Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
    • Bidikan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Otomojok
  • Konter
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
    • Bidikan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Otomojok
  • Konter
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Otomojok
  • Konter
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Pojokan

4 Dosa Warmindo yang Bikin Tempat Ini Nggak (Perlu) Lagi Jadi Top of Mind Tempat Makan Mahasiswa, Mending Penyetan!

Rizky Prasetya oleh Rizky Prasetya
14 Juli 2025
A A
4 Dosa Warmindo yang Bikin Tempat Ini Nggak (Perlu) Lagi Jadi Top of Mind Tempat Makan Mahasiswa, Mending Penyetan!

4 Dosa Warmindo yang Bikin Tempat Ini Nggak (Perlu) Lagi Jadi Top of Mind Tempat Makan Mahasiswa, Mending Penyetan!

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Kadang masak mi rebus kurang mateng

Saya nggak suka mi rebus yang teksturnya masih agak keras. Tapi, bukan berarti nggak akan saya makan. Tetap saya makan, selama masih bisa ditolerir. Hanya saja, beberapa kali saya menemui mi rebusnya beneran masih sekeras itu, seakan-akan tidak direbus, tapi cuman direndem air panas.

Kalau kondisi tubuh masih prima, okelah, kita nggak akan kena masalah mi kurang mateng tersebut. Masalahnya, kalau pas badan ngedrop, kita makan mi rebus niatnya biar seger, malah jadinya remuk karena perut gagal mencerna mi tersebut. Jadinya apa? Ya sakit lah, masak dapat keadilan hukum tanpa pandang bulu.

Lauk warmindo kurang segar, dan nggak tahu dimasak kapan

Kalian tahu nggak lauk warmindo itu dimasak kapan? Nggak tahu? Sama.

Saya bukannya picky, tapi beneran, sakit di perantauan itu mengerikan. Kita sendiri. Yang punya pacar sih bisa agak mendingan, ada yang ngerawat, tapi jelas tak maksimal karena kita juga nggak enak kalau merepotkan sampe sebegitunya. Kalau nggak punya pacar, ya sudah, sakit sendiri, dalam sepi, menjadi-jadi.

Hah, mampus kau dikoyak sepi!

Ini yang bikin saya hampir selalu pesan makanan yang dimasak saat itu di warmindo macam magelangan, nasgor, mi rebus, omelet, atau nastel. Nasi ayam, sarden, ampela ati, selalu saya jauhi. Bukan apa-apa, saya nggak mau suuzan juga sama bakule. Mending saya hindari.

Saya juga punya pengalaman buruk terkait makanan tak segar ini. Saya pernah pesen nasi sarden yang ternyata ada belatungnya begitu dibuka. Mau protes, kok lagi rame banget. Ujung-ujungnya saya pake cara Jawa: pura-pura minta dibungkus, dan pulang, habis itu muntah banyak banget.

Penjual warmindo yang ketus

Ini nggak ditemui di banyak warmindo. Saya nemunya cuman berapa doang gitu, tapi jujur, ini adalah salah satu dosa yang menurut saya harus ditulis.

Beberapa penjual warmindo, entah kenapa, galak dan ketus sama customernya. Ya saya nggak tahu kenapa dia gitu, tapi gini lho, Jogja itu sempit. Satu rumor buruk, entah benar atau tidak, bisa menyebar kayak api di musim kemarau. Kalau sikapnya buruk itu disebarkan lewat omongan, bisa hancur kan bisnisnya.

Saya pernah nemu penjual yang terang-terangan bilang nggak suka sama pelanggannya, di depan keramaian, pake teriak-teriak. Nggak tahu masalah mereka apa sih, but, can you do it in private?

Itu 4 masalah di warmindo yang bikin saya merasa kalau tempat ini nggak perlu dipuji sebegitunya. Tentu saja ini bukan tulisan untuk meruntuhkan bisnis warmindo. Toh, nggak semua orang suka makan di situ, pun bisnisnya tetap bertahan. 

Penulis: Rizky Prasetya
Editor: Intan Ekapratiwi

BACA JUGA Warmindo Generasi Tertua di Jogja yang 42 Tahun Menolak Jualan Lauk Kayak Warteg, Setia dengan Burjo dan Indomie dan catatan menarik lainnya di rubrik POJOKAN

Ikuti berita dan artikel Mojok lainnya di Google News.

Halaman 2 dari 2
Prev12

Terakhir diperbarui pada 15 Juli 2025 oleh

Tags: makanan warmindonasi sardenwarmindo
Rizky Prasetya

Rizky Prasetya

Redaktur Mojok. Hobi main game dan suka nulis otomotif.

Artikel Terkait

3 Ciri Warmindo di Jogja yang Masih Asli, Jangan Ketuker Sama Warteg.MOJOK.CO
Ragam

3 Ciri Warmindo di Jogja yang Masih Asli, Jangan Ketuker Sama Warteg

22 Oktober 2025
warmindo unggul dari warteg.MOJOK.CO
Kuliner

3 Alasan Sederhana Orang Memilih Makan di Warmindo daripada Warteg, Padahal Lauknya Kalah Lengkap

29 Juni 2024
warmindo tertua jogja menolak jadi warteg.MOJOK.CO
Kuliner

Warmindo Generasi Tertua di Jogja yang 42 Tahun Menolak Jualan Lauk Kayak Warteg, Setia dengan Burjo dan Indomie

23 Juni 2024
indomie di warmindo semarang.MOJOK.CO
Ragam

Kolaborasi Indomie dan Warmindo yang Mengubah Dunia Kuliner Mahasiswa, Anak Kos Melarat di Semarang Bisa Makan Gratis Sebulan

19 Juni 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

14 juta pekerja terima gaji di bawah UMP/UMK, sebagian besar dari kalangan lulusan perguruan tinggi (sarjana) MOJOK.CO

Nasib Sarjana Kini: Masuk 14 Juta Pekerja Bergaji di Bawah UMP, Jadi Korban Kesenjangan Dunia Kerja

9 Januari 2026
Kuliah Scam Itu Omongan Bermulut (Kelewat) Besar yang Nggak Perlu Didengarkan

Kuliah Scam Itu Omongan Orang Bermulut (Kelewat) Besar yang Nggak Perlu Didengarkan

8 Januari 2026
Dari keterangan Polresta Yogyakarta: Kantor scammer berbasis love scam di Gito Gati, Sleman, raup omzet puluhan miliar perbulan MOJOK.CO

Kantor Scammer Gito Gati Sleman: Punya 200 Karyawan, Korbannya Lintas Negara, dan Raup Rp30 Miliar Lebih Perbulan dari Konten Porno

7 Januari 2026
Mens Rea, Panji Pragiwaksono sebagai Anak Abah, dan Bahaya Logika Fanatisme MOJOK.CO

Mens Rea, Panji Pragiwaksono sebagai Anak Abah, dan Bahaya Logika Fanatisme

12 Januari 2026
19 Tahun Gempa Jogja dan Teror di Bangsal Rumah Sakit MOJOK.CO

19 Tahun Setelah Gempa Besar Mengguncang, Ingatan akan Teror di Sebuah Rumah Sakit Besar di Jogja Datang Kembali

8 Januari 2026
kecanduan gadget pada anak. MOJOK.CO

Petaka yang Terjadi Saat Orang Tua Sibuk Mengejar Dunia dan Anak yang Terlalu Sering Menggunakan Gawai hingga Candu

7 Januari 2026

Video Terbaru

Serat Centhini: Catatan Panjang tentang Laku dan Pengetahuan

Serat Centhini: Catatan Panjang tentang Laku dan Pengetahuan

8 Januari 2026
Mukti Entut dan Keputusan-keputusan Kecil yang Bikin Hidup Masuk Akal

Mukti Entut dan Keputusan-keputusan Kecil yang Bikin Hidup Masuk Akal

6 Januari 2026
PB Champion Klaten: Tempat Badminton dan Mental Juara Dibentuk

PB Champion Klaten: Tempat Badminton dan Mental Juara Dibentuk

3 Januari 2026
Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Otomojok
  • Konter
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.