Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
    • Bidikan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
    • Bidikan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Otomojok

Tragedi Mudik Demak Ciamis: Ketika Bapak Menjadi Korban Hari Raya

Bapak yang kepalang malu kemudian mengajak kami untuk tetap mudik tapi menggunakan bus Budiman Ekonomi, karena kehabisan tiket eksekutif dari Demak ke Ciamis. Malang nian nasib kami.

Anisa Fitrianingtyas oleh Anisa Fitrianingtyas
19 April 2023
A A
Tragedi Mudik Demak Ciamis: Ketika Bapak Menjadi Korban Hari Raya MOJOK.CO

Ilustrasi Tragedi Mudik Demak Ciamis: Ketika Bapak Menjadi Korban Hari Raya. (Mojok.co/Ega Fansuri)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Pada 2006, terjadi “tragedi mudik ke Ciamis” di keluarga kami. Ketika bapak menjadi korban penipuan agen bus di Demak.

Mudik merupakan tradisi keluarga yang sudah biasa kami jalankan setiap tahun. Meskipun dalam praktiknya, sebelum memutuskan hendak mudik ke mana, selalu didahului dengan diskusi alot antara bapak dan ibu. Diskusi yang seperti tiada ujung itu akan selalu hadir menemani keluarga kami. Bapak ingin mudik ke barat, sementara ibu ke timur.

Pada 2006, pemenang dari debat sengit adalah bapak. Sesuai rencana, kami akan mudik ke Ciamis menggunakan PO bus Budiman jurusan Tasikmalaya. Seperti tahun-tahun sebelumnya, kami akan berangkat dari Demak menuju Terminal Terboyo pada pukul empat sore. Sampai Terboyo, kami akan menumpang Bus Budiman yang berangkat setelah magrib.

Bapak ingin mudik dari Demak ke Ciamis dengan bus yang berbeda

Bertahun-tahun mudik menggunakan bus Budiman dari Demak ke Ciamis, pada tahun itu, bapak membuat resolusi spektakuler. Beliau memutuskan untuk ganti armada. Alasan beliau sederhana, yaitu karena mendapat kenalan seorang agen bus. Tentu perkenalan dengan agen ini membuat bapak bahagia. Saat itu, pembelian tiket masih offline. Semua penumpang harus membeli tiket secara langsung ke agen bus terdekat.

Sialnya, di Demak, tidak ada agen bus Budiman. Bapak harus ke Terminal Terboyo dulu untuk membeli tiket untuk mudik. Perjalanan ke Terboyo juga lumayan menyengsarakan di bulan puasa. Bapak membutuhkan waktu 1,5 jam untuk sampai ke sana dengan mengendarai sepeda motor. Kalau sedang beruntung, bapak bisa pesan via calo. Namun, harganya akan mahal sekali. Yah, boleh dibilang, perjuangan membeli tiket bus sama seperti war beli tiket konser K-Pop itu.

Maka, perkenalannya dengan agen bus yang baru itu membuat bapak berbunga-bunga. Bapak bahkan bisa mendapat beberapa tiket dari Demak ke Ciamis sekaligus tanpa harus ke Semarang. Selain itu, bapak mendapat jaminan bisa ikut naik dari daerah Trengguli (pertigaan jurusan Jepara).

Kecurigaan ibu

Ibu hanya bisa melongo ketika bapak menyodorkan tiket bus yang dia dapatkan. Selain karena fakta tampilannya begitu jelek, tiket itu juga hasil fotokopian. Samar-samar terbaca bahwa bus yang kita tumpangi bernama bus Haryanto dengan trayek Kudus-Jakarta, bukan dari Demak ke Ciamis.

Ibu sempat protes ke bapak. Ibu curiga karena seumur-umur baru tahu jika bisa naik trayek Kudus-Jakarta dan turun di Ciamis. Jalurnya saja sudah sangat beda. Belum lagi kami tidak perlu menuju agen ataupun terminal. Kami bebas naik di mana saja yang penting masih jalur keberangkatan.  

Bapak yang tidak terima dengan argumen ibu memulai kembali pertengkaran sengit. Ibu yang logis melawan bapak yang optimis. Ibu yang akhirnya mengalah dan mengikuti keinginan bapak. Toh, tiket mudik sudah dibeli dan tidak dapat dikembalikan. Akhirnya, mau tidak mau, kami harus nongkrong di tepi jalan untuk menunggu bus yang ditunggu-tunggu.

Bus Demak Ciamis yang tidak pernah tiba

Kami menunggu di jembatan Trengguli sesuai keinginan bapak. Kami mulai menunggu pukul empat sore. Sepuluh menit berlalu, tidak ada tanda-tanda bus yang akan membawa kami dari Demak ke Ciamis, yang dijanjikan itu lewat. Kami, para anak-anak, mulai merasa gelisah. Adik terkecil sudah mulai menangis rewel. Kebetulan, adik kecilku sedang mengalami panas dan mencret. Ibu sudah mulai mengomel.

Bapak kemudian menelpon agen kenalannya. Agen itu kemudian meyakinkan bapak. Lima belas menit kemudian kami sudah mulai kesemutan. Kami yang awalnya berdiri bergantian jongkok.

Setiap ada bus yang melintas, kami selalu berharap itu bus yang akan mengantar kami mudik dari Demak ke Ciamis. Rasa pegal kini bercampur marah. Ibu mengomeli bapak lagi, meminta beliau menelpon kembali agen kenalannya. Dan setelah menelpon 10 kali, pada kali kesebelas, suara itu berubah menjadi, “Nomor telepon yang Anda tuju tidak dapat dihubungi.”

Ibu langsung muntap. Bapak panik, kami anak-anak cuma bisa menonton perdebatan di pinggir jalan. Akhirnya, bapak memaksa kami untuk pergi ke Terboyo menggunakan bus Jepara-Semarang. Di dalam bus, bapak masih berusaha sesekali menelpon agen bus kenalannya tapi nihil.

Ibu yang sering benar

Sampai di Terminal Terboyo, kami menuju agen bus Haryanto. Bapak menunjukkan tiket yang dia dapatkan dari agen kenalannya. Benar perkiraan Ibu, bapak tertipu. Bapak kemudian diperlihatkan tiket bus yang asli. Kertasnya glossy dan berkilau. Berbeda jauh dengan tiket palsu milik bapak.

Iklan

Bapak yang kepalang malu kemudian mengajak kami untuk tetap mudik tapi menggunakan bus Budiman Ekonomi, karena kehabisan tiket eksekutif dari Demak ke Ciamis. Malang nian nasib kami.

Sekitar satu jam kemudian, kami mendapatkan bus yang akan mengatar kami dari Demak ke Ciamis. Bus ini penuh sesak, membuat kami tidak mendapat tempat duduk. Kami terancam berdiri selama kurang lebih 10 jam perjalanan. 

Belum lagi sesuai namanya, ekonomi, bus ini sering berhenti untuk mengambil dan menurunkan penumpang. Dan ingat, ini kelas ekonomi jadi tidak ada AC. Sonder adik yang meriang jadi lebih rewel.  

Ibu menahan pup adik yang ada di dalam selimut karena adik tak berhenti diare. Ah, itulah tragedi mudik 2006, akibat Bapak yang sering menjadi korban penipuan saat membeli tiket bus dari Demak ke Ciamis.

Penulis: Anisa Fitrianingtyas

Editor: Yamadipati Seno

BACA JUGA Bus Rela Jalur Solo Purwodadi Semacam Menuntut Kerelaan Para Penumpang dan pengalaman menarik lainnya di rubrik OTOMOJOK.

Terakhir diperbarui pada 19 April 2023 oleh

Tags: agen busciamisdemakLebaranMudikSemarangtasikmalayaterboyo
Anisa Fitrianingtyas

Anisa Fitrianingtyas

Putu Bumi Sukowati.

Artikel Terkait

Gotong royong atasi tumpukan sampah Kota Semarang MOJOK.CO
Kilas

Gotong Royong, Jalan Atasi Sampah Menumpuk di Banyak Titik Kota Semarang

16 Januari 2026
Kisah Bu Ngatimah, pekerja serabutan yang iuran BPJS Ketenagakerjaan miliknya ditanggung ASN Kota Semarang MOJOK.CO
Kilas

Kisah Bu Ngatimah: Pekerja Serabutan di Semarang dapat Fasilitas BPJS Ketenagakerjaan, Iurannya Ditanggung ASN

7 Januari 2026
Kota Semarang coba tak sekadar melawan air untuk atasi banjir MOJOK.CO
Kilas

Kota Semarang Coba Tak Sekadar Melawan Air untuk Atasi Banjir, Tapi Pakai Cara Fisika dan Wanti-wanti Kelalaian Sosial

5 Januari 2026
Refleksi Agustina Wilujeng atas penghargaan yang diborong Kota Semarang sepanjang 2025 MOJOK.CO
Kilas

Refleksi atas Penghargaan yang Diborong Semarang di 2025, Harus Hadir dan Beri Dampak Nyata ke Warga

2 Januari 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

nongkrong di kafe, jakarta selatan.MOJOK.CO

Nongkrong Sendirian di Kafe Menjadi “Budaya” Baru Anak Muda Jaksel Untuk Menjaga Kewarasan

14 Januari 2026
Cara wujudkan resolusi 2026 dengan finansial yang baik. MOJOK.CO

Nasib Tinggal di Jogja dan Jakarta Ternyata Sama Saja, Baru Sadar Cara Ini Jadi Kunci Finansial di Tahun 2026

19 Januari 2026
Wali Kota Madiun terjerat OTT KPK. MOJOK.CO

Warga Madiun Dipaksa Elus Dada: Kotanya Makin Cantik, tapi Integritas Pejabatnya Ternyata Bejat

20 Januari 2026
Film Semi Jepang Bantu Mahasiswa Culun Lulus dan Kerja di LN (Unsplash)

Berkat Film Semi Jepang, Mahasiswa Culun nan Pemalas Bisa Lulus Kuliah dan Nggak Jadi Beban Keluarga

14 Januari 2026
Lupakan Alphard yang Manja, Mobil Terbaik Adalah Daihatsu Sigra MOJOK.CO

Lupakan Alphard yang Manja, Mobil Terbaik Emak-Emak Petarung Adalah Daihatsu Sigra: Muat Sekampung, Iritnya Nggak Ngotak, dan Barokah Dunia Akhirat

20 Januari 2026
Banjir di Muria Raya, Jawa Tengah. MOJOK.CO

Saat Warga Muria Raya Harus Kembali Akrab dengan Lumpur dan Janji Manis Awal Tahun 2026

20 Januari 2026

Video Terbaru

Air dari Perut Bumi: Goa Jomblang dan Perubahan Hidup Warga Gendayaan

Air dari Perut Bumi: Gua Jomblang dan Perubahan Hidup Warga Gendayaan

18 Januari 2026
Bob Sadoni dan Hidup yang Terlalu Serius untuk Tidak Ditertawakan

Bob Sadoni dan Hidup yang Terlalu Serius untuk Tidak Ditertawakan

13 Januari 2026
Elang Jawa dan Cerita Panjang Kelestarian yang Dipertaruhkan

Elang Jawa dan Cerita Panjang Kelestarian yang Dipertaruhkan

11 Januari 2026
Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.