Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Urban

Pekerja Jakarta, Rumah di Bekasi: Dituntut Kerja dan Pulang ke Rumah sampai Nyaris “Mati” karena Tumbang Mental dan Fisik

Shofiatunnisa Azizah oleh Shofiatunnisa Azizah
19 Maret 2026
A A
Hidup mati pekerja Jakarta harus tetap masuk, menerjang arus dari Bekasi

Ilustrasi - Bekerja di Jakarta (Mojok.co/Ega Fansuri)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Mencari jalan keluar sementara dengan ngekos di dekat kantor

Akhirnya, Raya memutuskan untuk mengeluarkan biaya lebih dengan menyewa kos-kosan di dekat kantornya, wilayah Jakarta Barat. Ia menyisihkan sekitar Rp1,5 juta untuk kos-kosan standar di Jakarta dari gajinya yang tidak terlalu jauh dari Upah Minimum Provinsi (UMP) Jakarta, sekitar Rp6 juta.

Artinya, seperempat dari gaji Raya sudah habis digelontorkan untuk biaya tempat tinggal.

Namun ternyata, keputusan untuk kos tidak menjadi jalan keluar seutuhnya. Raya menemui dirinya dalam masalah dengan negosiasi bahwa akan pulang setiap akhir pekan, padahal pekerjaan menuntutnya untuk siap sedia hampir setiap hari.

Hal itu berarti, Raya tetap membawa pulang pekerjaannya pada hari libur.

“Kerjaan ini dibawa pulang sampai Sabtu Minggu,” katanya.

“Walau tipis-tipis, ya masih kerja,” tambah Raya.

Dengan ponsel kantor yang dikantonginya, Raya seakan dibayar untuk stand by setiap saat kalau sewaktu-waktu (hampir setiap waktu) ada kebutuhan pekerjaan. Kebebasan Raya juga ditukar saat dia menerima ponsel kantor itu, untuk mendedikasikan hidup dan mati hanya untuk memantau pekerjaannya.

Beban kerja di Jakarta tidak masuk akal

Setelah solusi sementara gagal, Raya menyadari bahwa permasalahannya tidak hanya terletak pada jarak tempat tinggal dan tempat kerja. Ia diam-diam mengakui, beban kerjanya yang menjadi sumber permasalahan.

Namun dalam hal ini, Raya yang tergolong fresh graduate saat itu seolah-olah dibutakan keyakinan bahwa pekerjaannya tidak bermasalah. Banyak orang yang kesulitan mencari kerja di luar sana sehingga ia berusaha menerimanya begitu saja.

“Aku berusaha memahami dunia kerja seperti apa,” kata Raya mengakui.

Sayangnya, setiap kali ia berusaha belajar, ia akan dirotasi ke peran lain yang mengharuskannya mengulangi dari nol. Dengan beban kerja yang tidak berkurang. “Terus, setelah 2 bulan kerja dimutasi ke role lain. Jadi, harus belajar dari 0 lagi.”

Menurutnya, pekerjaan di industri kreatif ini bukan hanya melelahkan. Raya merasa diberikan beban ganda akan pekerjaan dan keharusan menjadi anak dengan pulang, padahal kembali diingatkan soal pekerjaan yang harus diselesaikan di mana pun ia berada.

Belum lagi, pekerjaannya menuntut Raya untuk banyak menginisiasi dan mengeksekusi ide kreatif. Tanpa disadarinya, ia merasa diperas secara mental dan fisik untuk dapat menjalankan pekerjaannya dengan baik.

“Kerjaan ini tuh juga shooting sana sini. Jadi, nggak cuma capek di jalan, tapi capek shooting juga,” kata dia.

Iklan

Meskipun demikian, Raya mencoba untuk tetap menjalaninya sampai kondisi fisiknya terasa semakin berbeda. Ia jatuh sakit dalam kondisi yang belum pernah dialaminya. Tubuhnya lemas, serta jadwal menstruasinya semakin tidak teratur.

Setelah diperiksakan, Raya didiagnosis kelebihan hormon akibat stres dan kelelahan. Tidak pulang ke rumah untuk koos yang diperkirakan menjadi solusi permasalahan jarak tidak benar-benar membuahkan hasil. Beberapa tahun mencoba menjalani kegiatannya pun, Raya berakhir memutuskan untuk mengundurkan diri demi kesehatan mental dan fisik, serta mencari kesempatan yang lebih baik.

Penulis: Shofiatunnisa Azizah

Editor: Ahmad Effendi

BACA JUGA: Sebagai Pekerja Jakarta yang Terbiasa Kerja “Sat Set”, Saya Nggak Nyaman dengan Etos Orang Jogja yang Terlalu Santai dan artikel liputan Mojok lainnya di rubrik Liputan

Halaman 2 dari 2
Prev12

Terakhir diperbarui pada 19 Maret 2026 oleh

Tags: bekerja di jakartaburuh jakartagaji pekerja jakartainfo loker jakartakerja di jakartalowongan kerja di jakartaorang bekasi kerja di jakartapekerja jakartapekerja jakarta rumah bekasitekanan kerja jakarta
Shofiatunnisa Azizah

Shofiatunnisa Azizah

Artikel Terkait

Pekerja Jakarta resign setelah terima THR dan libur Lebaran
Urban

Pekerja Jakarta Resign Pasca-THR Bukan karena Gaji, tapi Muak dan Mati Rasa akibat Karier Mandek dan Rekan Kerja “Toxic”

30 Maret 2026
Diledek ibu karena merantau dari Jakarta ke Jogja. MOJOK.CO
Urban

Pekerja Jogja Pulang ke Jakarta setelah Sekian Lama, malah Diledek Ibu Saat Kumpul Keluarga karena Tak Bisa Sukses seperti Saudara Lainnya

29 Maret 2026
Pekerja Jakarta WFH demi hemat BBM
Urban

Wacana WFH 1 Hari: Kesempatan Pekerja Kantoran Jakarta “Multitasking” dan Kabur WFC, padahal Tak Boleh Keluar Rumah

25 Maret 2026
Derita Pekerja Jogja Pindah Jakarta: Gaji Lebih Mending, tapi Semua Serba Cepat dan Nggak Pakai Hati Mojok.co
Pojokan

Derita Pekerja Jogja Pindah Jakarta: Gaji Lebih Tinggi, tapi Semua Serba Cepat dan Nggak Pakai Hati

25 Maret 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Anak PNS kuliah di PTN top seperti UGM masih menderita karena UKT nggak masuk akal

Derita Jadi Anak PNS: Baru Bahagia Diterima PTN Top, Malah “Disiksa” Beban UKT Tertinggi Selama Kuliah padahal Total Penghasilan Orang Tua Tak Seberapa

4 April 2026
KA Eksekutif, Kereta eksekutif KAI Jogja ke Jakarta nggak nyaman. MOJOK.CO

Penyesalan Penumpang Kereta Eksekutif: Bayar Mahal untuk Layanan Mewah, Malah Lebih Nyaman Pakai Kereta Gaya Lama

31 Maret 2026
Ribetnya lolos seleksi CPNS dan jadi PNS/ASN di desa: dibayangi standar hidup sukses yang merepotkan MOJOK.CO

Derita Jadi PNS atau ASN di Desa: Awalnya Bisa Sombong Status Sosial, Tapi Berujung Ribet karena “Diporoti” dan Dikira Bisa Jadi Ordal

1 April 2026
Kereta eksekutif murah selamatkan saya dari neraka kereta ekonomi. MOJOK.CO

Penyesalan Kaum Mendang-mending yang Dilema Pakai Kereta Eksekutif hingga Memutuskan Tobat dari Kondisi “Neraka” Kereta Ekonomi

1 April 2026
anak kos ketakutan pasang gas di jogja. MOJOK.CO

Dilema Anak Kos yang Kerja di Jogja: Mau Irit dan Mandiri tapi Takut Mati Konyol Gara-gara Cerita Seram Ibu Kos soal “Tragedi Gas Melon”

2 April 2026
Niat MBG Itu Mulia: Cerita Guru Wali Kelas yang Harus Memastikan Siswa Mau Mencoba Menghabiskan Makanannya MOJOK.CO

Niat MBG Itu Mulia: Cerita Guru Wali Kelas yang Harus Memastikan Siswa Mau Menghabiskan Makanannya

1 April 2026

Video Terbaru

Parijoto Muria: Dari Buah Mitologi, Jadi Sumber Hidup Warga Lereng Gunung

Parijoto Muria: Dari Buah Mitologi, Jadi Sumber Hidup Warga Lereng Gunung

2 April 2026
Di Tengah Ribuan Kedai Kopi, Personal Branding dan Konsistensi Lebih Penting daripada Terlihat Keren

Di Tengah Ribuan Kedai Kopi, Personal Branding dan Konsistensi Lebih Penting daripada Terlihat Keren

31 Maret 2026
Serat Centhini dan Asal Usul Jamus Kalimasada dalam Tradisi Jawa

Serat Centhini dan Asal Usul Jamus Kalimasada dalam Tradisi Jawa

29 Maret 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.