MOJOK.CO – Ini memang sebuah misteri. Suzuki S-Presso itu mobil paling tidak menarik menurut Fitra Eri dan Om Mobi tapi tetap laku.
Hari itu mestinya menjadi hari libur yang menenteramkan bagi saya. Semua pekerjaan rumah telah rampung sejak siang, anak-anak sedang bermain di rumah simbahnya hingga besok, dan Mas Bojo pergi mancing untuk waktu yang tak bisa ditentukan.
Episode kedua dracin yang saya tonton belum juga tamat ketika terdengar ketukan berulang di pintu depan. Sahabat saya ternyata datang berkunjung di sore yang gerimis itu.
“Aku tidak setuju dengan apa yang kamu tulis kemarin,” ujarnya, setelah mengangsurkan seplastik jeruk mandarin dan duduk di ruang tamu. “Suzuki APV adalah mobil yang bagus.”
Sambil mengupas jeruk, saya menyimak keluhannya. Dia berkata bahwa ada banyak hal menarik pada Suzuki APV, yang sebenarnya sudah saya tuliskan. Dia akan mendapatkan informasi secara tuntas andai mau merampungkan pembacaan hingga tamat.
Lagipula, tambahnya, ada mobil Suzuki yang lebih pantas untuk saya keluhkan. Namanya, Suzuki S-Presso.
“Tapi aku belum pernah naik Suzuki S-Presso,” kata saya. Tak pernah sekali saja saya mengulas kendaraan yang belum pernah saya jajal.
“Maka hari ini kamu harus mencobanya,” sahut sahabat saya. “Ayo ikut aku!”
Dia menggamit lengan saya dan berjalan keluar halaman. Lalu, dia menyerahkan kunci Suzuki S-Presso kepada saya dan menunjuk sebuah mobil yang sedang terparkir di depan pagar rumah tetangga.
Fitur seadanya dengan kualitas sekadarnya
Meskipun belum pernah menjajal Suzuki S-Presso, saya tahu banyak tentangnya. Misalnya, fakta kecil mengenai banjir keluhan para pengulas otomotif perihal mobil ini saat kali pertama kali rilis empat tahun silam.
Om Mobi dan Bung Fitra Eri sepakat untuk menjadikan Suzuki S-Presso sebagai mobil paling tidak menarik pada pagelaran GIIAS 2022. Sementara itu, Ridwan Hanif menganggap mobil ini punya fitment roda paling aneh karena kelewat cungkring.
Akun Hujat Otomotif beberapa kali mencibirnya karena cita rasa India yang terlalu kental pada desainnya. Di kolom komentar, netizen riuh berspekulasi bahwa desainer Suzuki S-Presso sesungguhnya adalah bocah magang yang tiba-tiba mendapat tugas mendesain mobil dengan Canva gratisan.
Saya juga tahu bahwa saya tidak boleh berharap banyak pada kelengkapan fiturnya. Suzuki S-Presso berkelir jingga milik sahabat saya ini adalah versi pra-facelift keluaran 2022, dan mobil ini punya fitur yang persis sama dengan yang dikabarkan para pengulas otomotif di YouTube.
Baca halaman selanjutnya: Mobil yang menyedihkan, tapi tetap laku di Indonesia.














