Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan

Siasat Pengambil Sampah di Jogja Hadapi Tuntutan Warga di Tengah Darurat Sampah

Hammam Izzuddin oleh Hammam Izzuddin
13 Agustus 2023
A A
Kiamat Sampah dan Hal-Hal Lain yang Mempercepat Bali Tak Layak Lagi Dikunjungi.MOJOK.CO

Ilustrasi SKiamat Sampah dan Hal-Hal Lain yang Mempercepat Bali Tak Layak Lagi Dikunjungi(Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Warga masih asal buang sampah

Suyut berujar, kondisi ini tidak akan berakhir sampai ada solusi pasti pengganti TPA Piyungan. Ia sangsi dengan wacana pembuatan tempat pembuangan sementara di Cangkringan yang bergulir dari Pemda DIY.

“Itu kan akhirnya banyak penolakan dari warga setempat. Kalau jadi pun, kepripun? Lha air minum kita dari sana masa mau dicemari sampah,” keluhnya.

Ia mengenang, TPA Piyungan yang dulu merupakan lubang galian dalam kini sudah berubah menjadi gunung. “Dulu saja kalau lihat lubangnya ngeri. Sekarang sudah jadi tumpukan tinggi,” kenangnya.

Tak jauh dari depo tersebut, di sisi timur Jembatan Gembira Loka, tumpukan sampah sempat menjadi pemandangan lazim di pinggir jalan. Seorang warga yang jadi tukang parkir tak jauh dari lokasi pembuangan mengaku tak bisa berbuat apa-apa melihat maraknya pembuangan sampah di lahan kosong itu.

“Mereka yang membuang itu dari mana-mana saja. Pada naik motor terus sampah plastikan dilempar,” keluhnya saat saya jumpai terpisah.

Berharap segera ada solusi pasti

Ia mengaku turut merasakan dampak bau tak sedap. Selain itu, beberapa orang yang membuang di sana juga membakar sampah ketika melihat tumpukan telah meninggi. 

“Asapnya itu juga mengganggu. Belum lagi di dekat situ kan ada tiang listrik banyak kabel, berbahaya,” terangnya sembari minta namanya tak disebutkan dalam berita.

Lokasi yang sebelumnya penuh dengan sampah. Warga biasanya membakar sampah di tempat itu sehingga menimbalkan polusi. MOJOK.CO
Lokasi yang sebelumnya penuh dengan sampah. Warga biasanya membakar sampah di tempat itu sehingga menimbalkan polusi. (Hammam Izzuddin/Mojok.co)

Saat saya tinjau ke lokasi, tumpukan sampah di pinggiran jalan sisi utara Gembira Loka memang sudah berkurang. Petugas DLH telah melakukan pengerukan menggunakan alat berat. Namun, sisa-sisa bekas pembakaran masih terlihat. 

“Besok, dua hari lagi biasanya sudah menumpuk lalu ada yang membakar lagi. Dua minggu terakhir begitu terus,” jelasnya. Padahal di sekitar area itu, ada beberapa plang imbauan larangan membuang sampah.

Mengenai kondisi itu, baik Suyut maupun Japan juga turut menyayangkan. Menurut mereka, penggerobak sampah tidak sampai membuang sembarangan meski banyaknya tuntutan untuk segera membuang sampah dari pelanggan.

“Kami kalau dari dinas menyuruh menahan dulu ya kami tahan. Kami cari solusi yang tidak mengganggu warga dan sembarangan,” kata Japan.

Para pengambil sampah di Jogja ini berharap segera ada solusi pasti dan jangka panjang untuk persoalan sampah di DIY, terutama Kota Yogyakarta. Mengingat daerah kota sudah tidak punya lahan lagi untuk penampungan memadahi.

“Pas ada masalah seperti ini, kasihan penggerobak yang tidak punya solusi alternatif. Pelanggan pada keluar. Wong cilik dadi korbane,” pungkas Japan.

Reporter: Hammam Izzuddin
Editor: Agung Purwandono

Iklan

BACA JUGA Kang Nur Menolak Sedih karena Utang Pelanggan Angkringan Berkat Lagu Iwan Fals

Cek berita dan artikel lainnya di Google News

Halaman 2 dari 2
Prev12

Terakhir diperbarui pada 14 Agustus 2023 oleh

Tags: gerobak sampahjogja darurat sampahpengambil sampahpenggerobak sampahsampah
Hammam Izzuddin

Hammam Izzuddin

Reporter Mojok.co.

Artikel Terkait

Kiamat Sampah dan Hal-Hal Lain yang Mempercepat Bali Tak Layak Lagi Dikunjungi.MOJOK.CO
Ragam

Kiamat Sampah dan Hal-Hal Lain yang Mempercepat Bali Tak Layak Lagi Dikunjungi

26 Desember 2024
Sampah Jogja, Darurat Sampah Jogja.MOJOK.CO
Aktual

Warga Jogja Paling Berisik di Medsos Soal Sampah, Tapi Pemerintahnya Tutup Mata dan Telinga

8 Juni 2024
TPS3R Karangmiri Milik Pemkot Jogja Meresahkan: 100 Persen Ditolak Warga Jagalan Bantul Karena Pembangunannya Asal Terobos.MOJOK.CO
Aktual

TPS3R Karangmiri Milik Pemkot Jogja Meresahkan: 100 Persen Ditolak Warga Jagalan Bantul Karena Pembangunannya Asal Terobos

5 Juni 2024
Sampah Jogja, Darurat Sampah Jogja.MOJOK.CO
Ragam

Kata Orang UGM, Jogja Darurat Sampah karena Warga Jogja Sendiri Nggak Sadar-Sadar Bab Ngolah Sampah

31 Mei 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Astrea Grand, Motor Honda yang Menjadi Mitos MOJOK.CO

Astrea Grand, Motor Honda Penuh Dusta yang Celakanya Pernah Menjadi Mitos dan Membuatnya Dikagumi karena Motor Ini Memang Meyakinkan

5 April 2026
Lulusan farmasi PTS Jogja foto keluarga

Lulusan Farmasi PTS Jogja Bayar Mahal untuk Wisuda, tapi Gagal Foto Keluarga karena Ayah Harus Dirawat di Rumah Sakit Jiwa

7 April 2026
Warung nasi padang jual rendang khas Minang di Jogja

Nasi Padang Rp13 Ribu di Jogja Lebih Nikmat dan Otentik daripada Yang Menang Mahal, tapi Rasanya Manis

10 April 2026
Sumbangan pernikahan di desa, jebakan yang menjerat dan membuat warga menderita MOJOK.CO

Sumbangan Pernikahan di Desa Menjebak dan Bikin Menderita: Maksa Utang demi Tak Dihina, Jika Tak Ikuti Dicap “Ora Njawani”

8 April 2026
Buka Usaha dan Niat Slow Living di Desa Malah Dibikin Muak dengan Etos Kerja Pemudanya, Bersikap Semaunya Atas Nama “Kekeluargaan” MOJOK.CO

Buka Usaha dan Niat Slow Living di Desa Malah Dibikin Muak dengan Etos Kerja Pemudanya, Bersikap Semaunya Atas Nama “Kekeluargaan”

10 April 2026
Salah jurusan, kuliah PTN.MOJOK.CO

Putus Kuliah dari PTS Elite demi Masuk “Jurusan Buangan” di PTN: Menang di Gengsi, tapi Lulus Jadi “Gelandangan” Dunia Kerja

5 April 2026

Video Terbaru

Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

9 April 2026
Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

6 April 2026
Tirto Utomo, Aqua dan Kenapa Kita Tidak Bisa Minum Air Keran?

Tirto Utomo, Aqua dan Kenapa Kita Tidak Bisa Minum Air Keran?

4 April 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.