Penuh keraguan, tapi tetap konsisten
Tak hanya itu, Fani juga sempat ragu menjalankan usahanya karena tak kunjung untung di bulan pertama. Di minggu-minggu awal, Fani bahkan hanya mendapatkan untung Rp10 ribu per hari. Nyaris saja dia menyesali keputusannya resign.
Tapi karena dia tetap konsisten membuka toko di pagi hari, ramah kepada pelanggan, dan memastikan barang-barang yang ia jual tak kedaluwarsa sekaligus berkualitas tinggi, Fani akhirnya mendapat untung di bulan-bulan berikutnya.
“Omzet yang aku dapatkan bisa berkisar Rp3 juta sampai Rp5 juta per bulan,” ucap lulusan UNSRI tersebut.
Meski gajinya tak tetap seperti gaji pegawai bank dulu, tapi Fani jauh lebih menikmati pekerjaannya yang sekarang. Pemuda asal Palembang itu berujar tak suka dengan budaya kerja kantoran, seperti kata anak zaman sekarang: mending banyakin side job daripada naik jabatan karena tanggung jawabnya pasti ikut nambah.
Berdasarkan saran tersebut, Fani juga mencoba peluang untuk kerja remote selain menjalankan bisnis toko kelontongnya. Ia pun kembali mengejar mimpinya di dunia kreatif dengan mengambil side job dari luar negeri.
“Aku sekarang jadi social media manager dan influencer outreach untuk tiga klienku yang ada di Tiongkok, Serbia, dan Amerika,” ujar Fani.
Jadi inspirasi di lingkungan sekitarnya
Tapi yang namanya tinggal di desa, Fani tak terhindar dari cemooh masyarakat sekitar di mana pegawai bank masih menjadi pekerjaan impian. Apalagi ia justru memilih resign dan membuka usaha toko kelontong.
Untungnya, Fani sudah terbiasa bersikap bodo amat. Toh, dia dulu juga sering diremehkan oleh teman-temannya saat membuat konten. Dicap sok ngartis dan dikira banyak uang. Alih-alih tersinggung, Fani justru mengamini agar dirinya diberi rezeki yang melimpah.
“Aku selalu reminder diri aku untuk tetap rendah hati. Aku berusaha sebisa mungkin untuk menempatkan diriku di posisi mereka, karena aku sudah melalui banyak hal,” kata Fani.
“Jadi aku nggak ingin hidup yang terlalu ‘high’, aku ingin hidup sederhana.”
Malahan, Fani sekarang jadi inspirasi di lingkungan sekitarnya. Di mana pegawai kantoran seperti pegawai bank maupun PNS bukan satu-satunya pekerjaan impian. Bahkan untuk sarjana UNSRI seperti dirinya.
Penulis: Aisyah Amira Wakang
Editor: Muchamad Aly Reza
BACA JUGA: Baru Satu Tahun Kerja di BUMN, Pilih Resign karena Nggak Kuat “Ugal-ugalan” di Jakarta sampai Temukan Peluang Karier Lebih Baik di Bali atau liputan Mojok lainnya di rubrik Liputan














