Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Pojokan

Cecep Reza, Makasi ya Sudah Pernah Jadi Bombom yang Menghibur

Haris Firmansyah oleh Haris Firmansyah
20 November 2019
A A
cecep reza bombom bidadari meninggal dunia profil biodata obituari penyakit jantung joshua oh joshua nostalgia 90an mojok.co

cecep reza bombom bidadari meninggal dunia profil biodata obituari penyakit jantung joshua oh joshua nostalgia 90an mojok.co

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Mantan aktor cilik Cecep Reza meninggal dunia kemarin di usia 31 tahun karena penyakit jantung. Ia dikenang anak ’90-an karena pernah berakting sebagai anak nakal bernama Bombom di sinetron Bidadari.

Di sinetron lawas Bidadari, peran Bombom yang dimainkan Cecep Reza sama membekasnya di hati penonton dengan Marshanda yang berhasil menghidupkan karakter Lala. Di tengah cerita, Lala berganti wajah dari Marshanda ke Angel Karamoy. Ibu perinya juga ditukar, dari Ayu Azhari ke Marini Zumarnis. Namun, antagonisnya tetap Cecep Reza.

Cecep Reza adalah Bombom. Bombom adalah Cecep Reza. Tak tergantikan. Bahkan mungkin masyarakat lebih mengenalnya sebagai Bombom. Padahal setelah sinetron Bidadari, banyak film dan sinetron yang ia mainkan. Salah satunya film Joshua oh Joshua.

Saking terbiusnya penonton dengan watak Bombom, sampai-sampai anak kecil yang berperawakan gemuk kerap dipanggil Bombom oleh orang tua. Fenomena ini menunjukkan Bombom bukan hanya sosok. Di kalangan boomer, Bombom adalah gagasan. OK Boomer!

Di masanya, Cecep Reza bisa bikin kesal penonton melalui aktingnya yang meyakinkan sebagai anak yang kecil-kecil udah jahat. Bombom adalah figur saudara tiri yang jadi mimpi buruk anak-anak kala itu. Sudahlah ibu tirinya kejam, Lala juga harus kena perisakan Bombom dan gengnya.

Untunglah, ada Ibu Peri yang selalu menolong Lala. Nah, kalau di kehidupan nyata gimana? Banyak yang nasibnya kayak Lala, tapi nggak mungkin ujug-ujug muncul ibu peri.

Yang paling saya ingat dari ketengilan Bombom adalah gayanya yang sok kaya. Di satu adegan ketika bersama keluarga, Bombom sempat buang angin di mobil, tapi ia justru menuduh pihak lain. Dalihnya, nggak mungkin Bombom pelakunya karena ia kaya. Kalau orang kaya kentut, baunya pasti wangi.

Ketika mendengar dialog itu, saya dan keluarga tertawa.

Ternyata dialog Bombom tersebut diiyakan oleh Jack Ma yang mengatakan, “Ketika kamu miskin, belum sukses, semua kata-kata bijakmu terdengar seperti kentut. Tapi ketika kamu kaya dan sukses, kentutmu terdengar sangat bijak dan menginspirasi.”

Dalam perjalanan karier beraktingnya, Cecep tak hanya jadi anak orang kaya yang nakal. Di film Joshua oh Joshua, Cecep dapat peran jadi anak jalanan, tapi tetap dengan personanya yang nakal. Mau kaya atau miskin, kalau memang punya mental penindas bakal tetap menyusahkan masyarakat. Itulah yang coba ditunjukkan oleh Cecep melalui bakat seni perannya.

Pada hari Selasa (19 November 2019), Cecep Reza dikabarkan tutup usia akibat sakit jantung. Innalillahi.

Maka, inilah waktunya saya mewakili penonton Bidadari untuk mengucapkan terima kasih kepada Cecep Reza karena sudah menghibur kami dan mengisi kenangan masa kecil dengan peran Bombom yang legendaris.

Boleh saja, Bombom selalu bertingkah nakal sampai mengundang Ibu Peri untuk menjaga Lala dan membuat sinetron Bidadari panjang umur. Namun, di kehidupan nyata, Cecep Reza pastinya orang baik, tak senakal Bombom dan peran antagonis lain yang dimainkannya.

Semoga di sana Cecep bisa bertemu dengan bidadari yang sebenarnya, bukan Marini Zumarnis atau Ayu Azhari.

Iklan

BACA JUGA Tanpa Disadari, Kita Memasuki Alam Sinetron Melalui Politik atau komentar lainnya di rubrik POJOKAN.

Terakhir diperbarui pada 20 November 2019 oleh

Tags: bombomcecep rezamarshandasinetron bidadari
Haris Firmansyah

Haris Firmansyah

Pegawai Bank Ibukota. Selain suka ngitung uang juga suka ngitung kata.

Artikel Terkait

Mengenal Andika 'Bombom' Adikhrisna, Sosok di Balik Viralnya Bambang Pacul
Video

Mengenal Andika ‘Bombom’ Adikhrisna, Sosok di Balik Viralnya Bambang Pacul

14 Agustus 2024
ilustrasi Udah Bener Marshanda, Orang Bisa Berubah. Jejak Digital Alay Nggak Usah Dipikir mojok.co
Pojokan

Udah Bener Marshanda, Orang Bisa Berubah. Jejak Digital Alay Nggak Usah Dipikir

8 Agustus 2021
daftar sinetron indonesia, lorong waktu, anak ajaib, joshua, bidadari mojok.co
Pojokan

Daftar Sinetron Indonesia yang Sebaiknya Dibuat Versi Barunya

13 Maret 2020
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Pertama kali merantau ke Jogja: kerja palugada di coffee shop dengan gaji Rp10 ribu MOJOK.CO

Pertama Kali Merantau ke Jogja: Kerja di Coffee Shop 12 Jam Gaji Rp10 Ribu Perhari, Capek tapi Tolak Pulang karena Gengsi

24 Februari 2026
kelemahan honda beat, jupiter z.mojok.co

Menyesal Ganti Jupiter Z ke Honda BeAT: Menang “Rupa” tapi Payah, Malah Tak Bisa Dipakai Ngebut dan Terasa Boros

27 Februari 2026
Pakai hp android Samsung S26 terintimidasi user iPhone. Tapi tak berpaling karena Samsung lebih berguna dari iPhone yang hanya memperdaya pengguna MOJOK.CO

Pakai Samsung Terintimidasi User iPhone, Tak Berpaling karena Lebih Berguna dari iPhone yang Memperdaya Penggunanya

26 Februari 2026
Mudik ke desa pakai motor setelah bertahun-tahun merantau di kota seperti Jakarta jadi simbol perantau gagal MOJOK.CO

Mudik ke Desa Naik Motor usai Merantau di Kota: Dicap Gagal, Harga Diri Diinjak-injak karena Tak Sesuai Standar Sukses Warga

26 Februari 2026
Gen Z photobox di Tugu Jogja

Gen Z Jogja Rela Antre buat “Ibadah” Photobox di Tugu, Pilih Tahan Kantuk setelah Sahur karena FOMO

27 Februari 2026
Rasa Sanga (1): Sunan Gresik Membawa Masuk Islam ke Jawa Lewat Dapur dan Semangkuk Bubur Harisah MOJOK.CO

Rasa Sanga (1): Sunan Gresik Membawa Masuk Islam ke Jawa Lewat Dapur dan Semangkuk Bubur Harisah

23 Februari 2026

Video Terbaru

Prof. Al Makin: Filsafat sebagai Seni Bertanya dan Jalan Melawan Kemiskinan Nalar

Prof. Al Makin: Filsafat sebagai Seni Bertanya dan Jalan Melawan Kemiskinan Nalar

25 Februari 2026
Konservasi Muria: Menjaga Hutan Tanpa Memiskinkan Warga

Konservasi Muria: Menjaga Hutan Tanpa Memiskinkan Warga

23 Februari 2026
Zine Subversif: Ar Risalah dan Masjid yang Pernah Ditakuti Negara

Zine Subversif: Ar Risalah dan Masjid yang Pernah Ditakuti Negara

21 Februari 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.