Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Ragam

Satu Driver, Tiga Jaket Ojol: Bukti Penghasilan Ojek Online Makin Tak Bisa Diandalkan

Ahmad Effendi oleh Ahmad Effendi
31 Januari 2025
A A
driver ojol, ojol.MOJOK.CO

Ilustrasi - Satu Driver Punya Tiga Jaket Ojol adalah Bukti Penghasilan Ojek Online Makin Tak Bisa Diandalkan (Mojok.co/Ega Fansuri)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Belakangan, tak sedikit dari driver ojek online (ojol) yang memiliki lebih dari satu akun aplikasi. Sebenarnya, beberapa perusahaan ojol telah melarang para driver-nya menginstall satu aplikasi di perangkat yang sama.

Namun, beberapa orang tetap punya cara untuk mengakalinya. Hal ini dilakukan karena punya lebih dari satu akun di aplikasi yang berbeda, mempermudah para driver mendapatkan orderan.

Jika cuma mengandalkan penghasilan dari satu aplikasi saja, banyak driver mengaku tak cukup untuk menyambung hidup.

Dulu ojol menjanjikan, kini bikin mengkis-mengkis

Bagus, bukan nama sebenarnya, sudah menjadi driver ojol sejak 2017. Saat itu adalah masa-masa bakar duit bagi beberapa perusahaan ojol. Alhasil, pendapatan dan bonus yang didapatkan Bagus amat fantastis kala itu.

“Sehari 200-300 ribu bersih aja dapat. Sampai saya mutusin resign kerja dan nelateni kerja jadi driver ojol,” ungkap Bagus, yang Mojok temui di sebuah angkringan di Condongcatur, Senin (27/1/2025).

Dari hasil ngojol, Bagus bahkan bisa nabung. Uang hasil tabungan itu ia gunakan untuk menikahi perempuan yang kini menjadi istrinya.

Sayangnya, kini kondisinya berbeda 180 derajat. Jangankan dapat Rp200-300 sehari, sekadar buat menutup uang makan, rokok, dan ongkos bensin pun mengkis-mengkis.

Dalam beberapa bulan terakhir, Bagus cuma mendapatkan uang Rp30-50 ribu untuk dibawa pulang. Baginya yang kini harus menghidupi istri dan seorang putri balita, tentu angka ini jauh dari kata cukup.

Sistem yang makin mencekik para driver ojol

Bagus mengaku, akun miliknya berada di level basic alias paling bawah. Persentasenya mendapatkan orderan lebih jarang ketimbang driver ojol level silver, gold, bahkan platinum.

“Buat dapat 10 orderan kudu ngebid (online, mangkal) sore sampai dini hari. Lebih 10 jam. Apalagi musim hujan gini, makin sepi,” curhatnya.

Belum lagi, biaya aplikasi yang dibebankan oleh aplikator kepada driver ojol semakin besar. Ia mengaku, paling tidak 30 persen pendapatannya masuk ke pihak aplikasi. Padahal, saat awal-awal narik, biaya aplikasi maksimal yang Bagus keluarkan mentok 20 persen.

“Artinya begini, ada orderan 5 kilometer, tarifnya Rp20 ribu. Berarti kami cuma dapat Rp12-14 ribu. Kecil banget,” kata Bagus.

“Makanya saya lebih suka dapat orderan jarak pendek, 2-3 kiloan tapi sering daripada jarak jauh tapi jarang. Rugi di bensin,” jelasnya.

Terpaksa pakai lebih dari satu akun di aplikasi yang berbeda

Kondisi serupa juga dialami Wahid (24), driver ojol yang Mojok temui di malam yang sama dengan Bagus. Menurut Wahid, tarif aplikasi sekarang juga makin mahal. Imbasnya, orderan yang masuk pun masih sepi.

Iklan

Kalau biasanya dalam waktu tujuh jam saja Wahid bisa menyelesaikan 15 orderan, kini dapat 10 saja sudah syukur.

“Pelanggan kan pasti cari yang murah. Makanya nggak sedikit yang kabur ke aplikasi lain. Jadi sepi deh,” ungkapnya, Senin (27/1/2025).

Untuk mengakali hal tersebut, Wahid pun terpaksa mendaftar akun di aplikasi lain. Bahkan, saat ini ia narik ojol di tiga aplikasi berbeda melalui dua ponselnya.

“Kalau yang ‘kuning ini’ (nama aplikasi), baru-baru ini daftar. Nggak sering dapat, sih, tapi hasilnya lumayan karena potongan nggak nyampai 15 persen,” kata Wahid.

Ia menjelaskan, dengan punya tiga akun driver ojol, paling tidak penghasilannya bisa lebih banyak ketimbang cuma punya satu. Misalnya, ia mencontohkan, dengan punya tiga akun prioritas penghasilannya bisa dibagi.

“Misalnya akun satu kita fokus ngejar 10 orderan buat penghasilan dibawa pulang. Sisanya di akun lain buat ganjel-genjel aja, makan sama bensin.”

Cara “membagi waktu” para driver ojol

Punya tiga akun di tiga aplikasi berbeda ada plus minusnya. Di satu sisi, penghasilan Wahid memang lebih banyak. Tapi di sisi lain, ia cukup kebingungan membagi waktu ketika ada orderan yang masuk secara mepet-mepet. Apalagi kalau barengan.

“Terpaksa harus ada yang di-cancel dan itu pengaruh banget buat performa akun kita,” jelasnya.

Untuk mengatasi hal itu, Wahid kadang mengakali dengan cara “menyerahkan” orderan tersebut ke temannya yang sedang “nganggur”. Biasanya, bagi hasilnya sesuai kesepakatan saja.

“Kesepakatannya beda-beda. Kadang yaudah ambil aja semua hasilnya, dapat Rp10 ribu ya buat dia semua, demi ngejar rating aja. Atau bisa juga sistem rolling, Mas. Kalau teman saya yang dapat gitu, saya yang gantian ambil.”

Inilah mengapa di jok motornya Wahid ada tiga jaket dari tiga perusahaan ojol yang berbeda. Katanya, buat ganti-gantian kalau ada orderan masuk. 

“Tapi kadang yang namanya SOP kadang tabrak aja, Mas. Pas nganter peumpang pakai aplikasi ijo, tapi jaket saya kuning. Itu sering. Penumpang nggak komplain kok,” tawanya.

Bisa terjadi karena adanya sistem gamifikasi

Peneliti Institut Pemerintahan dan Urusan Publik FISIP UGM, Arif Novianto, menyebut bahwa fenomena “satu driver ojol tiga jaket” bisa terjadi karena adanya sistem gamifikasi. Ia menjelaskan, aplikasi memperlakukan sistem kerja para driver ojol laiknya bermain game. 

“Akun yang lebih banyak memperoleh order, akan lebih lancar diberikan orderan oleh operator. Poinnya pun meningkat dan potensi naik level juga besar,” jelas Arif.

Pendeknya, akun driver ojol dengan level tertinggi–yang diberikan via rating penumpang–cenderung diprioritaskan mendapat konsumen. Dan sialnya, driver ojol yang nilainya rendah, bakal sepi orderan selama berjam-jam.

Bagi Arif, dalam konteks ketenagakerjaan, ini tak manusiawi. Sebab, sistem ini sangat mungkin mendepolitisasi para driver ojol. Saat mereka tidak mendapatkan pendapatan besar, yang disalahkan adalah driver karena dianggap tak bekerja keras. Sementara aplikasi bisa cuci tangan–seolah tak bersalah.

Penulis: Ahmad Effendi

Editor: Muchamad Aly Reza

BACA JUGA: Pengalaman Pahit Saya Mencoba Jasa Teman Nongkrong di Zendo (Ojol Muhammadiyah) atau liputan Mojok lainnya di rubrik Liputan.

Terakhir diperbarui pada 31 Januari 2025 oleh

Tags: driver ojolgojekgrabmaximojol
Ahmad Effendi

Ahmad Effendi

Jurnalis Mojok.co asal Yogyakarta. Pernah belajar di S1 Ilmu Sejarah Universitas Negeri Yogyakarta (UNY). Banyak menulis sejarah, sepak bola, isu urban, budaya pop, dan setiap yang menyangkut kepentingan publik. Kerap menepi di konser band metal, festival film, dan mengasuh anabul.

Artikel Terkait

gojek instant.MOJOK.CO
Transportasi

Gojek Buka Titik Jemput Instan di Terminal Giwangan, Mudahkan Para Penumpang Bus yang Bingung Mencari Transportasi Lanjutan

12 Maret 2026
GoCar Instant di RSUP Sardjito Anti Ribet: Jawaban Buat Kamu yang Ingin Cepat, Murah, dan Tetap Aman di Jalan.MOJOK.CO
Urban

GoCar Instant di RSUP Sardjito Anti Ribet: Jawaban Buat Kamu yang Ingin Cepat, Murah, dan Tetap Aman di Jalan

12 Februari 2026
Event bulu tangkis Daihatsu Indonesia Masters 2026 di Istora Senayan jadi berkah bagi driver obol Jakarta MOJOK.CO
Ragam

Berkah di Luar Arena: Ojol Jakarta Terciprat Bahagia dari “Pesta Rakyat” Indonesia Masters 2026 di Istora

20 Januari 2026
Sisi lain suasana Surabaya after rain yang dianggap puitis dan romantis: Ada tangis dan lelah yang tersapu hujan MOJOK.CO
Catatan

Surabaya Setelah Hujan Indah dan Romantis, Tapi Sisi Lain Jadi Penyebab Tangis

3 Januari 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Burger Aldi Taher Juicy Lucy Mahalini Rizky Febian DUAR CUAN! MOJOK.CO

Memahami Bagaimana Aldi Taher dan Jualan Burgernya yang Cuan Mampus dan Berhasil Menampar Ilmu Marketing Ndakik-Ndakik

17 Maret 2026
Jadi gembel di perantauan tapi berlagak tajir pas pulang kampung. Siasat pura-pura baik-baik saja agar orang tua tidak kepikiran MOJOK.CO

Jadi Gembel di Perantauan tapi Berlagak Tajir saat Pulang, Bohongi Ortu biar Tak Kepikiran Anaknya Remuk-remukan

19 Maret 2026
Tuntutan sosial dan gengsi bikin kelas menengah jadi orang kaya palsu hingga abaikan tabungan demi kejar standar sukses MOJOK.CO

Gara-gara Tuntutan, Nekat Jadi Orang Kaya Palsu: “Hambur-hamburkan” Uang demi Cap Sukses padahal Dompet Menjerit

14 Maret 2026
Mudik Lebaran mepet dari Jogja dengan kereta demi kumpul keluarga

Mahasiswa UGM Rela Kejar Mudik di Hari Lebaran demi Kumpul Keluarga, Lewatkan “War” Tiket karena Jadwal Kuliah

19 Maret 2026
Ambisi jadi PNS di usia 25 demi hidup sejahtera. Malah menderita karena perkara gadai SK MOJOK.CO

Jadi PNS Tak Bahagia Malah Menderita, Dipaksa Keluarga Gadai SK Demi Puaskan Tetangga dan Hal-hal Tak Guna

16 Maret 2026
Hidup mati pekerja Jakarta harus tetap masuk, menerjang arus dari Bekasi

Pekerja Jakarta, Rumah di Bekasi: Dituntut Kerja dan Pulang ke Rumah sampai Nyaris “Mati” karena Tumbang Mental dan Fisik

19 Maret 2026

Video Terbaru

Dr. Fahruddin Faiz: Sikap Anak Muda Menghadapi Era VUCA

Dr. Fahruddin Faiz: Sikap Anak Muda Menghadapi Era VUCA (Volatility, Uncertainty, Complexity, Ambiguity)

9 Maret 2026
Sunan Geseng: Dari Petani Nira Jadi Wali Utama

Sunan Geseng: Dari Petani Nira Jadi Wali Utama

8 Maret 2026
Merawat Harapan Kopi Robusta Desa Japan: Dari Petik Asalan ke Petik Merah

Merawat Harapan Kopi Robusta Desa Japan: Dari Petik Asalan ke Petik Merah

4 Maret 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.