasetya

Redaktur Mojok. Hobi main game dan suka nulis otomotif.

Artikel Terkait

Gagal Paham Pejabat Soal Pantura: Tanggul Laut adalah Proyek Berbahaya yang Memboroskan Anggaran MOJOK.CO
Esai

Gagal Paham Pejabat Soal Pantura: Tanggul Laut adalah Proyek Berbahaya yang Memboroskan Anggaran

22 April 2026
Dilema Genteng Tanah Liat: Sejuk di Jogja, tapi Jadi Horor di Sumatera Barat MOJOK.CO
Esai

Dilema Genteng Tanah Liat: Sejuk di Jogja, tapi Jadi Horor di Sumatera Barat

11 Februari 2026
Doktor termuda di UGM, Jogja ingin jadi presiden. MOJOK.CO
Sosok

Doktor Termuda UGM Usia 25 Tahun Ingin Jadi Presiden RI, Meneruskan Sepak Terjang BJ Habibie di Bidang Eksakta

6 November 2025
Parkir Liar Susah Diberantas, Siapa yang Membekingi?
Video

Parkir Liar Susah Diberantas, Siapa yang Membekingi?

10 Juni 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Semifinal Kompetisi Basket Campus League musim perdana Regional Surabaya hujan skor. Universitas Surabaya (Ubaya) jadi raja Jawa Timur MOJOK.CO

Basket Campus League 2026: Jadi Pembuktian Kesolidan Tim Timur dan Label Ubaya sebagai “Raja Basket Jawa Timur”

29 April 2026
Minyak wangi cap lang lebih bagus dari FreshCare. MOJOK.CO

Anak Usia 30-an Tak Ingin FOMO Pakai FreshCare, Setia Pakai Minyak Angin Cap Lang meski Diejek “Bau Lansia”

27 April 2026
Tidak install game online seperti Mobile Legend (ML) buat mbar di tongkrongan dianggap tidak asyik dan tidak punya hiburan MOJOK.CO

Tak Install Mobile Legend untuk Mabar di Tongkrongan: Dicap “Tak Gaul” dan Kosong Hiburan, Padahal Hiburan Orang Beda-beda

25 April 2026
kos dekat kampus, kos murah.MOJOK.CO

Punya Kos Dekat Kampus Menguras Mental dan Finansial, Gara-Gara Teman Kuliah yang Sering Menginap tapi Tak Tahu Diri

29 April 2026
mabar game online.MOJOK.CO

Nongkrong Makin Membosankan dan Toksik Semenjak Teman Cuma Sibuk Main Game, Saya Dibilang Spaneng dan “Nggak Asyik” karena Tak Ikut Mabar

23 April 2026
Konten “Ke Jogja tapi Nggak Ke Malioboro” Adalah Kabar Baik MOJOK.CO

Konten “Ke Jogja tapi Nggak Ke Malioboro” Adalah Kabar Baik, Membuat Derak Roda Ekonomi Bergerak ke Seluruh Pelosok DIY

26 April 2026

Video Terbaru

Kalis Mardiasih: Parenting di Negara Gagal, Nasib Anak Jadi Taruhan

Kalis Mardiasih: Parenting di Negara Gagal, Nasib Anak Jadi Taruhan

11 April 2026
Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

9 April 2026
Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

6 April 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.