Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Ragam

4 Barang Tak Terduga yang Dibeli Murah di Pasar Senthir Jogja: Dari Jam Tangan Mahal, Outfit Bermerek, sampai Almet UGM Cuma 5-10 Ribuan

Ahmad Effendi oleh Ahmad Effendi
4 Agustus 2024
A A
4 Barang Tak Terduga yang Dibeli Murah di Pasar Senthir Jogja: Dari Jam Tangan Mahal, Outfit Bermerek, sampai Almet UGM Cuma 5-10 Ribuan.MOJOK.CO

Ilustrasi 4 Barang Tak Terduga yang Dibeli Murah di Pasar Senthir Jogja: Dari Jam Tangan Mahal, Outfit Bermerek, sampai Almet UGM Cuma 5-10 Ribuan (Mojok.co/Ega Fansuri)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Sudah jadi rahasia umum kalau Pasar Senthir Jogja adalah surganya barang-barang antik. Tak cuma antik, jika sedang beruntung pengunjung juga bisa menemukan “harta karun” tak terduga.

Saya, misalnya, saat mengunjungi Pasar Senthir Jogja pada Jumat (26/7/2024) lalu, menemukan dua harta karun yang saya beli dengan harga murah. Kedua barang ini cukup sulit dicari di e-commerce. Dan, kalaupun ada, harganya jauh lebih mahal.

Barang pertama yang saya dapat adalah kaset band legendaris Gong 2000. Saya membelinya seharga Rp15 ribu saja. Padahal di toko daring, ada yang menjualnya sampai Rp200 ribuan.

Sementara barang kedua adalah zipper Deadsquad “Horror Vision” limited edition yang saya dapatkan Rp85 saja. Padahal, saat pertama rilis, jaket hoodie itu dijual Rp295 ribu. 

Sekarang, kalau pun ada yang masih menjual, pasti harganya sudah digoreng sedemikian rupa. Selain karena artikelnya sudah cetak ulang, formasi “Horror Vision” dari band Deadsquad sudah bubar. Jelas, zipper tadi adalah artefak berharga. Beruntung saya mendapatkannya Rp85 ribu saja.

#1 Mendapatkan celana jins yang harga aslinya jutaan dengan 10 ribu saja

Nyatanya, jauh sebelum saya mendapatkan harta karun malam itu, sudah ada banyak orang yang bahkan nasibnya lebih beruntung. Salah satunya adalah Faqih (20), mahasiswa PTN di Jogja yang pernah mendapatkan celana jins branded di lapak awul-awulan alias thrifting.

Meski kondisinya bekas, tapi bagi Faqih “sekali berlian tetap menjadi berlian”. 

“Dua bulan lalu, Mas, saya dapat Versace [merek jins]. Itu kalau baru bisa dihargai 2 jutaan. Second aja kadang masih 500 ribuan. Di sini, 10 ribu saja aku dapatnya,” ungkapnya, saat Mojok menemuinya di Pasar Senthir Jogja, Jumat (26/7/2024) lalu.

Sambil menunjukkan foto jins Versace tersebut kepada saya, Faqih bercerita kalau dia merasa heran, mengapa ada orang yang membuang jins mahal itu. Harta karun itu pun menjadi berkah tersendiri bagi dia.

“Enggak perlu ku-napthol lagi, Mas, karena masih kelihatan baru. Baru-baru ini aku jual lagi laku 400 ribu,” pungkasnya.

#2 Jam tangan Titus Ori buruan kolektor di Pasar Senthir Jogja

Pengalaman tak terduga juga pernah dialami Kamijo (60), salah satu pelapak di Pasar Senthir Jogja yang menjual barang-barang antik, termasuk jam analog.

Lelaki asal Jogja ini bercerita, sekitar dua tahun lalu, banyak orang berbondong-bondong ke lapaknya buat mencari jam-jam analog bekas. Saat itu, Kamijo punya banyak koleksi, dari yang merek Rolex, Alexandre Christie, Seiko, bahkan Titus. Hampir semuanya dalam kondisi mati.

“Saya dapatnya dari tukang rosokan, Mas. Biasaya ya saya beli borongan gitu. Misalnya 20 ribu dapat lima. Lalu saja jual lagi 10 sampai 20 ribu tergantung kondisi,” ungkapnya.

Yang tidak diketahui Kamijo, ternyata jam-jam tangan analog punya harga yang jauh lebih mahal. Ia mengetahuinya ketika seorang lelaki datang memborong dagangannya seharga Rp100 ribu saja. 

Iklan

“Lelaki itu ngaku kolektor, dan bilang kalau yang merek Titus itu harganya sangat mahal, bahkan kalau kondisinya bekas sekalipun,” ujarnya. “Ya saya ngelu dong, Mas. Kalau tahu itu mahal, ya saya naikin harganya.”

Pasar Senthir Jogja, Surga Para Gen Z Pemburu “Harta Karun”: Outfit Seharga Jutaan Dibeli 10 Ribu Saja.MOJOK.CO
Banyak Gen Z meramaikan Pasar Senthir Jogja (Mojok.co/Ahmad Effendi)

Kini, saat menerima jam tangan analog lagi, ia lebih jeli lagi. Kalau ada yang “kelihatan mahal”, Kamijo memilih menjualnya door to door alias menghubungi kolektor langsung daripada membawanya ke lapak.

“Kalau yang saya bawa di lapakan ini ya yang rata-rata aja harganya, 10 ribuan ada, yang 50 ribu juga ada.

#3 Nemu almet UGM, masih baru cuma dihargai 5 ribu

Pengalaman unik lainnya juga pernah dialami Dani (28), alumni UGM yang menjadi pengunjung setia Pasar Senthir Jogja. Sekitar 2018 lalu, Dani menemukan barang di lapak awul-awulan yang sama sekali tak pernah terpikirkan olehnya, yakni almet UGM.

“Sekarang awul-awulan 10 ribuan. Dulu, sekitar 5 tahun lalu, masih 5 ribuan, Bang,” kata Dani yang ditemui Pasar Senthir Jogja, Jumat (26/7/2024).

Almet UGM itu ia temukan di dalam tumpukan pakaian bekas. Saat itu, Dani berpikir almet itu dibuang mungkin karena sudah rusak atau tak layak pakai. Namun saat mengambilnya, kondisi masih terlihat baru.

“Cuma kotor aja, dicuci juga jadi baru lagi. Kancing-kancing masih utuh,” jelasnya. “Saya ambil aja. Buat asyik-asyikan sih, kapan lagi dapat almet harga 5 ribu. Hahaha.”

#4 Arsip sumber skripsian ditemukan dengan mudah di Pasar Senthir Jogja

Selain berkesan, Pasar Senthir Jogja juga berperan penting bagi kawan kuliah Dani. Ia bercerita, di tempat ini salah satu kawannya, seorang mahasiswa Sejarah UGM, menemukan harta karun dalam bentuk arsip.

Arsip-arsip itu dalam bentuk koran, brosur, atau pamflet lama yang dijadikan temannya sebagai sumber skripsian.

“Dia malah nemu di Pasar Senthir, padahal katanya dah cari kemana-mana sulit. Kalaupun carinya di toko-toko yang menjual arsip, pasti mahal. ,” pungkasnya.

Penulis: Ahmad Effendi

Editor: Muchamad Aly Reza

BACA JUGA Pasar Senthir Jogja, Surga Para Gen Z Pemburu “Harta Karun”

Ikuti artikel dan berita Mojok lainnya di Google News

Terakhir diperbarui pada 4 Agustus 2024 oleh

Tags: Jogjajual barang bekas jogjaklithikan jogjapasar senthirpasar senthir jogjathrifting jogja
Ahmad Effendi

Ahmad Effendi

Jurnalis Mojok.co asal Yogyakarta. Pernah belajar di S1 Ilmu Sejarah Universitas Negeri Yogyakarta (UNY). Banyak menulis sejarah, sepak bola, isu urban, budaya pop, dan setiap yang menyangkut kepentingan publik. Kerap menepi di konser band metal, festival film, dan mengasuh anabul.

Artikel Terkait

Gudeg, Kuliner Jogja yang Makin Tak Cocok untuk Orang Miskin (Unsplash)
Pojokan

Harga Gudeg Jogja Naik, Berpotensi Menguatkan Sisi Gelap kalau Kuliner Jogja Ini Memang Bukan Makanan Murah Lagi

9 April 2026
Jogja Bisa Ditinggalkan Wisatawan kalau Mengandalkan Jebakan Aji Mumpung MOJOK.CO
Esai

Jogja Ditinggalkan Wisatawan kalau Mengandalkan Jebakan Aji Mumpung 

8 April 2026
Deles Indah, Bukti Klaten Punya Harga Diri yang Bisa Kalahkan Jogja dan Solo sebagai Tempat Wisata Populer MOJOK.CO
Catatan

Deles Indah, Bukti Klaten Punya Harga Diri yang Bisa Kalahkan Jogja dan Solo sebagai Tempat Wisata Populer

7 April 2026
Pekerja Jogja kaget pindah kerja di Purwokerto demi alasan slow living. Tapi kaget dengan karakter orang Banyumas MOJOK.CO
Urban

Pekerja Jogja Pindah Kerja ke Purwokerto Nyari Slow Living, Tapi Dibuat Kaget sama Karakter Orang Banyumas karena di Luar Ekspektasi

6 April 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Warung nasi padang jual rendang khas Minang di Jogja

Nasi Padang Rp13 Ribu di Jogja Lebih Nikmat dan Otentik daripada Yang Menang Mahal, tapi Rasanya Manis

10 April 2026
Salah jurusan, kuliah PTN.MOJOK.CO

Putus Kuliah dari PTS Elite demi Masuk “Jurusan Buangan” di PTN: Menang di Gengsi, tapi Lulus Jadi “Gelandangan” Dunia Kerja

5 April 2026
Gagal seleksi PPPK dan CPNS meski daftar di formasi PNS atau ASN sepi peminat. Malah dapat kerja yang benefitnya bisa bungkam saudara yang sebelumnya menghina MOJOK.CO

Gagal Seleksi CPNS di Formasi Sepi Peminat Dihina Bodoh, Malah Dapat Kerjaan “di Atas” ASN Langsung Bungkam Penghina

9 April 2026
Sumbangan pernikahan di desa, jebakan yang menjerat dan membuat warga menderita MOJOK.CO

Sumbangan Pernikahan di Desa Menjebak dan Bikin Menderita: Maksa Utang demi Tak Dihina, Jika Tak Ikuti Dicap “Ora Njawani”

8 April 2026
Kelas menengah ke bawah harus mawas diri Kalau pemasukan pas-pasan jangan maksa gaya hidup dalam standar dan tren media sosial MOJOK.CO

Kelas Menengah ke Bawah Harus Mawas Diri, Pemasukan Pas-pasan Gaya Hidup Jangan Pakai Standar dan Tren Media Sosial

6 April 2026
Gudeg, Kuliner Jogja yang Makin Tak Cocok untuk Orang Miskin (Unsplash)

Harga Gudeg Jogja Naik, Berpotensi Menguatkan Sisi Gelap kalau Kuliner Jogja Ini Memang Bukan Makanan Murah Lagi

9 April 2026

Video Terbaru

Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

9 April 2026
Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

6 April 2026
Tirto Utomo, Aqua dan Kenapa Kita Tidak Bisa Minum Air Keran?

Tirto Utomo, Aqua dan Kenapa Kita Tidak Bisa Minum Air Keran?

4 April 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.