Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Esai

Panduan Memahami Iklan PKS yang Adiluhung Lucunya

Muhammad Nanda Fauzan oleh Muhammad Nanda Fauzan
9 April 2019
A A
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Kalau mau bikin lelucon yang adiluhung, tiru dong cara iklan PKS. Iklan kampanye berbalut komedi yang mengejek penderita disabillitas psikososial.

Suatu hari, petugas negara mengunjungi sebuah sekolah untuk menanyakan jiwa patriotisme para siswa. Miroslav, seorang murid dipanggil untuk ditanyai.

“Siapa ayahmu?”

“Ayah saya adalah Uni Soviet,” jawab Miroslav.

“Anak pintar. Lalu siapa ibumu?”

“Ibu saya adalah Partai Komunis,” sahut Miroslav.

“Bukan main. Lalu apa keinginanmu setelah dewasa?”

“Menjadi yatim piatu!”

Jika kalian tertawa atau minimal tersenyum setelah selesai membaca percakapan di atas, maka kita bisa menarik kesimpulan bahwa selera humor kalian teramat buruk dan nggak iklan PKS banget.

Pertama, cerita itu berasal dari negara komunis. Dan ia bertentangan dengan ajaran Islam di Indonesia, sehingga tidak patut rasanya diberi reward berupa tawa—apalagi senyum bernilai sedekah itu.

Kedua, terlalu banyak tertawa itu akan membuat hati menjadi keras dan jelas itu bukan perilaku terpuji.

Kalau mau membuat lelucon yang adiluhung tiru dong cara ikhwan bikin iklan PKS. Sebuah keresahan yang terbungkus rapi dalam komedi yang tak sadar mengejek pihak tertentu secara terang-terangan.

Jika kalian masih bingung bagaimana cara jokes ikhwan PKS bekerja di dunia nyata, silakan cari video iklan kampanye iklan PKS yang berjudul “Istri Diculik”. Kalau kamu masih bingung ini saya sediakan iklan PKS itu di bawahi:

https://www.youtube.com/watch?v=wuCZS9mi1DI

Iklan

Dalam iklan itu, mantan supir (seorang penderita disabillitas psikososial) digambarkan membawa kabur seorang perempuan yang tengah menunggu di dalam truk saat suaminya membeli air mineral di warung.

Saya, seperti juga kalian yang memiliki selera humor rendah, paham belaka bahwa iklan itu tidak lucu sama sekali. Malah memiliki ruang untuk diberi kritik secara moral sebab tak elok menjadikan orang dengan gangguan kejiwaan sebagai lelucon, terlebih untuk kepentingan politik.

Bahkan Aliansi Masyarakat Peduli Kesehatan Jiwa, yang terdiri dari 13 organisasi, telah melaporkan hal tersebut ke KPU dan membuat petisi daring agar iklan PKS tersebut ditarik dari peredaran.

Kita bisa menarik benang merah antara kebijakan KPU yang memilih tetap memasukkan penyandang gangguan jiwa dan ingatan ke dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT), sebagaimana yang diputuskan Mahkamah Konstitusi dalam putusan MK Nomor 135/PUU-XIII/2015.

Barangkali ini semacam kritik yang dibungkus dengan humor, meski tetap tidak menghadirkan tawa, ingat ketentuan nomor dua; tertawa akan membuat hati menjadi keras 1!!1!

Saya yakin seratus persen, iklan PKS ini dibuat setelah para kader partainya membaca riset mendalam dari Bilal Mustafa Khan yang berjudul “Effect of Humororus Advertising on Brand Recognition”.

Hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa humor adalah unsur penting dari sebuah iklan dan memiliki efek mendalam dalam membangun pengenalan brand.

Mengingat PKS sebagai salah satu partai dengan jumlah hatters yang lumayan banyak tentu langkah ini bukan tanpa perhitungan.

Tapi jangan sekali-kali menyamakan Ikhwan PKS dengan Mbak Grace Natalie dari PSI yang selera humornya sangat bapak-bapak sekali itu, bukan kelas lah. Sangat jauh, My love~

Setelah menonton beberapa kali dengan cara seksama dan khusuk, akhirnya saya paham di mana sisi lucunya.

Saya wajib berbesar hati sebab pada titik ini saya merasa lebih PKS dari ikhwan PKS itu sendiri. Meski ya otak saya terlampau lemot untuk menangkap sinyal kelucuan itu.

Point goals dari tayangan itu adalah ajakan untuk memilih PKS agar mereka bisa meresmikan Rancangan Undang-Undang (RUU) Penghapusan Pajak Sepeda Motor dan Pemberlakuan SIM Seumur Hidup bila memenangi Pemilu 2019.

Menurut mereka ini akan mengurangi beban rakyat kecil. Nah, saya pikir di situlah poin lucunya.

Alih-alih menyediakan fasilitas transportasi publik yang memadai, aman serta nyaman untuk memperlancar mobilisasi warga  dan mempermudah para LDR untuk saling berjumpa, mereka malah menawarkan skema yang justru akan membuat masyarakat berlomba-lomba membeli motor.

Lah? Lah? Makin macet dong!

Ketika negara maju semacam Singapura justru menerapkan pajak tinggi dan persyaratan yang ketat bagi warga negaranya untuk memiliki kendaraan, hasilnya pertumbuhan pengguna kendaraan sudah turun 0,25 persen per tahun pada Februari 2017, dan program ini ditargetkan akan membantu 5,6 juta warga Singapura terbebas dari kemacetan pada tahun 2020.

Apa Indonesia sebagai negara ber-flower ini justru mau macet-macetan terus?

Belum lagi soal SIM seumur hidup yang terlihat lucu sejak dalam pikiran, padahal yang dikatakan bapak Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Yusuf sudah sangat jelas.

Ya Akhy, ya ukhty, perpanjangan SIM itu perlu karena menyangkut soal kompetensi pengendara. Boleh saja kita sehat hari ini dan bisa menunggangi motor N-MAX yang joknya kelewat besar itu, tapi lima tahun nanti siapa tau, ukh. Tolong dong, pertimbangkan lagi rencana kalian.

Kalau bisa, dalam mengambil rencana kebijakan politik, kalian tidak usah bawa-bawa selera humor yang adiluhung kayak gitu. Maklum, rakyat jelata kayak kami kan selera humornya nggak setinggi kalian.

Kalau mau menyalurkan bakat, saya sarankan kalian jadi Youtubers saja, dan bikin konten yang mengemaskan. Misalnya ketua partai nyamar jadi gembel, siapa tahu kan bisa ngalahin Atta Halilintar ya kan?

Etapi itu pernah dilakukan Ketum Partai Hanura ding.

Terakhir diperbarui pada 8 April 2019 oleh

Tags: Hanuraiklan PKSkampanyeorang gilaSIM Seumur Hidup
Muhammad Nanda Fauzan

Muhammad Nanda Fauzan

Mahasiswa Filsafat UIN BANTEN.

Artikel Terkait

Tidak Boleh Asal Menempel Stiker Kampanye MOJOK.CO
Kotak Suara

Menempel Stiker Kampanye Ternyata Tidak Boleh Sembarangan, Ada Aturannya

8 Oktober 2023
Arsjad Rasjid Ditunjuk Jadi Ketua Tim Pemenangan Ganjar MOJOK.CO
Kotak Suara

Mengenal Arsjad Rasjid, Bos Kadin yang Ditunjuk Jadi Ketua Tim Pemenangan Ganjar Pranowo

6 September 2023
kampanye di sekolah mojok.co
Kotak Suara

Polemik Kampanye Pemilu di Sekolah, Bisa Jadi Potensi Ancaman Kekerasan bagi Anak?

27 Agustus 2023
Peserta pemilu bisa menggelar kampanye di kampus
Kotak Suara

Sejumlah Catatan yang Perlu Diperhatikan kalau Peserta Pemilu Menggelar Kampanye di Kampus

22 Agustus 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Anak Muda Ogah Angkat Panggilan Telepon, Dianggap Ganggu dan Cuma Bikin Cemas Mojok.co

Anak Muda Ogah Angkat Panggilan Telepon, Dianggap Ganggu dan Cuma Bikin Cemas

18 Mei 2026
Kopi starling dan kopi keliling: cuma Rp5 ribu tapi beri suntikan kekuatan pekerja kantoran di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan (Jaksel) untuk survive kerja tanpa Work Life Balance MOJOK.CO

Kopi Starling Cuma 5 Ribu tapi Beri Kekuatan Pekerja Jaksel Survive Tanpa Work Life Balance, Ketimbang 50 Ribu di Coffee Shop Elite

14 Mei 2026
buku remy sylado.MOJOK.CO

Mendobrak Fiksi Sejarah Jawa-sentris lewat Inani Keke dan Trabar Batalla, Harta Karun yang Sempat dianggap “Budaya Rendah”

15 Mei 2026
Ujian SIM C. MOJOK.CO

Pelajaran Berharga dari Gagal Ujian SIM C Sebanyak 11 Kali: Diam Bukan Pilihan untuk Melawan Hal yang Janggal

18 Mei 2026
Pemuda desa 19 tahun lulusan SMK nekat kerja jadi housekeeping di Dubai demi gaji 2 digit karena menyerah dengan rupiah MOJOK.CO

Pemuda Desa 19 Tahun Nekat Kerja di Hotel Dubai: Jaminan Gaji 2 Digit usai Nyerah dengan Rupiah dan 19 Juta Lapangan Kerja

18 Mei 2026
Janji Bodong Revolusi Industri: Aplikasi AI Mulai Membantai Pekerja Kreatif Lokal MOJOK.CO

Janji Bodong Revolusi Industri: Aplikasi AI Mulai Membantai Pekerja Kreatif Lokal

18 Mei 2026

Video Terbaru

Kalis Mardiasih: Parenting di Negara Gagal, Nasib Anak Jadi Taruhan

Kalis Mardiasih: Parenting di Negara Gagal, Nasib Anak Jadi Taruhan

11 April 2026
Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

9 April 2026
Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

6 April 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.