Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Malam Jumat

Diganggu Kuntilanak Saat Akan Salat Subuh Berjamaah

Redaksi oleh Redaksi
18 April 2019
A A
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Sekelebat, ia melihat bayangan putih dengan rambut hitam panjang di balik pagar rumahnya yang cukup tinggi: ih, diganggu kuntilanak!

“Tiara, lain kali jangan tidur terlalu malam, apalagi sampai pagi-pagi buta. Ngeri, loh.”

Bu Broto, seorang tetangga, menegurku saat aku berkisah kadang-kadang aku baru bisa tidur pukul 2 pagi. Kami sedang berbincang-bincang bersama sembari menunggu giliran dipanggil untuk nyoblos di TPS dekat rumah.

“Eh, memang kenapa, Bu? Tiara biasanya memang tidur jam segitu.”

Bu Broto menghela napasnya.

“Saya habis diganggu kuntilanak,” jawabnya lesu. Aku kaget dan sedikit merinding. Kukira, perumahan kami aman dari nuansa angker-angker semacam itu.

Dengan raut wajah pucat, dia memulai kisahnya, selagi ibuku maju untuk memilih calon presiden pilihannya di bilik suara. Begini ceritanya:

Dua malam yang lalu, Bu Broto dikabari saudaranya yang bernama Pak Kusdi. Katanya, Pak Kusdi sekeluarga akan datang menginap untuk beberapa hari, mengingat TPS mereka untuk ikut pemilu adalah di lingkungan kami. Bu Broto sepakat, lalu menunggu kedatangan Pak Kusdi hingga larut malam.

Karena Pak Kusdi harus bekerja terlebih dulu, perjalanan keluarga mereka dari Jakarta menuju Purbalingga (iya, kami tinggal di sebuah desa di Purbalingga) pun diyakini bakal berakhir cukup malam. Bu Broto tidak merasa masalah dengan itu. Dengan semangat, ia menunggu walau harus sampai pukul 1 pagi.

“Aku sudah sampai di jalan yang banyak gangnya. Bingung harus ke mana,” kata Pak Kusdi saat itu, melalui telepon.

“Tunggu di sana, aku keluar ke pinggir jalan saja, ya,” jawab Bu Broto yang segera mengambil jaket dan mengenakan sandal jepitnya, bersiap keluar menghampiri mobil Pak Kusdi.

Tapi, baru saja Bu Broto membuka pintu rumahnya, ia mendengar sesuatu yang terkikik keras dan mengerikan. Sekelebat, ia bahkan melihat bayangan putih dengan rambut hitam panjang di balik pagar rumahnya yang cukup tinggi.

“KUNTILANAAAAK!!! PAK, PAK, ADA KUNTILANAK!!!” teriak Bu Broto, refleks, sembari masuk ke kamar dan membangunkan suaminya. Karena horor yang datang mendadak akibat diganggu kuntilanak, ia kemudian menelepon Pak Kusdi, lalu menuntunnya sampai ke depan rumah melalui telepon.

Ditemani suaminya, Bu Broto tak lagi mendengar tawa kuntilanak yang mengerikan itu. Untuk sekejap, ia merasa lega dan terbebas dari horor kuntilanak yang entah datang dari mana tadi.

Iklan

Tapi, jangan dikira segalanya berakhir begitu saja. Pagi harinya, setelah azan Subuh berkumandang, Pak Broto, Bu Broto, beserta keluarga Pak Kusdi berbondong-bondong menuju masjid perumahan untuk salat berjamaah. Namanya juga mau ibadah, tentu saja hati Bu Broto tenang, dong; aman, damai, sentosa!

Tapi, tapi, tapi, Bu Broto kini menyebutkan soal pohon besar di gerbang masjid. Biasanya, pohon ini bertindak normal, sebagaimana pohon-pohon biasa pada umumnya. Namun hari itu, sesuatu yang aneh lagi-lagi terjadi.

“Bu Broto… Bu Broto… Hihihi… Bu Broto… Hihihi…”

Suara misterius yang mendayu-dayu pun terdengar dari atas pohon yang besar tadi. Lagi-lagi, sekelebat bayangan putih tadi tertangkap mata Bu Broto. Sontak, dengan mengangkat mukena yang sudah dipakai, ia segera berlari masuk ke dalam masjid sambil menahan teriakannya di dalam hati.

Astaga, batin Bu Broto, orang mau ibadah aja diganggu kuntilanak. Sungguh, ini setan gigih banget, dah, kayak orang lagi nyapres aja! (A/K)

Terakhir diperbarui pada 24 Juni 2019 oleh

Tags: azancerita horordiganggu kuntilanakhantusalat subuh berjamaah
Redaksi

Redaksi

Artikel Terkait

Toko Buah Horor di Sudut Kota Jogja MOJOK.CO
Malam Jumat

Toko Buah Horor di Sudut Kota Jogja: Tentang Sosok Hantu Perempuan yang Muncul dari Tempat yang Tidak Terduga

22 Mei 2025
Asrama Horor di Sudut Magelang MOJOK.CO
Malam Jumat

Asrama Horor di Sudut Magelang: Tentang Bisikan Dingin yang Tidak Terjawab

6 Maret 2025
Horor di Stasiun Tugu Jogja: Semakin Dicari Sisi Logisnya, Semakin Seram Ceritanya.MOJOK.CO
Ragam

Horor di Stasiun Tugu Jogja: Semakin Dicari Sisi Logisnya, Semakin Seram Ceritanya

14 Januari 2025
Sunardi Hilang Diculik Genderuwo MOJOK.CO
Malam Jumat

Sunardi Hilang Diculik Genderuwo

26 Desember 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Nasib selalu kalah kalau adu pencapaian untuk kejar standar sukses keluarga besar. Orientasinya karier mentereng dan gaji besar, usaha dan kerja mati-matian tidak dihargai MOJOK.CO

Nasib Selalu Kalah kalau Adu Pencapaian: Malu Gini-gini Aja, Sialnya Punya Keluarga Bajingan yang Tak Bakal Apresiasi Usaha

14 Maret 2026
Evakuasi WNI saat terjadi konflik luar negeri MOJOK.CO

Saat Terjadi Konflik di Luar Negeri, Evakuasi WNI Tak Sesederhana Asal Pulang ke Negara Asal

16 Maret 2026
Gen Z dapat THR saat Lebaran

3 Cara Gen Z Habiskan THR, padahal Belum Tentu Dikasih dan Jumlahnya Tidak Besar tapi Pasti Dibelanjakan

18 Maret 2026
Suasana Kampung Ramadan Masjid Mlinjon, Klaten. MOJOK.CO

“Jajanan Murah” yang Tak Pernah Surut Pembeli di Kampung Ramadan Masjid Mlinjon Klaten

17 Maret 2026
Ambisi beli mobil pribadi Toyota Avanza di usia 23 biar disegani. Berujung sumpek sendiri karena tetangga di desa cuma bisa iri-dengki dan seenaknya sendiri berekspektasi MOJOK.CO

Ambisi Beli Mobil Avanza di Usia 23 Demi Disegani di Desa, Berujung Sumpek karena Ekspektasi dan Tetangga Iri-Dengki

15 Maret 2026
Orang Minang Merantau ke Jogja: Iman Kuliner Saya Runtuh karena Gula Jawa Membuat Rendang Asli jadi Terasa Asin Saja MOJOK.CO

Orang Minang Merantau ke Jogja: Iman Kuliner Saya Runtuh karena Gula Jawa, Rendang Asli jadi Terasa Asin Saja

13 Maret 2026

Video Terbaru

Dr. Fahruddin Faiz: Sikap Anak Muda Menghadapi Era VUCA

Dr. Fahruddin Faiz: Sikap Anak Muda Menghadapi Era VUCA (Volatility, Uncertainty, Complexity, Ambiguity)

9 Maret 2026
Sunan Geseng: Dari Petani Nira Jadi Wali Utama

Sunan Geseng: Dari Petani Nira Jadi Wali Utama

8 Maret 2026
Merawat Harapan Kopi Robusta Desa Japan: Dari Petik Asalan ke Petik Merah

Merawat Harapan Kopi Robusta Desa Japan: Dari Petik Asalan ke Petik Merah

4 Maret 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.