Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan

5 Cara Biar Kamu Dikira Orang Bandung Asli

Muhammad Arief Dwyangghara oleh Muhammad Arief Dwyangghara
8 Maret 2021
A A
5 cara biar kamu dikira orang bandung asli, menurut anak bandung

5 cara biar kamu dikira orang bandung asli, menurut anak bandung

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Mau nggak mau harus dipercaya, menjadi seorang yang pandai bergaul di lingkungan sosial adalah keharusan. Utamanya bagi kalian yang baru datang ke suatu kota baru dan berbeda dari kota asal kalian. Misalnya, bagi mahasiswa yang bukan orang Bandung tapi lagi kuliah di Kota Bandung maupun Bandung coret a.k.a. Sumedang.

Masalahnya, mencoba berbaur dan mengakrabkan diri dengan “peradaban” baru yang belum dikenal bukan hal mudah bagi semua orang. Apalagi ada begitu beragam kultur, baik tradisional maupun populer, yang ada di berbagai wilayah Indonesia.

Tapi tenang saja. Khusus bagi kalian muda-mudi yang baru tinggal di Kota Bandung dan ingin terlihat seperti akamsi, Mojok sudah menyiapkan daftar yang perlu kalian perhatikan bila ingin di-notice di pergaulan anak muda Bandung. Kan asyik tuh, jika di tongkrongan, temenmu yang anak Bandung asli sampai tertipu, mengira kamu warga lokal. Bangganya kira-kira setara bisa berbahasa Inggris kayak native gitu lah,

Daftar ini Mojok kumpulkan dari narasumber asal Bandung asli. Jika nanti kalian jadi jago banget menerapkannya sampai disangka anak Bandung beneran, berterima kasihlah kepada mereka.

Tips biar dikira orang Bandung asli #1 Dari segi penampilan

Mojok bertanya kepada Tubagus Muhammad Berlian (23), pengusaha muda yang lahir dan tumbuh besar di Kota Bandung. Menurutnya, starter pack jadi anak Bandung ialah wajib berpenampilan sesuai mode yang sedang digandrungi muda-mudi Kota Kembang.

“Kalo dulu tahun 2013-2016 mah tren celana model yang cutbray. Cuma kalo sekarang-sekarang ini sih yang lagi banyak dipake celana bahan yang banyak kantongnya tea apa sih, kargo,” ujarnya.

Untuk kalangan perempuan, menurut Yustika Widyaningrum (22). Yustika yang akrab disapa Iyus membeberkan starter pack teteh-teteh Bandung. “Pokoknya kalo pake baju nggak takut kedinginan walaupun motoran malem-malem. Kayak cuma pake kemeja flanel juga tetep berangkat. Terus rata-rata starter pack teteh-teteh Bandung tuh kerudungnya dibuka setengah sambil makan seblak.”

Tapi tipsnya nggak cuma itu. Iyus menyinggung tips lain yang silakan disimak di poin selanjutnya.

Tips biar dikira orang Bandung asli #2 Dari segi tata bahasa

Menurut Iyus, hal yang wajib untuk dipelajari dan dikuasai adalah penggunaan bahasa Sunda sebagai bahasa keseharian. Namun, yang Iyus lebih tekankan bukanlah perbendaharaan kata dan kalimat bahasa Sunda, melainkan nadanya.

“Sebenarnya (bahasa) Sunda Bandung tuh nggak ada logatnya, tapi ada nadanya. Semakin mendayu-dayu, semakin halus. Kadang mendayu-dayu itu tuh barengan sama gerakan kepala sampai pundak,” imbuhnya sambil mencontohkan.

“Terus selanjutnya, harus stretching rahang. Soalnya pelafalan bahasa sunda e, è, dan eu gitu tuh kedengeran banget kalo orangnya maksain. Jadi orang non-Sunda bisa jadi kedengeran fasih nyunda asal rahangnya nggak kaku.” Salut deh sama Iyus yang menyelami banget resep-resep menjadi Bandung.

Tips biar dikira orang Bandung asli #3 Dari segi pengetahuan

Selanjutnya Mojok berbincang dengan Syahron Mubarok (21), mahasiswa tingkat akhir yang belum akan wisuda dalam waktu dekat. Menurut dia teh, hal selanjutnya yang perlu diperhatikan adalah pengetahuan dan referensi seputar tempat-tempat populer di Kota Bandung.

“Menurut saya sih, biar dikira orang Bandung ya harus tahu tempat-tempat asik di Bandung. Biasanya anak muda kan senengnya yang jedag-jedug itu di sekitaran Dago. Terus juga tempat-tempat ngopi, sate-satean, ya pokoknya tempat-tempat main lah.”.

Perkataan Syahron tersebut bukan tanpa dasar. Di Bandung, terlebih lagi di daerah sekitaran Jalan Riau dan Jalan Dago ada banyak sekali tempat hiburan yang selalu ramai terisi oleh anak-anak muda. Dari mulai kuliner dan jajanan pinggir jalan, kafe-kafe estetik, hingga tempat dugem.

Iklan

Bicara mengenai kafe dan tempat kopi, narasumber lain adalah seorang barista coffee shop bernama Refan Gema Pradifta pake f. Refan (23) semasa SMA pernah menjabat ketua OSIS di salah satu SMA negeri di Kota Bandung. Darinya, kami mendapat masukan lain mengenai hal apa saja yang perlu diperhatikan pendatang supaya dikira anak Bandung asli, yaitu:

Tips biar dikira orang Bandung asli #4 Mendukung Persib

Bagi Refan, mendukung Persib Bandung adalah poin kunci bila ingin dianggap orang Bandung asli. Semakin militan kamu mendukung Persib, semakin Bandung pula dirimu di mata warga sekitar.

“Harus dukung Persib. Pokoknya punya atributnya atau apa pun yang berbau Persib baru dia valid dibilang budak Bandung. Itu doang sih dari saya mah, emang Persib teh akar dari segalanya untuk pemuda Bandung,” ujar Refan.

Penting untuk diketahui bahwa di Bandung, klub bola Persib Bandung memang menjadi kebanggaan masyarakatnya. Popularitas klub berjuluk Maung Bandung tersebut seakan tidak pernah luntur dari generasi ke generasi berikutnya. Maka dari itu, hal yang dikatakan Refan tadi memang demikian benar adanya.

Oh iya, sebagai pengingat, termasuk di dalam mendukung Persib Bandung adalah jangan mendukung ataupun menyinggung soal rival abadi mereka secara vulgar, Persija Jakarta. Jangan.

Tips biar dikira orang Bandung asli #5 Dari segi penguasaan navigasi

Sebagai poin terakhir dari daftar singkat ini, Mojok juga mewawancarai kekasih dari salah seorang anak magang Mojok yang adalah saya sendiri. kebetulan teteh ini emang asli Bandung. Namanya Najdin Aqmarina (21) atau biasa dipanggil Nana. Orangnya, asli, came. Menurut Nana, Bandung di masa sekarang adalah tentang jalanan macet, jalanan macet, dan jalanan macet lagi.

“Bandung tuh sekarang di mana-mana macet. Mau ke sana, macet. Ke sini, macet. Jadi, hal yang penting buat dimiliki adalah kemampuan menghafal jalanan Bandung, termasuk jalan-jalan kecilnya,” terang Nana.

“Titik-titik macet Bandung kayak Jalan Antapani-Arcamanik, Jalan A.H. Nasution sampai Ujung Berung, perempatan Carrefour Jalan Soekarno-Hatta, Jalan Buah Batu, dan lain-lainnya tuh neraka kalo kita kejebak macetnya. Nah, di saat-saat begitu, kalau kamu tahu jalan tembus buat menghindari macet, kamu bisa-bisa jadi disangka orang asli Bandung,” tambah Nana sedikit terbawa sebal.

Selesai sudah pemaparan kiat-kiat untuk berbaur dengan lingkungan pergaulan Bandung versi Mojok. Deretan nomor di dalam daftar di atas tentunya janganlah kalian jadikan semacam rukun yang wajib kalian penuhi sebelum pergi ataupun menetap di Bandung. Poin utama yang wajib kalian pahami dan renungkan adalah bersosialisasi dengan sekitar adalah cara terbaik menjadi manusia yang lengkap.

Hampir dari kita semua pasti sudah familier dan paham dengan pepatah “Di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung.” Masih seputar beradaptasi dan bersosialisasi, Bruce Lee dalam sebuah kesempatan pernah membicarakan pentingnya beradaptasi dengan lingkungan. “Jadilah seperti air. Air selalu bisa menyesuaikan diri dengan apa pun bentuk wadahnya,” begitu kurang lebih perkataan mendiang. Sudah cukup motivasional, belum?

BACA JUGA Jogja Berhati Mantan dan liputan menarik lainnya di rubrik SUSUL.

 

[Sassy_Social_Share]

Terakhir diperbarui pada 6 Januari 2026 oleh

Tags: anak bandungBandungciri khasorang bandungstarter packSunda
Muhammad Arief Dwyangghara

Muhammad Arief Dwyangghara

Mahasiswa Universitas Padjadjaran. Gondrong tapi laki-laki. Semoga tahun ini bisa wisuda.

Artikel Terkait

Makanan Khas Sunda dan Jogja Bikin Muak- Bau Busuk dan Manis (Wikimedia Commons)
Pojokan

Makanan Khas Sunda Bikin Menderita Orang Jogja, Sama Seperti Perantau Sunda Muak dengan Makanan Jogja yang Serba Manis

11 Maret 2026
Kuliner Sunda yang tidak ada di Jogja, seblak buat perantau ingin mudik Lebaran
Kuliner

Alasan Orang Sunda Ingin Mudik Bukan Hanya Keluarga, tapi Tak Tahan Siksaan Makanan Jogja yang Rasanya “Hambar”

10 Maret 2026
Orang Medan naik angkot di Bandung. MOJOK.CO
Ragam

Orang Medan Pertama Kali Naik Angkot di Bandung, Punya Cara Tersendiri Meminta Sopir Berhenti Sampai Bikin Penumpang Syok

5 Januari 2026
Alumnus ITB resign kerja di Jakarta dan buka usaha sendiri di Bandung. MOJOK.CO
Sosok

Alumnus ITB Rela Tinggalkan Gaji Puluhan Juta di Jakarta demi Buka Lapangan Kerja dan Gaungkan Isu Lingkungan

12 Desember 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Ada potensi anomali ketika wisata Jogja diserbu 8,2 juta wisatawan. Daya beli rendah, tapi ada ancaman masalah MOJOK.CO

Anomali Wisata Jogja saat Diserbu 8,2 Juta Wisatawan: Daya Beli Tak Mesti Tinggi, Tapi Masalah Membayangi

19 Maret 2026
Jadi gembel di perantauan tapi berlagak tajir pas pulang kampung. Siasat pura-pura baik-baik saja agar orang tua tidak kepikiran MOJOK.CO

Jadi Gembel di Perantauan tapi Berlagak Tajir saat Pulang, Bohongi Ortu biar Tak Kepikiran Anaknya Remuk-remukan

21 Maret 2026
Hidup mati pekerja Jakarta harus tetap masuk, menerjang arus dari Bekasi

Pekerja Jakarta, Rumah di Bekasi: Dituntut Kerja dan Pulang ke Rumah sampai Nyaris “Mati” karena Tumbang Mental dan Fisik

19 Maret 2026
Stasiun Pasar Senen Jakarta Pusat merampas senyum perantau asal Jogja MOJOK.CO

Stasiun Pasar Senen Saksi Perantau Jogja “Ampun-ampun” Dihajar dan Dirampas Jakarta, Tapi Terlalu Cemas Resign buat Balik Jogja

15 Maret 2026
Mudik Lebaran mepet dari Jogja dengan kereta demi kumpul keluarga

Mahasiswa UGM Rela Kejar Mudik di Hari Lebaran demi Kumpul Keluarga, Lewatkan “War” Tiket karena Jadwal Kuliah

19 Maret 2026
Grand Hotel De Djokja, Hotel Tertua di Jogja Hidup Kembali MOJOK.CO

Grand Hotel De Djokja, Hotel Tertua di Jogja Hidup Kembali 

17 Maret 2026

Video Terbaru

Dr. Fahruddin Faiz: Sikap Anak Muda Menghadapi Era VUCA

Dr. Fahruddin Faiz: Sikap Anak Muda Menghadapi Era VUCA (Volatility, Uncertainty, Complexity, Ambiguity)

9 Maret 2026
Sunan Geseng: Dari Petani Nira Jadi Wali Utama

Sunan Geseng: Dari Petani Nira Jadi Wali Utama

8 Maret 2026
Merawat Harapan Kopi Robusta Desa Japan: Dari Petik Asalan ke Petik Merah

Merawat Harapan Kopi Robusta Desa Japan: Dari Petik Asalan ke Petik Merah

4 Maret 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.