Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Pojokan

Toko Kaset Popeye hingga Djendelo Koffie, 5 Tempat di Jogja yang Saya Harap Buka Kembali

Kenia Intan oleh Kenia Intan
28 Oktober 2025
A A
Toko Kaset Popeye hingga Djendelo Koffie, 5 Tempat di Jogja yang Saya Harap Buka Kembali Mojok.co

Toko Kaset Popeye hingga Djendelo Koffie, 5 Tempat di Jogja yang Saya Harap Buka Kembali (unsplash.com)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Sebagai orang yang lahir dan besar di Jogja, saya melihat bagaimana tempat ini berkembang. Saya menyaksikan sendiri ketika kedai kopi di Jogja hanya segelintir saja hingga kini menjamur di mana-mana. Saya juga mengalami bagaimana berbagai bisnis atau usaha di kota ini bermunculan dan gulung tikar. 

Di antara berbagai usaha yang ada di Jogja, ada beberapa tempat yang sangat saya sayangkan saat gulung tikar. Tempat-tempat ini terlalu banyak menyimpan kenangan untuk saya dan mungkin banyak warlok Jogja lain di luar sana. 

Iklan

#1 Toko Kaset Popeye andalan pencinta musik di Jogja

Toko kaset yang terletak di Jalan Mataram No 62 itu kini tampak suram. Gerbang dan pintu utamanya tertutup rapat. Padahal, dahulu, toko kaset ini selalu ramai oleh pengunjung. Popeye memang jadi andalan pencinta musik di Jogja karena koleksinya yang lumayan lengkap dibanding toko-toko lain. 

Sayangnya, setelah 49 tahun atau sejak 1969 beroperasi, toko kaset Popeye mesti gulung tikar pada 2018. Tentu ini kabar menyedihkan bagi pelanggannya. Termasuk saya. Masih ingat betul saya membeli album Primadona (2007) karya Sherina Munaf  di tempat ini. 

#2 Platinum Internet Kafe tempat nugas dan skripsian

Kalian yang sehari-hari lewat Jalan Kaliurang Jogja pasti tidak asing dengan Platinum Internet Kafe. Tidak seperti warung internet (warnet) lain, konsep Platinum pada saat itu sangatlah unik dan modern. Tidak hanya menyediakan bilik-bilik dengan komputer dan jaringan internet kencang, tempat ini juga menyediakan voucher internet yang bisa dibeli pelanggan. 

Dengan voucher internet tersebut, pelanggan bisa menghubungkan laptop atau gadget-nya dengan jaringan internet Platinum yang nggak kaleng-kaleng. Tinggal duduk manis di salah sudut meja, kalian bisa internetan dengan nyaman. Konsepnya mirip kafe-kafe zaman sekarang. 

Tidak heran kalau warnet yang terletak di atas Hokben Jalan Kaliurang Km 6 ini selalu ramai pengunjung. Kebanyakan adalah mahasiswa yang sedang mengerjakan tugas atau skripsi. Saya adalah salah satunya. Platinum Internet Kafe adalah saksi bisu saya mengerjakan skripsi. 

Pelayanannya yang 24 jam bikin saya betah di sana. Belum lagi kafenya yang menyediakan makanan dan minuman yang enak dengan harga terjangkau. Itu mengapa, saya selalu emosional tiap kali lewat Hokben Jakal Jogja. Sebab, di situlah tempat saya dahulu berjuang untuk lulus. 

#3 Warkop Semesta yang pernah berjaya pada masanya 

Warkop Semesta yang berada di pusat kota biasa jadi titik orang untuk bertemu. Terlebih warkop yang  terletak di Jalan Abu Bakar Ali, Kotabaru dekat Jembatan Kewek ini buka 24 jam. Menu yang disediakan pun sangat ramah di kantong. 

Saking populernya, Warkop Semesta bisa mencatatkan minimal 1.500 transaksi pembelian dalam sehari. Ini terjadi ketika Warkop Semesta tengah di masa kejayaan pada 2014-2017. Terbayangkan betapa warkop ini mewarnai hari-hari warlok. Itu mengapa, banyak orang merasa kehilangan ketika Semesta harus gulung tikar pada 2019. Termasuk saya. 

#4 Dixie yang menunya bikin penasaran sampai sekarang

Di zamannya, hampir semua orang tahu Dixie. Terlebih mereka yang tinggal di sekitar Jalan Affandi atau di sisi utara Jogja. Tempat makan yang satu ini sangat populer hingga membuat saya yang masih mahasiswa pada waktu itu sangat penasaran. 

Sejauh ingatan saya, baru satu atau dua kali saya mampir ke Dixie. Itu pun karena ditraktir teman. Maklum, waktu itu saya masih mahasiswa mendang-mending yang memprioritaskan uang saku untuk menyelesaikan skripsi, bukan nongkrong. 

Belum sempat mencicipi berbagai menunya, Dixie gulung tikar pada Mei 2021. Rasa penasaran terhadap sajian makanan di Dixie masih saja mengikuti hingga saat ini. Itu mengapa, saya berharap tempat makan ini kembali buka sehingga bisa mencicipi berbagai makanan dan menuntaskan rasa penasaran saya. 

#5 Djendelo Koffie yang dirindukan banyak orang Jogja

Ini tempat yang paling saya rindukan. Biasanya, saya ke sana setelah melihat-lihat buku di Togamas Jalan Affandi Jogja. Asal tahu saja, Djendelo Koffie terletak di lantai 2 Togamas. Senang saja rasanya menyesap kopi atau minuman lain sambil melihat-lihat buku yang baru saja dibeli, 

Iklan

Saya yakin tempat yang berdiri pada 2005 itu juga banyak dirindukan banyak orang. Sebab Djendelo Koffie sering jadi tempat open mic komunitas Stand Up Jogja. Berbagai acara memang kerap digelar di sana karena kafenya yang cukup luas. Sayang, tempat ini harus tutup pada 2019.

Sebenarnya masih banyak tempat lain yang saya rindukan, tapi sudah gulung tikar. Seandainya saja saya investor yang punya duit nggak terbatas, saya pasti akan menyuntik modal ke usaha-usaha di atas. Sayangnya, saya hanya warlok Jogja biasa yang cuma bisa nostalgia sambil berharap tempat-tempat di atas dibuka kembali. 

Penulis: Kenia Intan
Editor: Intan Ekapratiwi

BACA JUGA 7 Rekomendasi Tempat Wisata Terbaik di Jogja yang Sayang Dilewatkan dan catatan menarik lainnya di rubrik POJOKAN.

Terakhir diperbarui pada 28 Oktober 2025 oleh

Tags: Dixiedjendelo koffieJogjaplatinum internet kafetoko kaset popeyeWarkop Semesta
Kenia Intan

Kenia Intan

Content Writer Mojok.co

Artikel Terkait

Biaya kos, kisah mahasiswa.MOJOK.CO
Sekolahan

Bertahan di Kos Tanpa Jendela yang Berisik dan Sepanas Oven, Semua Demi Ngirit dan Lolos Ancaman DO Kampus

30 Juli 2026
Kos 150 Ribu di Jogja Saksi Perjuangan Lolos SNBT, Rela Mandi Air yang Bikin Gatal Demi PTN Impian.MOJOK.CO
Sekolahan

Kos 150 Ribu di Jogja Saksi Perjuangan Lolos SNBT, Rela Mandi Air yang Bikin Gatal Demi PTN Impian

29 Juli 2026
Usaha jasa kebersihan, Ready Clean Jogja sampai ke Turki. MOJOK.CO
Sosok

Berawal dari Kegabutan dan UMK Jogja yang “Ngenes”, Kini Mampu Kirim Pegawai ke Turki agar Gelar Sarjana Tak Sia-sia

28 Juli 2026
Nikahkan anak di Lapas Wirogunan Yogyakarta. MOJOK.CO
Kabar

Penuhi Tanggung Jawab sebagai Ayah, Seorang Napi Nikahkan Putrinya di Lapas Wirogunan Jogja

28 Juli 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

10 Tahun Persahabatan Berujung Cut Off Mengajari Saya Satu Hal: Kita Bukan Jahat, tapi Memang Sudah Tak Sejalan MOJOK.CO

10 Tahun Persahabatan Berujung Cut Off Mengajari Saya Satu Hal: Kita Bukan Jahat, tapi Memang Sudah Tak Sejalan

31 Juli 2026
Andai ormas-ormas lain seperti Yakuza Maneges Kediri. Bukan tukang malak tapi garda depan berantas kekerasan seksual di pondok pesantren MOJOK.CO

Andai Ormas Lain seperti Yakuza Maneges Kediri: Dulu Dihina tapi Buktikan Sangat Berguna

5 Agustus 2026
Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X bertemu dengan tim KKP membahas program budi daya ikan tematik. (Sumber: Humas Pemda DIY)

64 Lokasi di Kalurahan DIY Kecipratan Jatah Program Budi Daya Ikan Tematik dari KKP

5 Agustus 2026
Tren selebrasi di panggung wisuda seperti minta difotoin rektor ala wisudawati UINSA: mengejar atensi maya hingga pergeseran batas hierarki formal MOJOK.CO

Difotoin Rektor: Selebrasi Wisuda biar Berkesan, Atensi Maya, dan Pergeseran Batas Hierarki Formal

30 Juli 2026
Seporsi kekalahan anak laki-laki pekerja swasta di Surabaya: merasa gagal karena kerja gaji kecil pas-pasan, tak kunjung sanggup ringankan beban orang tua di masa tua MOJOK.CO

Seporsi Kekalahan Anak Laki-laki: Kerja Ngoyo tapi Masih Begini-begini Saja, Tak Sanggup Ringankan Beban Ortu di Masa Tua

3 Agustus 2026
Derita lansia pakai cashless seperti QRIS. MOJOK.CO

Derita Lansia Tak Bisa Beli Roti Hanya karena QRIS yang Menghantui

4 Agustus 2026

Video Terbaru

Di Balik Panggung "Sebat Dulu Live on Stage": Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

Di Balik Panggung “Sebat Dulu Live on Stage”: Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

23 Juni 2026
Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026
Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.