Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Pojokan

5 Gudeg Jogja yang Membuat Wisatawan Kecewa dan Wajib Kamu Hindari

Yamadipati Seno oleh Yamadipati Seno
16 September 2025
A A
5 Gudeg Jogja yang Wajib Dihindari Wisatawan (Unsplash)

5 Gudeg Jogja yang Wajib Dihindari Wisatawan (Unsplash)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Pertengahan Agustus 2025 kemarin, teman saya dari Surabaya berlibur ke Jogja bersama suaminya. Namanya Prita dan salah satu hobinya adalah jelajah kuliner. Kebetulan, suami Prita, yang berprofesi sebagai pegulat profesional dan paham nutrisi, juga doyan jajan. Dan, sudah pasti, yang ingin Prita dan suaminya jajal adalah gudeg Jogja.

Wisatawan dari luar Jogja itu, biasanya, datang membawa ekspektasi tinggi. Mereka sudah menyiapkan diri untuk merasakan keramahan ala kota budaya ini. Makanya, bagi banyak orang, gudeg Jogja menjadi salah satu simbol keramahan. Kuliner ini menggambarkan harmoni dalam keragaman. 

Nah, selama 3, Prita dan suaminya sudah menyiapkan daftar rumah makan gudeg Jogja. Mereka menyusun daftar ini berdasarkan riset dari TikTok. Yah, begitulah adanya saat ini saat orang mencari referensi dari kolom pencarian TikTok.

Tidak ada yang salah dari pilihan riset ini. Cuma, memang, kadang kreator konten tidak jujur terhadap rasa. Dan yang namanya kebetulan dalam arti kesialan ini benar adanya. Prita dan suaminya selama 3 hari hanya menemukan penyesalah. 

Berikut 5 alasan yang membuat mereka kecewa. Saya sarikan daftar ini berdasarkan penuturan keduanya.

#1 Rasa gudeg Jogja yang terlalu manis dan tanpa dimensi

Rasa manis memang sudah menjadi ciri khas gudeg Jogja. Prita dan suaminya tahu betul akan fakta itu.

Namun, keahlian seorang juru masak gudeg sejati terletak pada kemampuannya menciptakan keseimbangan rasa. Gudeg yang baik tidak hanya mengandalkan gula merah, melainkan juga perpaduan kompleks dari berbagai bumbu. 

Ketika hanya rasa ada rasa manis, bahkan di makanan pendamping seperti krecek sayur tempe, jatuhnya jadi monoton. Tanpa ada sentuhan gurih dari santan, sedikit asin dari garam, atau aroma rempah itulah saat penyesalan datang. 

Gudeg Jogja semacam ini malah membebani lidah, seolah-olah hanya merebus nangka dengan gula. Begitulah.

#2 Kering dan terlalu serat: Indikasi gudeg Jogja yang kurang matang

Proses memasak gudeg yang sempurna membutuhkan waktu berjam-jam. Bahkan sampai  semalaman menggunakan api kecil. Tujuannya adalah untuk membuat nangka muda menjadi empuk dan bumbunya meresap hingga ke serat-serat terdalam. 

Nah, gudeg Jogja yang kurang matang akan terasa kering dan berserat. Ketika sendok mendarat, nangka tidak lumat dengan mudah. 

Sebaliknya, seratnya terasa liat dan sulit dikunyah. Kondisi ini menunjukkan bahwa juru masak tidak sabar atau tidak menguasai teknik memasak gudeg dengan benar. Ini adalah penyesalan besar, karena esensi dari gudeg adalah teksturnya yang lembut. Yah, setidaknya nggak melawan waktu dikunyah.

Baca halaman selanjutnya: Hambar dan tidak menarik.

Halaman 1 dari 2
12Next

Terakhir diperbarui pada 16 September 2025 oleh

Tags: gudegGudeg Jogjaharga gudeg JogjaJogjaKuliner Jogjarekomendasi gudeg Jogja
Yamadipati Seno

Yamadipati Seno

Redaktur Mojok. Koki di @arsenalskitchen.

Artikel Terkait

Biaya kos, kisah mahasiswa.MOJOK.CO
Sekolahan

Bertahan di Kos Tanpa Jendela yang Berisik dan Sepanas Oven, Semua Demi Ngirit dan Lolos Ancaman DO Kampus

30 Juli 2026
Kos 150 Ribu di Jogja Saksi Perjuangan Lolos SNBT, Rela Mandi Air yang Bikin Gatal Demi PTN Impian.MOJOK.CO
Sekolahan

Kos 150 Ribu di Jogja Saksi Perjuangan Lolos SNBT, Rela Mandi Air yang Bikin Gatal Demi PTN Impian

29 Juli 2026
Usaha jasa kebersihan, Ready Clean Jogja sampai ke Turki. MOJOK.CO
Sosok

Berawal dari Kegabutan dan UMK Jogja yang “Ngenes”, Kini Mampu Kirim Pegawai ke Turki agar Gelar Sarjana Tak Sia-sia

28 Juli 2026
Nikahkan anak di Lapas Wirogunan Yogyakarta. MOJOK.CO
Kabar

Penuhi Tanggung Jawab sebagai Ayah, Seorang Napi Nikahkan Putrinya di Lapas Wirogunan Jogja

28 Juli 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Di Antara Teriakan Maling dan Sunyinya Nurani: Seorang Anak Menangisi Bapaknya yang Tewas Dikeroyok Massa MOJOK.CO

Di Antara Teriakan Maling dan Sunyinya Nurani: Seorang Anak Menangisi Bapaknya yang Tewas Dikeroyok Massa

27 Juli 2026
Biaya kos, kisah mahasiswa.MOJOK.CO

Bertahan di Kos Tanpa Jendela yang Berisik dan Sepanas Oven, Semua Demi Ngirit dan Lolos Ancaman DO Kampus

30 Juli 2026
Kos 150 Ribu di Jogja Saksi Perjuangan Lolos SNBT, Rela Mandi Air yang Bikin Gatal Demi PTN Impian.MOJOK.CO

Kos 150 Ribu di Jogja Saksi Perjuangan Lolos SNBT, Rela Mandi Air yang Bikin Gatal Demi PTN Impian

29 Juli 2026
Disuruh Pindah Negara, Saya Googling Cara Jadi Warga Selandia Baru MOJOK.CO

Disuruh Pindah Negara, Saya Googling Cara Jadi Warga Selandia Baru

29 Juli 2026
Wonogiri Jadi Wilayah dengan Penutupan Perlintasan Liar Terbanyak di Daop 6 MOJOK.CO

Wonogiri Jadi Wilayah dengan Penutupan Perlintasan Liar Terbanyak di Daop 6

27 Juli 2026
Korupsi makin parah, MUI dorong hukuman mati bagi koruptor MOJOK.CO

Kasus Korupsi di Indonesia Kian Mengkhawatirkan, MUI Dorong Hukuman Mati bagi Koruptor

28 Juli 2026

Video Terbaru

Di Balik Panggung "Sebat Dulu Live on Stage": Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

Di Balik Panggung “Sebat Dulu Live on Stage”: Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

23 Juni 2026
Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026
Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.