Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edupedia
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edupedia
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Ragam

Kisah Cinta “Menye-menye” ala Dracin bikin Hidup Perempuan Dewasa Lebih Berbunga dari Luka Masa Lalu yang Menyakitkan

Aisyah Amira Wakang oleh Aisyah Amira Wakang
6 Januari 2026
A A
Dracin bukan sekadar kisah cinta lebay. MOJOK.CO

ilustrasi - Drama China (Dracin) banyak digemari perempuan dewasa. (Ega Fansuri/Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Bagi penggemar drama China (Dracin) ia bukan sekadar kisah percintaan “menye-menye” biasa, tapi cara “healing” sederhana untuk menghadapi hidup. 

Dracin cocok untuk penghilang stres

Dalam wawancaranya bersama Putri Tanjung, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkap pernah menonton Dracin yang berdurasi pendek saat stres guna menghibur diri.

“Kalau stres, dugaan saya ya, saya itu nonton drama China yang pendek-pendek itu. Menghibur, kadang-kadang ceritanya mirip-mirip, tapi tonton aja udah,” ucapnya. 

Belakangan ini masyarakat Indonesia memang gemar-gemarnya menonton Dracin maupun Drakor. Secara umum, Drakor memiliki 16 hingga 20 episode. Sementara, Dracin memiliki lebih banyak episode sekitar 25 hingga 50 episode.

Namun, seperti yang dikatakan Purbaya, Dracin memiliki durasi tayang lebih pendek yakni sekitar 30-45 menit, daripada Drakor yang berdurasi 60-90 menit.

Senada dengan Purbaya, Dwi (25), perempuan asal Surabaya ini mengungkap sebetulnya masih sering gonta-ganti drama, dari Negeri Ginseng ke Negeri Tirai Bambu. Tergantung mood, kata dia, sebab keduanya memiliki kisah unik masing-masing.

“Cuman kalau aku lagi pusing banget sama kehidupan, misalnya suntuk dan capek, pilihanku ya Dracin soalnya drama percintaannya bikin aku rileks,” ujar Dwi, Senin (5/1/2026).

Dwi tak menampik banyak orang yang menganggap kisah di Dracin terlalu lebay atau “menye-menye”, tapi bagi seorang wiraswasta seperti dia, Dracin masuk daftar alasannya agar bahagia menjalani hidup.

“Untuk mbak-mbak usia 25 tahun yang pusing banget sama kehidupan, apalagi yang isinya cuman kerja, kerja, dan kerja, Dracin ini jadi cara healing tersendiri buat aku. Kasarannya, semacam penyembuh luka dari kejamnya dunia,” kata Dwi.

Kisah cinta yang menyembuhkan luka masa lalu

Selama 2 tahun ini, Dwi sudah menonton sekitar 30 judul Dracin yang berbeda. Misalnya, “Hidden Love”, “When in Fly Towards You”, hingga “The First Forst”. Judul terakhir yang ia sebutkan itu jadi salah satu Dracin favoritnya.

“The First Forst” bercerita soal trauma masa lalu tokoh perempuan (Wen Yifan) yang pernah mengalami pelecehan. Ketika dewasa, ia bertemu kembali dengan teman laki-laki SMA-nya yang pernah ia taksir (Sang Yan). Dari sanalah kisah cinta dan proses penyembuhan luka dari masing-masing tokoh dimulai.

“Aku bisa melihat karakter ‘Yifan’ ini pada diriku sendiri. Dari situ aku belajar buat menyembuhkan diri dari luka masa laluku. Dan itu memang nggak mudah,” ujar Dwi.

Kisah Yifan dan Yan juga membuat Dwi sadar bahwa tidak apa meminta bantuan dari orang sekitar. Tidak apa pula membiarkan orang lain masuk dan hadir di hidup kita, jika niatnya memang baik untuk membantu. 

“Dari Dracin aku merasa mendapat ‘pelukan’ hangat, agar lebih kuat dan bisa menerima masa laluku,” kata Dwi.

Iklan

Dracin mengingatkanmu agar tidak halu

Berbeda dengan Dwi yang ingin menghadapi masa lalunya dengan menonton Dracin, Ines (24) merasa seolah bisa kabur dari kenyataan hidup meski tak berlangsung lama. Namun, dari Dracin itulah ia bisa menghadapi kenyataan kembali.

Selama satu tahun terakhir, Ines berhasil menghabiskan 50 judul Dracin yang hampir seluruh ceritanya berakhir bahagia. Di mana tokoh utama pasti mendapatkan sesuatu yang dia inginkan asal mau bekerja keras. Baik itu meraih cita-cita, pujaan hati, hingga harga diri untuk diakui. 

“Pokoknya yang baik akan selalu menang dan yang jahat akan selalu mendapat konsekuensi atau akibat dari perbuatannya. Masalahnya, dunia hari-hari ini nggak bekerja demikian. Jadi jangan halu!” kata Ines.

Selain itu, ujar Ines, alur cerita Dracin juga mudah ditebak sehingga membuat mereka merasa bahagia dibanding Drakor yang terkadang punya plot twist atau misteri. 

Pelarian dari kehidupan yang tegang

Urban Cultural Interpreter, Dhahana Adi Pungkas berujar antusiasme masyarakat Indonesia terhadap Drakor maupun Dracin meningkat karena adanya gejala latah sosial terutama pada generasi muda. Artinya, masyarakat kerap meniru budaya yang sedang menjadi tren sehingga menular secara cepat dan masif.

“Drakor dan Dracin sering kali menjadi cermin aspirasi, sekaligus pelarian dari ketegangan hidup sehari-hari (coping mechanism). Maka dari itu peniruannya tidak sekadar spontan, tapi berakar pada kebutuhan akan imajinasi dan identitas baru masyarakat,” ujar Dhahana dikonfirmasi Mojok.co, Senin (5/1/2026).

Fandom Cultural Researcher, Dimas Ramadhiansyah juga menjelaskan Dracin kini tak hanya sebagai hiburan, tapi bisa menjadi medium bagi penonton untuk membayangkan kehidupan alternatif yang berbeda dari konteks lokal mereka sendiri. 

“Penggemar akhirnya memiliki posisi imajiner yang menghubungkan imajinasi mereka dengan budaya global, sekaligus memperluas pengalaman emosional yang tidak selalu dapat diperoleh dari lingkungan sosial lokal,” tutur Dimas.

Penjelasan Dhahana dan Dimas menegaskan alasan Dwi dan Ines menyukai Dracin bukan sekadar FOMO, melainkan ada makna yang lebih mendalam dari sekadar menonton percintaan “menye-menye”. Seperti cara Dwi mengobati luka masa lalunya dan Ines yang belajar menerima kenyataan hidup.

Penulis: Aisyah Amira Wakang

Editor: Muchamad Aly Reza

BACA JUGA: Sulitnya Masuk Jurusan Bahasa Mandarin Unesa, Terbayar usai Lulus dan Kerja di Perusahaan Tiongkok atau liputan Mojok lainnya di rubrik Liputan

Terakhir diperbarui pada 6 Januari 2026 oleh

Tags: dracinDrakordrama chinadrama koreaperbedaan dracin dan drakorrekomendasi dracinthe first forst
Aisyah Amira Wakang

Aisyah Amira Wakang

Artikel Terkait

Dracin Disukai Dunia karena di Surabaya Kaos Oblong dan Sandal Jepit Simbol Kekayaan, di Cina Tanda Orang Bangkrut MOJOK.CO
Esai

Dracin Disukai Dunia karena di Surabaya Kaos Oblong dan Sandal Jepit Simbol Kekayaan, di Cina Tanda Orang Bangkrut

14 Januari 2026
No Other Choice: rekaman betapa rentan nasib buruh. Mati-mati kerja sampai kehilangan diri sendiri, tapi ditebang saat tak dibutuhkan lagi MOJOK.CO
Catatan

No Other Choice: Buruh Mati-matian Kerja sampai Kehilangan Diri Sendiri, Usai Diperas Langsung Ditebang

16 Oktober 2025
5 Drama Korea Bertema Pendidikan, Nonton Sambil Belajar Tipis-tipis MOJOK.CO
Hiburan

5 Drama Korea Bertema Pendidikan, Nonton Sambil Belajar Tipis-tipis

21 September 2023
rekomendasi 5 drakor politik
Podium

Rekomendasi 5 Drakor Bertema Politik, Cocok Buat Maraton Nunggu Buka Puasa!

25 Maret 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

“Terapi Massal” Pekerja Jakarta di Istora Senayan.MOJOK.CO

“Terapi Massal” Pekerja Jakarta di Istora Senayan

24 Januari 2026
Zainal Arifin Mochtar dan Tawa yang Tidak Sepenuhnya Bercanda

Roasting Zainal Arifin Mochtar (Bagian 2): Strategi Biar Bisa Jadi Guru Besar

24 Januari 2026
Tinggal di perumahan lebih bisa slow living dan frugal living ketimbang di desa MOJOK.CO

Salah Kaprah Soal Tinggal di Perumahan, Padahal Lebih Slow Living-Frugal Living Tanpa Dibebani Tetangga ketimbang di Desa

30 Januari 2026
Jembatan Persen di Gunungpati, Semarang, dari kayu menjadi baja dan bercor beton MOJOK.CO

Jembatan Persen di Gunungpati Semarang, Dari Kayu Jadi Bercor Beton berkat Aduan “Solusi AWP”

24 Januari 2026
Petani kibulin bulog kirim gabah kering panen "aneh-aneh. MOJOK.CO

Pengamat Imbau Bulog untuk Revisi Pengadaan GKP agar Petani Tak Setor Gabah “Aneh-aneh”

29 Januari 2026
kentucky, rocket chicken mojok.co

“Kentucky” Pinggir Jalan: Makanan Biasa-Biasa Saja yang Terasa Mewah, Menyadarkan Betapa Miskinnya Saya Dulu

29 Januari 2026

Video Terbaru

Kebun Durian Warso Farm di Bogor, Agrowisata Edukatif dengan 16 Varietas Durian

Kebun Durian Warso Farm di Bogor, Agrowisata Edukatif dengan 16 Varietas Durian

28 Januari 2026
Sigit Susanto: Membaca Dunia lewat Perjalanan Panjang dan Sastra

Sigit Susanto: Membaca Dunia lewat Perjalanan Panjang dan Sastra

27 Januari 2026
Zainal Arifin Mochtar dan Tawa yang Tidak Sepenuhnya Bercanda

Roasting Zainal Arifin Mochtar (Bagian 2): Strategi Biar Bisa Jadi Guru Besar

24 Januari 2026
Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.