Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
    • Bidikan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
    • Bidikan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Ragam

Menjalin Keakraban dengan Bengkel Umum nan Biasa Beri Saya Banyak Keuntungan

Muchamad Aly Reza oleh Muchamad Aly Reza
14 November 2025
A A
Keakraban dengan montir bengkel beri saya banyak keuntungan MOJOK.CO

Ilustrasi - Keakraban dengan montir bengkel beri saya banyak keuntungan. (Ega Fansuri/Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Akrab dengan montir bengkel—apalagi jika si montir adalah pemilik bengkel sendiri—memberi saya banyak keuntungan. Saya yang sebenarnya tidak paham-paham amat otomotif akhirnya lolos dari kemungkinan-kemungkinan dibodohi.

***

Sejak SMA saya tiap hendak servis motor saya mesti pindah-pindah bengkel. Sering kali nemu bengkel yang mahal, tapi hasilnya tidak maksimal.

Tidak sekali-dua kali pula saya dibodohi. Misalnya, karena si montir tahu saya tidak paham-paham amat otomotif, akhirnya ia menyodorkan banyak bagian yang harus diganti baru. Hasilnya, setelah saya iyakan, habisnya bisa besar.

Baru saya tahu kemudian dari beberapa teman, ternyata ada montir yang penuh siasat saat berhadapan dengan konsumen. Kalau si konsumen menunjukkan gestur tidak paham, itu menjadi celah bagi montir untuk menguras habis kantong konsumen.

Bengkel biasa saja tapi…

Dari seorang teman, saya dikenalkan dengan sebuah bengkel rumahan di Lasem. Konon, ia dulu awalnya seorang montir di bengkel resmi sebuah brand otomotif.

Setelah keluar ia lalu membangun bengkel sendiri. Pelanggannya banyak karen dikenal sebagai bengkel yang jujur, harga tak kemahalan, tapi hasilnya maksimal.

Saya pertama kali ke bengkel tersebut di awal-awal masa kuliah. Sebelum keberangkatan saya ke Surabaya pada 2017 silam.

Sejak membuktikan sendiri testimoni orang-orang, saya akhirnya menjadikannya langganan. Alih-alih servis di Surabaya, saya lebih sering membawa motor saya pulang untuk sekadar servis.

Kami pun lama-lama menjadi akrab, sampai sekarang. Bertukar nomor ponsel pula. Alhasil, setiap kali hendak ke bengkelnya, saya pasti akan mengirim pesan pendek dulu: buka atau tutup?

Ikatan primordial di perantauan

Selama tujuh dari Surabaya, saya tidak bisa menemukan bengkel yang benar-benar jujur dan bisa diakrabi. Alhasil, pilihannya ya selalu membawa pulang motor untuk diservis di bengkel langganan di Lasem.

“Di Surabaya kan banyak bengkel, Ly,” tanya si montir tiap saya membawa motor ke bengkelnya.

“Lebih mantap di sini, Kak,” jawab saya.

“Heleh, bilang aja di sini lebih murah,” tukas si montir. Saya pun tertawa. Memang, itu pertimbangannya: Lebih murah, hasil maksimal, dan minim risiko penipuan.

Iklan

Saat awal-awal pindah ke Jogja pada awal 2024 lalu pun begitu. Saya agak kesulitan menemukan bengkel yang membuat saya benar-benar mantap.

Sampai akhirnya saya menemukan sebuah bengkel biasa di sekitar Jalan Besi Jangkang. Si pemilik, anak muda umur 24-an, ternyata asal Kediri, Jawa Timur.

Karena saya mengaku lama di Surabaya dan punya pasangan asal Jombang (Jawa Timur) juga, akhirnya hanya butuh sehari saja kami langsung akrab. Karena merasa punya ikatan primordial: Sama-sama asal Jawa Timur yang tengah merantau ke Jogja.

Montir bengkel suka diakrabi

Barang kali tidak semua. Namun, dalam dua bengkel langganan saya—yang memang model rumahan—keduanya sama-sama mengaku suka diakrabi.

Untuk bengkel di Lasem, ia memang cenderung fokus ketika sudah mengotak-atik motor. Hanya sesekali ia akan mengajak bicara. Bisa pembahasan sederhana atau menginformasikan kerusakan-kerusakan yang ia temui di motor.

Akan tetapi, ia mengaku suka ketika akrab dengan pelanggan. Bukan semata karena potensi pelanggan balik lagi. Tapi juga merasa dimanusiakan. Pelanggan datang tidak sekadar menganggapnya sebagai “pesuruh”.

Sementara dalam konteks bengkel langganan saya di Jogja, si montir memang butuh teman ngobrol. Semakin akrab dengan banyak orang, maka ia merasa semakin punya banyak teman.

Untung di pelanggan

Pada dasarnya relasi antara si montir dengan pelanggan memang melahirkan simbiosis mutualisme. Saling menguntungkan satu sama lain. Montir butuh pelanggan, pelanggan butuh motornya dibereskan.

Dari sisi pelanggan, keakraban dengan montir bengkel—setidaknya bagi saya—memberi sejumlah keuntungan.

Pertama, si montir tidak akan tega jika mencoba mencurangi. Alhasil, dalam kasus saya, si montir akan memberi beberapa pertimbangan jujur atas kendala-kendala yang ia temui di motor saya. Cukup diakali atau harus diganti. Kalau diganti harganya berapa. Kalau ada harga yang lebih murah pasti akan ditawarkan.

Kerena kejujuran itu, alhasil saya tak pernah khawatir jika meninggal bengkel di motor lebih dari sehari. Karena si montir akan tetap mengerjakannya dengan baik walaupun tanpa saya pantau.

Kedua, beberapa kali saya mendapat potongan harga. Kan lumayan. Bahkan misalnya saya tidak bawa uang lebih, si montir sering melonggarkan pembayaran: Membayar besok-besok kalau balik lagi tak masalah.

Tentu saja saya bayar di lain hari. Menjalin hubungan baik dengan si montir bengkel ternyata menyenangkan.

Penulis: Muchamad Aly Reza
Editor: Ahmad Effendi

BACA JUGA: Bengkel Motor Jogja bikin Kaget Orang Surabaya Gara-gara Servis Motor Berujung Pemorotan atau liputan Mojok lainnya di rubrik Liputan

Terakhir diperbarui pada 14 November 2025 oleh

Tags: bengkelbengkel resmibengkel resmi dan umum lebih baik manabengkel umumkekurangan bengkel resmikelebihan bengkel resmikelebihan bengkel umummontir
Muchamad Aly Reza

Muchamad Aly Reza

Reporter Mojok.co

Artikel Terkait

Salah Pilih Bengkel Motor, Malah Dikerjai Oknum Montir MOJOK.CO
Pojokan

Salah Pilih Bengkel Motor, Dikerjai Oknum Montir Nakal

16 Oktober 2021
Honda Beat Saya Jadi Korban Penipuan Onderdil Palsu Setelah Belanja di Marketplace MOJOK.CO
Otomojok

Honda Beat Saya Jadi Korban Penipuan Onderdil Palsu Setelah Belanja di Marketplace

28 Juni 2021
Montir Legendaris Kena Tipu Penjual Suzuki Smash Bekas
Otomojok

Montir Legendaris Kena Tipu Penjual Suzuki Smash Bekas

17 Mei 2021
Pandangan Bengkel Resmi Pasti Kompeten dan Sempurna Adalah Kesalahan Besar MOJOK.CO
Otomojok

Pandangan Bengkel Resmi Pasti Kompeten dan Sempurna Adalah Kesalahan Besar

3 Mei 2021
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Film Suka Duka Tawa mengangkat panggung stand-up comedy. MOJOK.CO

“Suka Duka Tawa”: Getirnya Kehidupan Orang Lucu Mengeksploitasi Cerita Personal di Panggung Komedi demi Mendulang Tawa

13 Januari 2026
Sisi Gelap Bisnis Es Teh Jumbo, Tak Cuan Bisnis Melayang MOJOK.CO

Dua Kisah Bisnis Cuan, Sisi Gelap Bisnis Es Teh Jumbo yang Membuat Penjualnya Menderita dan Tips Memulai Sebuah Bisnis

15 Januari 2026
Olin, wisudawan terbaik Universitas Muhammadiyah Madiun (UMMAD) pada 2025. MOJOK.CO

Pengalaman Saya sebagai Katolik Kuliah di UMMAD, Canggung Saat Belajar Kemuhammadiyahan tapi Berhasil Jadi Wisudawan Terbaik

14 Januari 2026
Dracin Disukai Dunia karena di Surabaya Kaos Oblong dan Sandal Jepit Simbol Kekayaan, di Cina Tanda Orang Bangkrut MOJOK.CO

Dracin Disukai Dunia karena di Surabaya Kaos Oblong dan Sandal Jepit Simbol Kekayaan, di Cina Tanda Orang Bangkrut

14 Januari 2026
alfamart 24 jam.MOJOK.CO

Alfamart 24 Jam di Jakarta, Saksi Para Pekerja yang Menolak Tidur demi Bertahan Hidup di Ibu Kota

14 Januari 2026
Mitsubishi L300: Simbol Maskulinitas, Pemutar Ekonomi Bangsa MOJOK.CO

Mitsubishi L300: Simbol Maskulinitas Abadi yang Menolak Fitur Keselamatan demi Memutar Ekonomi Bangsa

13 Januari 2026

Video Terbaru

Bob Sadoni dan Hidup yang Terlalu Serius untuk Tidak Ditertawakan

Bob Sadoni dan Hidup yang Terlalu Serius untuk Tidak Ditertawakan

13 Januari 2026
Elang Jawa dan Cerita Panjang Kelestarian yang Dipertaruhkan

Elang Jawa dan Cerita Panjang Kelestarian yang Dipertaruhkan

11 Januari 2026
Serat Centhini: Catatan Panjang tentang Laku dan Pengetahuan

Serat Centhini: Catatan Panjang tentang Laku dan Pengetahuan

8 Januari 2026
Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.