Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Ragam

Cerita Sopir Angkot Lansia Kuliah Selama 26 Semester, Berhasil Lulus UT dengan IPK di Atas Gibran

Ahmad Effendi oleh Ahmad Effendi
16 Maret 2024
A A
Lansia di Kota Jogja Butuh Berkegiatan untuk Tetap Bugar dan Produktif, Sekolah Lansia Menjadi Jawabannya.MOJOK.CO

Ilustrasi - Lansia di Kota Jogja Butuh Berkegiatan untuk Tetap Bugar dan Produktif, Sekolah Lansia Menjadi Jawabannya (Mojok.co/Ega Fansuri)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Belajar terbukti tak memandang usia. Hal tersebut dibuktikan oleh Wagimoen, seorang lansia 84 tahun yang berhasil menuntaskan kuliahnya di Universitas Terbuka (UT) Bogor. Selama 13 tahun menimba ilmu, lelaki yang berprofesi sebagai supir angkot ini berhasil melampaui banyak pencapaian, termasuk IPK Gibran.

Mbah Moen, sapaan akrabnya, adalah pensiunan staf Angkatan Darat (AD) yang hidup sebatang kara setelah istrinya meninggal pada 2007 lalu. Setelah istrinya meninggal, ia memutuskan bekerja sebagai sopir angkot di usia yang sudah senja, 67 tahun.

Namun, itu belum seberapa. Tiga tahun berselang, di usianya yang ke-70, Mbah Moen memutuskan untuk kuliah. Hal ini pun cukup mengagetkan mengingat usianya yang dianggap sudah tak lazim lagi untuk memulai kuliah S1.

Setiap harinya, kuliah sambil narik angkot pun Mbah Moen jalani. Kisahnya kemudian ramai setelah akhirnya dia wisuda pada November 2023 lalu. Video sambutannya di panggung inspiratif Wisuda UT Bogor juga ramai jadi pembahasan saat itu.

Lanjut kuliah di UT karena ingin punya gelar sarjana saat meninggal

Mbah Moen mendaftar ke UT Bogor pada 2010 di program studi S1 Administrasi Negara. Kepada para wisudawan lain, ia bercerita alasannya berkuliah meski usianya telah senja.

Kata dia, sejak masih muda dia sangat memimpikan punya gelar Doktorandus alias drs. Sayangnya, mimpi itu tak kesampaian karena putus kuliah. 

“Saya dulu putus kuliah. Ingin punya gelar sarjana biar punya ijazah,” kata Mbah Moen dalam acara Wisuda UT Pusat Periode I di UT Convention Center, Jakarta, November 2023 lalu.

Ketika pertama mendaftar ke UT, pertanyaan pertama yang ia sampaikan ke pihak kampus adalah, “saya sudah 79 tahun, apakah masih bisa kuliah?”. UT Bogor pun mengatakan masih bisa. Tapi karena sudah berada di tengah tahun ajaran, Mbah Moen diminta untuk mendaftar di semester depan.

Pada pertengahan 2010, ia kembali mendaftar dan diterima. Mbah Moen mengaku mimpi masa lalunya yang sudah mati bisa ia hidupkan kembali.

“Keinginan lama saya, meninggal punya ijazah, sarjana,” sambungnya.

Sempat kesulitan pakai komputer

Sudah jadi rahasia umum kalau metode perkuliahan di UT semuanya full online. Hal ini pun cukup menjadi hambatan bagi Mbah Moen. Bagaimana tidak, ponsel saja jadul, apalagi buat belajar daring.

Untungnya orang-orang sekitarnya cukup membantu Mbah Moen dalam menjalani perkuliahannya tersebut. Pihak kampus UT juga cukup suportif. Tiap ada ujian, baik itu tengah semester maupun akhir semester, mereka mengundang Mbah Moen buat datang ke kampus.

Di sana, UT menyediakan ruang khusus bagi Mbah Moen buat mengerjakan ujian. UT juga memberikan beberapa pendamping yang khusus untuk membantu Mbah Moen mengerjakan tugas-tugas harian.

Sayangnya, tiga tahun berselang atau pada 2013, Mbah Moen mengalami masalah pendengaran. Inderanya mulai menurun karena faktor usia. Masalah ini menjadi alasan utama mengapa perkuliahannya bisa sangat lama sampai 26 semester. Namun, belakangan diketahui UT memfasilitasinya dengan memberi alat bantu dengar.

Iklan

Meski lulus molor tetap bisa lampaui banyak rekor, termasuk kalahkan IPK Gibran 

Meski lulusnya cukup molor, yakni sampai 13 tahun atau 26 semester, nyatanya Mbah Moen berhasil memecahkan banyak rekor. Pertama,  ia menjadi wisudawan tertua sepanjang sejarah kelulusan UT di acara wisuda UT Pusat. 

Mbah Moen berhasil mengalahkan tiga wisudawan tertua pada periode wisuda-wisuda sebelumnya. Antara lain Mooryati Soedibyo yang lulus UT di usia 59 tahun, Safriyansah 79 tahun, dan Yustina yang lulus pada usia 81 tahun.

Kedua, dan yang lebih penting lagi, IPK-nya bisa melampaui pencapaian salah satu cawapres sekaligus anak Presiden Jokowi, Gibran Rakabuming Raka. Jika Gibran hanya memperolah IPK 2,3, Mbah Moen dengan segala keterbatasannya bisa lulus dengan IPK 2,4.

Penulis: Ahmad Effendi

Editor: Agung Purwandono

BACA JUGA Mahasiswa UNESA Baru Lulus S1 di Usia 52 Tahun, Dulu Berhenti Kuliah Karena Gaji Guru Kecil

Ikuti artikel dan berita Mojok lainnya di Google News.

Terakhir diperbarui pada 16 Maret 2024 oleh

Tags: ipk gibranlulusan tertua utlulusan utsopir angkot lulusan utuniversitas terbuka
Ahmad Effendi

Ahmad Effendi

Jurnalis Mojok.co asal Yogyakarta. Pernah belajar di S1 Ilmu Sejarah Universitas Negeri Yogyakarta (UNY). Banyak menulis sejarah, sepak bola, isu urban, budaya pop, dan setiap yang menyangkut kepentingan publik. Kerap menepi di konser band metal, festival film, dan mengasuh anabul.

Artikel Terkait

Lulusan UT, Universitas Terbuka.MOJOK.CO
Edumojok

Diremehkan karena “Cuma” Lulusan UT, Tapi Bersyukur Nasib Lebih Baik daripada S1-S2 PTN Top yang Menang Gengsi tapi Nganggur

3 Maret 2026
Kuliah online di universitas terbuka: meski tak ngampus tapi dirancang serius untuk mudahkan mahasiswa, meski diserang hacker MOJOK.CO
Edumojok

Kuliah Online di Universitas Terbuka (UT): Meski Tak Ngampus tapi Tak Asal-asalan, Sering Diserang Hacker tapi Tak Mempan

23 Februari 2026
Kuliah di Universitas Terbuka (UT) menjadi pilihan yang disyukuri oleh Gen Z. Meski diremehkan tapi dapatkan jawaban konkret untuk kebutuhan MOJOK.CO
Edumojok

Kuliah di Universitas Terbuka (UT), Meski Diremehkan tapi bikin Gen Z Bersyukur karena Beri Jawaban Konkret untuk Kebutuhan

18 Februari 2026
tunadaksa lulusan S1 universitas terbuka (UT). MOJOK.CO
Edumojok

Lulus SMA Cuma Diterima Kerja Jadi Babu dan Dihina karena Fisik, Kini Malah Jadi Asesor Sertifikasi dengan Gelar S1 UT

10 Februari 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Pendidikan karakter Sunan Ampel di Pesantren Ampeldenta Surabaya melalui halal food dan halal living MOJOK.CO

Rasa Sanga (6): Melalui Halal Food dan Halal Living, Sunan Ampel Membentuk Karakter Generasi Islam Berkualitas

13 Maret 2026
penyiraman air keras.MOJOK.CO

Negara Harus Usut Tuntas Dalang Penyiraman Air Keras ke Aktivis HAM, Jangan Langgengkan Impunitas

16 Maret 2026
Dear KUA, Apa Alasan Terbaik bagi Kami untuk Menikah saat Situasi Dunia Sedang Kacau-Kacaunya? MOJOK.CO

Dear KUA, Apa Alasan Terbaik bagi Kami untuk Menikah saat Situasi Dunia Sedang Kacau-Kacaunya?

18 Maret 2026
Honda Scoopy, Motornya Orang FOMO yang Nggak Sadar kalau Motor Ini Pasaran dan Sudah Nggak Istimewa Mojok.co

Honda Scoopy, Motornya Orang FOMO yang Nggak Sadar kalau Motor Ini Terlalu Pasaran dan Sudah Nggak Istimewa

19 Maret 2026
gojek instant.MOJOK.CO

Gojek Buka Titik Jemput Instan di Terminal Giwangan, Mudahkan Para Penumpang Bus yang Bingung Mencari Transportasi Lanjutan

12 Maret 2026
Rif'an lulus sarjana UGM dengan beasiswa. MOJOK.CO

Alumnus Beasiswa UGM Kerap Minum Air Mentah Saat Kuliah, hingga Utang Puluhan Juta ke Kyai untuk Lanjut S3 di Belanda

15 Maret 2026

Video Terbaru

Dr. Fahruddin Faiz: Sikap Anak Muda Menghadapi Era VUCA

Dr. Fahruddin Faiz: Sikap Anak Muda Menghadapi Era VUCA (Volatility, Uncertainty, Complexity, Ambiguity)

9 Maret 2026
Sunan Geseng: Dari Petani Nira Jadi Wali Utama

Sunan Geseng: Dari Petani Nira Jadi Wali Utama

8 Maret 2026
Merawat Harapan Kopi Robusta Desa Japan: Dari Petik Asalan ke Petik Merah

Merawat Harapan Kopi Robusta Desa Japan: Dari Petik Asalan ke Petik Merah

4 Maret 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.