Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Pojokan

4 “Dosa” Penjual Cilok yang Sulit Dimaafkan Pembeli 

Kenia Intan oleh Kenia Intan
30 Oktober 2025
A A
4 “Dosa” Penjual Cilok yang Sulit Dimaafkan Pembeli  Mojok.co

4 “Dosa” Penjual Cilok yang Sulit Dimaafkan Pembeli (wikipedia.org)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

#3 Isi cilok cuma secuil

Ini “dosa” yang paling sering saya temui dari penjual cilok. Banyak penjual yang pelit isian. Jadi cilok yang berbentuk bulat seperti bakso itu biasanya punya isian. Saat ini ada berbagai macam pilihan, tapi isian yang paling populer atau standar adalah daging atau tetelan sapi. 

Saya paham, harga daging sapi itu lumayan mahal. Dan, kalau isinya kebanyakan, bukan tidak mungkin harga jual cilok yang terkenal murah meriah itu bisa merangkak naik. Tapi, itu bukan berarti isian cilok benar-benar cuma secuil dong. Bahkan, terkadang pembeli sampai tidak bisa merasakan isiannya, saking sedikitnya daging sapi yang dimasukkan dalam cilok. 

Asal tahu saja, keberadaan daging sapi sebagai isian menambah kenikmatan ketika mengunyah cilok yang yang kenyal itu. Rasa dan teksturnya jadi lebih “kaya”.

#4 Bumbu tidak enak

Cilok biasanya dijual bersama dengan berbagai bumbu. Biasanya ada kecap, sambal, saus. Selain tiga bumbu cair itu, penjual juga menyediakan bumbu gurih yang menambah kekayaan rasa. 

Persoalannya banyak penjual luput memastikan bumbunya enak. Tidak jarang saya mendapati kecap yang terlalu manis. Pernah juga sambal dan saus yang sudah asam, tanda tidak segar. Sangat disayangkan sebenarnya, cilok yang rasa dan teksturnya enak itu bercampur dengan bumbu yang kurang segar. Kenikmatannya pun berkurnag. 

Di atas beberapa “dosa” penjual cilok yang sulit dimaafkan pembeli. Tulisan ini tentu tidak bermaksud menyerang semua penjual ya. Ada juga kok penjual cilok yang rasanya enak, teksturnya kenyal, bumbunya segar. Dan, semuanya konsisten dari waktu ke waktu. Salah satunya Cilok dan Batagor Mang Heri UII Jogja yang jadi langganan saya dan teman-teman. 

Penulis: Kenia Intan
Editor: Intan Ekapratiwi

BACA JUGA Toko Kaset Popeye hingga Djendelo Koffie, 5 Tempat di Jogja yang Saya Harap Buka Kembali dan catatan menarik lainnya di rubrik POJOKAN.

Halaman 2 dari 2
Prev12

Terakhir diperbarui pada 31 Oktober 2025 oleh

Tags: aci dicolokcilokjajananjajanan kaki limapenjual cilok
Kenia Intan

Kenia Intan

Content Writer Mojok.co

Artikel Terkait

Sosok

Jalan Hidup Lulusan S2 Filsafat UGM yang Kini Menjadi Penjual Cilok Berkostum Power Rangers

1 November 2024
Cerita Penjual Some Jawa Pertama di Jogja: Setengah Abad Berjualan Sejak 1974, Saksi Mencekamnya Petrus Era Orde Baru MOJOK.CO
Kuliner

Cerita Penjual Some Jawa Pertama di Jogja: Setengah Abad Berjualan Sejak 1974, Saksi Mencekamnya Petrus Era Orde Baru

10 September 2024
3 Ciri-Ciri Cilok Asli Sunda Menurut Penjual Asal Tasikmalaya, di Jogja Sudah Banyak “Kembarannya”.MOJOK.CO
Kuliner

3 Ciri-Ciri Cilok Asli Sunda Menurut Penjual Asal Tasikmalaya, di Jogja Sudah Banyak “Kembarannya”

15 Juli 2024
cilok legend jogja di alun-alun kidul.MOJOK.CO
Kuliner

Kisah Cilok Legend Jogja yang Bertahan 30 Tahun di Alun-alun Kidul, Buat Warga Berduka Saat Pemiliknya Meninggal

25 April 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

pendatang di jogja.MOJOK.CO

Nasib Menjadi “Pendatang” di Jogja: Selalu Disalahkan Atas Masalah yang Terjadi, padahal Menjadi Sumber Penghasilan Para Akamsi

18 Februari 2026
Ramai, 'Cukup Aku Saja yang WNI': Saya Justru Bangga Melepas Status Warga Negara Austria Demi Paspor Indonesia MOJOK.CO

Ramai, ‘Cukup Aku Saja yang WNI’: Saya Justru Bangga Melepas Status Warga Negara Austria Demi Paspor Indonesia

20 Februari 2026
Tukang parkir coffe shop di Jogja

Nongkrong di Coffe Shop Jogja Malam Hari, Rela Pulang Pagi demi Hindari Tukang Parkir

16 Februari 2026
Peserta beasiswa LPDP bukan afirmasi tidak diafirmasi

Derita Orang Biasa yang Ingin Daftar LPDP: Dipukul Mundur karena Program Salah Sasaran, padahal Sudah Susah Berjuang

21 Februari 2026
Sejahtera ekonomi di Negeri Jiran ketimbang jadi WNI. Tapi berat terima tawaran lepas paspor Indonesia untuk jadi WN Malaysia MOJOK.CO

WNI Lebih Sejahtera Ekonomi dan Mental di Malaysia tapi Susah Lepas Paspor Indonesia, Sial!

21 Februari 2026
Layung Senja: meditasi melepas kepenatan di kawasan wisata Candi Borobudur, Magelang MOJOK.CO

Layung Senja: Meditasi Lepas Penat di Kawasan Candi Borobudur, Mendengar Suara Alam yang Kerap Terabaikan

15 Februari 2026

Video Terbaru

Dandangan Kudus: Bukan Sekadar Ramai, Tapi Serius Kelola Sampah dan Lingkungan

Dandangan Kudus: Bukan Sekadar Ramai, Tapi Serius Kelola Sampah dan Lingkungan

16 Februari 2026
Damardjati Supadjar: Ketika Filsafat Tak Hanya Tinggal di Kampus

Damardjati Supadjar: Ketika Filsafat Tak Hanya Tinggal di Kampus

14 Februari 2026
Kiai Faizi: Cara Hidup Merasa Cukup di Dunia yang Terlalu Buru-buru

Kiai Faizi: Cara Hidup Merasa Cukup di Dunia yang Terlalu Buru-buru

10 Februari 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.