Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
    • Bidikan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
    • Bidikan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Mendalam

Waste to Energy (WtE): Senjata Baru Danantara Melawan Darurat Sampah di Perkotaan

Aisyah Amira Wakang oleh Aisyah Amira Wakang
29 Januari 2026
A A
Guru besar IPB jelaskan waste to energy (WtE) sebagai solusi pengolahan sampah perkotaan dari Danantara. MOJOK.CO

ilustrasi - sampah menumpuk di perkotaan. (Ega Fansuri/Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) tengah berfokus pada program teknologi waste-to-energy (WtE) guna mengatasi masalah sampah perkotaan yang semakin menumpuk. Menurut guru besar IPB, program ini dapat diterapkan secara aman dengan prasyarat yang ketat. 

Baru-baru ini, Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) merilis sebuah Laporan Kajian Lingkungan Hidup Strategis Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional 2025-2045. Laporan tersebut menunjukkan bahwa volume sampah nasional diperkirakan bakal naik mencapai 82,2 juta ton pada 2045. 

Sedangkan tahun 2025, volume sampah nasional diproyeksi mencapai 63 juta ton. Volume sampah yang semakin tinggi tentunya tak baik bagi kesehatan, termasuk merusak ekosistem sekitar. Oleh karena itu, BPI Danantara menggencarkan program teknologi waste-to-energy (WtE) sebagai solusi jangka panjang.

WtE: Solusi nasional pengelolaan sampah di perkotaan

Guru Besar IPB University, Arief Sabdo Yuwono, menilai pengolahan sampah menjadi energi listrik atau waste-to-energy (WtE) memiliki peluang besar sebagai bagian dari solusi nasional pengelolaan sampah, khususnya di wilayah perkotaan.

Iklan

Menurut Arief, persoalan sampah di Indonesia telah memasuki fase darurat. Ketergantungan pada Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) dengan sistem open dumping tidak hanya memicu pencemaran lingkungan, tetapi juga berdampak langsung pada kesehatan masyarakat. 

“Dalam kondisi ini, WtE dapat berfungsi sebagai instrumen pengelolaan sampah yang efektif, selama diterapkan dengan prasyarat teknologi dan lingkungan yang ketat,” kata dosen di Fakultas Teknik dan Teknologi IPB University tersebut, dikutip dari keterangan resmi, Rabu (21/01/2026).

Arief menjelaskan dari sisi lingkungan, WtE berpotensi mempercepat waktu pengolahan sampah sekaligus mereduksi volumenya secara signifikan. WtE juga membantu menurunkan emisi kebauan, memperbaiki sanitasi lingkungan, serta mengurangi produksi air lindi dan populasi lalat sebagai vektor penyakit. 

“Panas hasil pembakaran selanjutnya dapat dikonversi menjadi energi listrik yang berkontribusi pada penurunan emisi karbon nasional,” ujarnya.

Sampah organik di Indonesia masih mendominasi

Sebagai guru besar IPB University yang telah menyelesaikan pendidikan S3 di University of Bonn, Jerman, Arief menegaskan keberhasilan WtE sangat ditentukan oleh kesesuaian teknologi dengan karakteristik sampah nasional. Sampah perkotaan di Indonesia, kata Arief, masih didominasi oleh sampah organik dengan kadar air tinggi sehingga membutuhkan penanganan awal dan pemilahan di sumber.

Danantara fokus kembangkan program waste to energy (WtE). MOJOK.CO
Dari kiri, Senior Researcher Tenggara Strategics Intan Salsabila Firman, Lead of Waste-to-Energy Danantara Investment Management Fadli Rahman, Guru Besar IPB University Prof. Dr. Arief Sabdo Yuwono, dan Executive Director Tenggara Strategics Riyadi Suparno berdiskusi dalam Konferensi Pers Hasil Kajian Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (Waste-to-Energy) di Jakarta, Rabu (21/1/2026). (Sumber: Danantara)

“Teknologi harus dipilih setelah karakteristik sampah diketahui, bukan sebaliknya. Sampah perkotaan kita cenderung basah, sehingga perlu pengolahan awal agar proses pembakaran efisien dan aman bagi lingkungan,” ujar Arief.

Lebih jauh Arief menyoroti aspek keamanan lingkungan sebagai prasyarat utama penerapan WtE. Ini dimulai, kata Arief, dari sistem flue gas treatment untuk mengendalikan emisi, hingga pengelolaan abu sisa pembakaran yang dapat dikategorikan sebagai limbah B3 maupun non-B3. 

Selanjutnya, kata dia, harus ada edukasi dan komunikasi kepada publik agar masyarakat memahami manfaat serta risiko teknologi ini secara proporsional.

Negara di Asia telah membuktikannya

Program Waste-to-Energy (WtE) menjadi salah satu agenda strategis yang mendapat perhatian serius dari Danantara Indonesia. Lead of Waste-to-Energy Danantara Investment Management, Fadli Rahman, menegaskan peran Danantara dimulai sejak tahap awal perencanaan proyek, khususnya dalam memastikan kualitas tata kelola dan pemilihan teknologi.

“Bagi Danantara Indonesia, WtE bukan sekadar proyek teknologi, melainkan bagian dari kebijakan publik lintas sektor. Karena itu, fokus kami adalah memastikan tata kelola yang kuat sejak hulu, termasuk proses pemilihan Badan Usaha Pelaksana Proyek (BUPP) PSEL yang transparan dan berbasis mitigasi risiko,” ujarnya.

Iklan

Arief menilai langkah pemerintah yang tengah mengembangkan program WtE melalui Danantara sudah berada pada jalur yang tepat, meski tetap memerlukan kehati-hatian dalam implementasi. Program WtE ini menjadi salah satu proyek unggulan Danantara Investment Management.

“Insinerator itu memang cara efektif untuk menyelesaikan sampah dalam waktu yang singkat, tetapi harus dijalankan dengan tata kelola dan pengawasan yang kuat agar benar-benar menjadi solusi, bukan sumber masalah baru,” katanya.

Arief menyebutkan sejumlah negara telah membuktikan keberhasilan WtE dengan pendekatan lingkungan yang ketat. Di antaranya Jepang di Osaka dan Yokohama, Zurich di Swis, serta Dubai. Praktik baik juga dapat ditemukan di Tiongkok, Singapura, Jerman, dan Belgia.

“Insinerator modern mampu mengurangi volume sampah hingga lebih dari 90 persen dengan standar pengendalian emisi yang ketat. Kunci keberhasilannya terletak pada pemilihan teknologi yang sesuai dengan karakteristik sampah nasional, serta pengawasan lingkungan yang transparan dan berkelanjutan untuk melindungi kesehatan masyarakat,” jelas Arief.

Penulis: Aisyah Amira Wakang

Editor: Muchamad Aly Reza

BACA JUGA: Kudus: Kota Sekecil Itu Berjibaku agar Tak Jadi “Kota Sampah” di Jawa atau liputan Mojok lainnya di rubrik Liputan

Terakhir diperbarui pada 29 Januari 2026 oleh

Tags: Danantaraguru besar IPBipbIPB Universitypengelolaan sampahsolusi sampah menumpukwaste to energyWtE
Aisyah Amira Wakang

Aisyah Amira Wakang

Artikel Terkait

Lulusan IPB kerja sepabrik dengan teman-teman lulusan SMA, saat mahasiswa sombong kinin merasa terhina MOJOK.CO
Kampus

Lulusan IPB Sombong bakal Sukses, Berujung Terhina karena Kerja di Pabrik bareng Teman SMA yang Tak Kuliah

17 Desember 2025
Desa Jati Kulon Buktikan kalau Sampah Bisa Jadi Solusi, Bukan Polusi
Video

Desa Jati Kulon Buktikan kalau Sampah Bisa Jadi Solusi, Bukan Polusi

29 Juli 2025
Alumnus Institut Pertanian Bogor (IPB), Rico Juni Artanto. MOJOK.CO
Kampus

Kedermawanan Alumni IPB bikin Asrama Gratis untuk Mahasiswa Kurang Mampu

16 Mei 2025
kuliah ipb pindah umy.MOJOK.CO
Kampus

Buang Biaya Kuliah IPB Rp30 Juta Demi Pindah ke UMY, Lulus Bukannya Cepat Kerja Malah Nganggur Lama

24 Juni 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Memetik hikmah dan pelajaran saat para bintang muda urung bersinar di Daihatsu Indonesia Masters 2026 di Istora Senayan MOJOK.CO

Memetik Makna Lain Kekalahan saat Para Bintang Muda Urung Bersinar di Daihatsu Indonesia Masters 2026 di Istora Senayan

23 Januari 2026
5 Motor Honda yang Sebaiknya Tidak Diproduksi dan Tidak Pernah Ada, Kepikiran pun Harusnya Tidak

5 Motor Honda yang Sebaiknya Tidak Diproduksi dan Tidak Pernah Ada, Kepikiran pun Harusnya Tidak

25 Januari 2026
Honda Scoopy, Bukti Perempuan Beli Motor Berdasarkan Warna Lipstik MOJOK.CO

Honda Scoopy Adalah Bukti Bahwa Perempuan Memilih Motor Berdasarkan Kode Warna Lipstik, Bukan Berdasarkan Kemampuan Mesin

27 Januari 2026
Nilai Empan Papan Orang Jogja dalam Series Trio Bintang Lima. MOJOK.CO

Series “Trio Bintang Lima”: Saat Arwah Eyang Turun Tangan Ingatkan Gen Z yang Lupa Soal Tata Krama Orang Jogja

25 Januari 2026
main gim daring.MOJOK.CO

Saat Healing Malah Jadi Toxic: Kecanduan Gim Bisa Bikin Mental dan Fisik Anak Muda Awut-awutan

28 Januari 2026
Kesedihan perantau yang merantau lama di Surabaya dan Jakarta. Perantauan terasa sia-sia karena gagal menghidupi orang tua MOJOK.CO

Rasa Gagal dan Bersalah Para Perantau: Merantau Lama tapi Tak Ada Hasilnya, Tak Sanggup Bantu Ortu Malah Biarkan Mereka Bekerja di Usia Tua

29 Januari 2026

Video Terbaru

Kebun Durian Warso Farm di Bogor, Agrowisata Edukatif dengan 16 Varietas Durian

Kebun Durian Warso Farm di Bogor, Agrowisata Edukatif dengan 16 Varietas Durian

28 Januari 2026
Sigit Susanto: Membaca Dunia lewat Perjalanan Panjang dan Sastra

Sigit Susanto: Membaca Dunia lewat Perjalanan Panjang dan Sastra

27 Januari 2026
Zainal Arifin Mochtar dan Tawa yang Tidak Sepenuhnya Bercanda

Roasting Zainal Arifin Mochtar (Bagian 2): Strategi Biar Bisa Jadi Guru Besar

24 Januari 2026
Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.