Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Pojokan

Bantah Anies-Sandi, Si Komo Klaim Tanggung Jawab Atas Banjir Jakarta

Arman Dhani oleh Arman Dhani
13 Desember 2017
A A
Si Komo

Si_Komo_Mojok

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

[MOJOK.CO] “Si Komo akhirnya buka suara atas bencana di Jakarta.”

JAKARTA. Kabar simpang siur tentang siapa yang bertanggung jawab akan banjir di Jakarta terjawab sudah. Beberapa hari terakhir netijen menganggap bahwa Anies Baswedan dan Sandiaga Uno tak becus mengurus Jakarta hingga terjadi banjir.

Dikutip dari Reuters, Senin (11/11/2017), Si Komo, salah satu entitas Kaiju lokal, mengklaim bertanggung jawab atas peristiwa banjir di Jakarta. Padahal baik aparat maupun BNPB setempat belum mengidentifikasi motif dari banjir bandang ini.

“Banjir ini adalah bentuk peringatan kepada netijen bahwa Jakarta bukan cuma soal Ahok dan Anies. Kami ada dan berlipat ganda,” tulis Reuters yang mengutip situs terafiliasi Kaiju, Mbelgedesh News Agency.

Otoritas Jakarta menyatakan, pihaknya masih memeriksa klaim itu. Sejauh ini Perwakilan dari DKI baru mulai mewawancarai beberapa genangan air dan juga air yang berkumpul di beberapa titik di Jakarta. Si Komo mengklaim bahwa netijen sungguh tidak sensitif dengan kondisi warga Jakarta.

“Lagi banjir kok malah saling nyalahin. Bukannya dibantuin malah dibecandain,” katanya melalui rilis resmi.

Sementara itu pihak Otoritas DKI menyebut mereka tengah mencari pendekatan terbaik untuk mengatasi banjir ini. Para air yang datang ke Jakarta saat ini sedang ditampung dan diberikan pengarahan terkait masuk ibukota tanpa dokumen. Beberapa air yang tertangkap saat banjir kini tengah mendapatkan petunjuk dari dinas terkait.

“Kita hormati airnya. Kita berikan mereka kesempatan bicara. Kita dengarkan keluhannya. Kita ajak mereka terlibat dalam pembangunan Jakarta,” kata juru bicara Otoritas DKI.

Seperti yang diketahui seharian kemarin beberapa titik di Jakarta terendam banjir setinggi ujung kuku kaki Kaiju balita. Selama beberapa tahun terakhir pihak Kaiju memang dilupakan keberadaannya oleh netijen di Jakarta.

“Jangan sombong warga Jakarta. Kami pernah menjadi penyebab macet saat lewat. Seiring berjalannya waktu keberadaan kami makin terpinggirkan. Banjir ini akan terus muncul untuk memperingatkan kalian semua,” kata Si Komo.

Tidak hanya kepada netijen, Si Komo juga memperingatkan Sandiaga Uno untuk menjaga ucapannya. Selama ini sebagai aktivis pecinta pohon dan pejalan kaki di Trotoar, Si Komo merasa teringgung tidak disalahkan. “Kami akan siapkan aksi bela Kaiju,” kata Si Komo.

Seperti Wakilnya, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, juga tidak luput dari teguran Si Komo. Anies di Balai Kota menyebut bahwa beberapa titik banjir bermasalah karena sebagian aliran air terhambat oleh proyek yang sedang berjalan, baik MRT, LRT, maupun proyek yang lain.

“Koreksi ya Pak Anies. Tolong jangan bikin statemen yang tidak bijak. Sudah jelas banjir terjadi karena air yang menggenang. Genangan itu ya karena kami. Para Kaiju,” tukas Si Komo.

Tim Mojok.co berhasil menemui Si Komo di salah satu bilangan kota di Jakarta Selatan. Ia yang saat ini sedang bersembunyi menyebutkan bahwa aksinya membuat banjir Jakarta karena Gubernur-Gubernur DKI pada belagu.

“Dulu Ahok saat banjir nyalahin kabel listrik, setelah itu orang-orang yang tinggal di pinggiran kali, abis itu nyalahin badai La Nina. Aku tuh nggak bisa diginiin,” katanya sembari menangis, yang menambah tinggi volume banjir.

Ia juga mengingatkan bahwa banjir bukanlah kesalahan manusia, tapi kesalahan Kaiju. “Mana ada orang Jakarta yang buang sampah sembarangan di kali? Mana ada juga orang yang bikin villa di puncak sehingga air resapan ambyar? Lagipula mana ada sih manusia yang menyumbang pemanasan global sehingga cuaca kacau? Banjir di mana-mana ya salah Kaiju. Tolong catat itu,” kata Si Komo.

Si Komo juga mengutarakan keheranannya dengan umat manusia. “Saat banjir kaya gini, bukannya cari tahu siapa saja yang terdampak paling buruk atau siapa yang paling rentan, malah sibuk kangen-kangenan sama Ahok. Lha orang yang dipenjara emang bisa ngapain?” katanya ketus.

Di planet asal saya Meikaijukarta, kalau ada banjir, warganya berdaya saling bantu. Bikin posko darurat bencana, relawan dokter dan tim SAR datang. “Pemerintah ya menyediakan itu semua, tapi sesama Kaiju kami saling bantu, ini manusia malah kangen Ahok, kangen Jokowi. Kangen itu ya ama pacar, kangen kok sama suami orang,” katanya.

Meski demikian Si Komo mengapresiasi sikap Anies Baswedan. Di Balai Kota, Anies mengaku bahwa ia bertanggung jawab atas banjir di Jakarta. Sejauh ini jarang sekali pemimpin yang mengaku salah jika terjadi bencana. Ia juga menilai Anies perlu belajar banyak dari Ahok soal komitmen mencegah banjir, bukan saat banjir baru bergerak.

“Tapi pak Anies perlu hati-hati. Ingat pesan Aa’ Gym, daripada sibuk saling menyalahkan lebih baik kita sibuk membantu yang kebanjiran sambil terus tobat evaluasi diri jangan sampai semua musibah ini diundang oleh dosa-dosa dan kesombongan kita semua,” kata Si Komo.

Terakhir diperbarui pada 13 Desember 2017 oleh

Tags: Aa GymahokAnies-Sandibanjirbanjir jakartajakarta banjir
Arman Dhani

Arman Dhani

Arman Dhani masih berusaha jadi penulis. Saat ini bisa ditemui di IG @armndhani dan Twitter @arman_dhani. Sesekali, racauan, juga kegelisahannya, bisa ditemukan di https://medium.com/@arman-dhani

Artikel Terkait

bencana.MOJOK.CO
Jagat

Mitos dan Pamali adalah Sains Tingkat Tinggi yang Dikemas dalam Kearifan Lokal, Bisa Menjadi Peringatan Dini Bencana

4 Februari 2026
Operasi Modifikasi Cuaca dari BMKG Difitnah Jadi Pemicu Banjir. MOJOK.CO
Ragam

Operasi Modifikasi Cuaca Mustahil Bikin Banjir, Teknologi Manusia Saja Belum Mampu Mengatasi Semesta Bekerja

28 Januari 2026
Banjir di Muria Raya, Jawa Tengah. MOJOK.CO
Mendalam

Saat Warga Muria Raya Harus Kembali Akrab dengan Lumpur dan Janji Manis Awal Tahun 2026

20 Januari 2026
banjir sumatra.mojok.co
Aktual

Kelumpuhan Pendidikan di Tiga Provinsi, Sudah Saatnya Penetapan Bencana Nasional?

4 Desember 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Merawat Nilai Luhur di Dalam Candi Plaosan agar Tak Memudar Seiring Zaman Mojok.co

Merawat Nilai Luhur di Dalam Candi Plaosan agar Tak Memudar Seiring Zaman

27 April 2026
Merintis Jastip ala Mahasiswa Flores Cuan Jutaan Tiap Bulan MOJOK.CO

Belajar dari Mahasiswa Flores yang Merantau di Jogja Merintis Usaha Jastip Kecil-kecilan Hingga Untung Jutaan Rupiah Setiap Bulan

23 April 2026
Kos dekat kampus lebih baik bagi mahasiswa

Kos Dekat Kampus: Akal-akalan Mahasiswa “Malas” agar Tak Perlu Bangun Pagi dan Bisa Berangkat Mepet

29 April 2026
UU PPRT Menyelamatkan Manusia dari Perbudakan Modern: Harus Kita Rayakan, Meski Jalan Kemenangan Masih Panjang.MOJOK.CO

UU PPRT Menyelamatkan Manusia dari Perbudakan Modern: Harus Kita Rayakan, Meski Jalan Kemenangan Masih Panjang

27 April 2026
Kerja di Jakarta.MOJOK.CO

Jakarta Tak Cocok bagi Fresh Graduate yang Cuma “Pengen Cari Pengalaman”: Bisa Bikin Finansial dan Mental Layu Sebelum Berkembang

26 April 2026
kos dekat kampus, kos murah.MOJOK.CO

Punya Kos Dekat Kampus Menguras Mental dan Finansial, Gara-Gara Teman Kuliah yang Sering Menginap tapi Tak Tahu Diri

29 April 2026

Video Terbaru

Kalis Mardiasih: Parenting di Negara Gagal, Nasib Anak Jadi Taruhan

Kalis Mardiasih: Parenting di Negara Gagal, Nasib Anak Jadi Taruhan

11 April 2026
Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

9 April 2026
Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

6 April 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.