Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
    • Bidikan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Otomojok
  • Konter
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
    • Bidikan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Otomojok
  • Konter
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Otomojok
  • Konter
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Ragam

Regenerasi Atlet Panahan Terancam Mandek di Ajang Internasional, Legenda “3 Srikandi” Yakin Masih Ada Harapan

Aisyah Amira Wakang oleh Aisyah Amira Wakang
23 Desember 2025
A A
Olahraga panahan di MLARC Kudus. MOJOK.CO

ilustrasi - Legenda "3 Srikandi" panahan Indonesia. (Ega Fansuri/Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MilkLife Archery Challenge (MLARC) KEJURNAS Antar Club 2025 di Suppersoccer Arena (SSA), Kudus menjadi olahraga pertama panahan di Indonesia yang mempertemukan atlet antarklub. Lewat pertandingan ini, para atlet senior panahan berharap bisa bertemu dengan bibit-bibit unggul yang akan mengharumkan nama Indonesia nantinya.

Nostalgia perjalanan 3 Srikandi

Sejumlah atlet panahan usia anak-anak hingga dewasa tampak fokus berlatih untuk pertandingan MLARC KEJURNAS Antar Club 2025 di sisi kiri lapangan SSA, Kudus. Kompetisi panahan yang digagas oleh Persatuan Panahan Indonesia (Perpani), MilkLife, dan Djarum Foundation itu berlangsung pada 9-19 Desember 2025. 

Di tengah sesi latihan, beberapa atlet yang mulai istirahat tampak menyalami sosok perempuan dengan kaos putih berlengan pendek. Ia adalah Nurfitriyana Saiman (63), salah satu atlet senior panahan yang meraih medali Olimpiade pertama untuk Indonesia di Seoul tahun 1988.

Saat Olimpiade tersebut, Nurfitriyana Saiman atau yang akrab dipanggil Yana tak bertanding sendiri. Ia, bersama Lilies Handayani dan Kusuma Wardhani menjadi perwakilan satu-satunya dari Indonesia yang mengikuti kompetisi cabang olahraga (cabor) panahan kategori beregu putri.

Pada pertandingan itu, ketiganya berhasil mengharumkan nama Indonesia di kancah Internasional dengan memperoleh medali perak. Saking epiknya kisah mereka, Produser Raam Punjabi dan Sutradara Imam Brotoseno sampai mengangkat kisah tersebut ke layar lebar dengan judul “3 Srikandi”.

3 srikandi. MOJOK.CO
Tiga srikandi panahan Indonesia yaitu Nurfitriyana Saimana (kiri), Lilies Handayani (tengah), dan Kusuma Wardhani. (Dok. Tabloid Bola)

Prestasi 3 Srikandi di Olimpiade tidak hanya menjadi medali pertama bagi Indonesia, tapi sebagai simbol semangat dan motivasi bagi generasi atlet berikutnya untuk berprestasi.

Sebab Yana tak memungkiri, olahraga panahan sendiri pada saat itu masih kurang terkenal di Indonesia dibandingkan bulu tangkis misalnya. Bahkan hingga saat ini, medali perak yang diraih Yana, Lilies, dan Kusuma masih menjadi medali satu-satunya yang dimiliki Indonesia dalam Olimpiade cabor panahan. Artinya, sejak tahun 1989 hingga 2025, belum ada atlet panahan yang berhasil menjuarai Olimpiade. 

Regenerasi atlet olahraga panahan

Nurfitriyana Saiman alias Yana berharap atlet panahan di Indonesia bisa mengikuti jejaknya sampai pertandingan Olimpiade. Sebuah kompetisi olahraga multi-cabang internasional terbesar di dunia yang diadakan setiap empat tahun sekali.

Oleh karena itu, ia mengaku terharu saat melihat pertandingan MLARC KEJURNAS Antar Club 2025. Sebab di sana, ia tak hanya melihat kegigihan para atlet untuk jadi juara, tapi juga minat dari para peserta, mulai dari anak-anak hingga yang tua.

“Saya takjub karena para atlet disini benar-benar begitu banyak sekarang. Apalagi ini pertandingan Kejurnas antarklub ya, jadi bibit-bibit unggulnya kelihatan semua di sini, se-Indonesia,” kata Yana.

Sejumlah orang memanah. MOJOK.CO
Peserta panahan mengikuti pertandingan MilkLife Archery Challenge Kejuaraan Nasional Antarklub 2025 di SSA, Kudus. (Sumber: MilkLife)

Wakil Ketua Umum II PB Perpani, Abdul Rozak berujar pertandingan panahan kejurnas antarklub merupakan inovasi pertama yang mereka lakukan. Mengingat sebelumnya, ada regulasi yang menyatakan jika satu provinsi hanya bisa mengirim 4 atlet terbaiknya per gender dan per divisi.

“Dengan diadakan kejurnas antarklub ini, kami harap teman-teman di daerah bisa merasakan atmosfer pertandingan di level nasional,” ujarnya.

Abdul Rozak juga berharap dengan adanya pertandingan panahan Kejurnas antarklub, Perpani bisa menemukan bibit-bibit unggul dan berprestasi yang akan mengharumkan nama Indonesia nantinya. Seperti di ajang Southeast Asian Games (SEA Games) yang diselenggarakan di Bangkok, Thailand pada Rabu (18/12/2025).

“Alhamdulillah, puji syukur kita ke Allah SWT, tim panahan indonesia berhasil jadi juara umum di SEA Games dengan medali 6 emas dan 2 medali perunggu dari 10 nomor yang dipertandingkan.” Kata dia.

Iklan

Panahan bermanfaat untuk kehidupan sehari-hari

Selain mengejar juara, Abdul Rozak berujar MLARC KEJURNAS Antar Club 2025 sejatinya adalah wadah bagi para atlet untuk latihan, sekaligus menambah jam terbang mereka. 

Nurfitriyana Saiman di MLARC, Kudus. MOJOK.CO
Nurfitriyana Saiman saat menonton pertandingan MLARC di SSA, Kudus. (Aisyah Amira Wakang/Mojok.co)

“Karena kalau dia berlatih terus tanpa adanya pertandingan, hasilnya tidak akan nampak,” ucapnya.

Lebih dari itu, Yana berujar juara hanyalah bonus bagi para atlet, tapi manfaat sebenarnya bisa dirasakan dalam kehidupan sehari-hari. Sebab bagi Yana, panahan adalah olahraga terbaik untuk melatih kefokusan.

“Panahan itu bagus untuk kehidupan ke depan, baik saat ia sekolah maupun bekerja nanti. Karena dengan latihan panahan terus menerus dia bisa menguasai dirinya sendiri, membentuk karakter, dan melatih emosi,” tutur Yana.

Selama 45 tahun menggeluti panahan Yana berujar jadi terbiasa berpikir positif, serta memilah-milah mana hal yang ia bisa kontrol dan yang tidak. Selain itu, olahraga panahan juga menjadikan dirinya lebih dewasa dibandingkan dengan saudara-saudaranya.

“Saya ini kan anak bungsu ya di rumah, sementara saya selalu bisa menjadi penengah di antara kakak-kakak saya. Walaupun memang masih banyak sebetulnya yang harus saya pelajari, tapi kok saya bisa memutuskan gitu loh,” kata Yana.

Perlu konsistensi dan ketahanan mental

Panahan olahraga pertarungan pikiran. MOJOK.CO
Olahraga panahan membutuhkan kefokusan tingkat tinggi. (Sumber: MilkLife)

Yana tak menampik kalau latihan panahan cukup monoton alias harus banyak menembak. Sebab yang diharapkan dari latihan panahan memang otomatisasi, sampai dia tahu sendiri otot-otot mana yang bekerja. 

Apalagi, setiap orang punya masalah tersendiri sehingga jenis latihan bahkan alat panah juga harus disesuaikan. Mulai tinggi badan, panjang hidung, hingga riwayat penyakit. Oleh sebab itu, atlet panahan dituntut untuk mengenal dirinya sendiri. Begitu pula tugas pelatih.

Khusus untuk anak-anak, latihannya harus dibuat semenyenangkan mungkin. Misalnya, mengombinasikan olahraga fisik dengan sebuah permainan sampai mereka paham teknik.

“Mangkanya kalau bertemu anak-anak yang sedang latihan saya selalu tanya, senyumnya mana? Karena dengan senyum itu sebetulnya kita bisa melawan hati yang awalnya kaku jadi luwes,” kata Yana.

Dengan latihan secara konsisten dan motivasi yang tinggi, Yana berharap atlet-atlet panahan di Indonesia bisa berprestasi dan membanggakan ibu pertiwi.

“Karena sebetulnya saya melihat banyak potensi di sini, bahkan bisa saya katakan mereka ini sudah layak dan siap untuk mengikuti Olimpiade. Semoga kedepannya kita juga bisa mengharumkan nama bangsa dengan mendapatkan juara.” Ucap Yana.

Penulis: Aisyah Amira Wakang

Editor: Muchamad Aly Reza

BACA JUGA: Busur Panah Tak Sekadar Alat bagi Atlet Panahan, Ibarat “Suami” bahkan “Nyawa” atau liputan Mojok lainnya di rubrik Liputan.

Terakhir diperbarui pada 23 Desember 2025 oleh

Tags: 3 SrikandiMLARCNurfitriyana Saimanpanahan antarklubpanahan di Indonesiaperkembangan panahanpertandingan kejurnas panahan
Aisyah Amira Wakang

Aisyah Amira Wakang

Artikel Terkait

Nonton Olahraga Panahan. MOJOK.CO
Catatan

Sempat “Ngangong” Saat Pertama Kali Nonton Olahraga Panahan, Ternyata Punya Teropong Sepenting Itu

25 Desember 2025
Praja bertanding panahan di Kudus. MOJOK.CO
Sosok

Nyaris Menyerah karena Tremor dan Jantung Lemah, Temukan Semangat Hidup dan Jadi Inspirasi berkat Panahan

20 Desember 2025
Busur Panah Tak Sekadar Alat bagi Atlet Panahan, Ibarat “Suami” bahkan “Nyawa” Mojok.co
Ragam

Busur Panah Tak Sekadar Alat bagi Atlet Panahan, Ibarat “Suami” bahkan “Nyawa”

19 Desember 2025
Atlet panahan asal Semarang bertanding di Kota Kudus saat hujan. MOJOK.CO
Ragam

Memanah di Tengah Hujan, Ujian Atlet Panahan Menyiasati Alam dan Menaklukkan Gentar agar Anak Panah Terbidik di Sasaran

19 Desember 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Kemang, Saksi Bisu Kepura-puraan Perantau Jawa: Rela Ngomong “Lu-Gue” hingga Paksa Selera Musik demi Bisa Bergaul di Jaksel MOJOK.CO

Kemang, Saksi Bisu Kepura-puraan Perantau Jawa: Rela Ngomong “Lu-Gue” hingga Paksa Selera Musik demi Bisa Bergaul di Jaksel

6 Januari 2026
Ilustrasi Honda Beat Motor Sial: Simbol Kemiskinan dan Kaum Tertindas (Shutterstock)

Pengalaman Saya Menyiksa Honda Beat di Perjalanan dari Jogja Menuju Solo lalu Balik Lagi Berakhir kena Instant Karma

7 Januari 2026
Tinggal di kos murah Taman Siswa (Tamsis) Jogja: Malam-malam ada suara ceplak-ceplok, saling pukul di kamar, hingga terusir gara-gara sengketa warisan MOJOK.CO

Sewa Kos Rp350 Ribu Berdinding Triplek di Tamsis Kota Jogja, Bonus Suara “Ceplak-ceplok” Tengah Malam hingga Terusir Gara-gara Sengketa Warisan

6 Januari 2026
Derita anak bungsu. MOJOK.CO

Derita Anak Bungsu Saat Kakak Gagal Penuhi Harapan Orang tua dan Tak Lagi Peduli dengan Kondisi Rumah

9 Januari 2026
Selamat tinggal Doraemon di RCTI. MOJOK.CO

Doraemon dan RCTI Akhirnya Berpisah, Terima Kasih Telah Temani “Inner Child” Saya yang Terluka

7 Januari 2026
Mengajari Siswa Down Syndrome Cara Marah, karena Dunia Tidak Selalu Ramah MOJOK.CO

Mengajari Siswa Down Syndrome Cara Marah, karena Dunia Tidak Selalu Ramah

9 Januari 2026

Video Terbaru

Elang Jawa dan Cerita Panjang Kelestarian yang Dipertaruhkan

Elang Jawa dan Cerita Panjang Kelestarian yang Dipertaruhkan

11 Januari 2026
Serat Centhini: Catatan Panjang tentang Laku dan Pengetahuan

Serat Centhini: Catatan Panjang tentang Laku dan Pengetahuan

8 Januari 2026
Mukti Entut dan Keputusan-keputusan Kecil yang Bikin Hidup Masuk Akal

Mukti Entut dan Keputusan-keputusan Kecil yang Bikin Hidup Masuk Akal

6 Januari 2026
Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Otomojok
  • Konter
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.