Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Urban

Blok M, Tempat Pelarian Pekerja Jakarta Gaji Pas-pasan, Tapi Bisa Bantu Menahan Diri dari Resign

Shofiatunnisa Azizah oleh Shofiatunnisa Azizah
5 Februari 2026
A A
blok m jakarta selatan.mojok.co

Ilustrasi - Blok M, Tempat Pelarian Pekerja Jakarta Gaji Pas-pasan, Tapi Bisa Bantu Menahan Diri dari Resign (Mojok.co/Ega Fansuri)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Selalu ada yang baru di Blok M, Jakarta Selatan. Bukan cuma baru, ia juga selalu berjalan beriringan dengan viralitas. Alhasil, pengunjung harus mengantre panjang selama berjam-jam.

“Ini, aku bahkan dapat 60 waiting list!” kata seorang teman yang bercerita mengenai keharusan menunggu untuk dapat masuk ke restoran Jepang baru yang ramai di Blok M, Kamis (5/2/2026).  

Menunggu sampai 60 orang untuk dapat menduduki satu kursi dan merasakan makanan Jepang saja sudah cukup aneh. Tapi, lebih mengganjal ketika kata-kata itu diucapkan dengan riang gembira. Seakan-akan, inilah kebahagiaan yang dinanti-nantinya, meskipun harus menunggu.

Padahal, antrean itu mengambil waktu panjang setelah satu hari menghadapi pekerjaan yang melelahkan. Tapi, baginya, yang telah bekerja seharian penuh, mengunjungi Blok M untuk makanan viral rupanya menjadi sebuah oase.

Blok M menenangkan pekerja yang dizalimi bos

Namanya Alifah (26) yang bekerja di salah satu kantor bilangan Jakarta Selatan. Untuk dapat mencapai Blok M, Alifah harus melalui dua stasiun MRT: Haji Nawi dan Blok A sejauh 2,6 kilometer. Cukup dekat sebenarnya, kalau tidak mengingat jarak pulangnya yang harus kembali ke Depok menempuh 9 kali perjalanan lebih jauh.

Namun jarak pulang bukan persoalan. Selama mencapai Blok M lebih dulu, Alifah mengakui, tempat yang berlokasi di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, itu sudah menenangkan harinya yang runyam.

“Di kantor ada banyak yang harus dihadapi,” kata Alifah menggambarkan garis besar harinya sebagai pekerja kantoran.

Atasan yang “zalim” membuat Alifah harus menghadapi kegiatan kantor yang tidak mudah. Baginya, bekerja sehari-hari seakan menjadi urusan bertahan hidup. Selalu ada kejutan tak terduga yang membuatnya harus menyalakan survival mode, tapi nggak selalu berjalan dengan lancar.

Ada kalanya, Alifah harus mengantongi pekerjaan tambahan. Dibawa pulang. Padahal, jam kerjanya sudah berakhir pada pukul 5 sore–atau setidaknya begitulah yang tertulis di atas kontrak kerja.

“Ya, makanya sepulang kantor, aku langsung ke Blok M. Jam 5 itu biasanya,” kata Alifah.

Menyaksikan Blok M jadi tempat pelarian pekerja

Memilih langsung pergi ke Blok M alih-alih pulang, Alifah mencoba menjelaskan alasannya dengan menyebutkan berbagai tempat yang dikunjunginya. Makanan, makanan, dan makanan, hampir seluruhnya.

“Mungkin aku suka Blok M hanya karena banyak pilihan makanan, semua yang aku mau ada. Dari nasi padang sampai matcha dan es krim,” kata Alifah.

Tapi mengurutkan makanan-makanan yang disukainya, Alifah menyadari bahwa makanan itu bahkan bisa didapatkan di mana saja, tidak hanya Blok M. Sepanjang jalan kepulangannya menuju rumah, Alifah yang berkendara pribadi juga dapat singgah untuk membeli langsung.

“Oh, mungkin Blok M sebetulnya jadi pelarianku sebagai tempat yang nyaman setelah kerja,” akunya.

Iklan

Di Blok M, Alifah tidak hanya bisa menemukan berbagai makanan yang disukainya. Ada pekerja-pekerja yang juga menomorduakan lelah mereka, sama-sama membanjiri selepas jam kerja. Juga, ruang terbuka yang membebaskan Alifah dari jeratan pekerjaan, meskipun tidak sepenuhnya. 

Baca halaman selanjutnya…

Menikmati hidup dengan gaji pas-pasan

Halaman 1 dari 2
12Next

Terakhir diperbarui pada 6 Februari 2026 oleh

Tags: Blok Mgaji pekerja jakartajakarta selatanJakselkuliner blok mpekerja jakartapekerja miskinpilihan redaksi
Shofiatunnisa Azizah

Shofiatunnisa Azizah

Artikel Terkait

Makan bersama sia-sia: niat kumpul keluarga, tapi bikin ortu kesepian karena anak-anak sibuk main hp sampai tak nyahut saat diajak bicara MOJOK.CO
Sehari-hari

Kumpul Keluarga Justru bikin Ortu Makin Kesepian dan Terabaikan, Anak Sibuk sama HP dan Tak Saling Bicara

25 Februari 2026
KIP Kuliah.MOJOK.CO
Edumojok

Mahasiswa KIP Kuliah Ikut Dihujat Imbas “Oknum” yang Foya-Foya Pakai Duit Beasiswa, Padahal Beneran Hidup Susah hingga Rela Makan Sampah di Kos

25 Februari 2026
Perempuan Jawa Timur kerja di luar negeri rata-rata menjadi ART dan perawat lansia (Caregiver) di Taiwan karena mudah dan gaji besar MOJOK.CO
Urban

Susah Payah Kerja di Taiwan: Gaji Rp13 Juta tapi Hampir Gila, Keluarga Tak Pernah Peduli Kabar tapi Cuma Peras Uang

24 Februari 2026
Bertahun-tahun Jadi User Motor Matic, Memilih Beralih ke Honda Revo yang Nggak “Good Looking” demi Selamatkan Dompet dan Nyawa MOJOK.CO
Sehari-hari

Bertahun-tahun Jadi User Motor Matic, Memilih Beralih ke Honda Revo yang Nggak “Good Looking” demi Selamatkan Dompet dan Nyawa

24 Februari 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Muhammadiyah selamatkan saya dari tabiat buruk orang NU. MOJOK.CO

Saya Bukan Muhammadiyah atau NU, tapi Pilih Tinggal di Lingkungan Ormas Bercorak Biru agar Terhindar dari Tetangga Toxic

25 Februari 2026
Kuliah online di universitas terbuka: meski tak ngampus tapi dirancang serius untuk mudahkan mahasiswa, meski diserang hacker MOJOK.CO

Kuliah Online di Universitas Terbuka (UT): Meski Tak Ngampus tapi Tak Asal-asalan, Sering Diserang Hacker tapi Tak Mempan

23 Februari 2026
Zine Subversif: Ar Risalah dan Masjid yang Pernah Ditakuti Negara

Zine Subversif: Ar Risalah dan Masjid yang Pernah Ditakuti Negara

21 Februari 2026
Minyak Jelantah Warga Jogja Kini Dibeli Pertamina Rp5.500 Per Liter, Cek 10 Titik Tukarnya! MOJOK.CO

Minyak Jelantah Warga Jogja Kini Dibeli Pertamina Rp5.500 Per Liter, Cek 10 Titik Tukarnya!

23 Februari 2026
Mie ayam surabaya untuk quality time. MOJOK.CO

Makan Mie Ayam, “Quality Time” Orang Surabaya dan Balas Dendam Terbaik untuk Melampiaskan Getirnya Hidup

25 Februari 2026
Sisi Gelap AI dan Ancaman Imperialisme Digital ala 'Big Tech' MOJOK.CO

Sisi Gelap AI dan Ancaman Imperialisme Digital ala ‘Big Tech’

25 Februari 2026

Video Terbaru

Konservasi Muria: Menjaga Hutan Tanpa Memiskinkan Warga

Konservasi Muria: Menjaga Hutan Tanpa Memiskinkan Warga

23 Februari 2026
Zine Subversif: Ar Risalah dan Masjid yang Pernah Ditakuti Negara

Zine Subversif: Ar Risalah dan Masjid yang Pernah Ditakuti Negara

21 Februari 2026
Rendra Agusta: Membaca Politik Indonesia dari Manuskrip Jawa Kuno

Rendra Agusta: Membaca Politik Indonesia dari Manuskrip Jawa Kuno

19 Februari 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.