Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Penjaskes

Betapa Menjengkelkan Impaksi Gigi Geraham Bungsu yang Menguji Kedewasaan

Ajeng Rizka oleh Ajeng Rizka
20 April 2020
A A
obat gusi bengkak.mojok.co

ilustrasi gusi bengkak

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Tumbuhnya gigi geraham bungsu sering menimbulkan impaksi yang sakitnya luar biasa. Segala hal ini bikin kita mempertanyakan, buat apa sih gigi geraham nongol lagi?

Beberapa teman saya mengeluh karena harus operasi akibat impaksi gigi geraham bungsu. Ketakutan mereka dengan pisau bedah dan kursi dokter gigi cukup membuat mereka jengkel. Masalahnya jika tidak dioperasi, impaksi gigi bakal menimbulkan sakit berkepanjangan bahkan infeksi dan masalah mulut lainnya. Ngeri.

Geraham bungsu umumnya tumbuh di sekitar usia 17-24 tahun. Sebanyak empat gigi baru tumbuh di ujung rahang buat menyempurnakan proses pengolahan makanan dalam mulut. Tapi nggak semua orang bakal mengalami sakit dan pedihnya tumbuh geraham bungsu. Ahli kesehatan percaya bahwa gigi yang terakhir tumbuh ini adalah bagian dari evolusi.

Pada masa lalu manusia memiliki bentuk rahang yang lebar dan tegas karena kebiasaan makan mereka yang juga berbeda. Kebiasaan makan daging, mengunyah dedaunan, dan buah-buahan yang cenderung alot membentuk rahang yang lebar. Sering berkembangnya zaman dengan berbagai temuan teknologi kompor hingga panci presto, manusia cenderung memakan makanan yang lebih empuk. Nggak perlu usaha ngunyah sampai nyangkut-nyangkut. Kadang, daging juga digiling dan dimakan dalam potongan kecil.

Tumbuhnya gigi geraham bungsu atau yang sering disebut sebagai geraham dewasa pada masa lalu memang nggak pernah menimbulkan masalah. Nggak ada yang namanya impaksi karena rahang memang masih ‘punya tempat’ untuk tumbuhya gigi terakhir.

Belakangan, tumbuhnya geraham bungsu menimbulkan impaksi gigi yang sakitnya nggak main-main. Impaksi adalah suatu keadaan ketika gigi terjebak di dalam gusi dan tumbuh tidak wajar seperti miring dan menabrak posisi gigi lain yang sudah duluan ada. Makanya, dokter sering kali menyarankan untuk mengoperasi gusi dan mengangkat gigi geraham bungsu yang tumbuhnya menimbulkan huru-hara ini.

Jumlah geraham bungsu ada empat, jika semuanya mengalami impaksi maka tentu kalian makin pusing karena kemungkinan dokter menyarankan operasi dengan bius total. Hmmm, agak menyeramkan. Tapi tenang, nggak selamanya impaksi menimbulkan masalah. Maka dari itu jika sudah merasa sakit dan terganggu dengan kehadiran orang ketiga gigi baru, segeralah konsultasi ke dokter gigi.

Banyak yang merasa melewati prahara tumbuhnya geraham bungsu adalah sebuah ujian kedewasan yang begitu berat. Menahan rasa sakit dan memberanikan diri terjun dalam proses operasi gigi butuh lebih dari sekadar nyali.

Sekilas kalian mungkin mempertanyakan kenapa geraham bungsu harus tumbuh. Kehadirannya kadang bikin repot, menyakitkan, dan tanpa diundang. Kalian seolah nggak butuh gigi baru ini sebagai legitimasi kedewasaan. Belum lagi jika impaksi gigi dan disarankan operasi, si gigi yang baru tumbuh ini justru dibuang begitu saja. Sungguh perjuangan untuk sesuatu yang tampak seperti sia-sia.

Dokter gigi percaya, membuang geraham dewasa jauh lebih aman ketimbang membiarkannya tumbuh secara tidak wajar. Ada kemungkinan suatu saat gigi ini akan menimbulkan masalah seperti gusi bengkak, bau mulut, dan perikoronitis atau peradangan jaringan gusi. Belum lagi bentuk gigi yang tumbuh tidak beraturan akan membuat kalian makin sulit membersihkannya dari sisa makanan dan bakteri yang nyangkut. Repot deh.

Beruntunglah kalian yang nggak bermasalah saat tumbuhnya geraham dewasa sehingga nggak mengalami impaksi gigi. Beruntung pula kalian yang geraham dewasanya nggak tumbuh sama sekali saking ciutnya rahang. Semua kemungkinan bisa terjadi. Tapi untuk menghindari self diagnosed saya sarankan kalian buru-buru ke dokter gigi jika mulai merasa ada yang nggak beres. Nggak semua dokter gigi kayak Joker yang bakal ngebor-ngebor gigi pasien seenak jidat, sans~

BACA JUGA Perbedaan Hakiki Lensa Kacamata Mahal vs Murah atau artikel lainnya di PENJASKES.

Terakhir diperbarui pada 20 April 2020 oleh

Tags: geraham bungsugeraham dewasaimpaksi gigi
Ajeng Rizka

Ajeng Rizka

Penulis, penonton, dan buruh media.

Artikel Terkait

No Content Available
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Sate Klatak Kasta Tertinggi Makanan Khas Jogja, Jauh Mengungguli Gudeg dan Bakmi Jawa yang Sering Dikeluhkan Manis Itu Mojok.co

Sate Klatak Kasta Tertinggi Makanan Khas Jogja, Jauh Mengungguli Gudeg dan Bakmi Jawa yang Sering Dikeluhkan Manis

12 Maret 2026
Burger Aldi Taher Juicy Lucy Mahalini Rizky Febian DUAR CUAN! MOJOK.CO

Memahami Bagaimana Aldi Taher dan Jualan Burgernya yang Cuan Mampus dan Berhasil Menampar Ilmu Marketing Ndakik-Ndakik

17 Maret 2026
Sekolah penerima manfaat beasiswa JPD Pemkot Jogja

Beasiswa JPD Jadi Harapan Siswa di Jogja untuk Sekolah, padahal Hampir Berhenti karena Broken Home

17 Maret 2026
mahasiswa penerima beasiswa KIP Kuliah ISI Jogja dihujat. MOJOK.CO

Sisi Lain Penerima KIP Kuliah yang Tak Dipahami Para Mahasiswa “Polisi Moral”, Dituntut Untuk Selalu Terlihat Miskin dan Menderita

12 Maret 2026
Mahasiswa UGM hidup nomaden sambil kuliah di Jogja demi gelar sarjana

Mahasiswa UGM Kena DO dan Tinggal Nomaden karena Kendala Ekonomi, Kini Raih Gelar Sarjana Berkat “Menumpang” di Kos Teman

17 Maret 2026
Ada kehangatan dan banyak pelajaran hidup di dalam kereta api (KA) ekonomi yang sulit didapatkan user KA eksekutif kalau terlalu eksklusif MOJOK.CO

Kehangatan dan Pelajaran Hidup di Kereta Api (KA) Ekonomi yang Sulit Ditemukan di KA Eksekutif

13 Maret 2026

Video Terbaru

Dr. Fahruddin Faiz: Sikap Anak Muda Menghadapi Era VUCA

Dr. Fahruddin Faiz: Sikap Anak Muda Menghadapi Era VUCA (Volatility, Uncertainty, Complexity, Ambiguity)

9 Maret 2026
Sunan Geseng: Dari Petani Nira Jadi Wali Utama

Sunan Geseng: Dari Petani Nira Jadi Wali Utama

8 Maret 2026
Merawat Harapan Kopi Robusta Desa Japan: Dari Petik Asalan ke Petik Merah

Merawat Harapan Kopi Robusta Desa Japan: Dari Petik Asalan ke Petik Merah

4 Maret 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.