Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Sosok

Berawal dari Jualan Sayur di Sleman, Alumnus UNY Dapat Kesempatan Belajar di Harvard hingga Selandia Baru Gratis

Hammam Izzuddin oleh Hammam Izzuddin
7 Juli 2024
A A
Alumnus UNY ke harvard.MOJOK.CO

Ilustrasi ikut pelatihan di Harvard (Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Janu Muhammad, alumnus UNY yang empat tahun terakhir menggeluti usaha jual beli sayur di Sleman berkesempatan belajar di berbagai kampus ternama dunia. Kesempatan itu, salah satunya datang berkat misi besar di balik berjualan sayuran.

Alumnus Program Studi Pendidikan Geografi UNY 2015 ini menjadi satu dari 30 pemuda di Asia Tenggara dan China yang lolos program Equity Initiative Fellowship 2024. Program yang berlangsung sekitar satu tahun ini membawanya belajar di berbagai negara.

Terakhir, ia baru saja dari Harvard dan Masshacusetts Institute of Technology, yang termasuk deretan kampus terbaik di Amerika Serikat. Beberapa isu yang ia dalami di sana berkaitan kemiskinan yang sejalan dengan isu besar tema Equity Initiative Fellowship 2024 yakni keadilan dan kesetaraan dalam akses kesehatan.

“Sebelum ke Amerika, sepanjang tahun ini saya sudah ke Selandia Baru dan Vietnam untuk belajar topik terkait. Setelah dari Amerika ini, rencana juga akan ke Filipina hingga Malaysia,” terang Janu saat Mojok wawancarai Jumat (5/7/2024).

Tidak disangka, alumnus UNY yang menamatkan S2 di University of Birhimingham ini, bisa mengikuti program tersebut berkat usaha jual beli dan budidaya sayur yang ia lakukan di Sleman. Bisnis itu ia rintis sejak 2020 silam.

“Jadi dalam usaha Sayur Sleman itu selain untuk menyediakan sayur maupun buah bergizi, juga ingin punya andil  dalam menciptakan ketahanan pangan dan regenerasi petani muda. Itu salah satu yang jadi modal saya membuat paper untuk lolos program ini,” ungkapnya.

Alumnus UNY merintis bisnis “Sayur Sleman” sepulang dari Inggris

Bisnis Sayur Sleman, Janu rintis sepulang S2 di Inggris. Ia memang lahir dari kedua orang tua bernama Ngadiyo dan Lasiyem yang berlatarbelakang pedagang sayur di pasar.

Sepulang ke Indonesia, Janu merasasakan kegelisahan lantaran dagangan orang tuanya yang sepi. Padahal, ia menyadari bahwa sayur merupakan kebutuhan primer masyarakat. Sehingga sebenarnya punya potensi yang besar. Sayangnya, ia melihat banyak anak muda yang belum mengembangkan sektor tersebut.

“Pangan adalah kebutuhan tiap hari sehingga pasti selalu ada permintaan,” ungkap alumnus UNY ini.

Baca halaman selanjutnya…

Bergerak ajak generasi muda agar terus mau bertani

Halaman 1 dari 2
12Next

Terakhir diperbarui pada 8 Juli 2024 oleh

Tags: harvardJogjasayur slemanSelandia Baruslemanuny
Hammam Izzuddin

Hammam Izzuddin

Reporter Mojok.co.

Artikel Terkait

Gamplong Studio Alam, Tempat Wisata Sleman yang Unik, tapi Nggak Perlu Diulang Dua Kali Mojok.co
Pojokan

Gamplong Studio Alam, Tempat Wisata Sleman yang Unik, tapi Nggak Perlu Diulang Dua Kali

27 Februari 2026
Bisnis coffe shop, rumah dekat kafe, jogja.MOJOK.CO
Urban

Derita Punya Rumah Dekat Tempat Nongkrong Kekinian di Jogja: Cuma Bikin Emosi dan Nggak Bisa Tidur

26 Februari 2026
5 Hal Wajar di Pati yang Ternyata Nggak Lumrah di Jogja, Bikin Syok Saat Pertama Kali Merantau Mojok.co
Pojokan

5 Hal Wajar di Pati yang Ternyata Nggak Lumrah di Jogja, Bikin Syok Saat Pertama Kali Merantau 

25 Februari 2026
Pertama kali merantau ke Jogja: kerja palugada di coffee shop dengan gaji Rp10 ribu MOJOK.CO
Urban

Pertama Kali Merantau ke Jogja: Kerja di Coffee Shop 12 Jam Gaji Rp10 Ribu Perhari, Capek tapi Tolak Pulang karena Gengsi

24 Februari 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Kapok dan muak buka bersama (bukber) di restoran atau tempat makan bareng orang kaya. Cerita pelayan iga bakar Jogja jadi korban arogansi MOJOK.CO

Muak Buka Bersama (Bukber) sama Orang Kaya: Minus Empati, Mau Menang Sendiri, dan Suka Mencaci Maki bahkan Meludahi Makanan

20 Februari 2026
Penerima beasiswa LPDP prasejahtera asal Ngawi lolos S2 di UGM Jogja (Mojok.co/Ega Fansuri)

Pernah Hidup dari Belas Kasih Tetangga, Anak Muda Asal Ngawi Lolos Beasiswa S2 LPDP UGM padahal Merasa “Tidak Pantas”

23 Februari 2026
pertamina bikin mudik lewat jalan tol semakin mudah.MOJOK.CO

Mobil Pribadi Pilihan Terbaik Buat Mudik Membelah Jawa: Pesawat Terlalu Mahal, Sementara Tiket Kereta Api Ludes Dibeli “Pejuang War” KAI Access

20 Februari 2026
orang tua.MOJOK.CO

35 Tahun Bekerja Keras demi Anak, tapi Kesepian di Masa Tua karena Dianggap Tak Pernah Hadir untuk Keluarga

24 Februari 2026
Yamaha Grand Filano lebih cocok untuk jarak jauh daripada BeAT. MOJOK.CO

Di Balik Tampang Feminin Yamaha Grand Filano, Ketangkasannya Bikin Saya Kuat PP Surabaya-Sidoarjo Setiap Hari Ketimbang BeAT

26 Februari 2026
Minyak Jelantah Warga Jogja Kini Dibeli Pertamina Rp5.500 Per Liter, Cek 10 Titik Tukarnya! MOJOK.CO

Minyak Jelantah Warga Jogja Kini Dibeli Pertamina Rp5.500 Per Liter, Cek 10 Titik Tukarnya!

23 Februari 2026

Video Terbaru

Prof. Al Makin: Filsafat sebagai Seni Bertanya dan Jalan Melawan Kemiskinan Nalar

Prof. Al Makin: Filsafat sebagai Seni Bertanya dan Jalan Melawan Kemiskinan Nalar

25 Februari 2026
Konservasi Muria: Menjaga Hutan Tanpa Memiskinkan Warga

Konservasi Muria: Menjaga Hutan Tanpa Memiskinkan Warga

23 Februari 2026
Zine Subversif: Ar Risalah dan Masjid yang Pernah Ditakuti Negara

Zine Subversif: Ar Risalah dan Masjid yang Pernah Ditakuti Negara

21 Februari 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.