Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
    • Bidikan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
    • Bidikan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan

Siasat Pengambil Sampah di Jogja Hadapi Tuntutan Warga di Tengah Darurat Sampah

Hammam Izzuddin oleh Hammam Izzuddin
13 Agustus 2023
A A
Kiamat Sampah dan Hal-Hal Lain yang Mempercepat Bali Tak Layak Lagi Dikunjungi.MOJOK.CO

Ilustrasi SKiamat Sampah dan Hal-Hal Lain yang Mempercepat Bali Tak Layak Lagi Dikunjungi(Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Pengambil sampah di Jogja yang mengambil sampah dengan gerobak di rumah-rumah warga berhadapan dengan situasi sulit. Mereka harus memutar otak saat pelanggan terus mendesak sedangkan tempat pembuangan tidak kunjung siap.

***

Di depan Depo Sampah Gembira Loka Kota Yogyakarta, sejumlah penggambil sampah sedang mendapat giliran berjaga. Pada Minggu (13/08/2023), Depo itu hanya menerima pembuangan dari jam 08.00 hingga 10.00 karena keterbatasan daya tampung.

“Takutnya nanti ada warga dari luar Kota Yogyakarta yang buang di sini. Ini khusus untuk warga sekitar,” kata salah seorang penggerobak, Japan (55) saat Mojok temui sekitar jam 10 pagi.

Lokasi Depo yang mereka jaga berada di wilayah Kota Yogyakarta yang berbatasan dengan Kabupaten Bantul. Menurut Japan, sering ada warga dari Bantul yang buang sampah di sini. Padahal kondisi daya tampungnya terbatas untuk warga sekitar.

Ia dan rekannya Suyut (67), menjaga sampai jam 14.00 sebelum nantinya bergiliran dengan Linmas setempat. Para pengambil sampah di Jogja ini memang jadi salah satu pilar penting dalam siklus pengelolaan sampah dan turut dilibatkan untuk menjaga Depo di masa darurat sampah DIY.

Mereka bertugas untuk menjemput sampah dari rumah-rumah yang berlangganan untuk mereka antar ke Depo terdekat. Pada situasi normal mereka bisa menjemput semua limbah rumah tangga dalam sehari. Namun, di tengah krisis karena tutupnya Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Piyungan, mereka harus memutar otak.

Japan dan Suyut, berjaga di Depo Sampah dekat Gembira Loka Zoo, Minggu (13/8/2023). MOJOK.CO
Japan, Suyut dan rekannya, berjaga di Depo Sampah dekat Gembira Loka Zoo, Minggu (13/8/2023). (Hammam Izzuddin/Mojok.co)

Japan misalnya, lelaki yang sudah 30 tahun menggeluti profesi penggerobak ini punya pelanggan sekitar 70 KK di wilayah Warungboto, Umbulharjo, Kota Yogyakarta. Mulai dari rumah tangga biasa, warung makan, hingga kos atau penginapan.

Sedangkan Suyut, pelanggannya hanya satu RT di wilayah Muja Muju, Umbulharjo. Jumlahnya sekitar 30 KK.

Warga minta terima beres, pengambil sampah putar otak

Sebagai penyedia jasa penjemputan sampah, para penggerobak mendapat upah mulai dari Rp30-50 ribu per bulan untuk setiap KK. Namun, bisa lebih tergantung volume dan jenis sampahnya. 

“Kalau rumah makan itu bisa lebih karena sampahnya berat dan basah. Bisa sampai Rp100 ribu per bulan,” kata Japan. Sementara untuk kos biasanya murah karena sampahnya cenderung kering.

Sejak TPA Piyungan mengalami penutupan, Pemda maupun Pemkot telah mengimbau agar warga bisa memilah sampah. Namun, praktik di lapangan, tidak banyak warga yang tergerak dan mau melakukan anjuran tersebut.

“Di lapangan susah untuk mengajak warga memilah. Sosisalisasi dari instansi sudah sering. Biasanya penggerobak yang memilah, tapi kami juga kewalahan,” kata Japan. Suyut pun membenarkan kendala tersebut. 

Ketimbang harus memilah, warga memilih membayar lebih demi sampah bisa segera keluar dari rumah mereka. Penggerobak pun memutar otak mencari cara membuang sampah cepat.

Iklan

Japan akhirnya bisa berpanas lega setelah ada kenalannya yang memperkenankan lahan kosong bekas galian tambang batu untuk jadi penampungan sampah sementara. Letaknya di Pajangan, Bantul. 

“Kalau cuma sekali dua kali, sementara bisa saya bawa ke sana. Itu pun dengan biaya tambahan,” katanya.

Akhirnya ia juga bisa membantu beberapa penggerobak lain yang mengalami kebuntuan. Menurutnya banyak penggerobak yang kehilangan pelanggan di tengah kondisi darurat sampah ini.

“Jadi ya kami terpaksa memungut biaya tambahan di luar uang bulanan. Tapi sementara saja sampai situasi normal,” terangnya.

Warga pun akhirnya tidak punya pilihan. Ketimbang menumpuk sampah di rumah dan menimbulkan bau, mereka memilih merogoh kocek lebih dalam.

“Teman-teman banyak yang montang-manting. Pelanggannya pada cabut, kasihan,” ujar Japan.

Depo sampah di Kota Jogja ini hanya menerima sampah dari warga Kota Yogyakarta. (Hammam Izzuddin/Mojok.co)

Baca halaman selanjutnya…

Warga masih asal buang sampah

Halaman 1 dari 2
12Next

Terakhir diperbarui pada 14 Agustus 2023 oleh

Tags: gerobak sampahjogja darurat sampahpengambil sampahpenggerobak sampahsampah
Hammam Izzuddin

Hammam Izzuddin

Reporter Mojok.co.

Artikel Terkait

Kiamat Sampah dan Hal-Hal Lain yang Mempercepat Bali Tak Layak Lagi Dikunjungi.MOJOK.CO
Ragam

Kiamat Sampah dan Hal-Hal Lain yang Mempercepat Bali Tak Layak Lagi Dikunjungi

26 Desember 2024
Sampah Jogja, Darurat Sampah Jogja.MOJOK.CO
Aktual

Warga Jogja Paling Berisik di Medsos Soal Sampah, Tapi Pemerintahnya Tutup Mata dan Telinga

8 Juni 2024
TPS3R Karangmiri Milik Pemkot Jogja Meresahkan: 100 Persen Ditolak Warga Jagalan Bantul Karena Pembangunannya Asal Terobos.MOJOK.CO
Aktual

TPS3R Karangmiri Milik Pemkot Jogja Meresahkan: 100 Persen Ditolak Warga Jagalan Bantul Karena Pembangunannya Asal Terobos

5 Juni 2024
Sampah Jogja, Darurat Sampah Jogja.MOJOK.CO
Ragam

Kata Orang UGM, Jogja Darurat Sampah karena Warga Jogja Sendiri Nggak Sadar-Sadar Bab Ngolah Sampah

31 Mei 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Keluar dari organisasi mahasiswa ekstra kampus (ormek) PMII, dicap pengkhianat tapi lebih sukses MOJOK.CO

Nekat Keluar PMII karena Tak Produktif: Dicap Pengkhianat-Nyaris Dihajar, Tapi Bersyukur Kini “Sukses” dan Tak Jadi Gelandangan Politik

13 Januari 2026
Ngerinya jalan raya Pantura Rembang di musim hujan MOJOK.CO

Jalan Pantura Rembang di Musim Hujan adalah Petaka bagi Pengendara Motor, Keselamatan Terancam dari Banyak Sisi

12 Januari 2026
franz kafka, pekerja urban, serangga.MOJOK.CO

Kita Semua Cuma Kecoa di Dalam KRL Ibu Kota, yang Bekerja Keras Hingga Lupa dengan Diri Kita Sebenarnya

15 Januari 2026
Film Suka Duka Tawa mengangkat panggung stand-up comedy. MOJOK.CO

“Suka Duka Tawa”: Getirnya Kehidupan Orang Lucu Mengeksploitasi Cerita Personal di Panggung Komedi demi Mendulang Tawa

13 Januari 2026
nongkrong di kafe, jakarta selatan.MOJOK.CO

Nongkrong Sendirian di Kafe Menjadi “Budaya” Baru Anak Muda Jaksel Untuk Menjaga Kewarasan

14 Januari 2026
Film Semi Jepang Bantu Mahasiswa Culun Lulus dan Kerja di LN (Unsplash)

Berkat Film Semi Jepang, Mahasiswa Culun nan Pemalas Bisa Lulus Kuliah dan Nggak Jadi Beban Keluarga

14 Januari 2026

Video Terbaru

Air dari Perut Bumi: Goa Jomblang dan Perubahan Hidup Warga Gendayaan

Air dari Perut Bumi: Goa Jomblang dan Perubahan Hidup Warga Gendayaan

18 Januari 2026
Bob Sadoni dan Hidup yang Terlalu Serius untuk Tidak Ditertawakan

Bob Sadoni dan Hidup yang Terlalu Serius untuk Tidak Ditertawakan

13 Januari 2026
Elang Jawa dan Cerita Panjang Kelestarian yang Dipertaruhkan

Elang Jawa dan Cerita Panjang Kelestarian yang Dipertaruhkan

11 Januari 2026
Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.