Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Pojokan

Baju Koko Black Panther, Bagaimana Asal-Usul Sebenarnya?

Redaksi oleh Redaksi
24 Mei 2018
A A
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Benarkah baju yang dikenakan T’Challa dalam film Black Panther adalah baju koko? Lantas, bagaimana sebenarnya asal-usul dari baju koko Black Panther yang kini sedang diminati banyak orang ini?

Ramai dibicarakan gara-gara film Black Panther yang terkenal dengan potongan dialog “Wakanda forever!”, kostum yang dikenakan T’Challa dalam film ini masih mencuri perhatian hingga memasuki bulan Ramadan tahun ini. Apa pasal?

Sekilas, kostum ini disebut mirip dengan baju koko. Sontak saja, penjual baju di Indonesia ramai-ramai menjajakan baju koko Black Panther dengan berbagai warna, mulai dari hitam hingga warna putih—yhaa, yang putih dikasih nama ‘Baju Koko White Panther’. Dalam satu kesempatan, Didier Drogba bahkan pernah tertangkap kamera sedang mengenakan pakaian serupa.

Tapi, benarkah baju yang dikenakan T’Challa adalah baju koko? Kalau memang benar, kenapa tiba-tiba ia memakai baju koko? Apa, sih, makna yang ingin ia sampaikan lewat baju semacam itu? Mau salat Jumat? Hmm?

Ternyata, meski nyaris sama dengan baju koko, pakaian ini bukanlah baju koko, Teman-Teman. Dilansir dari Kompas.com, baju kebesaran T’Challa ini adalah pakaian yang bernama…

*jeng jeng jeng*

…agbada!!!

Baju koko Black Panther yang kita lihat ternyata merupakan desain pakaian agbada abad ke-18 yang dihias dengan gaya asli Nigeria. Agbada sendiri punya kesamaan dengan baju koko, yaitu sama-sama merupakan pakaian untuk pria. Bedanya, agbada umumnya dipakai oleh orang-orang penting saja, seperti raja atau kepala suku.

Yah, setidaknya, di kantor Mojok, Mas Puthut bisa lah pakai baju ini~

Awal mulanya, agbada merupakan pakaian dengan bentuk jubah yang berpotongan lebar, lengkap dengan hiasan bordir. Pun, baju ini tidak bisa dipakai sembarangan. Raja-raja hanya berhak mengenakan pakaian ini jika sedang berada dalam acara penting, seperti pernikahan atau pemakaman.

Kalau disebut mirip dengan baju koko, bisa jadi penyebabnya adalah unsur islami yang terasa kuat dalam pakaian ini. Di Nigeria masa itu, pada abad ke-18, tengah kedatangan pendatang yang membawa agama Islam, yaitu Suku Fulani. Setelah mengalahkan kekuatan utama ibu kota Yoruba, pendatang-pendatang Arab inilah yang kemudian membawa agbada ke tengah-tengah peradaban sana. Ditujukan agar penggunanya lebih mudah saat menunggang kuda, agbada pun dihadirkan dengan jubah dan berdesain longgar.

Pangeran-pangeran Arab di Nigeria kala itulah yang menjadi inspirasi bagi orang-orang di luar Yoruba, termasuk soal selera berpakaiannya. Alhasil, sejak sekitar abad ke-20, pakaian ini menjadi bagian dari Nigeria, bahkan diikuti pula oleh beberapa negara tetangga.

Tapiii, agbada yang kini populer di Nigeria tidaklah sama dengan agbada di zaman dahulu, melainkan telah mengalami perkembangan. Semua pria pun bisa mengenakan pakaian ini, tidak harus menjadi raja atau kepala suku terlebih dahulu. Alhamdulillah~

Namun begitu, pada dasarnya, semua agbada memiliki fitur-fitur dasar, yaitu celana (sokoto), pakaian dalaman (kaftan), dan jubah lebar besar, yang disebut agbada itu sendiri. Kaftan dalam pakaian ini bisa berlengan pendek maupun panjang. Umumnya, yang berlengan pendek dinilai lebih kasual, sedangkan yang panjang bisa dipakai dalam banyak kesempatan.

Iklan
Sumber: www.blog.jiji.ng

Sebagaimana baju koko ataupun baju lebaran, pria-pria Nigeria juga gemar mengenakan agbada dengan warna dan model senada dengan si buah hati. Ya, setidaknya sih khusus bagi yang sudah menikah dan punya anak.

Kalau yang belum nikah-nikah kayak kamu sih mentok-mentoknya paling cuma kembaran kaos sama pacar, tulisannya “He is Mine” sama “She is Mine”. Iya, to? Duh.

Terakhir diperbarui pada 24 Mei 2018 oleh

Tags: agbadabaju koko black pantherbaju koko t'challaNigeriawakanda forever
Redaksi

Redaksi

Artikel Terkait

Selain Korupsi, Indomie Harus Segera Didaftarkan ke UNESCO sebagai Warisan Budaya Indonesia
Esai

Selain Korupsi, Indomie Harus Segera Didaftarkan ke UNESCO sebagai Warisan Budaya Indonesia

26 Januari 2021
Balbalan

5 Alasan Argentina Lolos ke Babak 16 Besar Piala Dunia 2018

27 Juni 2018
Prediksi Nigeria vs Argentina: Pertaruhan Terakhir Argentina
Balbalan

Prediksi Nigeria vs Argentina: Pertaruhan Terakhir Argentina

26 Juni 2018
Balbalan

Nigeria vs Islandia Bisa Jadi Penentu Nasib Napas Senen-Kemis Argentina di Piala Dunia 2018

22 Juni 2018
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

PNS tetap WFO saat WFH

PNS Lebih Pilih Tetap Pergi ke Kantor saat WFH, Takut Tergiur “Godaan” Kelayapan Malah Berujung Gagal Hemat BBM

8 April 2026
Tirto Utomo, Aqua dan Kenapa Kita Tidak Bisa Minum Air Keran?

Tirto Utomo, Aqua dan Kenapa Kita Tidak Bisa Minum Air Keran?

4 April 2026
Pengunjung Candi Pramabanan di Jogja selama Lebaran 2026. (sumber: InJourney)

InJourney Sukses Dapat Untung selama Arus Mudik dan Lebaran 2026 dengan Tata Kelola yang Optimal

2 April 2026
Innova Reborn: Mobil Keluarga yang Paling Punya Adab (Wikimedia Commons)

Ketika Bapak Semakin Ngotot Membeli Innova Reborn untuk Jadi Mobil Keluarga, Anak-anaknya Khawatir Hidup di Desa Jadi Cibiran Tetangga

4 April 2026
perumahan, tinggal di desa, desa mojok.co

Meninggalkan Hidup Makmur di Desa, Memilih Pindah ke Perumahan demi Ketenangan Jiwa: Sadar Tak Semua Desa Cocok Buat Slow Living

8 April 2026
Jurusan Kebidanan Unair tolong saya dari kekecewaan gagal kuliah di Kedokteran. MOJOK.CO

Tinggalkan Mimpi Jadi Dokter karena Merasa Bodoh dan Miskin, Lulus dari Jurusan Kebidanan Unair Malah Bikin Hidup Lebih Bermakna

6 April 2026

Video Terbaru

Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

6 April 2026
Tirto Utomo, Aqua dan Kenapa Kita Tidak Bisa Minum Air Keran?

Tirto Utomo, Aqua dan Kenapa Kita Tidak Bisa Minum Air Keran?

4 April 2026
Parijoto Muria: Dari Buah Mitologi, Jadi Sumber Hidup Warga Lereng Gunung

Parijoto Muria: Dari Buah Mitologi, Jadi Sumber Hidup Warga Lereng Gunung

2 April 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.