Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Ragam

Penyesalan Orang Surabaya yang Mengadu Nasib ke Jakarta, Tak Sesuai Ekspektasi

Aisyah Amira Wakang oleh Aisyah Amira Wakang
10 April 2025
A A
Warga Surabaya merantau ke Jakarta. MOJOK.CO

ilustrasi - pendatang baru yang memutuskan merantau ke Jakarta. (Ega Fansuri/Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

“Jakarta seperti magnet buat orang-orang yang mau mengejar mimpi. Entah itu soal karier, bisnis, atau sekadar mencari pengalaman baru,” kata Maulia (23), perempuan asal Surabaya yang pernah tinggal di Jakarta.

Maulia atau yang akrab dipanggil Maul pertama kali menginjakkan kakinya di Jakarta pada tahun 2017 sekadar untuk jalan-jalan. 6 tahun kemudian, ia baru mendapatkan kesempatan magang di salah satu perusahaan media dan hampir bekerja selama beberapa bulan di sana. 

Selama dua tahun tinggal di Jakarta, Maul merasa kehidupan Jakarta tak pernah mati, sama seperti Surabaya. Lampu-lampu kendaraan yang selalu menyorot mata di malam hari, kelap-kelip cahaya dari gedung-gedung tinggi, suara klakson yang memekakan telinga, dan jalanan yang dipenuhi lautan manusia.

Namun, kata Maul, Surabaya seolah masih punya jam tidur ketimbang Jakarta. Setidaknya, saat tengah malam atau di atas jam tersebut, suasana di Kota Pahlawan masih terlihat lengang. Bahkan, kita masih bisa menikmati suasana malam dengan sepeda motor dan berputar-putar tanpa arah.

“Di Jakarta nggak begitu. Rame banget! Selalu,” kata Maul.

Hustle life di Jakarta itu nyata

Para pendatang di Jakarta memiliki latar belakang yang lebih beragam. Namun, meski berbeda suku, ras, dan agama tapi tujuan mereka tetap sama, yakni mengadu nasib dengan harapan memperoleh kehidupan yang lebih baik.

“Dengan niat mencari rezeki, mereka akhirnya tidak ingin gagal atau tidak ingin pulang ke kampung halaman tanpa hasil. Jadi nggak salah kalau mereka dituntut kerja lebih keras di sana. Lama-lama, hati juga ikut mengeras sampai mati rasa dengan hustle life seperti itu,” tutur Maul.

Senada dengan Maul, Elyza (21) yang pernah satu tahun tinggal di Jakarta berujar jika kehidupan di Kota Megapolitan tersebut memang keras. Ia merasa orang-orang seperti bekerja selama 24 jam, karena suasana kotanya yang tak pernah sepi.

“Orang-orang sudah siap kerja dari subuh dan berangkat pakai commuter line. Perawakannya sudah macam zombie. Sedangkan kalau di Surabaya tidak begitu, sekitar jam 23.00 WIB ke atas biasanya sudah mulai sepi,” tutur perempuan asal Surabaya itu.

Belum ada yang menandingi Surabaya

Baca Halaman Selanjutnya

Halaman 1 dari 2
12Next

Terakhir diperbarui pada 11 April 2025 oleh

Tags: beda Surabaya dan Jakartabekerja di jakartadinamika merantau ke jakarta
Aisyah Amira Wakang

Aisyah Amira Wakang

Jurnalis Mojok.co asal Surabaya. Pernah menempuh pendidikan di S1 Ilmu Komunikasi Universitas Airlangga (Unair) Surabaya. Menaruh perhatian pada isu pendidikan, sosial, perkotaan, dan kelompok-kelompok marjinal. Di luar rutinitas liputan mengisi waktu dengan berlari dan menjelajah alam.

Artikel Terkait

Menteng Jakarta Pusat, Saksi Bisu Perantau “Diinjak-injak” Orang Kaya.MOJOK.CO
Ragam

Nekat Merantau ke Jakarta Karena Desa Bikin Stres, 2 Bulan Kerja Memilih Resign Meski Gaji Tinggi Karena Kerjaan Buat Mentalnya Tak Sehat

4 April 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Diancam Pihak Resto karena Telat Antar Makanan Lebih Mudah Diterima daripada Gagal Jadi Sarjana Hukum UGM MOJOK.CO

Perjuangan Ojol sambil Kuliah: Pernah Diancam Pihak Resto karena Telat Antar Makanan, Kini Lulus Jadi Sarjana Hukum UGM

5 Februari 2026
self reward.mojok.co

Self Reward Bikin Dompet Anak Muda Tipis, Tapi Sering Dianggap sebagai Keharusan

6 Februari 2026
Mahasiswa penerima beasiswa KIP Kuliah PTN Surabaya pertama kali makan di restoran All You Can Eat (AYCE): norak, mabuk daging, hingga sedih karena hanya beri kenikmatan sesaat MOJOK.CO

Mahasiswa KIP Kuliah Pertama Kali Makan di AYCE: Mabuk Daging tapi Nelangsa, Kenyang Sesaat untuk Lapar Seterusnya

6 Februari 2026
Pembeli di Pasar Jangkang, Sleman. MOJOK.CO

Salah Kaprah soal Pasar Jangkang yang Katanya Buka Setiap Wage dan Cuma Jual Hewan Ternak

9 Februari 2026
Ormas Islam Sepakat Soal Board of Peace: Hilangnya Suara Milenial dan Gen Z oleh Baby Boomers MOJOK.CO

Ormas Islam Sepakat Soal Board of Peace: Hilangnya Suara Milenial dan Gen Z oleh Baby Boomers

6 Februari 2026
Rekomendasi penginapan di Lasem, Rembang. MOJOK.CO

Lasem Lebih Terkenal daripada Rembang tapi Hanya Cocok untuk Wisata, Tidak sebagai Tempat Tinggal

6 Februari 2026

Video Terbaru

Hutan Jawa dan Dunia yang Pernah Bertuah

Hutan Jawa dan Dunia yang Pernah Bertuah

7 Februari 2026
Tanaman Lokal Indonesia dan Upaya Merawat yang Terlupakan

Tanaman Lokal Indonesia dan Upaya Merawat yang Terlupakan

4 Februari 2026
Zainal Arifin Mochtar dan Suara Kritis di Tengah Politik Hari Ini

Zainal Arifin Mochtar dan Suara Kritis di Tengah Politik Hari Ini

3 Februari 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.