Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Ragam

Kerja di SCBD Jakarta Mengubah Hidup Lulusan Kampus Jogja, Gaji Besar tapi Makian Atasan Bikin Rutin ke Psikolog

Hammam Izzuddin oleh Hammam Izzuddin
21 Maret 2024
A A
lulusan kuliah jogja stres kerja di scbd jakarta.MOJOK.CO

Ilustrasi pekerja tertekan (Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Rutin ke psikolog, tak ada kata mundur

Namun, fasilitas itu saja sering tak cukup bagi Tio sebagai hiburan sepulang kerja. Beban dan tekanan kerja masih terngiang di benaknya.

Ia mengaku, perlu bantuan psikolog untuk konsultasi mengalami tekanan mental yang ia rasakan. Hal ini lumrah bagi mereka yang kerja di SCBD. Bahkan, di kantor Tio juga ada fasilitas psikolog.

Iklan

“Tapi aku belum cukup, jadi saat balik ke Jogja tiap bulan aku sering konsultasi ke psikolog lain,” curhatnya.

Tekanan ia rasakan sejak awal. Sebab, makian jadi hal yang lumrah ia dapatkan. “Dikatain goblok dan segala macam. Tapi aku mending, di tempat lain ada yang sampai umpatan yang benar-benar kasar terlontar dari atasan,” katanya.

Selama setahun pertama, tidak sedikit rekannya yang mundur di tengah jalan. Padahal, ada denda pinalti besar yang jadi konsekuensi.

“Rekrutmen kami kan banyak fasilitasnya, jadi ada semacam klausul kalau berhenti sebelum 3 tahun itu kena denda,” terangnya.

Ada beberapa kenalannya yang rela bayar denda dengan nominal di atas Rp100 juta karena tak kuat dengan tekanan. Selain itu, ada juga yang menghilang begitu saja, menghapus segala kontaknya, demi terhindar dari denda itu.

Kerja di Jogja impian yang tak rasional untuk masa depannya

Dalam bayang tekanan, terkadang Tio mengimpikan kerja di Jogja dengan ritme yang lebih lambat. Namun, angan-angan itu segera ia singkirkan saat bicara masa depan.

“Jujur, kita tahu sulit dapat kerja gaji besar di Jogja. Nggak bisa mundur dari sini kalau mikirkan nabung nikah sampai bikin rumah di masa depan,” curhatnya.

Tekanan di dalam kantor adalah satu persoalan. Di sisi lain, bagi lelaki yang sudah lama tinggal di Jogja, kepadatan Jakarta adalah sumber stres lainnya.

Agak serupa, Azwar Pradana, pekerja pasar modal yang berkantor di SCBD mengakui bahwa tekanan kerja di lingkungannya cukup besar. Ia melihat ada dua sumber, dari sisi pekerjaan sekaligus lingkungan.

Soal kerja, lelaki yang mengaku pendapatan bulanannya berkisar di angka Rp30-an juta ini melihat bahwa banyak pekerja yang sering lembur. Cara meredekan stress pun beragam.

“Kalau agamis mungkin bisa tajahud tapi ya ada juga kalau stress buka botol (minuman beralkohol),” kelakarnya dalam program YouTube Narasi TV.

Selain itu, ia mengakui bahwa tekanan akibat gaya hidup tinggi di lingkungan juga memengaruhi. Belakangan, banyak kantor yang menerapkan aturan bebas berpakaian di kantor. Sehingga, setiap orang ingin tampil yang terbaik.

Iklan

Beragam hal itu mewarnai dinamika kehidupan kerja di SCBD. Segitiga emas perkantoran elite, yang bagi sebagian orang jadi dambaan tempat berkarier.

Penulis: Hammam Izzuddin

Editor: Agung Purwandono

BACA JUGA Lulusan SMA Dapat Kerja Pertambangan, Gaji Belasan Juta Bikin Tak Ingin Kuliah dan Pandang Sebelah Mata Sarjana

Cek berita dan artikel lainnya di Google News

Halaman 2 dari 2
Prev12

Terakhir diperbarui pada 16 April 2024 oleh

Tags: jakarta selatanJogjakerja di scbdSCBD
Hammam Izzuddin

Hammam Izzuddin

Reporter Mojok.co.

Artikel Terkait

Kisah pemilik Yamaha Fazzio hitam di Jogja. MOJOK.CO
Eksplor

Gelontorkan Tabungan Jutaan Rupiah demi Modifikasi Fazzio: Cara Manis Anak Muda Jogja Menghargai Kepedulian Orang Terdekat

30 Juni 2026
Naik BYD Menyusuri Jalanan Jakarta Bikin Saya Jadi Kampungan MOJOK.CO
Otomojok

Pengalaman Menahan Rasa Penasaran di Dalam Kabin Mewah BYD demi Tidak Terlihat Kampungan ketika Menyusuri Jalanan Jakarta

30 Juni 2026
Jupiter Z1 Adalah Motor Yamaha Terbaik Idola Orang Jambi MOJOK.CO
Otomojok

Setelah Melakukan Pengamatan, Saya Menemukan Fakta Bahwa Jupiter Z1 Adalah Motor Yamaha yang Menemukan Habitat Alaminya di Jambi

25 Juni 2026
Untuk Jogja Menjadi Kota Wisata Rendah Emisi Karbon.MOJOK.CO
Eksplor

Untuk Jogja Menjadi Kota Wisata Rendah Emisi Karbon

15 Juni 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Satu Dekade Land of Leisures: Merawat Standar Kurasi dan Meneteskan Rezeki hingga Akar Rumput

Satu Dekade Land of Leisures: Merawat Standar Kurasi dan Meneteskan Rezeki hingga Akar Rumput

30 Juni 2026
Piala Dunia, Joachim Klement yang Tak Pernah Salah Ramal dan Skenario-Skenario Ajaib.MOJOK.CO

Joachim Klement yang Tak Pernah Salah Ramal dan Skenario-Skenario Ajaib Pildun

25 Juni 2026
Mila lulusan Fapet UGM. MOJOK.CO

Dobrak Keraguan Perempuan Tak Pantas Jadi Peternak, Alumnus Fapet UGM Ini Berhasil Raih Rp700 Juta di Tuban

29 Juni 2026
Malang Santai Sayang, tapi Kritik Tak Lagi Santai MOJOK.CO

Malang Santai Sayang, tapi Kritik Tak Lagi Santai 

26 Juni 2026
Pasang WiFi di rumah desa. Niat untuk kenyamanan dan efisiensi pengeluaran keluarga malah dipalak tetangga MOJOK.CO

Punya WiFi di Rumah Desa Bikin Bocil Tetangga Jadi Kurang Ajar dan Hilang Adab, Saya yang Bayar Tagihan Cuma Dapat Emosinya

25 Juni 2026
Mengapa Calon Mahasiswa PTN Banyak yang Mengundurkan Diri? MOJOK.CO

Mengapa Calon Mahasiswa PTN Banyak yang Mengundurkan Diri?

29 Juni 2026

Video Terbaru

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026
Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026
Smarai, Konten Organik dan Cara Promosi Band tanpa Panik Ngejar Viral

Smarai, Konten Organik dan Cara Promosi Band tanpa Panik Ngejar Viral

21 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.