Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Pojokan

4 Dosa Warmindo yang Bikin Tempat Ini Nggak (Perlu) Lagi Jadi Top of Mind Tempat Makan Mahasiswa, Mending Penyetan!

Rizky Prasetya oleh Rizky Prasetya
14 Juli 2025
A A
4 Dosa Warmindo yang Bikin Tempat Ini Nggak (Perlu) Lagi Jadi Top of Mind Tempat Makan Mahasiswa, Mending Penyetan!

4 Dosa Warmindo yang Bikin Tempat Ini Nggak (Perlu) Lagi Jadi Top of Mind Tempat Makan Mahasiswa, Mending Penyetan!

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Kalau 7-10 tahun yang lalu ngomongin tempat makan rakyat jelata di Jogja, pastilah orang akan menyebut warmindo dan angkringan. Tapi kalau sekarang, misal saya ditanya, saya kira kok rasa-rasanya harus mencoret warmindo dari daftar tersebut. Angkringan pun akan saya cabut dari daftar.

Bukan apa-apa, kalau ngomongin harga, dua tempat tersebut sudah tak semurah dulu. Apalagi kalau kita ngomongin price to value, wah, makin tidak pas.

Sejak tren hidup sehat dan IF makin masif di masa kini, kebutuhan protein jadi satu hal yang diperhatikan betul. Maka dari itu, misal saya ditanya tempat makan apa yang pas untuk rakyat jelata yang cari kenyang, saya akan menyarankan carilah penyetan yang nasinya bisa ambil sendiri. Karbo bisa sampe tumpah-tumpah, kebutuhan protein juga bisa lebih banyak didapat ketimbang di warmindo.

Misal, harga 10 ribu di warmindo, paling kalian dapat nasi telur. Mepet-mepet 10 ribu lah, saya rasa sulit juga menemukan warmindo yang masih mematok nastel di harga 6-8 ribu seperti beberapa tahun lalu. Tapi di penyetan, kalian bisa dapat telur/kepala ayam plus tempe. Jelas, secara kandungan protein, lebih menang penyetan.

Tapi tak hanya perkara protein sebenarnya. Makan di warmindo juga menurut saya punya masalah, karena beberapa hal yang akan sebutkan di sini.

Gacha perkara sambel

Saya orang yang jarang diare. Mungkin selama 10-12 tahun terakhir, saya hanya diare sekitar 5 kali. Tapi mayoritas saya diare gara-gara makan sambel di warmindo yang ternyata basi.

Nggak hanya sekali-dua kali saya makan di warmindo dan menemukan sambelnya berbau nggak enak. Yang bisa saya lakukan cuman menyingkirkan bagian yang sudah terkena sambel biar nggak zonk lagi. Tapi beberapa kali, saya abai perkara QC dan langsung nyampurin ke makanan. Bisa ditebak selanjutnya saya harus kehilangan cairan tubuh sebanyak itu.

Akhirnya, saya nggak pernah mau makan sambel di warmindo, kecuali sudah kenal betul dengan penjualnya. Saya kadang tanpa punya rasa malu tanya kapan sambel ini dibuat. Ya mending diusir atau dimaki ketimbang saya diare. Toh, belum tentu mereka tanggung jawab kan?

Baca halaman selanjutnya

Rebus mi kurang mateng, dan lauk kurang segar

Halaman 1 dari 2
12Next

Terakhir diperbarui pada 15 Juli 2025 oleh

Tags: makanan warmindonasi sardenwarmindo
Rizky Prasetya

Rizky Prasetya

Redaktur Mojok. Hobi main game dan suka nulis otomotif.

Artikel Terkait

burjo atau warmindo bikin rindu anak rantau dari Jogja ke Jakarta. MOJOK.CO
Urban

Anak Rantau di Jogja Menyesal ke Jakarta, Tak Ada Burjo atau Warmindo sebagai Penyelamat Karjimut Bertahan Hidup

16 Maret 2026
3 Ciri Warmindo di Jogja yang Masih Asli, Jangan Ketuker Sama Warteg.MOJOK.CO
Ragam

3 Ciri Warmindo di Jogja yang Masih Asli, Jangan Ketuker Sama Warteg

22 Oktober 2025
warmindo unggul dari warteg.MOJOK.CO
Kuliner

3 Alasan Sederhana Orang Memilih Makan di Warmindo daripada Warteg, Padahal Lauknya Kalah Lengkap

29 Juni 2024
warmindo tertua jogja menolak jadi warteg.MOJOK.CO
Kuliner

Warmindo Generasi Tertua di Jogja yang 42 Tahun Menolak Jualan Lauk Kayak Warteg, Setia dengan Burjo dan Indomie

23 Juni 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Di Balik Lanyard Startup Jaksel: Digembleng Target Tinggi, Digaji Pas-pasan MOJOK.CO

Di Balik Lanyard Startup Jaksel: Digembleng Target Tinggi, Digaji Pas-pasan

3 Agustus 2026
Sri Sultan HB X dan Dubes Qatar siapkan kejutan program event di Yogyakarta dari kerja sama di bidang kesenian dan kebudayaan MOJOK.CO

Usai Temui Sri Sultan HB X, Dubes Qatar Siapkan Kejutan Program Event Kebudayaan di Yogyakarta

3 Agustus 2026
Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X bertemu dengan tim KKP membahas program budi daya ikan tematik. (Sumber: Humas Pemda DIY)

64 Lokasi di Kalurahan DIY Kecipratan Jatah Program Budi Daya Ikan Tematik dari KKP

5 Agustus 2026
Dinas Pendidikan Kabupaten Sleman meluncurkan aplikasi Gandheng ATS untuk atasi masalah anak putus sekolah MOJOK.CO

Sleman Punya Aplikasi Pencegahan Dini Anak Tidak Sekolah

5 Agustus 2026
Kemiskinan DIY menurun. MOJOK.CO

Jumlah Orang Miskin di Yogyakarta Berkurang, Penurunannya Jadi yang Tertinggi di Jawa pada Maret 2026

6 Agustus 2026
Ilustrasi perantau dari desa.MOJOK.CO

Tangis Sunyi Para Perantau: Uang Habis Untuk Hidupi Keluarga, tapi Dicap Durhaka karena Jarang Pulang dan “Tak Hadir” di Orang Tua

3 Agustus 2026

Video Terbaru

Di Balik Panggung "Sebat Dulu Live on Stage": Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

Di Balik Panggung “Sebat Dulu Live on Stage”: Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

23 Juni 2026
Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026
Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.