Harus diakui, #SyiahBukanIslam adalah hestek yang paling barokah dan cerdas yang pernah muncul dalam sejarah media sosial, dan menginspirasi banyak spanduk di pojok-pojok jalan, setidaknya di awal dekade kedua abad ke-21 ini.  Dengan kekuatan yang subhanallah, hestek ini telah menggerakkan umat Islam dan masyarakat umum di seantero Indonesia untuk mempelajari dan memahami Islam secara lebih kaffah.

Hestek ini muncul di berbagai situs Islam barokah yang diblokir oleh Menkominfo. Tega-teganya Menkominfo yang masya Allah itu. Padahal, #SyiahBukanIslam telah mengajak kita untuk bertafakur dan memperjelas identitas keislaman. Juga mengajak kita untuk belajar Islam lebih dalam, bahkan mungkin kedalamannya hanya bisa disandingkan dengan kajian Edi AH Iyubenu yang calon doktor studi Islam.

Sedalam kebencian anak-anak yang sejak dini diberi makanan oleh orang tuanya berupa hestek #SyiahBukanIslam. Atau jangan-jangan jauh lebih dalam? Hestek ini pula yang mengajak umat Islam Indonesia untuk tidak terpengaruh konflik di Yaman. Karena mereka yang diserang itu adalah syiah yang bukan Islam. Sehingga kita di Indonesia sebagai umat Islam tidak perlu membela atau setidaknya bersimpati dan berdoa dengan hestek #SaveYaman atau #SaveHouti. Benar-benar hestek yang subhanallah sekali.

Saya kemudian mencoba merenungkan makna terdalam dari #SyiahBukanIslam. Hasilnya sangat mengejutkan. Mungkin Akhinal Kiram Kak Jonru juga tak akan kalah terkejut membaca perenungan saya ini. Dalam hestek itu, tedrapat dua kata yang dilawankan: syiah dan islam. Saya coba buka kamus Arab-Indonesia al-Munawwir. Di sana tertulis, lema /syî’ah/ berasal dari akar kata /syâ’a/ yang bermakna “tersiar atau terkabarkan.” Lema /syî’ah/ sendiri, oleh KH A. Warson Munawwir dalam kamus tersebut, diberi makna “sekte atau golongan” yang disinonimkan dengan /firqah/. Jadi, golongan atau sekte apa pun bisa disebut sebagai syiah, termasuk The Blues, Aremania, Regu A Cerdas Cermat, Gilda Pemuda Penyayang, hingga Grup Mamah-mamah Muda fansnya Kak Iqbal Aji Daryono.

Lalu apa makna kata islâm? Dalam kamus yang sama, lema /islam/ berakar dari lema /aslama/, yang artinya  “tunduk, patuh, dan menyerah.” Lema /islâm/ sendiri diberi makna “ketundukan, kepatuhan”. Nah, dari sini jelas, bukan? Syiah benar-benar bukan Islam. Saya harus mencetak tebal dua kata ini. Bahwa golongan bukanlah ketundukan. Keduanya adalah hal yang sama sekali berbeda dan tidak ada sangkut-pautnya. Maka, betapa benar hestek #SyiahBukanIslam.

Sekarang kita uji lagi hestek itu dengan merujuk pada pengertian terminologis kajian Islam. Syiah adalah segolongan umat yang menjadi pengikut fanatik Sayyidina Ali bin Abi Thalib KW. Sementara Islam adalah agama yang diturunkan oleh Allah SWT kepada Nabi Muhammad SAW untuk memberikan petunjuk bagi seluruh alam. Maka di sini jelas dan mantap, bahwa syiah bukan Islam. Bahwa segolongan umat pengikut Ali bukanlah agama yang diturunkan Allah kepada Nabi Muhammad. Keduanya jelas-jelas berbeda.

Memang luar biasa hestek #SyiahBukanIslam. Presisi. Hmmm… Oke, oke, lanjut. Bagaimana dengan sunni? Mari kita lacak makna etimologisnya. Dalam kamus al-Munawwir, lema /sunniy/ berakar pada kata /sanna/ yang bermakna “memasangi, menajamkan (mata tombak), menyikat, menggosok, atau menusuk dengan tombak.” Lema lain yang lebih dekat dengan kata sunny adalah /sunnah/ yang bermakna “peri kehidupan, perilaku, jalan, metode, tabiat, atau watak.” Maka…… Iya. Kamu betul. Sunnah bukan Islam. Bahwa perilaku bukanlah ketundukan, tidak setiap perilaku adalah ketundukan.

Lantas bagaimana dengan kata sunniy? Kata sunniy berasal dari kata sunnah yang diberi tambahan ya’ nisbah (semacam atau sebangsa). Sehingga, kata sunny bermakna “sebangsa tradisi atau perilaku tertentu” atau “pelaku tradisi atau perilaku tertentu”. Yup! Sebangsa atau pelaku tradisi bukanlah ketundukan. Lagi-lagi kita pakai cetak tebal.

Nah, dari sini sekarang kita punya hestek baru, #SunniBukanIslam. Sebentar, sebentar… Bagaimana pengertian sunny secara terminologis? Sunniy, atau orang-orangnya disebut ahlussunnah, adalah sebutan bagi mereka yang berpegang teguh pada sunnah atau tradisi Muhammad SAW. Sekali lagi, jelas, bukan? #SunniBukanIslam. Demikianlah, #SyiahBukanIslam, dan #IslamBukanSyiah, sama halnya #SunniBukanIslam, dan #IslamBukanSunny. Pusing, Kak?

  • Egip

    Kak kak, saran dong disetiap artikel yang dipublish tolong di cantumkan penulis artikelnya yak. Ntah itu sekedar artikel guyonan atau memang topik serius, pembaca kan pengen kenal juga siapa penulisnya. Oke oke.

    • Tri Yogi Rizqi

      kan ada tuh penulisnya dibagian bawah artikelnya.

      • Egip

        kemaren editor doang tulisanya

  • Jawad Abdillah

    lema /islam/ berakar dari lema /aslama/, yang artinya “tunduk, patuh, dan menyerah.” Lema /islâm/ sendiri diberi makna “ketundukan, kepatuhan”.
    Jadi menurut bapak tunduk dan patuh kepada siapa?

  • Didin Solehudin

    Mantap. Kalo Kitab ajrumiyah, imriti, alfiyahnya belum khatam ya pusing, Kak !

    • nasrudin

      Iya, kak. Ngaji alfiyah dulu. Eh, Alfiyah masih tinggal di deket situ? hehe

    • Muhamadmidkhol Huda

      Betul2 bhkn perlu balaghoh

  • pusiinnggg kakaaaakkkkk

    • nasrudin

      ngopi dulu kakak…. 🙂

  • Ariespangk

    Syiah bukan Islam,
    Sunni bukan islam,
    so, Syiah adalah Sunni

    hahh..haha..

  • Maaf kak, jadi kakak mendukung kesesatan Syiah?

    • Javad Nur Islami

      Berdasarkan tulisannya sudah jelas opini / argumen penulisnya, Syiah bukan islam dan Sunni bukan islam, islam bukan syiah dan islam bukan sunni hihihi 😀

      Dan terminologi sesat perlu diperjelas lagi dengan cara diatas, lalu disimpulkan,, nambah 5 paragraf lagi 🙂 #mblingerhahaha #justkidding

  • awwlieur

    maaf penulis sunny syiah ini adlah orang goblok dan sesat!!!

  • yaiyalah jelas. kuping bukan kepala. hidung bukan kepala. mata bukan kepala. ngopi sek ben ra edan!

  • sirotobi

    saya bangga jadi atheis. Sometimes lebih baik menjadi seorang atheis tp tidak berbuat jahat,menghujat org lain dibanding punya agama tapi kelakuan lebih kacau.

    • edo

      lah ini lu sedang menghujat..

      • sirotobi

        lu tau arti menghujat ga tong ?

        • Ajis Kewer

          kenapa memilih atheis?

          • Meutia Arianti

            Udah ikhlasin aja… Hehehe, suka-suka Bang Siro lah. 😀

    • dedy hs

      Tuhan itu ada jika anda mampu menciptakan makluk hidup secara langsung silakan jd atheis jika tidak anda sudah buta dengan logika anda sendiru

      • nina sofianti

        tuhan ngasih logika ke manusia biar berpikir logis…mungkin mas sirotobi berpikir dengan logis…kebenaran agama sama keyakinan itu bener salahnya kita nggak tau kan?? kita tau salah benar tentang ketuhanan kalau kita udah mati, beda cerita kalau orang yang udah meninggal bisa ngomong, tuhan ini lhooo yg benar…anak2 indigo nggak semuanya beragama muslim, mereka kemampuan lebih, tapi apa dia membenarkan dan meyalahkan agama lain??? toh artikel ini juga nggak lengkap, bedanya suni sama syiah cuman gitu doang, nggak dijelasin tentang gimana cara mereka beribadah dll, yg jelas mereka punya kesamaan tuhan yang disembah….
        saya muslim, saya ngikutin apa yang saya pegang dari lahir, dan yang diajarkan orangtua saya, beda cerita kalau saya lahir dari keluarga kristen, katolik, pasti saya juga mengikuti apa yang menjadi pegangan keluarga saya.beda cerita lagi kalau keluarga saya menyuruh saya “terserah” mau belajar agama apa, mau percaya sama tuhan yang mana…
        yang miris lagi, banyaknya aliran dari setiap agama nggak cuman islam aja, dan masing2 merasa benar dengan keyakinan mereka, kemudian mengkafirkan aliran agama yang lain….makin bingung kaan??

    • Ini Iili

      anda ngga punya pegangan

    • Ariaditya Soedarsono

      Ya kadang saya iri dengan yang atheis. Kalian tidak akan punya konflik2 konyol seperti ini.

  • Tatag Rekhothotomo Susanto

    Ramutu ah,, asyem malah melu moco. Menyesal aku membaca artikel ini. Dan lebih saya sesalkan ono wong islam sing nalare koyo sampeyan(sing nulis artikel). Sampeyan ki dadi uwong yakin ra mutu #menurutku. Aku koment ngene iki yo gak ono gunane seperti halnya uthekmu sing blas gak ono gunane. Gelot yo su..?wani pora? Nek aku ra wani.

    • Ini Iili

      setuju

  • Saman Semaun

    ijinkan saya nambah hashtag #katolikbukanIslam

  • Ini Iili

    Perlu saya jelaskan, sebelum arab spring mucul tidak ada berita orang sunni mengkafirkan shia. Kenapa karena shia bukan aliran sesat.

    Sama seperti sunni, shia juga punya oknun yang membuat fitna and fassad. Kenapa kita harus dipusingkan dengan ulah oknum, kenapa kita tidak langsung mencari kebenaran saja? Kenapa kita harus mempercayai artikel yang engga jelas kebenarannya.

    Bagi kalian yang haus kebenaran, saya punya solusi, kalian tidak perlu datang ke iran, kalian tinggal download irangate tv di google app. Dan lihatlah

    • tuyul semu

      coba lihat sejarah usmani-syafawi dan pemaksaan perubahan mazhab di iran

  • Teguh Erasandila

    Yang nulis artikel ini pasti orang wahabi
    Goblokk….gak tau riwayat rashulullah
    Bikin berita asal jeplakkk….
    andalah yg sbnarnya bukan orng islam,,,krna dgn beredarnya artikel ini ada jlas akn mngadu domba orng islm baik dari kalngan ali ,abubakar atau usman

    • JBT48

      Mas Teguh yang baik, hubungannya dengan riwayat Rasul apa mas 🙂 Orang perpecahannya baru mulai setelah Rasul wafat…

  • Giri Samudra

    diriwayatkan Abu Hurairah dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

    إِنَّ الدِّينَ يُسْرٌ ، وَلَنْ يُشَادَّ الدِّينَ أَحَدٌ إِلاَّ غَلَبَهُ ، فَسَدِّدُوا وَقَارِبُوا وَأَبْشِرُوا ، وَاسْتَعِينُوا بِالْغَدْوَةِ وَالرَّوْحَةِ وَشَىْءٍ مِنَ الدُّلْجَةِ

    “Sesungguhnya agama itu mudah, dan sekali-kali tidaklah seseorang memperberat agama melainkan akan dikalahkan, dan (dalam beramal) hendaklah pertengahan (yaitu tidak melebihi dan tidak mengurangi), bergembiralah kalian, serta mohonlah pertolongan (didalam ketaatan kepada Allah) dengan amal-amal kalian pada waktu kalian bersemangat dan giat”.

    Islam itu memang bukan Sunni bukan juga Syiah, bukan juga NU atau muhamadiah, ataupun yang lain2nya. Islam itu adalah Quran dan Sunnah. Tidak lebih dan tidak kurang. Sunni yg menyalahi Quran dan Sunnah bukanlah Islam, begitupula Syiah yang menyalahi Quran dan Sunnah bukanlah Islam.

    Tinggal dipelajari dasar2 Sunni dan Syiah, mana yang lebih sesuai dengan Quran dan Sunnah, maka itulah yg benar.

  • blackdeveldroid coki

    ya nisbah “semacam.semodel” , nahwu sharafnya bagus ya, belajar sendiri or ? he he

No more articles