Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Pojokan

4 Dosa Klasik Pedagang Sate Ayam yang Bikin Pembeli Trauma

Intan Ekapratiwi oleh Intan Ekapratiwi
6 Agustus 2025
A A
4 Dosa Klasik Pedagang Sate Ayam yang Bikin Pembeli Trauma

4 Dosa Klasik Pedagang Sate Ayam yang Bikin Pembeli Trauma (unsplash.com)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Siapa yang bisa menolak sate ayam? Perpaduan antara daging ayam yang dibakar dan bumbu kacang kental dengan cita rasa gurih dan manis memang juara di hati para pencinta kuliner. Sate ayam juga termasuk makanan yang “aman”. Maksud saya, siapa pun bisa menyantapnya tanpa perlu khawatir kolesterol naik seperti saat menyantap sate kambing.

Akan tetapi di balik kepulan asap arang dan aromanya yang menggoda, tak sedikit oknum pedagang sate ayam yang nakal. Mereka melakukan beberapa dosa kecil yang bikin pembeli kecewa, bahkan ada yang sampai trauma.

#1 Jualan sate ayam daging mini tusukan maxi

Dosa klasik pedagang sate pertama berkaitan dengan tusuk sate. Sebelum dimasak, potongan daging ayam ditusukkan ke sebatang lidi. Masalahnya tak jarang ada penjual yang menusukkan daging ayam sedikit, sementara tusukannya panjang. Aduh, ini mah namanya makan tusuk sate.

Sudah gitu kadang lebih banyak bagian lemak dan kulit ketimbang daging ayamnya. Padahal kan konsumen penginnya makan sate daging ayam, bukan sekadar lemak dan kulitnya. Akhirnya pembeli yang lapar jadi merasa dibohongi.

#2 Bumbu kacang ala kadarnya

Selain daging ayam yang dibakar, bumbu kacang juga menjadi bintang utama dari sate ayam. Nah, bumbu kacang yang menjadi pelengkap ini lebih sedap jika teksturnya kental dan rasanya gurih manis. Masalahnya, ada saja pedagang nakal yang membuat bumbu kacang ala kadarnya. Bumbunya encer lah, kemanisan lah, atau malah hambar. Tentu saja hal ini akan mengurangi kenikmatan menyantap sate.

Seharusnya bumbu kacang pada sate kaya rasa. Selain menggunakan kacang tanah yang dihaluskan, bumbu kacang biasanya juga terbuat dari campuran bawang putih, bawang merah, gula merah, dan rempah-rempah lainnya. 

#3 Menggunakan daging ayam yang sudah nggak segar

Dosa klasik penjual sate ayam selanjutnya adalah menggunakan daging ayam yang sudah tak segar. Demi meraup keuntungan sebanyak-banyaknya, ada oknum pedagang sate nakal yang menggunakan daging ayam sisa kemarin. Bahkan ada juga yang menggunakan daging ayam busuk.

Beberapa tahun lalu ada berita mengenai pedagang sate ayam di Aceh diamankan polisi. Diduga penjual menggunakan daging ayam yang sudah busuk. Dari hasil pemeriksaan polisi, daging yang dijual pedagang sate keliling itu sudah berbau.

Hal ini tentu saja tak hanya merugikan, tapi juga membahayakan konsumen. Soalnya mengonsumsi daging busuk meningkatkan risiko infeksi bakteri Salmonella yang berujung pada keracunan makanan, lho.

#4 Pedagang sate ayam yang melayani konsumen asal-asalan

Terakhir, dosa klasik pedagang sate ayam adalah melayani konsumen seenaknya. Saya pernah bertemu dengan pedagang yang kayak gini. Ditanya baik-baik, jawabannya singkat, bahkan cenderung cuek. Akhirnya saya enggan balik lagi ke warungnya.

Ada juga pedagang sate yang tak jujur menyebutkan harga. Beda orang yang dilayani, beda pula harga yang diberikan. Apalagi umumnya di warung sate pinggir jalan tak mencantumkan harga. Kalau kayak gini kan pembeli yang dirugikan. Meskipun satenya enak, kalau pelayanannya buruk tentu saja bikin pembeli trauma untuk datang lagi.

Saya tahu nggak semua pedagang sate ayam melakukan hal-hal seperti yang saya tuliskan di atas. Ada juga penjual yang ramah, baik, dan amanah. Dalam usaha kuliner, tak ada salahnya apabila pedagang menjaga kualitas dagangan dan kepercayaan pembeli. Kalau pembeli sudah percaya, tentu bakal balik lagi, kan.

Penulis: Intan Ekapratiwi
Editor: Kenia Intan

BACA JUGA Rekomendasi Sate Ayam yang Tidak Kalah Enak Dibanding Sate Ratu Jogja dan catatan menarik lainnya di rubrik POJOKAN.

Terakhir diperbarui pada 7 Agustus 2025 oleh

Tags: penjual sate ayamsate ayam
Intan Ekapratiwi

Intan Ekapratiwi

Artikel Terkait

Salah paham pada kuliner sate karena terlalu miskin. Baru benar-benar bisa menikmatinya setelah dewasa untuk self reward MOJOK.CO
Kuliner

Salah Paham ke Sate: Kaget dan Telat Sadar kalau 1 Porsi Bisa buat Diri Sendiri, Jadi Self Reward Tebus Masa Kecil Miskin

31 Maret 2026
madura
Geliat Warga

Memetakan 8 Usaha Orang Madura di Perantauan Berdasarkan Ciri dan Asal Daerahnya

17 September 2022
Sate Kelopo Ondomohen Surabaya, Sejak 1945 dan Alasan Semua Karyawannya Perempuan
Liputan

Warung Sate Klopo Ondomohen Surabaya, Warisan Mertua, Berdiri Sejak 1945

14 Desember 2021
Sate Ratu, dua bos dunia hiburan malam yang kini menggeluti sate ayam
Liputan

Sate Ratu Jogja: Suksesnya Eks Bos Dugem Jualan Sate Ayam

26 Maret 2021
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Tren kalcer dan monopoli olahraga bikin gowes (bersepeda) jadi terlalu ambisius MOJOK.CO

Tren Kalcer dan Monopoli Olahraga bikin Gowes Jadi Terlalu Ambisius, Mau Sekadar Bersepeda tapi Malu Dicap Cupu

3 Juni 2026
Dompet digital selamatkan pedagang UMKM. MOJOK.CO

4 Kiat Pedagang Es Campur dan Roti Kukus yang Tetap Laris di Tengah Situasi Pelik

3 Juni 2026
Usai lulus SMA jadi fotografer di Kota Lama Surabaya. MOJOK.CO

Jadi Fotografer Lepas di Kota Lama Surabaya usai Lulus SMA, Gaji Tak Seberapa asal Bisa Menabung untuk Masa Depan yang Lebih Cerah

4 Juni 2026
Waisak 2026 di Candi Borobudur Magelang jadi momentum bagi sebuah keluarga Buddha asal Temanggung untuk meluruhkan ego diri MOJOK.CO

Waisak di Borobudur untuk Meluruhkan Ego Diri, Menerima Kesadaran atas Renungan “Hidup untuk Apa di Dunia Fana?”

31 Mei 2026
Kerja di Jakarta, Cara Terbaik Buat Melihat Sisi Buruk Manusia adalah Kerja di F&B.mojok.co

FnB di Jakarta Bikin Sengsara Pekerjanya: Bisnis Elite tapi Gaji Karyawannya Seuprit, yang Dimiliki Artis bahkan Lebih Tak Manusiawi

2 Juni 2026
Ambisnya Orang Tua di Jogja Demi Sekolah Favorit untuk Anaknya MOJOK.CO

Ambisnya Orang Tua di Jogja demi Sekolah Favorit untuk Anaknya

1 Juni 2026

Video Terbaru

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026
Smarai, Konten Organik dan Cara Promosi Band tanpa Panik Ngejar Viral

Smarai, Konten Organik dan Cara Promosi Band tanpa Panik Ngejar Viral

21 Mei 2026
Mbah Tejo: Gen Z Mungkin Lembek, tapi Tantangan Hidup Mereka Jauh Lebih Berat

Mbah Tejo: Gen Z Mungkin Lembek, tapi Tantangan Hidup Mereka Jauh Lebih Berat

17 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.