Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Sosok

Punya Orang Tua Bonek Militan: Mewarisi “Kegilaan Cinta” pada Persebaya Sejak Dini, Umur 2 Bulan Sudah Dibiasakan Nribun

Muchamad Aly Reza oleh Muchamad Aly Reza
31 Agustus 2024
A A
Cerita Bonek Sidoarjo Memberi Nama Green Force untuk 4 Anaknya karena Kegilaan Cinta pada Persebaya Surabaya MOJOK.CO

Ilustrasi - Cerita Bonek Sidoarjo beri nama Green Foce pada 4 anaknya karena kegilaan cinta pada Persebaya Surabaya. (Ega Fansuri/Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Seorang Bonek (militan) pasti akan mewariskan “kegilaan cinta” atas Persebaya Surabaya pada anak-anaknya. Begitulah yang Wahyu Hidayat (40) tunjukkan. Seorang Bonek Sidoarjo yang ingin Persebaya melekat pada empat anaknya sedari lahir hingga menemui batas usia kelak.

***

Perihal Bonek dan Persebaya, saya—dan mungkin banyak temen lain—sudah kerap menemui, betapa keduanya terjalin cinta yang sulit dijelaskan.

November 2023 silam saya pernah meliput Kampung Lemah Putro. Sebuah kampung di Surabaya yang sebagian besar penduduknya (mengaku) Bonek militan. Laki-laki, perempuan, anak-anak, dewasa, mayoritas “gila” pada Persebaya.

Mereka mungkin sudah tak bisa lagi menonton langsung laga klub kebanggaan Surabaya itu secara langsung di stadion. Sebab, sejak markas Persebaya pindah dari Stadion Gelora 10 November ke Gelora Bung Tomo (GBT), para Bonek dari Kampung Lemah Putro mengaku agak kesulitan untuk ke Stadion GBT: terlalu jauh.

Meski begitu, bukan berarti mereka absen menonton Persebaya sama sekali. Tiap Persebaya main, mereka akan nonton bareng di TV. Entah di warung kopi, entah di Balai Warga.

Bahkan, ada yang rela tidak bekerja lebih dulu demi bisa mengawal tim kebanggaan Surabaya tersebut dari layar kaca.

Cerita Bonek Sidoarjo beri nama 4 anaknya “Green Force”

Paling baru dan sedang ramai diperbincangkan adalah kisah Wahyu Hidayat. Saking besarnya rasa cintanya pada Persebaya, Bonek Sidoarjo itu memberi nama empat anaknya “Green Force” (julukan lain Persebaya).

Wahyu bercerita, istrinya, Nurul Fahriah, melahirkan anak pertama berjenis kelamin perempuan pada 2011. Wahyu memberi nama anak perempuannya itu Anindya Hidayah Green Force.

Tiga tahun berselang, pasangan Wahyu-Nurul kembali dikaruniai anak perempuan. Wahyu menamainya Anindhyta Hidayah Green Force.

Lalu pada 2017, anak ketiga Wahyu-Nurul lahir. Masih berjenis kelamin perempuan. Nama yang Wahyu sematkan pada putri ketiganya tersebut adalah Alesha Hidayah Green Force.

Sementara anak keempat Wahyu-Nurul lahir pada 2019. Kali ini laki-laki. Wahyu memberinya nama Althafurrahman Hidayah Green Force.

Jangan salah. Nama belakang “Green Force” tersebut bukan sekadar julukan atau gaya-gayaan. Nama tersebut benar-benar tertulis di akta kelahiran dan kartu keluarga Wahyu.

”Saya cinta Persebaya sejak kecil. Salah satu bentuk cinta saya kepada Persebaya, saya memberi kata Green Force di nama empat anak saya,” ungkap Bonek Sidoarjo tersebut seperti Mojok kutip dari Tim Media Persebaya Surabaya belum lama ini.

Iklan

Menjadi Bonek Sidoarjo sejak dini

Tidak berhenti di nama, kini setelah anak-anak mulai tumbuh, wahyu pun tak luput menanamkan rasa cinta pada anak-anaknya untuk Persebaya Surabaya. Bonek Sidoarjo itu ingin mewariskan besarnya rasa cintanya tersebut pada empat anaknya sejak dini.

Sejak sang anak masih berusia dua bulan, Wahyu sudah mengajaknya untuk nonton langsung laga Persebaya di Stadion GBT.

”Saya dulu juga mengenal Persebaya dari orang tua. Saya juga ingin melakukan hal yang sama pada anak-anak, mengenal dan mencintai Persebaya sejak kecil,” tutur Wahyu.

Cerita Bonek Sidoarjo Memberi Nama Green Force untuk 4 Anaknya karena Kegilaan Cinta pada Persebaya Surabaya MOJOK.CO
Wahyu Hidayat (40), Bonek Sidoarjo yang beri nama 4 anaknya “Green Force”. (Dok. Persebaya)

Wahyu mengaku sudah sering nonton Persebaya sejak kelas 3 Sekolah Dasar (SD). Tinggal di Taman, Sidoarjo, saat itu ia bersama teman-teman kecilnya sudah terbiasa nonton laga Persebaya langsung di Stadion Gelora 10 November, Tambaksari, Surabaya.

Menanti Persebaya Surabaya juara (lagi)

Momok mengerikan bagi para orang tua jika nonton langsung ke stadion adalah potensi adanya kerusuhan antarsuporter. Namun, hal itu sudah tidak menjadi kekhawatiran lagi bagi Wahyu.

Wahyu tak ragu mengajak anak-anaknya—biarpun masih kecil—untuk nonton langsung di Stadion GBT karena menilai makin ke sini Bonek makin tertib. Toh di Stadion GBT saat ini tersedia tribun keluarga di gate 1, yang memungkinkan nonton bersama keluarga (khususnya dengan anak-anak) menjadi lebih aman dan nyaman.

”Hampir seluruh pertandingan home Persebaya kami nonton,” ujar Wahyu.

“Di gate 1 nyaman sekali. Apalagi sekarang kan sudah tidak pernah ada lagi kerusuhan di GBT, jadi tidak perlu khawatir bawa keluarga,” tegas Bonek Sidoarjo tersebut.

Wahyu—sebisa mungkin—tak pernah absen untuk mengawal Persebaya Surabaya. Terutama saat laga kendang di Stadion GBT. Sebab, ia ingin menyaksikan tim berjuluk Green Force itu kembali mengangkat trofi juara kompetisi tertinggi tanah air.

”Terakhir kali juara kan 2004 lalu. Kami menunggu momen seperti itu. Mudah-mudahan tahun ini bisa meraih gelar tersebut,” pungkasnya.

Wahyu menaruh harapan besar agar Persebaya bisa menjuarai kompetisi Liga 1 musim 2024/2025 ini. Jika itu terjadi, anak-anaknya bakal menjadi saksi sejarah atas momen monumental tersebut. Anak-anaknya lalu akan semakin mencintai Persebaya Surabaya. Sepanjang hidup menjadi Bonek sejati.

Penulis: Muchamad Aly Reza
Editor: Hammam Izzuddin

BACA JUGA: Stadion Tambaksari Surabaya Saksi Banyak Peristiwa Sejak 1920 tapi Terpaksa Ditinggalkan, Mau Nostalgia pun Tak Bisa karena “Terhalang” GBT

Ikuti berita dan artikel Mojok lainnya di Google News.

 

 

 

 

 

Terakhir diperbarui pada 31 Agustus 2024 oleh

Tags: bonekbonek sidoarjopersebayastadion gbtSurabaya
Muchamad Aly Reza

Muchamad Aly Reza

Jurnalis Mojok.co asal Rembang, Jawa Tengah. Pernah belajar di S1 Sejarah Peradaban Islam Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Ampel Surabaya. Banyak menulis isu sosial, keislaman dan spiritualitas, pendidikan kritis, dan realitas sehari-hari. Mengisi waktu dengan membaca buku, nonton film, dan traveling.

Artikel Terkait

Salah kaprah pada orang yang kerja di Surabaya. Dikira gaji besar dan biaya hidup murah MOJOK.CO
Urban

Salah Kaprah tentang Kerja di Surabaya, “Tipuan” Gaji Tinggi dan Kenyamanan padahal Harus Tahan-tahan dengan Penderitaan

4 Februari 2026
Ribuan istri di Surabaya minta cerai. MOJOK.CO
Ragam

Perempuan Surabaya Beramai-ramai Ceraikan Suami, karena Cinta Tak Lagi Cukup Membayar Tagihan Hidup

30 Januari 2026
Kesedihan perantau yang merantau lama di Surabaya dan Jakarta. Perantauan terasa sia-sia karena gagal menghidupi orang tua MOJOK.CO
Ragam

Rasa Gagal dan Bersalah Para Perantau: Merantau Lama tapi Tak Ada Hasilnya, Tak Sanggup Bantu Ortu Malah Biarkan Mereka Bekerja di Usia Tua

29 Januari 2026
Orang Madura sudah banyak kena stigma buruk di Surabaya dan Jogja. Terselamatkan berkat dua hal MOJOK.CO
Ragam

2 Hal Sederhana yang Selamatkan Wajah Madura Kami dari Stigma Buruk Maling Besi, Penadah Motor Curian, hingga Tukang Pungli

28 Januari 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Jogja City Mall, Sleman bikin orang nyasar. MOJOK.CO

Megahnya Jogja City Mall Bergaya Romawi dengan Filosofi Keberuntungan, Nyatanya Makin Menyesatkan Orang “Buta Arah” Seperti Saya

3 Februari 2026
Tak Mau Jadi Beban Orang Tua, Mahasiswa Psikologi UGM Pilih Kuliah Sambil Ngojol untuk Bayar UKT MOJOK.CO

Tak Mau Jadi Beban Orang Tua, Mahasiswa Psikologi UGM Pilih Kuliah Sambil Ngojol untuk Bayar UKT

2 Februari 2026
Lolos Unair lewat jalur golden ticket tanpa SNBP. MOJOK.CO

Tak Menyesal Ikuti Saran dari Guru BK, Berhasil Masuk Fakultas Top Unair Lewat Golden Ticket Tanpa Perlu “War” SNBP

7 Februari 2026
Dat, pemuda dengan 3 gelar universitas putuskan tinggalkan kota demi bangun bisnis budidaya jamur di perdesaan MOJOK.CO

Cabut dari Kota Tinggalkan Perusahaan demi Budidaya Jamur di Perdesaan, Beberapa Hari Raup Jutaan

4 Februari 2026
Sesi mengerikan kehidupan di desa: orang tua nelangsa karena masih hidup tapi anak-anak (ahli waris) sudah berebut pembagian warisan MOJOK.CO

Nelangsa Orang Tua di Desa: Diabaikan Anak di Masa Renta tapi Warisan Diperebutkan, Ortu Sehat Didoakan Cepat Meninggal

3 Februari 2026
Krian Sidoarjo dicap bobrok, padahal nyaman ditinggali karena banyak industri serap kerja dan biaya hidup yang masuk akal MOJOK.CO

Krian Sidoarjo Dicap Bobrok Padahal Nyaman Ditinggali: Ijazah SMK Berguna, Hidup Seimbang di Desa, Banyak Sisi Jarang Dilihat

5 Februari 2026

Video Terbaru

Tanaman Lokal Indonesia dan Upaya Merawat yang Terlupakan

Tanaman Lokal Indonesia dan Upaya Merawat yang Terlupakan

4 Februari 2026
Zainal Arifin Mochtar dan Suara Kritis di Tengah Politik Hari Ini

Zainal Arifin Mochtar dan Suara Kritis di Tengah Politik Hari Ini

3 Februari 2026
Buya Hamka dan Penangkapan yang Disederhanakan

Buya Hamka dan Penangkapan yang Disederhanakan

31 Januari 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.