Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Ragam

Nasib Pengendara Motor Plat AG: Nggak Neko-neko tapiJadi Bahan Ledekan di Surabaya dan Malang

Muchamad Aly Reza oleh Muchamad Aly Reza
22 Januari 2025
A A
Derita Motor Plat AG di Malang dan Surabaya, Jadi Bahan Ledekan Hanya karena Kosakata MOJOK.CO

Ilustrasi - Derita Motor Plat AG di Malang dan Surabaya, Jadi Bahan Ledekan Hanya karena Kosakata. (Ega Fansuri/Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Tak malu dengan identitas sendiri

Selama kuliah di Malang, Asror mencoba meresponsnya biasa saja. Walaupun menurutnya agak berlebihan juga.

“Padahal ya, lebih lucu kalau di Malang itu, banyak mahasiswa kabupaten yang sok-sokan pakai logat Jabodetabek yang elo-guwe. Itu malah lucu biyanget,” ujar Asror. Kata “biyanget” adalah hiperbolis untuk menunjukkan banget yang banget-banget.

Tapi hal itu tidak lantas membuat Asror minder atau malu dengan cara bicaranya. Sebaliknya, dia justru terus mempertahankan bicara dengan logat dan kosakata khas pengendara motor plat AG.

“Ya karena itu kekayaan budaya. Itu juga menjadi identitas rumpun plat AG. Lantas kenapa harus seragam? Kalau ikut-ikutan pakai elo-guwe, wah nggak bhinneka to jadinya,” tuturnya.

Namun, lanjut Asror, memang ada banyak teman-temannya dari rumpun plat AG—tidak hanya Kediri—yang karena malu dan takut jadi bahan ledekan, akhirnya memilih menyembunyikan identitas. Kalau tidak nyoba mengubah logat dan kosakata menjadi logat dan kosakata Malangan, ya maksa pakai elu-guwe.

Keakraban para pengendara motor plat AG di perantauan

Terlepas dari urusan logat, menurut Asror, para pengendara motor plat AG gampang sekali akrab satu sama lain.

“Misalnya, kalau lagi ketemu di mana, langsung nanya ‘Wah AG, AG mana, Mas?’. Dari pertanyaan itu bisa langsung akrab, langsung seduluran,” ujar Asror.

Sejak di Malang, dalam konteks teman-teman sedaerah, teman baik Asror tidak hanya dari kalangan mahasiswa asal Kediri. Tapi juga dari daerah lain yang serumpun—Blitar, Nganjuk, Trenggalek, Tulungagung.

Orang-orang baik yang saya kenal (1)

Pola semacam itu pun saya lihat sendiri dari teman-teman kuliah saya dulu di Surabaya. Saya punya seorang teman dari Blitar, juga beberapa teman dari Nganjuk.

Sering ketika kami ngopi, lalu teman saya melihat ada motor plat AG, maka dia akan langsung nanya, “AG mana e, Mas?”. Setelah itu keduanya langsung ngobrol gayeng.

Teman saya yang dari Blitar bahkan akhirnya akrab dengan seorang perantau di Surabaya bermula dari saat dia jual motornya yang plat AG.

Dia mendapat pembeli perantau asal Tulungagung yang memang sedang mencari motor plat AG. Saat mereka COD—yang kebetulan saya menemaninya pada 2022 silam—mereka tak cuma ngobrol soal kurang-lebihnya motor yang teman saya tawarkan.

Setelah semuanya clear dan deal, teman saya dan orang Tulungagung itu malah lanjut ngopi. Membincangkan banyak hal. Tentang lika-liku kehidupan masing-masing sebagai orang plat AG yang hidup di perantauan. Bahkan, saat berpamitan, tidak cuma pesanan teman saya, pesanan saya pun ikut dibayari oleh orang Tulungagung tersebut.

Orang-orang baik yang saya kenal (2)

Menjelang akhir 2023, sebelum akhirnya pindah ke Jogja, saya juga pernah satu kamar dengan perantau asal Tulungagung. Walaupun hanya sebentar, tapi hubungan kami berjalan baik hingga sekarang. Dia masih kerap mengomentari unggahan-unggahan saya di WhatsApp.

Iklan

Dulu selama di kos pun, dia suka berbagi dengan saya. Santun, dan pekerja keras pula. Waktu itu dia mengejar PPG. Di sela-selanya, dia nyambi beberapa pekerjaan. Mulai dari Shopee Food hingga mengajar di beberapa sekolah di Surabaya.

Teman-teman saya dari rumpun AG tersebut, adalah teman-teman terbaik yang pernah saya kenal selama merantau di Surabaya. Kami hidup dengan solidaritas. Saling bantu.

Hingga saat ini pun, setiap saya ke Surabaya, orang yang menampung saya—karena saya tidak pernah pesan hotel/penginapan/kos harian—salah satunya ya teman dari rumpun AG (Nganjuk. Saya benar-benar diramut sebaik-baiknya.

Penulis: Muchamad Aly Reza
Editor: Ahmad Effendi

BACA JUGA: Cara Berkendara Motor Plat K Diresahkan Orang Jogja, Tapi bikin Takjub Orang Surabaya atau liputan Mojok lainnya di rubrik Liputan

Halaman 2 dari 2
Prev12

Terakhir diperbarui pada 23 Januari 2025 oleh

Tags: kediriMalangmotor plat agplat agplat ag daerah manaSurabaya
Muchamad Aly Reza

Muchamad Aly Reza

Jurnalis Mojok.co asal Rembang, Jawa Tengah. Pernah belajar di S1 Sejarah Peradaban Islam Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Ampel Surabaya. Banyak menulis isu sosial, keislaman dan spiritualitas, pendidikan kritis, dan realitas sehari-hari. Mengisi waktu dengan membaca buku, nonton film, dan traveling.

Artikel Terkait

Jurusan Kebidanan Unair tolong saya dari kekecewaan gagal kuliah di Kedokteran. MOJOK.CO
Edumojok

Tinggalkan Mimpi Jadi Dokter karena Merasa Bodoh dan Miskin, Lulus dari Jurusan Kebidanan Unair Malah Bikin Hidup Lebih Bermakna

6 April 2026
Kereta eksekutif murah selamatkan saya dari neraka kereta ekonomi. MOJOK.CO
Catatan

Penyesalan Kaum Mendang-mending yang Dilema Pakai Kereta Eksekutif hingga Memutuskan Tobat dari Kondisi “Neraka” Kereta Ekonomi

1 April 2026
Kerja Susah di Jogja, Diledek Orang Surabaya Gak Bakal Sukses. MOJOK.CO
Urban

Nekat Tinggalkan Surabaya untuk Meniti Karier di Jogja, Menyesal Tak Dengarkan Nasihat Orang Tua yang Terlanjur Kecewa

31 Maret 2026
Lolos Unair lewat jalur golden ticket tanpa SNBP. MOJOK.CO
Edumojok

Kisah Penerima Golden Ticket Unair dari Ketua Padus hingga Penghafal Al-Qur’an, Nggak Perlu “Plenger” Ikut SNBP-Mandiri untuk Diterima di Jurusan Bergengsi

30 Maret 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Warga Desa Sebenarnya Muak dengan Orang Kota yang Datang Buat Sok Slow Living: Arogan, Tak Membaur, Anggap Warga Asli Cuma “Figuran” MOJOK.CO

Tiga Kali Gagal Seleksi CPNS, Pas Sudah Diterima Jadi ASN Malah Tersiksa karena Makan “Gaji Buta”

7 April 2026
Salah jurusan, kuliah PTN.MOJOK.CO

Putus Kuliah dari PTS Elite demi Masuk “Jurusan Buangan” di PTN: Menang di Gengsi, tapi Lulus Jadi “Gelandangan” Dunia Kerja

5 April 2026
Pekerja gen Z matikan centang biru WhatsApp dicap kepribadian buruk

Pekerja Gen Z Matikan Centang Biru WhatsApp demi Privasi, Malah Dicap Kepribadian dan Etos Kerja Buruk padahal Berusaha Profesional

5 April 2026
Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

6 April 2026
Gudeg, Kuliner Jogja yang Makin Tak Cocok untuk Orang Miskin (Unsplash)

Harga Gudeg Jogja Naik, Berpotensi Menguatkan Sisi Gelap kalau Kuliner Jogja Ini Memang Bukan Makanan Murah Lagi

9 April 2026
Ribetnya urusan sama pesilat. Rivalitas perguruan pencak silat seperti PSHT dan PSHW (SH Winongo) bikin masalah sepele jadi alasan rusuh MOJOK.CO

Makin Muak ke Ulah Pesilat: Perkara Tak Disapa Duluan dan Beda Perguruan Langsung Dihajar, Dikasih Fakta Terang Eh Denial

7 April 2026

Video Terbaru

Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

9 April 2026
Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

6 April 2026
Tirto Utomo, Aqua dan Kenapa Kita Tidak Bisa Minum Air Keran?

Tirto Utomo, Aqua dan Kenapa Kita Tidak Bisa Minum Air Keran?

4 April 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.