Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Urban

Punya 30 Kamar Kost Putri Ternyata Tidak Seindah yang Dibayangkan

Janu Wisnanto oleh Janu Wisnanto
19 Agustus 2026
A A
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Menjadi juragan kost putri tentu adalah impian yang diidam-idamkan oleh banyak orang. Juga oleh kawan saya, Lutvi (29) yang oleh orang tuanya dianugerahi kost putri sebanyak 30 kamar kost di daerah Gamping, Sleman.

Jangan lihat dari potensi pemasukan karena cari penghuni tidak mudah

Bagi orang seumuran kami, tentu menjadi juragan kost adalah mimpi yang terang benderang. Namun tidak bagi pemuda lulusan Ekonomi Syariah UIN Sunan Kalijaga tersebut, ia membantah bahwa menjadi juragan kost putri tidak selamanya enak dan menyenangkan.

Iklan

“Kalian melihatnya karena hanya menghitung dari jumlah pemasukannya saja, ya gendeng kalo jadi aku,” ujarnya.

Dalam bayangan, kita melihat bisnis kost sebagai investasi yang sederhana. Bangun kamar, cari penghuni, lalu setiap bulan tinggal menunggu uang sewa masuk. 

Kalau semua kamar penuh, hitungannya memang terlihat menggiurkan. Tapi kenyataannya tidak sesederhana menghitung pemasukan dikurangi pengeluaran.

Ada kamar kosong berbulan-bulan. Ada modal miliaran rupiah yang harus terus berputar. Ada harga tanah di Gamping yang terus naik. 

Dan, yang paling tidak terlihat dalam kalkulasi bisnis, ada sekitar 30 mahasiswi yang menjadi tanggung jawabnya. 

Persaingan usaha kost putri di Gamping membuat mencari penghuni tidak selalu mudah. Ketika satu kamar kosong, pemasukan otomatis berhenti. 

Jika kekosongan berlangsung berbulan-bulan, kerugiannya bukan lagi sekadar angka kecil.

Repotnya mengelola kost putri yang jarang dibicarakan

Sebagian besar penghuni kost putri yang Lutvi kelola adalah mahasiswi. Artinya orang tua mereka tidak hanya membayar kamar sewa, namun juga menitipkan anak mereka kepada pengelola.

Tanggung jawab itu berlaku 24 jam dan tidak mengenal jam kerja. Ia bercerita pernah mengantar salah satu penghuni kost ke rumah sakit sekira pukul tiga dini hari. 

Pada saat seperti itu, statusnya sebagai pengelola kost putri juga merangkap menjadi ambulans dadakan yang siap sedia ketika dibutuhkan. 

Bayangkan mengelola sekitar 30 anak muda yang memiliki masalah berbeda-beda. Ada yang sakit, ada yang sedang punya persoalan dengan teman sekamar, ada yang berselisih dengan penghuni lain, dan ada pula yang sedang menghadapi masalah pribadi.  

Ketika penghuni kost putri bertengkar atau berbeda pendapat, pengelola biasanya hanya bisa menjadi penengah.

“Sebagai pengelola tugas kita ya menengahi saja,” ujarnya.

Tidak semua masalah bisa diselesaikan dengan aturan tertulis di papan pengumuman kost.

Tidak semua kost  itu lebih bersih

Ada pula anggapan bahwa kost putri pasti lebih bersih dan rapi dibandingkan kost putra.

Pengalaman selama mengelola puluhan penghuni membuatnya tidak sepenuhnya percaya pada anggapan tersebut.

Iklan

Menurutnya, penghuni putri juga memiliki kebiasaan masing-masing. Ada yang rajin menjaga kebersihan, tetapi ada pula yang sama saja dengan penghuni kost pada umumnya.

Pada akhirnya, kebersihan lebih banyak ditentukan oleh orangnya, bukan hanya perkara jenis kost putra atau kost putri. 

Bagian paling berat dari pekerjaannya justru datang dari persoalan yang tidak terlihat.

Ia beberapa kali melihat penghuni yang sedang berada dalam tekanan karena kuliah. Jadwal perkuliahan yang padat, ditambah kegiatan PKL, bisa membuat sebagian mahasiswa merasa kewalahan.

Tekanan dari keluarga juga terkadang memperberat keadaan. Ada penghuni kost putri yang merasa dirinya hanya menjadi beban orang tua. Perasaan tersebut bahkan pernah mereka ungkapkan melalui unggahan di media sosial.

Menurut pengamatannya, sebagian penghuni juga mengalami kecemasan yang berkaitan dengan persoalan masa lalu dan tekanan yang sedang mereka hadapi.

Di titik itu, pengelola kost kembali berhadapan dengan batas perannya sendiri. Ia bukan orang tua. Bukan pula psikolog.

Tetapi ketika seorang anak yang dititipkan kepadanya sedang berada dalam kondisi sulit, rasanya juga tidak mungkin sekadar berkata, “Yang penting bayar kost tepat waktu.”

Mungkin itulah bagian yang jarang diketahui orang dari investasi kost putri 30 kamar yang memang menggiurkan namun ternyata juga menyimpan kerepotannya sendiri. 

Penulis: Janu Wisnanto
Editor: Muchamad Aly Reza

BACA JUGA: Cerita Mahasiswa Muslim Tinggal di Kos Penjual Masakan Babi di Mrican Jogja, Nyaman tapi Overthinking saat Ibu Kos Bagi-bagi Makanan atau liputan Mojok lainnya di rubrik Liputan 

Terakhir diperbarui pada 19 Agustus 2026 oleh

Tags: bisnis kostbisnis propertigampinginvestasi kostkost putrimahasiswipengelola kostsleman
Janu Wisnanto

Janu Wisnanto

Mahasiswa Sastra Indonesia UNY. Tinggal di Sleman.

Artikel Terkait

Dinas Pendidikan Kabupaten Sleman meluncurkan aplikasi Gandheng ATS untuk atasi masalah anak putus sekolah MOJOK.CO

Sleman Punya Aplikasi Pencegahan Dini Anak Tidak Sekolah

5 Agustus 2026
Bupati Sleman, Harda Kiswaya, menyerahkan hibah daerah ke ormas, tempat ibadah, dan para seniman MOJOK.CO

Hibah Pemkab Sleman untuk Ormas, Tempat Ibadah, dan Seniman: Serahkan Ratusan-Miliaran Juta untuk Dioptimalkan

10 Juli 2026
Konten “Ke Jogja tapi Nggak Ke Malioboro” Adalah Kabar Baik MOJOK.CO

Konten “Ke Jogja tapi Nggak Ke Malioboro” Adalah Kabar Baik, Membuat Derak Roda Ekonomi Bergerak ke Seluruh Pelosok DIY

26 April 2026
Naik Travel dari Jogja ke Surabaya Penuh Derita, Nyawa Terancam (Unsplash)

Naik Travel dari Jogja ke Surabaya, Niatnya Ingin Tenang Berakhir Penuh Derita dan Nyawa Terancam

13 Maret 2026
Anak rantau di Jogja pilih jadi marbot. MOJOK.CO

Derita Anak Rantau di Jogja: Sulit Cari Kos Murah, Nyaris Terjebak Dunia Gelap, hingga Temukan “Berkah” di Masjid

6 Maret 2026
Gamplong Studio Alam, Tempat Wisata Sleman yang Unik, tapi Nggak Perlu Diulang Dua Kali Mojok.co

Gamplong Studio Alam, Tempat Wisata Sleman yang Unik, tapi Nggak Perlu Diulang Dua Kali

27 Februari 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Makrab, Budaya senioritas dan bullying di kampus.MOJOK.CO

Setelah 4 Kali Ikut Makrab di Kampus, Saya Percaya Budaya Ini Lebih Baik Dihapus Saja: Bukan Bikin Akrab, Malah Meruncingkan Konflik “Senior” dan “Junior”

13 Agustus 2026
Saat adik saya jadi korban bullying (perundungan) di sekolah, pihak guru malah menganggapnya masalah biasa MOJOK.CO

Melabrak Guru usai Adik Jadi Korban Bullying di Sekolah hingga Cedera: Saya Justru Menerima Jawaban Memuakkan

18 Agustus 2026
Honda Beat adalah motor paling boring di indonesia

Honda Beat adalah motor paling boring di indonesia tapi justru karena itu saya sayang banget sama motor ini

18 Agustus 2026
Pesan veteran Indonesia di momen kemerdekaan. MOJOK.CO

Dari Veteran Indonesia ke Generasi Muda yang Pesimis Rayakan Kemerdekaan: Bacalah Buku Sejarah!

19 Agustus 2026
Lulus S3 dan Jadi Peneliti, Hidup Saya Malah Bergantung pada Honor Riset yang Tak Kunjung Cair MOJOK.CO

Lulus S3 dan Jadi Peneliti, Hidup Saya Malah Bergantung pada Honor Riset yang Tak Kunjung Cair

19 Agustus 2026
fisiologi pohon, walhi kerusakan lingkungan mojok.co

Hadapi Krisis Iklim, Ilmu Fisiologi Pohon Jadi Kunci Selamatkan 12 Juta Hektare Lahan Kritis

13 Agustus 2026

Video Terbaru

Di Balik Panggung "Sebat Dulu Live on Stage": Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

Di Balik Panggung “Sebat Dulu Live on Stage”: Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

23 Juni 2026
Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026
Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.