Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
    • Bidikan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Otomojok
  • Konter
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
    • Bidikan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Otomojok
  • Konter
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Otomojok
  • Konter
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Sosok

Kebaikan Seorang Pensiunan Dokter yang Dikenang Mahasiswa Jogja, Berikan Tempat Inap Gratis hingga Dianggap Seperti Keluarga

Aisyah Amira Wakang oleh Aisyah Amira Wakang
25 Oktober 2025
A A
Kenangan mahasiswa di Jogja dengan pensiun dokter. MOJOK.CO

Ilustrasi - Dokter Budi Pranowo selamatkan mahasiswa Jogja. (Ega Fansuri/Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Sepanjang hidupnya menjadi dokter di Jogja, Budi Pranowo (72) selalu berusaha membantu orang di sekitarnya. Tak jarang ia harus berlari-larian di koridor rumah sakit demi membantu pasien ke ruang gawat darurat. Setelah 30 tahun mengabdi, Budi akhirnya pensiun.

Namun, di masa purna tugasnya itu, Budi tak pernah lupa dengan prinsip hidupnya. Baik jati dirinya sebagai dokter maupun sebagai manusia, yakni berbuat baik dan saling membantu sesama.

“Saya sekarang masih melayani pasien rawat jalan yang kebanyakan sudah lanjut usia di CitoKlinik Jogja,” ujar Budi saat mengunjungi kantor Mojok di Ngaglik, Sleman, Yogyakarta pada Senin (20/10/2025).

Selain merawat pasien, Budi juga sedang gencar-gencarnya mengedukasi masyarat soal masalah kesehatan. Di usianya yang sudah senja, Budi turut aktif membuat pembelajaran di YouTube, menyemangati anak-anak muda dalam berkarya, hingga membantu mahasiswa dan masyarakat di sekitarnya.

Tetap berbuat baik meski sudah pensiun

Setelah 5 tahun pensiun sebagai dokter, Budi merasa ada satu hal yang terus mengganjal dalam pikirannya yakni ingin memberdayakan masyarakat (empowering people). Dengan segala sumber daya yang ada, baik tenaga maupun ilmu yang ia punya, ia ingin mendorong gerakan tersebut.

“People itu siapa? Siapa pun yang bisa saya dorong, yang mungkin membutuhkan bantuan. Bantuan itu bisa bimbingan atau bisa juga berdiskusi untuk menemukan jalan keluar,” kata Budi. 

Belum lama ini, tepatnya di bulan Ramadhan 2024 lalu, Budi menggelar acara buka bersama di Jogja, meskipun ia seorang Katolik. Pesertanya kebanyakan berasal dari mahasiswa, salah satunya mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN).

Dokter Budi Pranowo selamatkan mahasiswa Jogja. MOJOK.CO
Dokter Spesialis Penyakit Dalam, Budi Pranowo di Jogja. (Aisyah Amira Wakang/Mojok.co)

Tak hanya itu, kata Budi, acara yang diselenggarakan di Jogja itu juga dihadiri oleh mahasiswa non-muslim sebagai bentuk toleransi umat beragama. Di sana, mereka tak hanya makan-makan sambil menikmati musik hadrah, tapi juga menggelar bedah buku di Jogja.

“Judul bukunya Agama Masa Depan karya Komaruddin Hidayat yang dulunya rektor UIN Jakarta,” kata Budi.

Mess gratis untuk mahasiswa di Jogja

Budi sendiri seorang penggemar Jalaluddin Rumi, seorang penyair sufi asal Persia yang karyanya berpengaruh di dunia. Dari sosok tersebut, ia punya prinsip hidup bahwa manusia harus membantu sesama (people helping people).

“Saya rasa kewajiban saling tolong menolong ini bukan hanya tanggung jawab pemerintah ya, kalau itu sudah banyak ceritanya. Ada BPJS, KIP, MBG, bansos, dan lain sebagainya. Nah, saya rasa itu tidak cukup, tapi bagaimana kita harus punya gerakan warga menolong warga,” jelas Budi.

Salah satu aksi yang sudah ia lakukan adalah membantu para mahasiswa di Jogja. Ia menyediakan beberapa kamar kosong di rumahnya untuk ditinggali mahasiswa yang sedang kesulitan di Jogja. 

Budi tak ingin menyebut kamar itu sebagai kos-kosan melainkan “mess”, karena beberapa mahasiswa juga magang sebagai petugas administrasi di klinik tempat Budi bekerja. Lebih dari itu, Budi juga tak memungut biaya sepeser pun atas jasanya.

“Dalam kurun waktu 5 tahun ini, kira-kira ada 7 mahasiswa yang saya tolong dan di antaranya sudah wisuda. Ada juga yang sudah bekerja di tempat lain,” kata Budi.

Iklan
Pensiunan dokter Budi Pranowo. MOJOK.CO
Budi Pranowo saat di kantor di Mojok, Senin (20/10/2025). (Aisyah Amira Wakang/Mojok.co)

Mahasiswa itu di antaranya dari Universitas Negeri Yogyakarta, Universitas Atma Jaya Yogyakarta, hingga Universitas Sanata Dharma. Kebanyakan mereka bukan berasal dari Jogja dan sedang nyambi kuliah sambil kerja.

Kebaikan bisa berwujud apa pun

Bagi Budi, mahasiswa yang tinggal di messnya adalah keluarga. Ia tak hanya mengizinkan mereka “numpang” tinggal di rumahnya, tapi juga kerap mengajak mereka makan bersama dan berdiskusi. 

Bahkan dari cerita mahasiswa tersebut, Budi pun jadi tahu bahwa anak-anak muda sekarang punya kekhawatiran yang sama, utamanya tentang masa depan. Oleh karena itu, ia berharap kebaikan-kebaikan kecil dari dirinya bisa membantu mereka membangun mimpi ke depan.

“Pada pokoknya, saya hanya ingin membuka jalan bagi anak muda yang resah dan galau. Mungkin ini cara sederhana, bagaimana kita meringankan beban sesama manusia, tapi juga sebetulnya membantu pemerintah,” kata Budi.

Jasa Budi barangkali tidak dibalas secara materi seperti uang, tapi ia selalu percaya bahwa perbuatan baik akan mendatangkan berkah dalam segala macam bentuk dan cara. Contoh nyata ialah ketika ia ingin pergi sendirian ke Tiongkok untuk berlibur.

Salah satu mahasiswa di mess Budi, yang kini sudah berkarier di luar Jogja, tak segan untuk membantunya. Mahasiswa itu segera menghubungi temannya yang ada di Tiongkok untuk menjaga Budi, karena ia sendiri tak bisa menemani Budi sebab urusan pekerjaan.

“Seandainya gerakan-gerakan kecil seperti ini dilakukan oleh semua orang, saya kira akan banyak yang tertolong dan kita akan merasa lebih guyub dan kompak.” Kata Budi. 

Penulis: Aisyah Amira Wakang

Editor: Muchamad Aly Reza

BACA JUGA: Kedermawanan Penjual Kopi di Jogja, Menyalurkan Makanan Berlebih kepada Mahasiswa dan Orang-orang yang Membutuhkan atau liputan Mojok lainnya di rubrik Liputan

 

Terakhir diperbarui pada 27 Oktober 2025 oleh

Tags: Budi PranowodokterJogjaMahasiswa Jogjapensiunpensiunan dokterYogyakarta
Aisyah Amira Wakang

Aisyah Amira Wakang

Artikel Terkait

Mobilitas bus pariwisata menjadi tantangan tersendiri bagi Kawasan Sumbu Filosofi (KSF) dan tata kelola di Jogja MOJOK.CO
Liputan

Lalu-lalang Bus Pariwisata Jadi “Beban” bagi Sumbu Filosofi Jogja, Harus Benar-benar Ditata

10 Januari 2026
flu.mojok.co
Aktual

Super Flu yang Muncul di Jogja Memang Lebih Berat dari Flu Biasa, tapi Beda dengan Covid-19

9 Januari 2026
pasar wiguna.MOJOK.CO
Ragam

Dari Coffee Shop “Horor”, Nira, hingga Jam Tangan Limbah Kayu: Pasar Wiguna Menjaga Napas UMKM Lokal

8 Januari 2026
19 Tahun Gempa Jogja dan Teror di Bangsal Rumah Sakit MOJOK.CO
Malam Jumat

19 Tahun Setelah Gempa Besar Mengguncang, Ingatan akan Teror di Sebuah Rumah Sakit Besar di Jogja Datang Kembali

8 Januari 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Gudeg Jogja 3 Porsi di Malioboro Dihargai 85 Ribu Itu Wajar, Jadi Wisatawan Mbok Ya Riset, Jangan Caper!

Saya Benci Setengah Mati, Gudeg Jogja Menjadi Simbol Hidup Tak Bertanggung Jawab tapi Sering Menyelamatkan Saya Semasa Kuliah

6 Januari 2026
daftar isi dan daftar pustaka skripsi.MOJOK.CO

Daftar Isi dan Daftar Pustaka: “Sepele” tapi Bikin Saya Nyaris Tak Lulus Kuliah, Menyesal Tak Pernah Mempelajari Cara Membuatnya

5 Januari 2026
Dari keterangan Polresta Yogyakarta: Kantor scammer berbasis love scam di Gito Gati, Sleman, raup omzet puluhan miliar perbulan MOJOK.CO

Kantor Scammer Gito Gati Sleman: Punya 200 Karyawan, Korbannya Lintas Negara, dan Raup Rp30 Miliar Lebih Perbulan dari Konten Porno

7 Januari 2026
Kota Semarang coba tak sekadar melawan air untuk atasi banjir MOJOK.CO

Kota Semarang Coba Tak Sekadar Melawan Air untuk Atasi Banjir, Tapi Pakai Cara Fisika dan Wanti-wanti Kelalaian Sosial

5 Januari 2026
Curhat petugas front line KRL Solo-Jogja kerja di KAI. MOJOK.CO

Sisi Gelap Kerja di KAI dengan Upah Layak: Risiko Difitnah Penumpang hingga Terkuras Fisik dan Mental

5 Januari 2026
Busuknya Romantisasi ala Jogja Ancam Damainya Salatiga (Unsplash)

Sisi Gelap Salatiga, Kota Terbaik untuk Dihuni yang Katanya Siap Menggantikan Jogja sebagai Kota Slow Living dan Frugal Living

5 Januari 2026

Video Terbaru

Serat Centhini: Catatan Panjang tentang Laku dan Pengetahuan

Serat Centhini: Catatan Panjang tentang Laku dan Pengetahuan

8 Januari 2026
Mukti Entut dan Keputusan-keputusan Kecil yang Bikin Hidup Masuk Akal

Mukti Entut dan Keputusan-keputusan Kecil yang Bikin Hidup Masuk Akal

6 Januari 2026
PB Champion Klaten: Tempat Badminton dan Mental Juara Dibentuk

PB Champion Klaten: Tempat Badminton dan Mental Juara Dibentuk

3 Januari 2026
Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Otomojok
  • Konter
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.