Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Ragam

Indomaret Dharmawangsa Surabaya Sering Kehabisan Kopi Golda, Saksi Stresnya Mahasiswa Unair Mikir Lulus Kerja Apa

Muchamad Aly Reza oleh Muchamad Aly Reza
13 Januari 2025
A A
Indomaret Dharmawangsa Surabaya selalu kehabisan kopi Golda karena banyak mahasiswa Unair stres MOJOK.CO

Ilustrasi - Indomaret Dharmawangsa Surabaya selalu kehabisan kopi Golda karena banyak mahasiswa Unair stres. (Ega Fansuri/Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Bagi Radi (21) Kopi Golda seolah menjadi barang langka di Indomaret Dharmawangsa. Sebab, Indomaret tersebut menjadi tempat merenung tak tergantikan bagi mahasiswa Universitas Airlangga (Unair) Surabaya dan para driver ojol maupun Shopee Food.

***

Indomaret di Jalan Dharmawangsa, Gubeng, Surabaya, selama ini memang menjadi jujukan bagi Radi (21), mahasiswa Universitas Airlangga (Unair), untuk sekadar duduk merenung.

Sejak pertengahan 2024 lalu, Radi sudah tidak pernah datang ke sana lagi. Dia menghabiskan beberapa bulan untuk program pengabdian masyarakat dari Unair dan bersambung magang di luar Surabaya.

Baru November 2024 lalu dia kembali lagi ke Surabaya untuk melanjutkan skripsi. Seperti kebiasaan sebelum-sebelumnya, suatu malam di November itu dia memacu motornya dari kosannya di Gubeng menuju Indomaret Dharmawangsa Surabaya.

Menjelang tengah malam, pikirannya memang selalu kalut. Dia butuh waktu sendiri. Hanya sekadar untuk minum kopi kemasan sembari menyesap rokok.

“Bajilak, aku mondar-mandir lama, jebul nggak ada kopi Golda. Habis,” ujar Radi saat berbagi cerita kepada Mojok belum lama ini.

Indomaret Dharmawangsa Surabaya buka 24 jam

Jika ditarik mundur ke belakang, Radi sendiri tak menyadari bagaimana mulanya kopi Golda identik dengan konseling dan overthinking. Identik pula dengan orang-orang yang melamun sendirian di kursi besi Indomaret.

Namun, sebelum tren itu merebak, Radi memang terhitung sering duduk melamun di Indomaret Dharmawangsa Surabaya seorang diri. Terutama tengah malam.

“Sebab, Indomaret Dharmawangsa itu jadi satu-satunya Indomaret di dekat kampus Unair yang bukanya 24 jam,” terang Radi.

“Oh, ya?” Respons saya spontan.

“Yakin, Mas. Yang lain jam 10-an malam sudah pada tutup,” sambungnya.

Namun, dulu sebelum merebak tren kopi Golda dan kursi besi Indomaret, dia biasanya pesan asal saja. Misalnya, kopi ABC botol. Bahkan sering pula tidak beli. Rokok pun dia lebih sering beli di warung-warung hidden gem yang menyediakan rokok lokal Jawa Timuran dengan harga paling mahal Rp10-an.

“Sebelumnya (habis Isya) sebenarnya sudah ngopi juga di daerah Srikana. Itu tempat ngopi andalan mahasiswa Unair. Tapi itu kan kalau mau ramai-ramai. Kalau mau nyendiri tengah malam ya ke Dharmawangsa,” tutur Radi.

Iklan

Kopi Golda: mengatasi ketakutan setelah lulus Unair

Sejak merebaknya tren kopi Golda dan kursi besi Indomaret, sejak awal 2024 Indomaret Dharmawangsa Surabaya sering kebak. Kata Radi, rata-rata isinya mahasiswa Unair. Meski satu-dua kali kadang terlihat driver ojol atau Shopee Food.

Hanya saja mereka biasanya akan beranjak kalau sudah dini hari. Kecuali driver ojol dan Shopee Food yang bisa berjam-jam melamun di sana sebelum akhirnya lanjut jalan.

Sementara Radi sendiri, karena tahu sering ramai, lebih memilih ke sana di atas jam 1 dini hari.

“Waktu awal viral, aku nyoba lah (kopi Golda). Wong murah juga (Rp3 ribu),” kata Radi.

Radi biasanya hanya masuk untuk membeli sebotol kopi Golda. Kadang agak “malu” sama kasir Indomaret-nya. Sebab, dia hanya beli satu itu, cuma bayar Rp3 ribu. Tidak ada tambahan lain seperti pengunjung lain: misalnya rokok kek.

Tapi ya bagaimana lagi. Namanya juga pas-pasan. Toh lebih mending beli, daripada tidak sama sekali.

“Aku kan beasiswa. Jadi selama ini nggak terlalu kepikiran soal cari uang. Nah, masuk semester akhir aku mulai kepikiran, nanti lulus cari uang gimana ya. Katanya sekarang itu nggak peduli lulus dari kampus top atau nggak, yang jelas cari kerja susah kalau nggak pakai orang dalam,” beber Radi.

Radi bisa duduk sangat lama di kursi besi Indomaret Dharmawangsa Surabaya itu, ditemani sebotol kopi Golda yang dia seruput pelan-pelan agar tidak lekas tandas. Kalau tilawah menjelang azan Subuh berkumandang, barulah dia beranjak pulang ke kosan.

Memang Radi tak menemukan jawaban atas keresahannya itu. Namun, kebiasaan itu terus berulang.

Untuk saat ini, dia memang tidak butuh jawaban. Dia hanya butuh waktu untuk sekadar menenangkan diri: berhenti sejenak dari ketakutan-ketakutan yang berjejal di kepalanya tiap tengah malam.

Baca halaman selanjutnya…

Kopi Golda adalah barang langka di Indomaret Dharmawangsa Surabaya 

Halaman 1 dari 2
12Next

Terakhir diperbarui pada 13 Januari 2025 oleh

Tags: indomaret dekat unairindomaret dharmawangsaindomaret surabayakopi goldakursi besi indomarettempat nongkrong dekat unairunair
Muchamad Aly Reza

Muchamad Aly Reza

Jurnalis Mojok.co asal Rembang, Jawa Tengah. Pernah belajar di S1 Sejarah Peradaban Islam Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Ampel Surabaya. Banyak menulis isu sosial, keislaman dan spiritualitas, pendidikan kritis, dan realitas sehari-hari. Mengisi waktu dengan membaca buku, nonton film, dan traveling.

Artikel Terkait

Jurusan Antropologi Unair kerap diremehkan. MOJOK.CO
Edumojok

Antropologi Unair Diremehkan dan Dianggap “Gampangan”, padahal Kuliahnya Nggak Main-main dan Prospek Kerjanya Luas

9 April 2026
Susahnya cari kerja sebagai fresh graduate Unair. MOJOK.CO
Edumojok

Kuliah Kebidanan sampai “Berdarah-darah”, Lulus dari World Class University Masih Sulit Cari Kerja dan Diupah Nggak Layak

7 April 2026
Jurusan Kebidanan Unair tolong saya dari kekecewaan gagal kuliah di Kedokteran. MOJOK.CO
Edumojok

Tinggalkan Mimpi Jadi Dokter karena Merasa Bodoh dan Miskin, Lulus dari Jurusan Kebidanan Unair Malah Bikin Hidup Lebih Bermakna

6 April 2026
Jurusan Antropologi Unair selamatkan saya usai ditolak UGM. MOJOK.CO
Edumojok

Ditolak UGM Jalur Undangan, Antropologi Unair Selamatkan Saya untuk Tetap Kuliah di Kampus Bergengsi dan Kerja di Bali

6 April 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Astrea Grand, Motor Honda yang Menjadi Mitos MOJOK.CO

Astrea Grand, Motor Honda Penuh Dusta yang Celakanya Pernah Menjadi Mitos dan Membuatnya Dikagumi karena Motor Ini Memang Meyakinkan

5 April 2026
PNS tetap WFO saat WFH

PNS Lebih Pilih Tetap Pergi ke Kantor saat WFH, Takut Tergiur “Godaan” Kelayapan Malah Berujung Gagal Hemat BBM

8 April 2026
Meminta Dosen-Mahasiswa Jalan Kaki ke Kampus ala Eropa: Antara Visi Elit dan Realitas yang Sulit MOJOK.CO

Meminta Dosen-Mahasiswa Jalan Kaki ke Kampus ala Eropa: Antara Visi Elite dan Realitas yang Sulit

10 April 2026
slow living, desa, warga desa.MOJOK.CO

Warga Desa Sebenarnya Muak dengan Orang Kota yang Datang Buat Sok Slow Living: Arogan, Tak Membaur, Anggap Warga Asli Cuma “Figuran”

7 April 2026
Kerja WFH untuk ASN bukan solusi. MOJOK.CO

WFH 1 Hari dalam Seminggu Cuma Bikin Pekerja Boncos dan Nggak Produktif, Lalu Di Mana Efisiensi Pemakaian Energinya?

6 April 2026
Gudeg, Kuliner Jogja yang Makin Tak Cocok untuk Orang Miskin (Unsplash)

Harga Gudeg Jogja Naik, Berpotensi Menguatkan Sisi Gelap kalau Kuliner Jogja Ini Memang Bukan Makanan Murah Lagi

9 April 2026

Video Terbaru

Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

9 April 2026
Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

6 April 2026
Tirto Utomo, Aqua dan Kenapa Kita Tidak Bisa Minum Air Keran?

Tirto Utomo, Aqua dan Kenapa Kita Tidak Bisa Minum Air Keran?

4 April 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.