Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Seni

FKY 2024, Rebranding Wajah Baru Sekaligus Ajak Masyarakat Merayakan Refleksi Kebendaan

Ahmad Effendi oleh Ahmad Effendi
4 Oktober 2024
A A
FKY 2024, Rebranding Wajah Baru Sekaligus Ajak Masyarakat Merayakan Refleksi Kebendaan

FKY 2024, Rebranding Wajah Baru Sekaligus Ajak Masyarakat Merayakan Refleksi Kebendaan (dok. FKY 2024)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Sejak 2023 lalu, FKY bertransformasi dari “Festival Kesenian Yogyakarta” menjadi “Festival Kebudayaan Yogyakarta”. Mereka pun menandai langkah barunya dengan menyusun roadmap tematik selama 5 tahun ke depan, yakni Ketahanan Pangan, Benda, Adat Istiadat, Bahasa, dan Nilai-nilai Budaya.

Adapun, gelaran FKY 2024 mengusung tema besar “Benda” yang diberi tajuk “Umpak Buka”. Acara ini akan berlangsung pada pada 10-18 Oktober 2024 di Lapangan Bawuran, Kalurahan Bawuran, Kapanewon Pleret, Kabupaten Bantul. 

Tema tersebut mengangkat makna, fondasi dalam kehidupan manusia Jawa melalui refleksi atas ke-benda-an, menggambarkan upaya untuk menghangatkan kembali benda-benda dan momen seperti artefak sebagai subjek naratif yang dinamis. 

Tidak seperti artefak di museum modern yang cenderung mendinginkan pengetahuan, FKY 2024 mengeksplorasi potensi kebaruan dari benda-benda tersebut agar relevan dengan zaman kini. 

Tantangan rebranding FKY, dari “kesenian” ke “kebudayaan”

Kepala Dinas Kebudayaan DIY Dian Laksmi Pratiwi mengatakan, proses perubahan dari festival kesenian ke festival kebudayaan itu juga disertai usaha keras untuk rebranding. Termasuk materi dari festival, hingga masuk dalam tataran filosofisnya. 

Kendati demikian, Dian menyadari bahwa rebranding tidak pernah mudah. Apalagi FKY sudah lama dikenal sebagai festival kesenian. 

“Tapi sekarang itu tidak sebatas kesenian, lebih dalam dan luas lagi, yaitu kebudayaan,” ujarnya, saat menggelar jumpa pers pada Kamis (3/10/2024).

Festivak Kebudayaan Yogyakarta (FKY) 2024.MOJOK.CO
Kepala Disbud DIY Dian Laksmi Pratiwi menyebut rebranding FKY adalah upaya yang tak mudah. (dok. FKY 2024)

Menurut Dian, dengan transformasi tersebut, jelas harus disusun konsep baru dan bukan lagi semata-mata menampilkan kesenian. Akan tetapi, ia juga harus masuk ke aspek budaya secara lebih luas, baik itu menyangkut fisik berupa benda atau situs maupun nonfisik berupa filosofi atau sejarah di balik sesuatu yang kasat mata. 

“Harus tercipta ruang dialog, ruang edukasi, sekaligus wahana aktivasi dan perayaan dinamika kebudayaan di masyarakat. Kami angkat tema benda yang diberi tajuk ‘Umpak Buka’,” bebernya.

Kebudayaan itu lebih dari pertunjukan kesenian

Dalam kesempatan yang sama, Steering Committee FKY 2024 Butet Kartaredjasa juga memaparkan, ada dua hal yang kini menjadi tantangan. Pertama, yakni bagaimana mengkomunikasikan rebranding itu, dan kedua adalah masalah klasik terkait mengubah mindset tentang kebudayaan yang tidak semata-mata pertunjukan kesenian.

“Berbicara kebudayaan itu, sampai sekarang bahkan masih rancu. Budaya tetap dimaknai dengan kesenian. Padahal itu keliru,” kata Butet, Kamis (3/10/2024).

“Budaya bukan sekadar seni, bukan sekadar entertainment. Tetapi di sini festival kebudayaan merupakan tempat belajar budaya baik warga Jogja sendiri maupun luar daerah. Kekayaan kebudayaan jadi inspirasi semua orang dari etnik manapun,” imbuhnya. 

FKY 2024, Rebranding Wajah Baru Sekaligus Ajak Masyarakat Jogja Merayakan Refleksi Kebendaan.MOJOK.CO
Menurut Butet, masyarakat Indonesia banyak yang masih salah kaprah memahami ‘kesenian’ dan kebudayaan. (dok. FKY 2024)

Di tingkat kebijakan pun, lanjutnya, pemahaman tentang kebudayaan masih  tetap sebatas tontonan. Bahkan di tingkat kementerian pun masih terjadi “gagal paham” tentang konsep kebudayaan tersebut. 

Oleh karena itu, menurut Butet, FKY kali ini harus mampu menjadi agen perubahan pemikiran. 

Iklan

“Demikian, FKY 2024 ‘Umpak Buka’ hendak memapar dinamika antara yang statis dan yang bergerak, antara yang tetap dan yang berubah,” jelasnya.

Dalam keterangan tertulis yang Mojok terima, umpak (pelin/pedestal) sebagai elemen yang tampak tidak berubah, sebenarnya menjadi momen seperti “umpak buka” yang menandai perubahan waktu, ruang, dan pengalaman manusia. 

FKY 2024 “Umpak Buka” tidak akan menempatkan benda-benda dan momen seperti artefak di etalase museum-museum modern yang cenderung mendinginkan pengetahuan. Namun, justru sebaliknya, benda-benda dihangatkan sebagai narasi dan pengetahuan yang terus bergerak. 

“Setiap benda menyimpan memori kolektif sebagai arsip hidup dan catatan sejarah di dalam realitas waktu yang bergerak. Dengan demikian, masa lalu dengan masa kini terhubung,” tulis FKY dalam keterangan tertulis yang diterima Mojok, Jumat (4/10/2024).

Rangkaian acara di FKY 2024

Sebagai informasi, panggung utama Festival Kebudayaan Yogyakarta 2024 akan bertempat di Lapangan Bawuran. Beberapa program yang dilaksanakan di antaranya Pasaraya Benda, Wahana SDSB, Pawon Hajat Khasiat, dan pertunjukan seni di panggung FKY.

Festivak Kebudayaan Yogyakarta (FKY) 2024.MOJOK.CO
a-wp-editing=”1″ /> Festival Kebudayaan Yogyakarta 2024 mengangkat tema “Umpak Buka” dengan banyak rangkaian acara menarik. (dok. FKY 2024)

FKY 2024 akan dibuka 10 Oktober 2024 dengan menampilkan Pawai Pusaka, Flashmob, Jamasan Pusaka Warga dan Yogyakarta Royal Orchestra. Bergeser sedikit, di MCC Tepi Sabin, FKY 2024 akan menyelenggarakan Pameran bertajuk Azimat-Siasat.

Untuk program diskusi sebagai penunjang pertukaran dialog gagasan, diadakan dalam bentuk FKY Rembug yang berisi tiga sub-program yakni Wicara, Siniar, dan Forum Musyawarah Umpak Buka.

FKY 2024 juga diisi tiga kompetisi, yakni Kompetisi Rakitswara berupa lomba perancangan instrumen musik terbaru maupun terbarukan dengan mengolah “benda”, kemudian Gladhen Jemparingan, serta Kompetisi Mural dari Rakyat dengan pelaksanaannya tersebar di berbagai wilayah DIY

Penulis: Ahmad Effendi

Editor: Muchamad Aly Reza

BACA JUGA Merawat Festival dan Jalan Menghidupkan Budaya Lokal

Ikuti artikel dan berita Mojok lainnya di Google News

Terakhir diperbarui pada 4 Oktober 2024 oleh

Tags: event jogjafestival jogjafestival kebudayaan yogyakartaFKYfky 2024Jogja
Ahmad Effendi

Ahmad Effendi

Jurnalis Mojok.co asal Yogyakarta. Pernah belajar di S1 Ilmu Sejarah Universitas Negeri Yogyakarta (UNY). Banyak menulis sejarah, sepak bola, isu urban, budaya pop, dan setiap yang menyangkut kepentingan publik. Kerap menepi di konser band metal, festival film, dan mengasuh anabul.

Artikel Terkait

Diancam Pihak Resto karena Telat Antar Makanan Lebih Mudah Diterima daripada Gagal Jadi Sarjana Hukum UGM MOJOK.CO
Edumojok

Perjuangan Ojol sambil Kuliah: Pernah Diancam Pihak Resto karena Telat Antar Makanan, Kini Lulus Jadi Sarjana Hukum UGM

5 Februari 2026
Asriadi Cahyadi pemilik Dcell Jogja Store, toko musik analog. MOJOK.CO
Sosok

Saat Musik Analog Bukan Lagi Barang Jadul yang Bikin Malu, tapi Pintu Menuju Kenangan Masa Lalu bagi Pemuda di Jogja

4 Februari 2026
Tak Mau Jadi Beban Orang Tua, Mahasiswa Psikologi UGM Pilih Kuliah Sambil Ngojol untuk Bayar UKT MOJOK.CO
Edumojok

Tak Mau Jadi Beban Orang Tua, Mahasiswa Psikologi UGM Pilih Kuliah Sambil Ngojol untuk Bayar UKT

2 Februari 2026
Toko musik analog, Dcell Jogja Store. MOJOK.CO
Bidikan

Juru Selamat “Walkman” di Bantul yang Menolak Punah Musik Analog

2 Februari 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Krian Sidoarjo dicap bobrok, padahal nyaman ditinggali karena banyak industri serap kerja dan biaya hidup yang masuk akal MOJOK.CO

Krian Sidoarjo Dicap Bobrok Padahal Nyaman Ditinggali: Ijazah SMK Berguna, Hidup Seimbang di Desa, Banyak Sisi Jarang Dilihat

5 Februari 2026
gen z kerja merantau beban mental dan finansial.mojok.co

Gen Z Pilih Merantau dan Tinggalkan Ortu karena Rumah Cuma Menguras Mental dan Finansial

6 Februari 2026
TKI-TKW Rembang dan Pati, bertahun-tahun kerja di luar negeri demi bangun rumah besar di desa karena gengsi MOJOK.CO

Ironi Kerja di Luar Negeri: Bangun Rumah Besar di Desa tapi Tak Dihuni, Tak Pulang demi Gengsi dan Standar Sukses yang Terus Berganti

7 Februari 2026
tan malaka.MOJOK.CO

Tan Malaka “Hidup Lagi”: Ketika Buku-Bukunya Mulai Digemari dan Jadi Teman Ngopi

6 Februari 2026
Rp100 juta pertama, tabungan bersama pas pacaran itu bikin repot MOJOK.CO

Usia 30 Belum Punya Rp100 Juta Pertama: Nasib Sandwich Generation, Gaji Ludes di Tengah Bulan Tanpa Sempat Dinikmati, dan Tetap Dinyinyiri

10 Februari 2026
bpjs kesehatan.MOJOK.CO

Kemensos “Bersih-Bersih Data” Bikin Nyawa Pasien Cuci Darah Terancam, Tak Bisa Berobat karena Status PBI BPJS Mendadak Nonaktif

5 Februari 2026

Video Terbaru

Hutan Jawa dan Dunia yang Pernah Bertuah

Hutan Jawa dan Dunia yang Pernah Bertuah

7 Februari 2026
Tanaman Lokal Indonesia dan Upaya Merawat yang Terlupakan

Tanaman Lokal Indonesia dan Upaya Merawat yang Terlupakan

4 Februari 2026
Zainal Arifin Mochtar dan Suara Kritis di Tengah Politik Hari Ini

Zainal Arifin Mochtar dan Suara Kritis di Tengah Politik Hari Ini

3 Februari 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.