Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Ragam

Tersiksa Mendaki Gunung Penanggungan Via Tamiajeng Mojokerto

Muchamad Aly Reza oleh Muchamad Aly Reza
29 Januari 2025
A A
Gunung Penanggungan via Tamiajeng Mojokerto terlalu menyiksa buat pendaki pemula MOJOK.CO

Ilustrasi - Gunung Penanggungan via Tamiajeng Mojokerto terlalu menyiksa buat pendaki pemula. (Ega Fansuri/Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Pemandangannya memang tak mengecewakan

Meskipun tidak sampai puncak, Iffah merasa pendakian yang menyiksa itu cukup terbayar dengan pemandangan dari puncak bayangan.

Dari puncak bayangan Gunung Penanggungan, tampak pijar lampu-lampu penduduk. Itu pemandangan malam hari. Kalau pemandangan pagi hari, tampak kabut-kabut tipis menyelimuti rumah-rumah penduduk di bawah.

Sejak pagi-pagi sekali, Iffah sudah duduk-duduk di depan tenda. Mengambil gambar dengan kamera ponselnya.

“Kalau mau yang lebih indah, kapan-kapan mendaki lagi di gunung yang lebih tinggi. Tinggal milih, ada Lawu, ada Semeru kalau mau lihat betapa indahnya Ranu Kumbolo.” Begitu ucap salah satu teman Iffah yang menyusul bangun.

Iffah hanya tersenyum getir menerima usulan itu. Batinnya, Gunung Penanggungan yang katanya buat pemula saja sebegini menyiksa, apalagi gunung-gunung dengan ketinggian di atas 2.000-an mdpl. Bisa pingsan di jalur pendakian.

Rekomendasi buat pemula di Mojokerto

Teman sependakian Iffah, Bani (26), juga mengamini kalau Gunung Penanggungan memang tidak cocok buat pemula. Gunung tersebut sebenarnya lebih tepat disebut trek iseng-iseng untuk para pendaki yang sudah terbiasa mendaki gunung-gunung tinggi.

Lantas, apakah ada gunung yang cocok untuk pemula? Ini subjektif. Tapi Bani mencoba memberikan rekomendasinya: gunung atau bukit di Mojokerto.

“Pertama banget. Aku rekomendasikan Bukit Lorokan di Pacet, Mojokerto. Tingginya cuma 1.100 mdpl. Itu nggak terlalu terjal, nggak nanjak banget juga. Jalur ringan,” terang Bani.

Bukit Lorokan saat ini malah lebih seperti spot wisata, alih-alih jalur pendakian. Sebab, banyak kalangan non pendaki yang tektokan (naik-turun langsung) di bukit ini. Walaupun cocok juga untuk nge-camp. Pemandangannya juga, kata Bani, benar-benar memanjakan mata.

“Kalau di bawah Penanggungan, ada Gunung Pundak. Tingginya kira-kira 1.500-an mdpl. Menurutku cukup ringan. Nggak semenyiksa Penanggungan,” sambung Bani.

Lalu berturut-turut ada Bukit Watu Jengger (1.100 mdpl) hingga Bukit Semar (933 mdpl).

Bagi yang suka situs kuno dan hawa mistis

Konon, Gunung Penanggungan—yang punya nama kuno Gunung Pawitra—merupakan puncak Mahameru yang terpotong dan jatuh di Mojokerto.

Mitologi Jawa banyak yang menyebut, Gunung Semeru awalnya berada di Jambudwipa (ada yang menyebut India, ada yang menafsirikan Bali). Lalu dipindah oleh dewata ke Jawadwipa (pulau Jawa).

Namun, di tengah pemindahan dengan cara diterbangkan itu, puncak Semeru (Mahameru) ada yang grompal hingga jatuh membentuk gunung sendiri: Gunung Penanggungan.

Iklan

Dalam serat Nagarakartagama gubahan Empu Prapanca tercatat, gunung ini memiliki nilai spiritual penting di masa Kerajaan Majapahit. Sebab, gunung ini sering menjadi titik pertapaan. Pertapa yang paling fenomenal adalah penguasa Majapahit terakhir, Prabu Brawijaya V.

“Kalau yang suka sejarah, suka situs-situs, bisa lewat jalur Jolotundo. Nanti bakal nemu banyak situs peninggalan masa lalu,” ujar Bani.

“Jalur itu juga cocok buat orang yang suka dengan hawa mistis. Karena sampai saat ini, gunung ini masih dianggap keramat,” sambungnya.

Sulit mencari malam hening

Lanjut Bani, Gunung Penanggungan bukan hanya tidak cocok buat pemula. Tapi tidak cocok juga untuk yang mencari ketenangan di atas gunung.

Sebab, karena anggapan gunung buat pemula tadi, Gunung Penanggungan nyaris selalu riuh. Apalagi kalau di akhir pekan atau hari libu nasional. Pasti penuh sesak..

“Paling menyebalkan itu kalau ada pendaki-pendaki yang bawa sound dan gitar. Jangan harap bisa menikmati malam yang hening. Karena mereka pasti teriak-teriak, nyanyi-nyanyi. Itu mengganggu sekali,” imbau Bani.

“Yang bawa sound akan nyetel musik kenceng-kenceng, sudah kayak denger sound horeg,” tandasnya.

Penulis: Muchamad Aly Reza
Editor: Ahmad Effendi

BACA JUGA: 9 Jam “Menghilang” di Gunung Lawu Magetan hingga Bisa Kembali berkat Kiriman al-Fatihah atau liputan Mojok lainnya di rubrik Liputan

 

 

Halaman 2 dari 2
Prev12

Terakhir diperbarui pada 31 Januari 2025 oleh

Tags: gunung jawa timurgunung penanggunganmojokertorekomendasi gunung untuk pemula
Muchamad Aly Reza

Muchamad Aly Reza

Jurnalis Mojok.co asal Rembang, Jawa Tengah. Pernah belajar di S1 Sejarah Peradaban Islam Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Ampel Surabaya. Banyak menulis isu sosial, keislaman dan spiritualitas, pendidikan kritis, dan realitas sehari-hari. Mengisi waktu dengan membaca buku, nonton film, dan traveling.

Artikel Terkait

Vega R 2007 tak cocok untuk pergi dari Surabaya ke Mojokerto. MOJOK.CO
Catatan

Nekat Motoran dari Surabaya ke Mojokerto dengan Vega R 2007 Milik Ayah, Nyaris Terjebak di Area Hutan karena Awam Berkendara

7 Juli 2025
Tukang Servis Jok Motor Dapat Berkah dari Kucing Nakal dan Kulit Halus Kesukaan Lelaki MOJOK.CO
Liputan

Tukang Servis Jok Motor Dapat Berkah dari Kucing Nakal dan Kulit Halus Kesukaan Lelaki

3 September 2023
angkot mojokerto mojok.co
Uneg-uneg

Keluh kesah Hidup di Mojokerto

6 November 2022
kebiri
Pojokan

Ancaman Kebiri Kimia Niatnya Sih Biar Jera, tapi…

27 Agustus 2019
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Grand Hotel De Djokja, Hotel Tertua di Jogja Hidup Kembali MOJOK.CO

Grand Hotel De Djokja, Hotel Tertua di Jogja Hidup Kembali 

17 Maret 2026
Sulitnya Jadi Penjual Gudeg, Susah-susah Siapkan Makanan Khas Jogja Berujung Dapat Celaan Wisatawan Mojok.co

Sulitnya Jadi Penjual Gudeg, Susah-susah Siapkan Makanan Khas Jogja Berujung Dapat Celaan Wisatawan

15 Maret 2026
Sarjana (lulusan S1) susah cari kerja. Sekali kerja di Sidoarjo dapat gaji kecil bahkan dapat THR cuma Rp50 ribu MOJOK.CO

Ironi Sarjana Kerja 15 Jam Perhari Selama 3 Tahun: Gaji Kerdil dan THR Cuma 50 Ribu, Tak Cukup buat Senangkan Ibu

17 Maret 2026
Pedagang sate kere di Kampung Ramadan Masjid Mlinjon Klaten. MOJOK.CO

Sate Kere Merbung di Klaten: Warisan Terakhir Ibu yang Menyelamatkan Saya dan Keluarga dari Jurang PHK

16 Maret 2026
Rasa Sanga (7): Membaca Ajaran Sunan Kudus dari Sebungkus Garang Asem yang Pedas, Kecut, dan Segar.MOJOK.CO

Rasa Sanga (7): Membaca Ajaran Sunan Kudus dari Sebungkus Garang Asem yang Pedas, Kecut, dan Segar

16 Maret 2026
Jadi gembel di perantauan tapi berlagak tajir pas pulang kampung. Siasat pura-pura baik-baik saja agar orang tua tidak kepikiran MOJOK.CO

Jadi Gembel di Perantauan tapi Berlagak Tajir saat Pulang, Bohongi Ortu biar Tak Kepikiran Anaknya Remuk-remukan

21 Maret 2026

Video Terbaru

Dr. Fahruddin Faiz: Sikap Anak Muda Menghadapi Era VUCA

Dr. Fahruddin Faiz: Sikap Anak Muda Menghadapi Era VUCA (Volatility, Uncertainty, Complexity, Ambiguity)

9 Maret 2026
Sunan Geseng: Dari Petani Nira Jadi Wali Utama

Sunan Geseng: Dari Petani Nira Jadi Wali Utama

8 Maret 2026
Merawat Harapan Kopi Robusta Desa Japan: Dari Petik Asalan ke Petik Merah

Merawat Harapan Kopi Robusta Desa Japan: Dari Petik Asalan ke Petik Merah

4 Maret 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.