Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
    • Bidikan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
    • Bidikan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Penjaskes

Kulit Ayam Goreng Itu Enak, tapi Nggak Baik-Baik Amat

Redaksi oleh Redaksi
4 Juli 2019
A A
Kulit Ayam Goreng MOJOK.CO
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Kulit ayam goreng adalah panganan yang rasanya tidak bisa samakan dengan apa-apa. Dan tidak ada bahan makanan lain yang sanggup menggantinya.

Kita mengenal kulit ayam goreng sebagai makanan surga dengan tingkat keenakan 63549 kali lipat dari daging ayamnya itu sendiri. Bahkan pengibaratan rasa sayang dan kerelaan memberi kulit ayam pada pasangan, menjadi lelucon yang sering kita dengar. Ataupun, soal bagaimana kita mengakhirkan si kulit dalam santapan kita demi, save the best for the last. Hal ini menggambarkan bagaimana kenikmatan si kulit ini di dalam setiap kunyahan krispi dan rasa gurihnya yang bercampur dengan saliva kita.

Namun, begitulah kehidupan. Yang enak-enak belum tentu baik-baik amat. Yang kita suka, belum tentu akan berbalik memberikan kebaikan kasihnya pada kita. Seperti yang dilakukan kulit ayam goreng pada kita.

Rasa gurih yang dia berikan dan bikin ketagihan, ternyata mengandung kandungan lemak yang tinggi. Lemak memang senyawa kimia yang dikenal dapat meningkatkan cita rasa makanan. Akan tetapi, dia juga menjadi pemicu begitu banyak penyakit, ya obesitas, hipertensi, jantung, diabetes, hingga kanker.

Sebetulnya, jika dalam kadar yang tepat, lemak punya banyak manfaat. Misalnya, sebagai cadangan energi maupun pembentukan berbagai macam hal-hal yang berguna buat tubuh. Seperti hormon, membran sel, dan lain sebagainya.

Selain itu, lemak sendiri juga terdiri dari beberapa macam. Ada lemak tak jenuh tunggal, lemak tak jenuh ganda, lemak jenuh, dan lemak trans. Di antara keempat macam lemak tersebut, lemak yang paling sehat adalah lemak tak jenuh. Hal ini dikarenakan ia dapat menurunkan kadar kolestrol jahat serta meningkatkan kolestrol yang baik. Sedangkan lemak jenuh berdampak sebaliknya. Sementara untuk lemak trans, dampaknya malah lebih parah. Dia tidak hanya bisa meningkatkan kolestrol jahat tapi justru bisa juga mematikan kolestrol baik.

Kulit ayam goreng yang enak itu menjadi tidak baik-baik amat untuk kita, karena 85 persen kandungan darinya berupa lemak. Bayangkan saja, 85 persennya loh! Tentu saja, hal ini menjadikan kulit ayam sebagai musuh paling jahat dan paling harus dihindari—bahkan kalau bisa ditengok pun jangan sampai—untuk orang-orang yang sedang menjalani diet.

Jadi, kalau kamu nggak peduli-peduli amat soal kesehatan dan berat badan, makan ayam goreng bersama orang yang sedang menjalani diet adalah keputusan yang tepat. Dengan sedikit tekanan soal kenyataan jahat lemak dari kulit ayam, tentu tidak sulit baginya untuk memberikan jatah kulit ayamnya padamu. Bodo amat kalau itu karena alasan dia lagi egois dan hanya mementingkan kesehatannya sendiri. Yang penting kulit itu sudah ada dalam genggaman, Kisanak!

Meskipun fakta menunjukkan kalau dalam kulit ayam goreng justru mengandung lemak tidak jenuh tunggal yang baik untuk jantung. Serta berguna untuk jadi penghalang minyak saat menggoreng ayam, supaya minyak tidak terserap secara berlebihan ke dalam daging, dan kelembaban daging ayam dapat terjaga. Namun, mengkonsumsi kulit ayam terlalu sering juga nggak ada baik-baiknya—meskipun kita telah memperlakukan kita dengan sebaik-baiknya.

Apalagi, kalau kulit ayam itu dibalur tepung, terus digoreng. Walah mampus sudah. Pasalnya, tepung adalah media penyerapan minyak yang lumayan kredibel. Sehingga, sudah dapat diduga bagaimana tingkat kejahatan mereka terhadap tubuh kita.

Jadi, lebih baik kita mengurangi dan tidak lagi bergantung pada kulit ayam dalam kehidupan sehari-hari. Atau kalau memang lagi pengin banget, ya dimakan bareng dagingnya. Jangan cuma kulitnya doang. Supaya lebih aman lagi untuk badan dan pencernaan kita, jangan lupa ditambahi sayur mayur segala rupa, bercerita paman tentang ternaknya untuk meningkatkan asupan serat. Plus nggak perlu ditambah garam, karena dia sudah punya cita rasa yang gurih~

Meski kita telah menyimpan kulit ayam goreng demi save the best for the last. Nyatanya, yang terakhir memang belum tentu yang terbaik~ (A/L)

Terakhir diperbarui pada 5 September 2019 oleh

Tags: ayam gorengKesehatankolestrolkulit ayamlemakMinyak
Redaksi

Redaksi

Artikel Terkait

Harga Paha Atas Olive Chicken Naik, Warga Jogja Resah (Unsplash)
Pojokan

Keresahan Warga Jogja di Balik Kabar Kenaikan Harga Menu Paha Atas Olive Chicken

12 Desember 2025
Nasib miskin di masa kecil: Cuma bisa ngiler saat tetangga kaya beli seember ayam goreng dari restoran cepat saji KFC cuma buat pamer MOJOK.CO
Kuliner

Pertama Tahu KFC, Ngebet Pengen Makan Ayam Goreng Tanpa Nasi Berakhir Menelan Kecewa

4 Oktober 2025
4 Ayam Goreng Terbaik di Dunia Ada di Jogja, Olive Nggak Termasuk MOJOK.CO
Kuliner

4 Ayam Goreng Terbaik di Dunia Ada di Jogja, Olive Nggak Termasuk

6 Maret 2024
tindihan.MOJOK.CO
Ragam

Menemui Orang yang Pernah Tindihan: Kehadiran Sosok Hitam hingga Penjelasan Ilmiahnya

26 Desember 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

2016, Tahun Terakhir Gen Z dan Milenial Merasa Berjaya. MOJOK.CO

2016 bagi Milenial dan Gen Z adalah Tahun Kejayaan Terakhir sebelum Dihajar Realitas Hidup

17 Januari 2026
Keluar dari organisasi mahasiswa ekstra kampus (ormek) PMII, dicap pengkhianat tapi lebih sukses MOJOK.CO

Nekat Keluar PMII karena Tak Produktif: Dicap Pengkhianat-Nyaris Dihajar, Tapi Bersyukur Kini “Sukses” dan Tak Jadi Gelandangan Politik

13 Januari 2026
Mens Rea, Panji Pragiwaksono sebagai Anak Abah, dan Bahaya Logika Fanatisme MOJOK.CO

Mens Rea, Pandji Pragiwaksono sebagai Anak Abah, dan Bahaya Logika Fanatisme

12 Januari 2026
InJourney salurkan bantuan pascabencana Sumatra. MOJOK.CO

Pascabencana Sumatra, InJourney Kirim 44 Relawan untuk Salurkan Bantuan Logistik, Trauma Healing, hingga Peralatan Usaha UMKM

17 Januari 2026
Film Suka Duka Tawa mengangkat panggung stand-up comedy. MOJOK.CO

“Suka Duka Tawa”: Getirnya Kehidupan Orang Lucu Mengeksploitasi Cerita Personal di Panggung Komedi demi Mendulang Tawa

13 Januari 2026
Bob Sadoni dan Hidup yang Terlalu Serius untuk Tidak Ditertawakan

Bob Sadoni dan Hidup yang Terlalu Serius untuk Tidak Ditertawakan

13 Januari 2026

Video Terbaru

Bob Sadoni dan Hidup yang Terlalu Serius untuk Tidak Ditertawakan

Bob Sadoni dan Hidup yang Terlalu Serius untuk Tidak Ditertawakan

13 Januari 2026
Elang Jawa dan Cerita Panjang Kelestarian yang Dipertaruhkan

Elang Jawa dan Cerita Panjang Kelestarian yang Dipertaruhkan

11 Januari 2026
Serat Centhini: Catatan Panjang tentang Laku dan Pengetahuan

Serat Centhini: Catatan Panjang tentang Laku dan Pengetahuan

8 Januari 2026
Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.