Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Ragam

Cerita dari Gamplong Studio Jogja, Kenangan Tak Terlupakan Menjadi Extras Film Hanung Bramantyo

Muchamad Aly Reza oleh Muchamad Aly Reza
1 September 2024
A A
Gamplong Studio Jogja Simpan Kenangan Menjadi Extras Film Hanung Bramantyo MOJOK.CO

Ilusttasi - Gamplong Studio Jogja simpan kenangan jadi extras film Hanung Bramantyo. (Ega Fansuri/Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Menjadi extras sebuah film mungkin tak terlalu diperhitungkan. Namun, bagi beberapa orang di sekitar Gamplong Studio, Jogja, menjadi extras film menyisakan pengalaman tak terlupakan. Mereka menceritakannya dengan bangga, bahwa mereka pernah ikut syuting film layar lebar diajak oleh seorang sutradara terkenal: Hanung Bramantyo.

***

Saya pertama kali ke Gamplong Studio, Gamplong, Jogja, pada Agustus 2018 silam. Satu bulan setelah studio alam tersebut diresmikan oleh Presiden RI, Joko Widodo (Jokowi).

Tak lama setelah diresmikan, Gamplong Studio lalu ramai pengunjung. Menjadi lokasi syuting film Sultan Agung: Tahta, Perjuangan, Cinta, studio milik Hanung Bramantyo itu menjadi salah satu spot foto Instagramable di Jogja.

Gamplong Studio Jogja makin semarak

Tahun demi tahun berlalu. Saya akhirnya bisa berkunjung lagi ke Gamplong Studio, Jogja, pada Sabtu (8/6/2024). Studio alam tersebut makin semarak.

Pada 2018 silam, bentuk Gamplong Studio hanya berisi properti/bangunan bekas syuting Sultan Agung. Ada replika gapura keraton, benteng, dan kereta api tempo dulu. Di sekitarnya pun, seingat saya, hanya ada satu-dua warung kecil (mirip angkringan).

Saya ingat betul. Sore setelah berkeliling di Studio Gamplong, Jogja, pada 2018 silam itu, saya sempat mampir di salah satu warung itu. Dari warung kecil itu pula saya dibantu ibu-ibu pemilik warung untuk mencari tebengan (mobil pick up) untuk keluar Desa Gamplong.

Maka saya sempat tertegun sejenak saat tiba di Gamplong Studio pada Sabtu (8/6/2024) itu. Gapura dari masa syuting Sultan Agung memang masih berdiri kokoh. Tapi ada sangat banyak tambahan properti di sana.

Gamplong Studio Jogja Simpan Kenangan Menjadi Extras Film Hanung Bramantyo MOJOK.CO
Gapura untuk syuting film Sultan Agung. (Aly Reza/Mojok.co)

Maklum. Setelah Sultan Agung, studio alam di Jogja itu menjadi lokasi syuting banyak film. Sebut saja Bumi Manusia, Habibie & Ainun 3, hingga yang paling baru: Trinil: Kembalikan Tubuhku.

Studio milik Hanung Bramantyo itu pun makin ramai. Mobil pribadi, elf, hingga bus berderet di parkiran. Tak cuma ada satu warung kecil seperti saat saya pertama ke sana dulu. Kini ada banyak warung—model ruko—yang berderet di area khusus. Dan meski sudah sore, antrean pengunjung di loket Gamplong Studio, Jogja, masih terus mengular.

Kenangan menjadi extras di Gamplong Studio Jogja

Kunjungan kedua saya di Gamplong, Studio, Jogja, Juni 2024 itu sudah menjadi dua tulisan. Hasil dari menyisir sudut-sudut di sana.

Kunjungan itu juga mempertemukan saya dengan Arie (22), seorang pemuda setempat yang bekerja sebagai salah satu pemandu di Gamplong, Studio, Jogja.

“Aku lulus SMK (satu tahun lalu) langsung kerja di sini. Alhamdulillah, studio ini ngasih rezeki orang-orang sekitar. Ada warung. Tukang parkir. Terus pemandu-pemandu di sini juga rata-rata warga asli Gamplong,” ujar Arie saat saya hampiri di tengah-tengah kesibukannya mengarahkan pengunjung ke loket.

Loket Gampling Studio Jogja. (Aly Reza/Mojok.co)

Selain saat ini memberinya pekerjaan selepas lulus SMK, Gamplong Studio, Jogja, juga memberi kenangan tak terlupakan pada Arie. Yakni ketika ia dan beberapa orang desa lain diminta Hanung Bramantyo untuk menjadi extras dalam film Bumi Manusia.

Iklan

“Memang cuma extras. Tapi itu berkesan karena ikut terlibat dalam film,” ungkap Arie.

Ia ingat betul ketika Hanung Bramantyo—di hadapan para extras—memberi arahan perihal apa yang harus mereka lakukan. Arie menyimaknya dengan serius. Meski hanya untuk adegan yang singkat dan peran sekelebat, ia tak ingin menyia-nyiakan kesempatan muncul di kamera film, sebagai jejak digital.

“Tapi sebenarnya punya cita-cita nggak main film? Jadi ya ikut casting serius,” tanya saya.

“Sebenarnya tertarik. Tapi masih belum pede. Mungkin nanti kalau misalnya ada casting-casting di Jogja, aku mau coba-coba,” jawab pemuda ramah itu. Saya sungguh-sungguh mengaminkan.

Sumartinah, warung yang pertama buka

Usai berbincang dengan Arie, saya lalu menghabiskan sisa sore berkeliling di area dalam Gamplong Studio, Jogja. Saya keluar sekitar jam 5 sore. Arie masih berdiri di tempatnya. Kami saling melempar senyum, sebelum akhirnya saya berlalu menuju salah satu angkringan di seberang Gamplong Studio.

“Sak niki tambah ruame nggih, Mbah? (Sekarang tambah ramai ya, Mbah?),” tanya saya pada seorang nenek yang melayani saya di angkringan.

“Enggeh, Mas. Rame terus sak niki, alhamdulillah (Iya, Mas. Ramai terus sekarang, alhamdulillah),” jawab si nenek yang kemudian memperkenalkan diri bernama Sumartinah. Usianya 60-an tahun. Nenek yang sangat ramah dan suka bercerita.

Gamplong Studio Jogja Simpan Kenangan Menjadi Extras Film Hanung Bramantyo MOJOK.CO
Angkringan milik Sumartinah. (Aly Reza/Mojok.co)

Kebanggan Sumartinah

Karena penasaran dari mana saya bisa menyimpulkan sekarang makin ramai ketimbang dulu, saya lalu bercerita perihal kunjungan pertama saya 2018 silam. Sumartinah juga membenarkan. Saat itu ia menjadi salah satu warung kecil yang pertama-tama buka selepas peresmian Gamplong Studo, Jogja.

“Kula niku rumiyen diajak Pak Hanung main pilem, Mas. Sing Sultan Agung menika (Saya dulu diajak Pak Hanung (Hanung Bramantyo) main film, Mas. Yang Sultan Agung itu),” ungkap Sumartinah. Sama seperti Arie, Sumartinah dan beberapa warga lain dilibatkan sebagai extras.

“Pak Hanung niku sae sanget, Mas. Grapyak, (Pak Hanung itu baik banget, Mas. Akrab),” sambung Sumartinah.

Gamplong Studio Jogja Simpan Kenangan Menjadi Extras Film Hanung Bramantyo MOJOK.CO
Dereten mobil pengunjung Gamplong Studio, Jogja. (Aly Reza/Mojok.co)

Tak hanya Sultan Agung, Sumartinah mengaku kembali diajak Hanung Bramantyo menjadi extras untuk film Bumi Manusia. Memang hanya sebatas extras. Peran yang tak diperhitungkan dalam dunia film. Peran yang keberadaannya hanya samar-samar.

“Tapi kenging dados cerita, Mas (Tapi bisa jadi cerita, Mas),” tutur Sumartinah sembari tertawa.

Sumartinah berlalu. Posisinya lalu digantikan oleh anak perempuannya untuk melayani pembeli. Sembari menunggu Magrib, saya menyulut sebatang rokok. Menyaksikan kawasan Gamplong Studio, Jogja, yang kini penuh hiruk-pikuk.

Penulis: Muchamad Aly Reza
Editor: Hammam Izzuddin

BACA JUGA: Kengerian Rumah Hantu Trinil di Gamplong Jogja, Wisata Horor dengan Teror Mencekam Bikin Jantungan

Ikuti artikel dan berita Mojok lainnya di Google News

 

Terakhir diperbarui pada 1 September 2024 oleh

Tags: extras filmfilm hanung bramantyogamplong studiogamplong studio jogjaHanung BramantyoJogjaspot foto instagramable di slemanspot foto instagrambale di jogja
Muchamad Aly Reza

Muchamad Aly Reza

Jurnalis Mojok.co asal Rembang, Jawa Tengah. Pernah belajar di S1 Sejarah Peradaban Islam Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Ampel Surabaya. Banyak menulis isu sosial, keislaman dan spiritualitas, pendidikan kritis, dan realitas sehari-hari. Mengisi waktu dengan membaca buku, nonton film, dan traveling.

Artikel Terkait

Bisnis coffe shop, rumah dekat kafe, jogja.MOJOK.CO
Urban

Derita Punya Rumah Dekat Tempat Nongkrong Kekinian di Jogja: Cuma Bikin Emosi dan Nggak Bisa Tidur

26 Februari 2026
5 Hal Wajar di Pati yang Ternyata Nggak Lumrah di Jogja, Bikin Syok Saat Pertama Kali Merantau Mojok.co
Pojokan

5 Hal Wajar di Pati yang Ternyata Nggak Lumrah di Jogja, Bikin Syok Saat Pertama Kali Merantau 

25 Februari 2026
Pertama kali merantau ke Jogja: kerja palugada di coffee shop dengan gaji Rp10 ribu MOJOK.CO
Urban

Pertama Kali Merantau ke Jogja: Kerja di Coffee Shop 12 Jam Gaji Rp10 Ribu Perhari, Capek tapi Tolak Pulang karena Gengsi

24 Februari 2026
Destinasi Baru Wisata Jogja: Dari Klitih hingga Perang Sarung, Harusnya Masuk Wonderful Indonesia MOJOK.CO
Esai

Destinasi Baru Wisata Jogja: Dari Klitih hingga Perang Sarung, Harusnya Masuk Wonderful Indonesia

23 Februari 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Honda Scoopy, Motor Busuk yang Bikin Konsumen Setia Kecewa (Wikimedia Commons)

Karena Cinta dan Setia, Rela Membeli 11 Motor Honda tapi Berakhir Kecewa karena Honda Scoopy Hanya Jual Tampang tapi Mesinnya Menyedihkan

25 Februari 2026
Makan bersama sia-sia: niat kumpul keluarga, tapi bikin ortu kesepian karena anak-anak sibuk main hp sampai tak nyahut saat diajak bicara MOJOK.CO

Kumpul Keluarga Justru bikin Ortu Makin Kesepian dan Terabaikan, Anak Sibuk sama HP dan Tak Saling Bicara

25 Februari 2026
Yang paling berat dari mudik lebaran ke kampung halaman bukan pertanyaan kapan nikah atau dibandingkan di momen halal bihalal reuni keluarga, tapi menyadari orang tua makin renta dan apa yang terjadi setelahnya MOJOK.CO

Hal Paling Berat dari Mudik Bukan Pertanyaan atau Dibandingkan di Reuni Keluarga, Tapi Ortu Makin Renta dan Situasi Setelahnya

27 Februari 2026
Mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) kerap disalahpahami mahasiswa PTN atau PTS umum lain MOJOK.CO

4 Hal yang Sudah Dianggap Keren dan Kalcer di Kalangan Mahasiswa UIN, Tapi Agak “Aneh” bagi Mahasiswa PTN Lain

28 Februari 2026
Kuliah kampus/PTN Islam Universitas Islam Negeri (UIN) bikin tahan penderitaan hidup gara-gara kumpul mahasiswa modal iman MOJOK.CO

Kuliah di UIN Jadi Tahan Penderitaan Hidup: Kumpul Mahasiswa “Modal Iman”, Terbiasa Mbambung dan Lapar

2 Maret 2026
Kepribadian Perfeksionis

Derita Punya Kepribadian Perfeksionis: Dianggap Penuh Kesempurnaan, padahal Harus Melawan Diri Sendiri agar Tak Kena Mental

27 Februari 2026

Video Terbaru

Prof. Al Makin: Filsafat sebagai Seni Bertanya dan Jalan Melawan Kemiskinan Nalar

Prof. Al Makin: Filsafat sebagai Seni Bertanya dan Jalan Melawan Kemiskinan Nalar

25 Februari 2026
Konservasi Muria: Menjaga Hutan Tanpa Memiskinkan Warga

Konservasi Muria: Menjaga Hutan Tanpa Memiskinkan Warga

23 Februari 2026
Zine Subversif: Ar Risalah dan Masjid yang Pernah Ditakuti Negara

Zine Subversif: Ar Risalah dan Masjid yang Pernah Ditakuti Negara

21 Februari 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.