Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Penjaskes

Kata Siapa Kamu Nggak Bisa Kena Cacar Air Lebih dari Sekali?

Redaksi oleh Redaksi
26 Juni 2019
A A
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Konon, kita nggak akan kena cacar air lebih dari sekali kalau sebelumnya sudah pernah di-menclokin si virus. Eh, tunggu dulu—kamu yakin???

Waktu saya berusia 17 tahun, kakak saya yang sedang merantau menelepon ke rumah dan mengabarkan dirinya terkena cacar air. Karena takut merepotkan teman-teman kosnya, ia kembali ke kota kami naik travel.

“Teman-teman kos belum pernah kena cacar air, aku takut nularin,” kata Kakak, saat saya tanya kenapa tidak istirahat saja di Jatinangor.

Cacar Air: Penyakit Menular yang Membuatmu Seperti Mumi

Cacar air memang dikenal sebagai penyakit menular. Penyebabnya adalah infeksi virus Varicella zoster yang banyak menyerang anak-anak. Konon, kalau seseorang sudah pernah terkena cacar air sewaktu kecil, ia tidak akan lagi terserang penyakit yang sama. Dengan kata lain, kita semua nggak akan mungkin kena cacar air lebih dari sekali, mylov.

Cara cacar air menular terbilang mudah, misalnya melalui kontak langsung dengan penderita, baik dengan cara menyentuh luka, kulit, atau barang apa pun yang terkontaminasi cairan dari cacar air tadi. Bahkan, lebih mengerikannya lagi, virus cacar air ini juga bisa dibawa angin dan udara sampai akhirnya memutuskan menclok di tubuhmu, termasuk melalui batuk, bersin, atau bahkan napas penderita.

Itulah sebabnya, orang-orang yang terkena cacar air umumnya bakal “dipisahkan” agar tidak malah menyebarkan virus. Itu pula alasannya kenapa kakak saya naik travel dengan tampilan yang menyerupai cosplay mumi: seluruh tubuhnya tertutup kain, baik pakaian, jilbab, masker, hingga syal, dan hanya menyisakan kedua matanya saja yang tampak!

Cacar Air Lebih dari Sekali: Tidak Mungkin?

Karena saya sudah pernah terkena cacar air, saya bekerja sukarela menemani Kakak sampai hampir sembuh. Hingga suatu hari, saya merasa mulai tidak enak badan.

Selama hampir seminggu, saya terserang demam dan sakit kepala. Badan saya rasanya mudah lelah dan sesekali menggigil. Jangankan untuk minum obat—untuk makan saja saya malas.

Tak berapa lama, sebuah lentingan kecil muncul di lengan. Lama-lama, jumlahnya bertambah. Saat diperiksa, sebuah kesimpulan bisa ditarik: saya terkena cacar air!

“Loh, tapi kan aku udah pernah?!” protes saya—nggak tahu ke siapa. Orang tua dan kakak saya juga terkaget-kaget—bukankah kita memang nggak bakal kena cacar air lebih dari sekali seumur hidup???

Usut punya usut, selagi saya akhirnya turut tumbang di sebelah Kakak, informasi soal cacar air akhirnya lebih banyak saya dapatkan dan pahami, termasuk “mitos” yang menyebutkan soal cacar air yang hanya bakal terjadi satu kali seumur hidup.

Meski disebutkan bahwa penderita cacar air bakal memiliki kekebalan seumur hidup dan tidak mungkin terserang penyakit yang sama untuk kedua kalinya, nyatanya nggak juga, tuh. Dalam beberapa kasus, selalu ada kemungkinan betapa sebuah virus bisa kembali masuk ke dalam tubuh dan menimbulkan cacar air kembali.

Apakah saya—dalam kasus di atas—tertular oleh kakak saya?

Ada pendapat lain yang menjawab pertanyaan ini. Diyakini, cacar air kedua kali bukanlah merupakan hasil ketularan, melainkan akibat adanya Herpes zoster.

Iklan

Secara sederhana, Herpes zoster ini menggambarkan keadaan virus cacar air yang sebenarnya belum seluruhnya hilang 100% dari dalam tubuh. Si virus menyebalkan ini—sialnya—sedang tertidur di dalam tubuh kita—eh, saya.

Saat virus ini “bangun”, ia memunculkan keadaan cacar air lebih dari sekali, namun sesungguhnya bukan lagi menjadi infeksi Varicella zoster, melainkan si Herpes zoster tadi, yang lenting cacarnya mengikuti pola persarafan tubuh.

Kenapa Kamu Bisa Mengalami Cacar Air Lebih dari Sekali?

Perlu waktu sampai saya, saat itu, menerima kenyataan bahwa saya harus terkapar gara-gara cacar air. Padahal, tadinya saya sudah santai setengah mati, merasa yakin tak akan terkena virus yang sama dengan Kakak karena orang tua saya bersikeras bahwa saya sudah pernah mengalaminya.

Tapi, kalau dipikir-pikir, mungkin itulah yang menjadi penyebab kenapa saya bisa mengalami cacar air lebih dari sekali.

Kalau ditanya, saya tidak ingat masa-masa saya terkena cacar air. Ibu saya bilang, waktunya sudah lama, saat saya masih kecil sekali. Padahal, seperti dikutip dari Hellosehat.com, ada beberapa alasan seseorang kena cacar air dua kali:

1. Cacar air pertama terjadi di usia sangat muda, yaitu kurang dari 6 tahun

2. Cacar air pertama cukup ringan

3. Sistem kekebalan tubuh sangat lemah

Sampai di sini, sudahlah, cukup—nggak usah seyakin itu kamu nggak bakal kena cacar air lebih dari sekali kayak saya. Saya sendiri pernah membaca bahwa kejadian ini cukup langka dan mungkin hanya dialami oleh 1 persen orang di dunia.

Nah, kalau dari 1 persen itu saja saya keserok, sebaiknya kamu jangan pede-pede banget bakal jadi yang 99 persen, deh.

Hehehe. Mamam~ (A/K)

Terakhir diperbarui pada 26 Juni 2019 oleh

Tags: cacar air lebih dari sekalidemampenyakit menularvirus
Redaksi

Redaksi

Artikel Terkait

KTR Malioboro.MOJOK.CO
Kilas

Kasus Covid-19 di DIY Meningkat Tajam, Segera Vaksinasi Masyarakat Berisiko Tinggi

2 Mei 2023
virus zombie mojok.co
Kesehatan

‘Virus Zombie’ Ditemukan, Ancaman Bahaya Masih Diteliti

1 Desember 2022
jama malam di jogja
Kilas

Hepatitis Akut Misterius Disinyalir Sudah Masuk ke DIY

25 Mei 2022
hepatitis akut mojok.co
Kilas

Hepatitis Akut Misterius Menyeruak di Indonesia, Epidemiolog Minta Masyarakat Tak Panik

6 Mei 2022
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Event lari Merbabu Skyrace makin diminati banyak orang lintas negara, jadi potensi sport tourisme di Jawa Tengah dengan daya tarik lari lintas alam di Gunung Merbabu MOJOK.CO

Merbabu Skyrace: Event Lari Melintasi Keindahan Gunung Merbabu, Sport Tourism yang Bikin Sebuah Dusun Mendunia

6 Juni 2026
Pengalaman Kuliah di Polandia, Eropa Sambil Jadi Tour Guide. MOJOK.CO

Pengalaman Kuliah di Eropa Sambil Jadi Tour Guide bikin Enggan Kembali ke Tanah Air, tapi Tak Ada Jalan Lain Selain Pulang

4 Juni 2026
Dhia Hana Putri Saraswati mahasiswa Umsura dan Unair. MOJOK.CO

Kena Mental Kuliah di Umsura dan Unair Sekaligus, Puluhan Kali Ingin Menyerah tapi Kuat karena Ajaran Muhammadiyah

5 Juni 2026
Syifa, WNI yang kuliah di Jagiellonian University, Krakow, Polandia, Eropa. MOJOK.CO

Nekat Daftar Beasiswa Luar Negeri ke Kampus “Kurang Terkenal”, Kini Bisa Keliling Eropa dengan Gaji yang Bikin Sumringah

8 Juni 2026
Godaan modifikasi motor Honda Vario 125 demi sinematik kebodohan soal harga jual di Facebook, berakhir jadi motor sampah dan jamet MOJOK.CO

Modifikasi Motor Honda Vario 125 Hasil Tabungan Ibu-Kakak demi Sinematik dan Kebodohan Harga Jual di FB, Berakhir Jadi Motor Jamet dan Sampah

7 Juni 2026
Peluncuran program pendidikan koperasi (perkoperasian) untuk sekolah-sekolah yang dipelopori Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Pemprov Jateng) MOJOK.CO

Jawa Tengah Bikin Pendidikan Koperasi di Sekolah: Bekal Kewirausahaan dan Alternatif Lapangan Kerja untuk Gen Z-Gen Alpha

5 Juni 2026

Video Terbaru

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026
Smarai, Konten Organik dan Cara Promosi Band tanpa Panik Ngejar Viral

Smarai, Konten Organik dan Cara Promosi Band tanpa Panik Ngejar Viral

21 Mei 2026
Mbah Tejo: Gen Z Mungkin Lembek, tapi Tantangan Hidup Mereka Jauh Lebih Berat

Mbah Tejo: Gen Z Mungkin Lembek, tapi Tantangan Hidup Mereka Jauh Lebih Berat

17 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.