Modal Ijazah SMK dan Pengalaman Tak Nyerah Cari Kerja demi Orang Tua, Meski Sering Terima “Penolakan” karena Fisik

Ilustrasi - Pemuda lulusan SMK tidak menyerah mencari kerja dengan modal ijazah SMK demi orang tua. (Ega Fansuri/Mojok.co)

Bermodal ijazah SMK, seorang pemuda asal Moyudan, Sleman, tidak putus asa mencari kerja, meski kerap berakhir kecewa. Semua dilakukan demi orang tua. Hanya saja, yang ia hadapi di bursa kerja tidak semata perkara statusnya sebagai lulusan SMK, tapi juga dengan cara perusahaan memandang fisiknya. 

***

Dengan langkah kaki terbata, Nurul Mustaqim mengunjungi stand-stand perusahaan penyedia kerja dalam Job Fair 2026 di Auditorium LPP Agro Nusantara, Kota Jogja, Rabu (15/7/2026) siang. 

Usai berkeliling, ia lantas duduk menyendiri di depan pintu auditorium. Mengambil napas sejenak sebelum pulang menyibak terik panas Kota Jogja. 

Mencari kepastian usai wawancara kerja “diabaikan”

Hari itu bukan kali pertama Nuru, sapaan akrabnya, menenteng berkas lamaran kerja—berisi ijazah SMK dan CV pengalaman kerjanya—ke Job Fair. Sudah beberapa kali. Hanya saja memang sejauh ini belum membuahkan hasil. 

“Kalau hari ini aku mau cari kepastian dan penjelasan dari salah satu perusahaan,” ujarnya saat saya ajak berbincang di sela waktunya. 

Sebelumnya, lulusan SMK jurusan otomotif tersebut pernah memasukkan lamaran kerja di sebuah perusahaan yang kebetulan juga membuka stand di Job Fair Kota Jogja 2026. Ia mengaku sudah sampai tahap interview untuk posisi Teleperformance

Hanya saja, setelah itu, berhari-hari ia tidak kunjung dapat tindak lanjut: ditolak atau diterima. Karena sudah sejauh itu—sudah sampai tahap wawancara kerja—juga karena sudah beberapa kali ditolak bahkan sebelum wawancara, Nurul pun penasaran untuk mencari tahu jawabannya. 

“Tadi bilangnya mau dicek lagi. Ya berharap ada kejelasan, Mas, karena sudah lama menganggur, saya butuh kerjaan,” ungkap Nurul. 

Para job seeker yang mencari peruntungan di Job Fair Kota Jogja 2026, dari lulusan SMA SMK hingga modal ijazah S1 MOJOK.CO
Para job seeker yang mencari peruntungan di Job Fair Kota Jogja 2026, dari lulusan SMA SMK hingga modal ijazah S1. (Aly Reza/Mojok.co)

Nasib berubah usai PHK, tak kunjung dapat kerjaan dengan modal ijazah SMK

Nurul lulusan SMK pada tahun 2018. Meski dari jurusan otomotif, setelah lulus itu ia justru pernah diterima kerja sebagai waiters di sebuah kedai kopi. 

“Karena kedai kopinya buka lowongan untuk difabel, jadi saya kerja di sana,” jelas Nurul. 

Nurul memang penyandang disabilitas. Kedua kakinya membengkok ke dalam. Katanya, ketika masih bayi, ada kesalahan urut sehingga membuat kakinya menjadi seperti itu. 

Nurul sebenarnya sudah berdamai dengan kondisinya. Apalagi, orang tua dan lingkungan sekitarnya tidak memandangnya berbeda. Bahkan ia menuntaskan SMK di SMK umum—bukan Sekolah Luar Biasa (SLB). 

Nurul Mustaqim, tidak menyerah mencari kerja dengan modal sebagai lulusan SMK (modal ijazah SMK). (Aly Reza/Mojok.co)

Dari kedai kopi, dengan modal ijazah SMK, pada 2019 Nurul diterima kerja di salah satu marketplace dengan posisi sebagai Email Service. Pekerjaan itu ia jalani hingga 2025. 

“Tahun 2025 itu aku kena PHK. Sejak saat itu, sampai sekarang, belum dapat kerja lagi. Masih cari-cari,” ujarnya lirih. 

Bagi Nurul, momen PHK tersebut memang menjadi semacam petaka baginya. Sebab, hari-hari setelahnya terasa selalu membentur jalan buntu. Dengan tidak ada panggilan dari lamaran kerja yang ia kirim, ia merasa seperti tidak banyak pilihan bagi lulusan SMK sekaligus penyandang disabilitas sepertinya. 

Penyakit bawaan tanpa pengobatan yang jadi kendala

Nurul mengaku sempat diterima kerja di sebuah pabrik rokok. Hanya saja ia hanya bertahan selama satu bulan di sana. 

“Saya nggak kuat, batuk-batuk,” kata Nurul. 

Selain kondisi kaki, Nurul mengaku juga punya penyakit jantung bawaan. Nurul tidak bisa mendefinisikan jenis penyakit tersebut. 

Yang ia tahu, penyakit itu melekat di tubuhnya setelah ia mengalami demam tinggi. Katanya tidak ada pengobatan yang bisa ditempuh untuk menyembuhkan. Hanya bisa pasrah saja. 

Tidak dimungkiri, kondisi fisik Nurul (kaki dan riwayat jantungnya) tersebut, sedikit/banyak memicu overthinking: jangan-jangan menjadi salah satu kendala kenapa ia sukar mendapat pekerjaan. Bukan semata karena ia hanya lulusan sekolah menengah (modal ijazah SMK) saja. 

Karena kalau bicara riwayat pekerjaan, Nurul sudah mengantongi pengalaman cukup panjang, terutama di bidang online/digital service. Meski ada perusahaan yang membawa narasi inklusif, tapi tetap saja menembusnya ternyata tidak mudah. 

Para job seeker yang mencari peruntungan di Job Fair Kota Jogja 2026, dari lulusan SMA SMK hingga modal ijazah S1. (Aly Reza/Mojok.co)

Tak menyerah cari kerja modal ijazah SMK demi orang tua 

Nurul sebenarnya merasa bersyukur karena punya orang tua yang tidak banyak menuntut. 

“Beberapa kali ikut Job Fair, kalau hasilnya belum sesuai, orang tua selalu bilang, ‘Nggak apa-apa, berarti belum rezekinya, berarti suruh di rumah dulu.’ Karena kan memang sudah sejak 2018-2025 saya sudah kerja, lebih banyak di luar rumah ketimbang di rumah,” tuturnya. 

Kalimat orang tua Nurul di satu sisi memang melegakan Nurul. Namun, karena tidak kunjung mendapat pekerjaan, lulusan SMK itu lama-lama kepikiran: ada perasaan ganjel dan tidak enak sebagai laki-laki yang menganggur. Apalagi ia punya motivasi besar untuk membantu ekonomi orang tua. 

Para jobseeker mencari informasi kerja di stand-stand Job Fair Kota Jogja 2026. (Aly Reza/Mojok.co)

“Bapak saya kerja di peternakan orang. Kalau ibu menjahit. Jadi semasa belum dapat kerjaan lagi ini, saya ya bantu-bantu saja di rumah. Bantu bersih-bersih rumah dan lain-lain,” sambung Nurul. 

Nurul tidak mau berhenti dan putus asa begitu saja. Ia masih akan terus mencari pekerjaan sampai dapat. Berbekal ijazah SMK, pengalaman yang ia punya, dan terutama bekal doa dari sang ibu. 

“Setiap mau berangkat cari kerja, misalnya ke job fair seperti ini, saya pasti salim dan minta doa ke ibu. Saya percaya kekuatan doa ibu,” tutupnya. 

Penulis: Muchamad Aly Reza

Editor: Ahmad Effendi

BACA JUGA: Cerita Bapak Dulu Bahagia Antar Anak Wisuda Sarjana, Kini Nelangsa Antar Cari Kerja Pakai Ijazah SMA karena S1 Tak Guna atau liputan Mojok lainnya di rubrik Liputan

 

Exit mobile version